Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 29 : Keluarga Huang


__ADS_3

Mendekati sebuah desa Qing Shan dan Luo Pangzi mulai berjalan, kuda mereka menghilang dari pandangan dan masuk ke alam jiwa.


sengaja hal itu dilakukan agar tidak terlalu mencolok .


Di depan, pada arah yang keduanya tuju ada sebuah warung yang tidak begitu besar.


Segera keduanya memasuki warung yang kelihatan sangat sepi itu.


"Nona kami pesan minuman dan makanan untuk dua orang."


"Ya harap di tunggu sebentar tuan akan kami sediakan, ada hal lainnya tuan?"


"Ah untuk pesanannya itu saja dulu, tapi oh ya, nona!bolehkah saya bertanya satu hal.?"


"Apakah itu tuan, barangkali saya bisa membantu."


"Hmmm ... apakah nona tahu dimanakah di desa ini rumah kediaman keluarga Huang?"


"Oh setahu saya dulunya disini ada keluarga bermarga Huang seperti yang tuan tanyakan, tetapi sudah beberapa tahun belakangan ini keluarga itu pindah."


"Oh begitukah? sayang sekali."


"Baiklah tuan saya permisi untuk menyediakan pesanan dari tuan berdua."


"Baik nona terima kasih, berikan makanan dan minuman terbaik yang ada."


"Sepertinya tidak sesederhana yang kita pikirkan, untuk mencari keluarga Huang sobat."


"Ya ... semuanya semakin terasa sedikit rumit.


Sobatku Qing Shan...!


"Aku merasa pemuda yang duduk di sudut itu, sedari tadi selalu memperhatikan kita."


"Biarkan saja sobatku gendut, barangkali dia merasa asing dengan kita sebab baru ini terlihat.".


"Aku justru merasa sedari tadi, dia sedang mencuri dengar pembicaraan kita."


"Tuan berdua ini pesanan anda."


"Wah terima kasih nona."


"Baiklah sobat gendut saatnya kita makan.


Ayo habiskan makananmu, sobatku gendut...!"


Selesai menghabiskan makanannya, ketika keduanya bersiap siap hendak beranjak pergi, tiga orang yang membawa pedang, memasuki warung tersebut.


Wanita yang tadi meladeni Qing Shan dan Luo Pangzi, datang hendak menanyakan pesanan ketiga orang tersebut.


"Tuan, apa yang hendak anda pesan?"


"Ha ... ha ... hah manis aku pesan dirimu saja."


Ucap salah seorang dari ketiga orang itu, sambil langsung mendudukkan wanita pemilik kedai makan dipangkuannya


"Kakak bolehkah..?"


Ujar pria yang mendudukkan wanita di pangkuannya tersebut, pada pria yang datang bersamanya."


"Kau ini tidak bisakah kau meredam sedikit keinginanmu adik..?


Saat ini patroli penjaga kota Suciehn kabarnya sedang mencari penjahat, jangan bilang aku tidak memperingatkanmu."


Wanita pelayan itu terus meronta dan menjerit, dia menatap ke arah Qing Shan, tuan tolonglah saya ucapnya.


"Lepaskan wanita itu..!"


Qing Shan membentak kearah orang tersebut


"Wow rupanya ada jagoan disini...?"


Ucap pria yang mengganggu pelayan tersebut.


Qing Shan tidak menanggapi ucapannya, sebaliknya dia langsung memutar pergelangan tangan si pria mesum.


Pria itu tidak bisa memblokir kekuatan tangan Qing Shan akhirnya wanita itu segera terlepas, lantas dia membungkuk berterima kasih pada Qing Shan dan segera berlari ke belakangnya.


"Traang ...!"


Kedua pria lain yang merupakan teman si mesum, langsung mencabut pedangnya yang bersarung besi.


"Siapa kau berani mencampuri urusan kami.?"


"Kalau aku sebutkan bahwa aku adalah pimpinan pengawal kota Suciehn, apakah kau percaya?"


"Persetan kau siapa, matilah"


Teman si mesum meraung namun apa yang membuat dia kemudian heran dan terbelalak adalah, dia sama sekali tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.


"Kenapa?

__ADS_1


Kalian sudah tidak bisa bergerak ya?


Apakah kau tahu, aku tidak suka berkelahi dengan orang yang kultivasinya cuma pendekar bumi puncak ke bawah.?


Setidaknya kau harus berada pada peringkat pendekar langit tahap awal, baru aku mau sedikit berolah raga denganmu, sekarang matilah dengan tenang."


Ucap Qing Shan dan seketika itu juga tiga ledakan terjadi berturut turut, ketiganya berubah menjadi kabut darah yang hilang tanpa bekas di hembus angin.


Melihat itu tanpa sadar wanita itu, meremas bahu si gendut dan kukunya sampai melukai kulit si gendut.


