Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
BAB 22 : Makna " PENDEKAR SURGAWI"


__ADS_3

Setelah menyimak beberapa perbincangan para pendekar di tempat itu.


Qing Shan segera menyelesaikan kegiatan makannya, lalu dia menyerahkan sejumlah batu roh sebagai pembayaran dan pergi dari sana untuk melanjutkan rencananya, memusnahkan sekte hati iblis.


"Huhh... Sekte hati iblis....!


Nama sekte itu saja sudah menjadi alasan yang layak bagiku untuk menghantarkan nyawa semua iblis iblis yang ada disana, kecuali para tawanan dan budak untuk menuju proses reinkarnasi pada kehidupan berikutnya.


Mereka yang sudah terlanjur rusak dan salah jalan, terlebih lagi mereka yang telah buntu dan putus asa serta tidak pandai lagi untuk hidup menjadi manusia yang baik, semoga dalam proses reinkarnasinya nanti, punya kesempatan menata ulang kehidupannya, pada kesempatan hidup yang baru lagi.


Mungkin sebahagian dari orang orang tersebut, adalah manusia manusia yang terjebak dalam situasi, yang memaksa mereka menjadi manusia jahat karena keadaan.


Jadi keadan itulah yang akan aku coba tata ulang agar menjadi lebih baik, sehingga semua orang yang terlahir pada kehidupan keduanya, tidak lagi mengalami keterpaksaan untuk menjadi jahat.


Dengan demikian maka tidak ada lagi manusia manusia setengah jahat karena terpaksa, atau dipaksa oleh keadaan untuk menjadi jahat


Kalau kemudian tetap masih ada yang jahat, itu seharusnya adalah memang sudah jadi hal yang murni sebagai pilihan orang tersebut, untuk menjadi demikian dan bukan karena keadaaan lagi yang memaksanya .


Maka sebagai wakil atau duta surga, aku tidak akan keberatan menghantar orang orang jenis demikian itu, untuk kembali di bentuk kembali oleh proses reinkarnasi.


Tak perduli berapa kali seseorang harus diantar pada proses itu, aku tidak akan bosan dan jemu sehingga orang itu sendirilah, yang harus bosan menjadi orang jahat."


Qing Shan merasakan kesunyian di jalan yang akan dia tempuh ini, segera dia mengeluarkan Gong Lam dari alam jiwa.


"Tuan...!"


"Gong Lam, aku merasa sunyi di jalan yang akan aku tempuh ini, sehingga ingin bercerita pada seseorang yang bisa aku ajak bicara."

__ADS_1


"Tuan saya dan semua pelayan anda, adalah orang yang siap mendengarkan apapun dari anda tuan."


"Terima kasih Gong Lam, aku merasa jalan dalam membentuk sistem dan tatanan baru, dimana semua orang akan berdiri sejajar baik itu seorang kultivator maupun manusia biasa ini, adalah jalan yang sunyi Gong Lam, tidak akan ada yang mau ikut dengan sistem dan tatanan yang akan aku bentuk itu."


Tuan dengan semangat dan kemampuan tuan, saya yakin tuan dapat mewujudkan itu tuan, selain itu kami juga akan selalu ada dan ikut pada jalan dan tatanan yang akan tuan bentuk tuan."


"Darimana keyakinanmu itu berasal Gong Lam..?"


"Tuan sebelumnya kami adalah orang yang sudah sangat berputus asa tuan, tidak ada satupun dari kami yang bermimpi apalagi yakin kalau kami akan lepas dari perbudakan sebelumnya.


Tapi tuan datang dan dengan mudahnya melepaskan beban hidup kami dan merubah total kehidupan kami, sehingga menjadi seperti sekarang.


Jadi saya sangat yakin tuan bisa mencapai dan mewujudkan keinginan tuan kali ini."


"Terima kasih Gong Lam kau membuatku merasa lebih baik dengan ucapanmu, sistem kehidupan semacam itulah yang akan aku bentuk dan terapkan bila perlu sampai ke jajaran peringkat dewa dewi sekalipun.


"Tujuan dan cita cita tuan sangat mulia dan besar, namun sebesar apapun itu, saya yakin tuan akan mampu mencapainya.


Selain itu kami semua pelayan tuan juga akan berbenah diri, agar menjadi lebih kuat sehingga bisa mendukung dan membantu, mencapai apa yang tuan perjuangkan tuan."


"Bagus, kalau begitu semua itu akan aku mulai dari dunia fana' kecil ini.


Dunia alam jiwa adalah cermin bagiku untuk melihat mengamati serta mencari formulasi terbaik dan paling tepat dalam menerapkan sistem yang akan aku perjuangkan.


Aku akan jadikan alam benua rendah ini, sebagai tempat dan wadah perlindungan bagi mereka mereka yang berada di peringkat kasta terlemah, pada rantai siklus kekuatan."


"Hari itu akan terjadi tuan."

__ADS_1


"Ya..! Tahukah kau Gong Lam, tidak semua manusia, oleh surga dikehendaki menjadi kultivator dan tidak setiap kultivator di kehendaki oleh surga sampai ke puncak.


Maka dimanakah lagi mereka yang lemah itu akan merasakan kedamaian surgawi, kalau bukan dengan menciptakan dan menghadirkan kedamaian surgawi itu sendiri...?


Adapun hasrat manusia untuk menjadi paling kuat paling hebat dan paling terkenal dalam setiap tingkatan, baik itu sekte desa wilayah kekaisaran benua maupun alam tinggi lainnya, semua itu bisa mereka capai dan peroleh pada ring resmi dalam pertandingan yang sah.


Pada arena pertandingan antara hidup dan mati yang resmi secara sah, mereka bisa memperebutkan apa yang mereka inginkan tersebut.


Sehingga tidak sembarang orang akan bisa menunjukkan kekuatannya, dimana saja dan kapan saja dia suka, untuk menyerang orang sembarangan seperti yang terjadi saat ini.


Dengan begitu orang lain, terlebih manusia biasa yang bisa jadi tidak terhitung jumlahnya, tidak harus ikut menanggung dampak dan akibat sebuah serangan sehingga mengalami kerugian oleh serangan tak beraturan itu.


Tentu tidak ada jalan lain untuk bisa memastikan ring resmi semacam itu, kecuali harus bisa berada di level puncak kekuatan tertinggi, pada siklus mata rantai kekuatan."


"Artinya berarti kita harus bergerak ke puncak kekuatan tuan...!"


"Benar Gong Lam, puncak itulah yang harus aku capai bersama kalian.


Itulah makna yang aku fahami dibalik kata dan nama besar " PENDEKAR SURGAWI" dalam prinsip jalan bela diri yang aku miliki.


Aku harus menjadi kekuatan surga itu sendiri, atau paling tidak harus berdiri sejajar dan sefaham, dengan apa yang menjadi tujuan sebuah kekuatan yang disebut dengan kehendak surga itu.


Aku bukan seperti pendekar lain yang terus berjuang dan bergerak maju, berusaha menjadi sosok paling kuat dan hebat, tanpa tujuan yang jelas dan detail secara prinsip.


Bagiku sosok demikian sama saja tak obahnya dengan orang jahat, yang siap melakukan apa saja demi kesenangannya sendiri, tanpa hal hal besar dan agung yang menjadi tujuan sucinya."


"Benar tuan, jangankan untuk berjuang seperti yang tuan sebutkan, memikirkan itu saja tidak semua orang akan bisa tuan."

__ADS_1


"Ya baiklah, setahap demi setahap, aku akan memulai perjuangan itu."


__ADS_2