
Dua orang pelayan Qing Shan kembali dikeluarkan dari alam jiwa.
Gong Lam Hui dan dua bersaudara Chen Sui Han dan Chen Sui Bai pergi menelusuri setiap sudut desa Suciehn, guna mencari segala informasi yang diminta oleh tuan mereka Qing Shan.
"Saudara Gong Lam!
Sepertinya di depan sana ada banyak warga desa yang dipekerja paksakan, apakah kita akan kesana?"
"Saudara Chen Sui Bai, sesuai arahan tuan tentu kita harus memeriksa segalanya."
"Baiklah ayo!"
Ketiganya melesat dengan kecepatan maksimal dari seorang kultivator peringkat bumi.
Gong Lam Hui yang memang sudah faham dengan begitu jelas pola pikir dan pemahaman serta tujuan tuan mereka,
Menjelaskan lebih detail lagi sesuai apa yang dia ketahui, ditambah juga pemahaman baru yang dia dapatkan melalui peristiwa di gubuk reot, milik dua anak kecil di desa Suciehn kepada dua bersaudara Chen Sui Han dan Chen Sui Bai.
Selain itu baik Chen Sui Han dan Chen Sui Bai sendiripun tentunya, sudah memiliki pemahaman akan karakter dan watak dari tuan, yang mereka abdikan hidup mereka untuknya.
"Saudara Gong Lam!
Seperti dugaan tuan pasti ada yang salah dengan kemiskinan yang begitu menyolok di desa ini, seru Chen Sui Han."
"Ya..! Tuan kita itu adalah sosok pribadi yang bijak, saudara Chen Sui Han."
"Ayo kita lihat lebih dekat!"
Setelah mendarat, ketiganya langsung menemui seorang pengawas di gerbang mulut gua, sebuah pertambangan emas.
Sosok tersebut begitu pulas larut dalam mimpi di siang bolong.
"Ha..ha saudara lihat siapa yang kita temukan....?"
Melihat sosok tersebut senyum jahat melintas di sudut bibir Gong Lam Hui.
"Lama tidak bertemu Kong Jixin!"
Yang disebut namanya terperanjat dan bangkit dalam keadaan muka yang pucat pasi.
"Ba.. Bagaimana kalian bertiga ada disini?"
"Ha... ha..hah ... Saudara Gong Lam dan kakak Chen Sui Han tidak disangka si pengkhianat ini akan kita temukan secepat ini.
"Hmmm.. ternyata dunia ini sangat sempit ya..!"
Chen Sui Bai berucap.
"Adik Chen Sui Bai..!
Ternyata @Nj!..ng kurap pengkhianat murahan ini, cuma bisa jadi jongos penjaga gua, sebagai hasil dari pengkhianatannya."
Chen Sui Han berkata dengan jijik
Dengan pura pura tegar, Kong Jixin si penjaga gua, mencoba menutupi ketakutannya.
"Lama tidak berjumpa saudara bertiga, ternyata kalian juga sudah dibebaskan, apakah kalian juga di tugaskan kemari?".
Keempat orang ini tadinya adalah sekelompok pengawal upahan yang mengawal seorang pedagang namun rombongan mereka bertemu dengan komplotan perampok dari sekte racun kematian.
Di belakang hari diketahui, kalau yang memberi informasi tentang waktu dan jalur lintasan, serta jumlah kekayaan dan kekuatan pengawalan, adalah Kong Jixin si pengkhianat yang ada di hadapan mereka saat ini.
"Cuihhhh ...! Sikap tak tahu diri seolah tak bersalahmu, membuatku merasa muak.
Ingin sekali rasanya meledakkan kepalamu menjadi kabut darah bangs@**!"
Chen Sui Han menunjukkan kekesalannya.
__ADS_1
"Oh.. Jadi begitu Kong Jixin..!
Tampaknya kau hanya orang bodoh yang sedang ditipu oleh pimpinanmu, yang lebih tinggi di tempat ini, guna beroleh keuntungan pribadi sehingga tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Perlu kau tahu, sekte tempatmu menjual informasi dan berkhianat kepada kami bertiga, telah musnah rata tengah tanah dan seluruh penghuninya telah dikirim menuju raja neraka."
Mendengar penuturan itu, Kong Jixin tidak mampu lagi bertahan dalam kepura puraannya.