"Aduh nona..!


Kenapa kau malah mencakarku?"


"Ma.. ma.. maaf tuan saya tidak sengaja."


Wanita itu panik dan meminta maaf, dengan perasaan yang tidak enak hati


"Nona, lain kali cobalah, kau tidak sengaja menciumku bukan mencakarku".


"Sekali lagi ma.. ma..af tuan."


Qing Shan tertawa


"Ha ... ha... hahh nona.


Temanku ini hatinya sangat lembut, kalau kau mau denganya kelak kau akan jadi istri pejabat, kau tidak harus berjualan di tempat sepi ini sehingga selalu jadi sasaran pria badj!ngan seperti penjahat tadi."


"Temanku Qing Shan, apa yang kau ucapkan?"


"Apa lagi sobat..? kau sangat ingin dicium nona ini tanpa sengaja, bukankah disengaja itu lebih baik?


Ha .. ha... ha.. hahh."


Wanita itu tertegun.


*Sedetik tadi orang ini sangat menakutkan.


Membunuh tiga orang sekaligus tanpa berkedip, tapi sekarang dia sangat lucu dan sangat memperhatikan temannya yang gendut ini, apakah aku terima saja tawarannya, apa yang dia sebutkan sebelumya juga ada benarnya*.


Wanita itu berpikir keras.


"Sudahlah nona terima saja, akan sangat berbahaya kalau nona terus berada di tempat terpencil seperti ini"


Qing Shan mendesak wanita tersebut seolah tahu apa yang dipikirkannya.


Wanita tersebut heran dan bertanya dalam hatinya, enapa pria ini tahu jalan pikirannya.?


"Tuan kenapa anda sangat memaksa, kalau nyatanya teman anda tidak suka..?"


Dia hanya wanita biasa yang tinggal bersama ibunya yang sudah tua, ayahnya juga cacat karena ulah orang jahat, hidup mereka selama ini sangat memprihatinkan, bahaya selalu ada di depan mata, maka kini dia semakin berharap kalau dia akan diambil.


"He... he... hehh aku paling tahu seperti apa temanku ini nona, nona tahu kenapa aku tidak langsung menolong tadi meski aku bisa..?


Itu karena aku hendak memastikan hatinya dan akhirnya aku sudah melihatnya, jadi maafkan aku sebelumnya.


"Sudahlah gendut, ayo ucapkan agar nona ini percaya dan mau ikut bersama kita.


Katakan untuk meninggalkan saja warung ini dan kedua orang tua nona ini, mari kita bawa serta.


Wanita itu terkejut kenapa Qing Shan tahu tentang kedua orang tuanya itu.


Dia tidak tahu bagi kultivator sekelas Qing Shan, cukup mengedarkan kesadaran jiwanya maka dia sudah mengetahui segalanya, yang ada di tempat itu.


Luo Pangzi menatap wanita tersebut tidak mampu berkata kata, sejujurnya dia sangat suka wanita ini sejak awal.


Wanita yang sejak tadi sudah menanti hidupnya diselamatkan dari keadaan ini, langsung mengangguk, sebagai pertanda setuju.


Melihat itu Luo Pangzi tersenyum, dengan sangat manis.


Dia tidak punya keberanian yang cukup untuk berterus terang, derita kehidupan sudah sangat membuat kepercayaan dirinya terpukul jatuh jauh ke dasar bumi.


"Ah karena kita akan jadi keluarga tolong nona berikan informasi mengenai Lin'er, dia adalah teman masa kecil kami,.


Kabarnya terakhir kali dia dan ibunya tinggal disini di kediaman keluarga Huang karena ibunya bermarga Huang, tujuan kami adalah untuk membawanya bersama keluarganya, kalau anda pernah dengar kota baru Suciehn aku adalah pemimpin sebenarnya dari kota itu.


Aku yang membebaskan warga itu dari perbudakan dan membangun kota tersebut.


Aku Qing Shan anak dari keluarga Qing dari desa Qing Sunzhuang."


"Deghhh...."


Jantung pria yang sedari tadi memperhatikan mereka berdegup kencang, dia tahu wanita yang disebut sebagai ibu dari Lin'er menikah dengan seseorang yang berasal dari desa Shunzhuan yang telah di hancurkan sekte jahat hati iblis , tadinya dia akan bicara tetapi terdengar suara orang jatuh."


"Gubraaakk..."


"Tuan..!"


"Ayah..."


Wanita pemilik kedai makan itu berlari melihat ayahnya.

__ADS_1


"Bawa aku Mei yin."


Ucapnya. Namun setelah itu seberkas cahaya tipis membalutnya dan membawanya kepada Qing Shan.


"Tuan...!"


"Tenanglah paman, ayo minum air ini ."


