
Merasa sudah cukup menjelaskan segalanya Qing Shan dan Nona Lin kembali ke dunia luar.
Saat ini Nona Lin sangat bahagia, sebab Qing Shan telah berjanji akan menyelesaikan masalah keluarga Lin'er dengan sekte hati iblis dan Qing Shan menyatakan punya kemampuan untuk itu.
Nona Lin kini juga tahu, kalau yang telah menghancurkan sekte racun kematian yang merupakan sekte besar aliran hitam itu, adalah Qing Shan.
"Baiklah Shan'er, apa langkahmu kedepannya?"
"Lin'er aku akan menuntaskan urusanku dengan sekte hati iblis, aku akan meratakan sekte itu.
Sebelum semuanya selesai, aku harap kau mau menantiku disini."
"Baiklah San'er kapan engkau berangkat?"
"Aku akan berangkat sekarang."
"Hati hati Shan'er pulanglah dengan selamat!
Setelah ini selesai, aku mau kau bangun kembali desa kita."
"Jangan khawatirkan itu Lin'er, selain itu aku mau memasang array teleportasi tersembunyi yang menghubungkan tempat ini ke Kota Suchian.
Setelah selesai aku minta engkau kirimkan seseorang, untuk pergi ke kota Suciehn dan menyampaikan pesanku agar membawa 10 pelayanku yang ada disana untuk menjaga tempat ini.
Aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa wanitaku."
"Shan'er setelah sekian lama tidak bertemu kamu punya bakat lain yang begitu manis."
Nona Lin berujar dengan senyuman yang begitu manis, hatinya terasa hangat atas perhatian Qing Shan padanya."
"Baiklah, bagaimana aku tidak akan pandai bersikap manis..?
Sedangkan kekasihku begitu manis ."
Senyum yang begitu manis mengembang, Qing Shan tampakkan dari bibirnya sehingga siapapun yang melihatnya dalam keadaan begitu, selama dia seorang wanita pasti akan berharap jadi kekasihnya.
*"Tidak terkecuali para reader cewek ha.. hah
jangan lupa dukungan ya reader budiman.!*
Lagi lagi Lin'er tersenyum sangat manis, jelas hatinya sangat suka pujian dari pria yang dia sayangi.
"Aku rasa dengan tempramenmu, telah begitu banyak wanita yang luluh hatinya kau buat dan berharap jadi milikmu."
Mendengar ucapan nona Lin,segera saja raut wajah Qing Shan berubah, senyum mengembangnya berlalu dan digantikan ekspresi seperti orang yang ketahuan maling buah jambu tetangga, dia lalu terdiam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ah Lin'er kau mulai lagi, kenapa kau masih saja seperti itu..?
Sejak masa kecil dulu sampai sekarang, saat kita bertemu begini, kau selalu saja bersikap manis dan pandai mengambil hati serta perhatianku."
Qing Shan berkata dengan memasang mimik wajah yang penuh kagum, dalam bingkai wajah yang lugu.
Kalau orang lain melihat wajah Qing Shan yang saat ini, orang itu tidak akan pernah menduga kalau pemuda tampan ini adalah sosok monster, dengan kekuatan yang luar biasa yang telah membuat dua leluhur agung dari sekte besar harus putus asa dan mengambil jalan terakhir yang tragis.
Mendengar ucapan Qing Shan, Lin'er dengan wajah datar mengatakan.
"Kenapa aku harus merubah sikap, yang justru dengan sikap itulah pria tampanku akan selalu mengingat aku tanpa perduli jarak ruang dan waktu.?"
"Ya kau benar Lin'er, hal itulah yang mengikat hatiku untuk selalu !mengingatmu."
Ucapannya Lin'er benar adanya, seorang wanita tidak perlu harus selalu bersikap pura pura manis pada seorang pria.
Yang wanita perlukan adalah pria yang selalu merasa dia manis, pada setiap apapun yang dilakukannya, sehingga ciri khas pembawaannya yang demikian yang akan mengikat dan menawan hati pria pujaannnya itu.
"Ah... Lin'er sudahlah, kamu hanya akan membuat aku semakin betah untuk berlama lama disini dan terhalang pergi nantinya.
Bagaimananapun urusan kali ini harus tuntas, seperti ucapanmu desa kita harus dibangun kembali, ayo tunjukkan jalannya Lin'er!"
Lin'er membawa Qing Shan ke ruang bawah tanah dan Qing Shan membangun altar array teleportasi disana, setelah itu Qing Shan memberikan token array teleportasi dan batu giok tanda pengenalnya untuk ditunjukkan pada pelayan Qing Shan yang ada di kota Suciehn.
Tidak lupa dia juga memberi Nona Lin batu komunikasi, seperti yang dia berikan kepada Lan'er wanita cantik putri keluarga Qin.
Ketika segala sesuatunya selesai Qing Shanpun pergi dan tak lupa dia mengajak pengawal keluarga Huang, yang sejak awal sudah bersamanya.
Sesuai dugaannya ke empat pendekar bumi yang ada di penginapan, mengikuti mereka dari jarak yang cukup jauh.
__ADS_1
"Tuan, mereka mengikuti kita tuan!"
"Yah itulah yang aku rencanakan"
ketika ke empat orang ini telah mati, maka pulanglah kembalilah ke penginapan jaga nonamu, selebihnya urusan disini biarkan aku sendiri yang mengurusnya."
"Kalau boleh pelayan ini tahu, kemana tujuan tuan berikutnya?".
"Menghancurkan sekte hati iblis"
Mendengar penuturan Qing Shan pengawal keluarga Huang tersebut terdiam membeku
dia berusaha mencerna.
Menghancurkan sekte hati iblis
"Seorang diri?"
Pengawal itu masih kesulitan mencernanya.
Segera mereka menyingkir dan menunggu para penguntit datang.
"Hmmmm .... sudah saatnya kalian menyebutkan identitas kalian.!.
Keempat pendekar bumi yang tadi sempat kebingungan karena sama sekali kehilangan jejak aura Qing Shan dan pengawal keluarga Huang begitu kaget dengan ucapan dan wujud Qing Shan yang muncul secara tiba tiba dari ketiadaan.
"Hei bocah, siapa kau? kami tidak ada urusan denganmu, mana pria yang bersamamu yang merupakan antek keluarga Huang itu?"
"Menarik sekali, ada apa kalian mencari pengawal keluarga Huang?"
"Kakak ijinkan aku merobek wajahnya."
Tanpa Ba ... bi ...bu ... salah seorang dari ke empat pria itu melesat menerjang Qing Shan dengan ganas.
Ditangannya ada Kuan Tao atau senjata jenis tombak yang diujungnya ada pedang, dia membabat tanpa henti ke arah Qing Shan, namun selalunya yang dia temukan adalah kekosongan, Qing Shan dengan lincah menghindari setiap serangan yang ditujukan padanya.
Hal yang membuat pria itu kesal adalah, Qing Shan seolah menjadi banyak
"Dasar badj!ngan bocah ini kecepatannya sangat luar biasa, bayangan tubuhnya tinggal di banyak tempat.
Lawan Qing Shan terus menggerutu, karena serangannya yang selalu mengenai ruang kosong itu, membuat dia yang menyerang sejak awal menjadi kewalahan dan tenaganya terkuras habis.
"Hei badj!ngan apakah kau akan menghindar seharian seperti wanita yang lari dari keluarganya....!!!"
Pria tersebut menjerit keras dan sangat kesal.
Qing Shan tiba tiba berhenti di hadapan wajahnya.
"Apakah kau akan menyalahkan orang lain, karena kelemahanmu sendiri?
Kau sangat ingin mati bukan..? Maka matilah agar dunia fana' ini tidak lagi melelahkanmu."
Selesai mengucapkan itu, Qing Shan menjentikkan jarinya di dahi pria penguntit dan seketika pria itu meledak menjadi kabut darah.
Qing Shan berpaling pada salah seorang penguntit yang masih ada di atas kudanya, pria itu merasa seolah tubuhnya bukan lagi miliknya, tubuh itu bergerak sendiri tanpa keinginan dan kehendaknya, berjalan ke hadapan Qing Shan.
"Hei Keparat...!
Apa yang kau lakukan pada tubuhku...?"
Tidak mau membuang waktu, Qing Shan memasuki alam kesadaran jiwa pria tersebut.
Qing Shan melahap jiwa malang itu berikut semua ingatan dan kemampuan nya.
Akar jiwa surgawi menyeret jiwa itu dan merubahnya menjadi nutrisi bagi akar spritual surgawi, yang telah berevolusi menjadi sebuah pohon yang rindang, dimana semua akarnya terhubung dengan lautan dantian Qing Shan.
Setelah pria penguntit tersebut tewas mengenaskan dengan tubuh kering dan tulang yang telah rapuh, dengan sekali sentuh tulang tersebut akan menjadi abu .
Belum sadar dari keterkejutannya, kedua penguntit yang tersisa tiba tiba sudah mengalami hal yang sama dengan temannya, yang dilahap jiwanya oleh jurus pelahap jiwa milik Qing Shan.
"Ha..ha jurus ini sangat luar biasa.
Sebelumnya jurus pelahap jiwa ini, hanyalah jurus untuk memasuki alam kesadaran jiwa lawan dan memperoleh seluruh informasi yang aku butuhkan.
Namun sejak pohon akar spritual surgawi melahap dua leluhur sekte racun kematian, kemampuan ini menjadi berkembang sampai ketitik yang kini aku terapkan."
__ADS_1
Qing Shan merasa kagum dengan kemajuan jurus miliknya, dan berucap akan hal itu dalam hatinya .
Bersamaan dengan matinya ke empat orang penguntit itu, sebuah array ilusi yang sedari tadi menutupi keberadaan pengawal keluarga Huang pun hilang.