Qing Shan memberikan air telaga kahyangan dan perlahan orang tua tersebut meminumnya lalu dia merasa seperti manusia baru kembali.


Bekas pukulan telapak racun di dadanya yang selama ini dia tanggung, membuat dia menjadi pria cacat .


Hal itu membuatnya bahkan tidak bisa meluruskan badannya dan sangat menderita selama ini, namun hanya dengan minum air yang diberikan Qing Shan seolah semua deritanya sirna ditelan bumi


" Gedebuk..."


Suara sesuatu yang jatuh ketanah terdengar kembali, Pria tua itu berlutut.


"Eh ... Paman kita ini sudah jadi keluarga.


Temanku si gendut lebih tua 3 bulan dariku, jadi aku akan memanggil puteri anda dengan kakak.


Kakak Mei Yin akan jadi kakak iparku, jadi jangan berlutut hingga membuat aku tidak enakan."


Setelah mengucapkan kalimat itu Qing Shan menuntun pria itu berdiri


"Ah nak, bagaimana kami harus memanggilmu?"


Ibu Mei Yin yang sedari tadi diam, mulai ikut bicara.


"Bibi, panggil saja aku Shan'er"


"Terima kasih nak Shan'er."


"Jangan sungkan bibi..! Kita adalah keluarga bukan orang asing"


Ibu Mei Yin begitu bahagia, nasib baik masih berpihak pada mereka.


Suaminya sembuh puterinya akan menjadi istri dari sahabat dekat sosok kuat ini, selain itu mereka akan bisa pergi dari neraka ini.


Sejujurnya dengan keadaanya selama ini terus terang diapun selalu sangat khawatir akan nasib mereka, terlebih lagi puteri satu satunya dalam kehidupannya itu.


Suaminya juga sudah melihat itu, karenanya dia memaksa untuk berdiri sehingga jatuh seperti tadi, pada prinsipnya suaminya juga pasti ingin yang terbaik bagi keluarga mereka.


"Baiklah sebaiknya kakak Mei Yin berkemas kemas, agar kita pergi."


Mendengar itu langsung saja keluarga itu mulai berkemas, tak lama pria yang sedari tadi memperhatikan Qing Shan dan Luo Pangzi mendekat.


Dia membungkuk memberi hormat pada Qing Shan, dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kuatnya sosok, dari orang yang bernama Qing Shan yang di hadapannya ini, sehingga dia takut salah bicara, sedangkan dia hanya pendekar pemula tahap menengah.


"Salam untuk anda tuan!.."


"Apakah kita saling mengenal?"


"Begini tuan, kalau tidak salah anda mencari keluarga Huang, saya punya informasi sedikit tentang itu."


"Katakanlah"


Qing Shan menatapnya dengan begitu serius


"Keluarga Huang telah merubah marganya menjadi keluarga Tang tuan, dan itu karena pengejaran beberapa tetua tinggi di sekte hati iblis.


Mereka tidak lagi berada di kampung ini tuan, namun saya bisa mengantar anda kesana.


Saya adalah pelayan keluarga Huang, yang di perintahkan untuk mengawasi segala harta peninggalan keluarga Huang disini.


Tugas saya mengamati rumah dari kejauhan, termasuk mengamati siapapun yang mencari keluarga itu tuan."


"Deghhh...."


Hati Qing Shan berdegup kencang, matanya berbinar terang, tak lama Mei Yin dan kedua orang tuanya sudah datang.


"Paman bibi kak Mei Yin, saudara ini mengatakan dia tahu dimana keberadaan Lin'er, jadi untuk sementara sebaiknya paman semua beserta Luo Pangzi berada di alam kecil milikku untuk sementara, bagaimana menurut paman?"


"Terserah nak Shan'er saja kami sepenuhnya percaya padamu."


"Baiklah kalau begitu paman..!


Temanku Luo Pangzi sebaiknya kau temanilah paman dan bibi, sekalian ajak paman ke telaga kahyangan untuk mandi dan berkultivasi disana.


Paman air yang anda minum tadi namanya air telaga kahyangan, kalau paman mandi di danau yang ada disana itu akan lebih cepat lagi dan membatu dalam proses pemulihan paman seluruhnya secara utuh,


itu juga bagus untuk bibi."


Baiklah temanku Qing Shan, kau harus hati hati.


Jangan lupa bawa Lin'er."


Ucap Luo Pangzi.


"Ya kalau begitu aku akan mengirim kalian kesana."

__ADS_1


Tiba tiba ke empat orang tersebut hilang dari tempatnya.


Pria pelayan keluarga Huang sangat takjub, dia sangat yakin setelah melihat kekuatan pemuda ini, maka kedepannya keluarga Huang tidak akan perlu bersembunyi lagi.


__ADS_2