Qing Shan segera mengirim ke dua kudanya dan empat kuda si penguntit ke kealam jiwa dan mengeluarkan artefak pedang dari cincin salah seorang pria penguntit, yang ternyata adalah tetua rendah dari sekte hati iblis.
"Sejak dari sini engkau menaiki artefak pedang ini saja, dan ini akan jadi milikmu seutuhnya sebagai hadiah karena telah mengantar para penguntit ini padaku.
Adapun kuda yang kau pakai, tampaknya dia sahabat baik dari kudaku jadi aku merasa iba untuk memisahkan mereka.
Apakah kau keberatan..?
"Ti... tidak tuan bagaimana mungkin saya keberatan..?
Saya masih bisa membeli kuda dimanapun, tetapi artefak ini bukanlah sesuatu yang bisa di beli dimana saja, terima kasih tuan."
"Baiklah di cincin ruang ini, ada sejumlah uang yang bisa kau ambil dan pergunakan, untuk membeli kuda dengannya.
Selebihnya pakai untuk keperluan keluargamu, bukankah kau masih punya kedua orang tua yang harus kau biayai.?"
"Te... Terima kasih tuan....!
"Apakah masih ada yang akan kau tanyakan?"
"Gedebuk,.! Pria itu berlutut
"Ada apa..?"
"Tuan izinkan saya ikut bersama dengan tuan, menjadi salah satu pelayan tuan."
"Issshhhhhh....tak baik begitu, kau ini pelayan keluarga Huang bagaimana mungkin kau bisa berpikir untuk mengkhianati dan meninggalkan mereka?".
"Lebih tepatnya saya adalah pelayan yang sedari awal bekerja pada Nona Lin pribadi selama ini tuan, karena tuan adalah kekasih nona, saya ingin bersama nona dan tuan dan tidak kembali ke keluarga Huang sebab yang benar benar bekerja pada keluarga Huang adalah ayah saya tadinya tuan.
Adapun saya sendiri bisa bekerja pada nona, karena memang ayah saya yang merekomendasikan saya kepada nona Lin."
Pengawal ini tidak mau kehilangan kesempatan mengikuti sosok hebat ini, sejak awal dia sudah sangat iri pada pemilik warung yang bisa punya hubungan dengan Qing Shan dan sejak saat itu dia selalu berpikir, bagaimana caranya agar masuk menjadi bahagian dari anggota Qing Shan.
"Baik kalau begitu berikan cincin ruang ini pada nonamu, sejak hari ini tugasmu hanyalah menjaga dan mengawasi keselamatan nonamu.
Dengan begitu sama saja kau sudah bekerja untukku, jangan lupa sampaikan salamku pada senior yang merupakan orang tuamu dan berikan air kahyangan serta pil roh ini pada beliau, segala penyakit yang ada di tubuhnya akan sembuh dan kultivasinya akan meningkat.
Adapun pil roh di botol giok hijau ini kau serap untuk meningkatkan kekuatanmu.!
Untuk bisa bekerja denganku, kau harus kuat dan tangguh.!!
" Terima kasih tuan..!"
Pengawal itu menundukkan badannya yang tadinya sudahpun berlutut.
"Bangkitlah, dalam lingkaran orang orangku tidak boleh ada yang berlutut padaku, aku tidak suka itu, berlututlah pada orang tuamu saja.".
"Terima kasih tuan!".
Pengawal itu segera berdiri dan membungkuk sebagai ganti penghormatannya dengan cara berlutut.
Dia bahagia tujuannya telah tercapai, sejak awal dia sudah berpikir keras bagaimana caranya agar bisa masuk dalam barisan lingkaran orang orangnya Qing Shan.
Dia sangat khawatir kalau sempat dialih tugaskan pada keluarga Huang, mengikuti jejak ayahnya bila Nona Lin mereka menikah.
"Sekarang aku tidak perlu khawatir, sebab apa yang menjadi tujuanku sudah tercapai, yang penting bagiku sekarang adalah fokus pada peningkatan kekuatanku.
Aku merasa pilihan untuk mengikuti tuan Qing Shan tidak salah, baru saja mengikutinya, aku sudah diperhatikan dengan begitu besar.
Bagaimana tidak..? perasaan kuda saja begitu diperhatikan oleh tuan, apalagi perasaan dan keadaan orang orangnya.
Tampaknya tuan sangat menghargai
kebaikan dan ketulusan seseorang, tetapi bila itu musuh, maka pertemuan dengannya adalah nasib paling sial yang akan di temui seseorang dalam kehidupan dunia ini."
Pengawal itu terus menatap Qing Shan dengan penuh pengagungan, sementara hatinya tidak berhenti berkata kata tentang keistimewaan tuan barunya ini.
Qing Shan menghilang dan berangkat menuju sekte hati iblis dan pria tadi segera bergegas menuju penginapan milik keluarga Huang.
Kini sosok seorang pemuda yang sebenarnya secara umur masih patut disebut sebagai remaja, tetapi karena perawakannya yang gagah terlihat dia sudah seperti pemuda dewasa itu telah tiba di gerbang sekte Hati iblis
__ADS_1