Tubuhnya langsung bergidik memikirkan kekuatan tiga orang di depannya, dua pendekar bumi level 2 tahap menengah dan seorang lagi di level 2 tahap puncak.
Hal yang benar benar tidak.akan bisa dia hadapi, ketika ketiganya memutuskan untuk menyerangnya secara bersama sama.
Gong Lam Hui melirik Chen Sui Han dan Chen Sui Bai, lalu keduanya mengerti maksud lirikan tersebut.
Gong Lam Hui yang memang sudah di tunjuk oleh tuan sebagai pemimpin mereka, adalah sosok yang harus mereka patuhi dan hormati.
Seketika saja rantai membelit tubuh Kong Jixin dengan kuat, dia hanya bisa meronta ronta, tetapi jelas itu tidak bisa melepaskan dirinya dari tekanan kekuatan jiwa yang ditujukan padanya seorang.
Tdak ada pilihan baginya selain hanya meratapi nasib, lalu sebuah cambuk api melesat menampar mukanya.
"Bseeettt ... syuuttt.... syiithh..."
Tidak lama sesudahnya, pukulan juga mendarat di perut Kong Jixin
"Buuuukkhh..."
"Aaaaakkkhhhh.... "
"Ya menjeritlah...!
Biarkan jeritanmu menggema keseluruh sudut desa Suciehn."
Chen Sui han berteriak pada pengkhianat tersebut.
Kini Kong Jixin tahu kalau dia sudah ditinggalkan, tidak ada satupun yang datang membantunya.
Bongkahan emas murni terakhir yang kusetor ke kampung lain, dengan menaruhnya di beberapa cincin ruang itu, bisa bisanya oleh pimpinan badj!ngan itu, diminta segera dikirim ke tempat yang cukup jauh dari keberadaan tempat ini.
Ketika kutanya kenapa begitu jauh, Pimpinan brengsek itu berdalih kalau dia diperintahkan untuk memeriksa tambang baru yang akan mulai di buka di tempat tersebut.
Ternyata si badj!ngan itu berada di jalur pelarian saat itu, bukankah artinya saat itu sebenarnya dia hendak lari, setelah tahu sekte telah rata dengan tengah....?
Badj!ngan itu sama sekali tidak memberitahuku dan aku malah dengan bodohnya, serta obsesi gilaku yang teramat parah pada wanita, membuat mataku tertutup untuk sekedar mencari tahu keadaan yang sedang terjadi.
Hanya karena dibolehkan memakai mainan bekas pimpinan pengawal tambang badj!ngan itu, aku langsung buru buru pulang kemari dan menggila seharian bersama mainan bekas yang telah lama membuatku penasaran tersebut.
Lalu perasaan nyaman membuatku lengah, sehingga tertidur seharian penuh dan akhirnya berakhir tragis dan pilu seperti sekarang."
Pria itu merasa kebodohannya begitu sempurna dan menyesal atas hari hari yang telah lewat.
"Aku memang sangat bodoh, tadinya aku pikir aku adalah manusia paling beruntung, nyatanya aku hanya sosok bodoh, yang dibutakan oleh nafsu."
Gong Lam dan dua Chen bersaudara mendengar ucapan Kong jixin, kali ini.
Karena ucapannya terdengar jelas, tidak seperti sebelumnya yang hanya ada dalam hatinya.
"Ya kau memang bodoh, lihatlah hasil kebodohanmu....!
Badanmu kini dipenuhi banjiran darah, kulit dan dagingmu terkelupas saling menimpa bercampur aduk, akibat cambukan yang berulang.
Tanganmu tampak putih memperlihatkan tulangmu yang terbuka, sebab tidak ada lagi daging yang menutupinya.
Kamu tentu tahu apa yang pernah kau timpakan pada kami bertiga jauh lebih sakit sebelumnya bukan..?
Kami harus hidup menjadi budak, karena ulahmu."
Kong Jixin terdiam atas ucapan, yang dia tidak bisa sangkal memang benar itu.
__ADS_1
Para pekerja tambang telah seluruhnya keluar dan menyaksikan penyiksaan yang sadis ini.
Mereka sangat senang melihat hal ini, bila mengingat kekejaman dan kekejian sosok lemah yang kini terkulai tak berdaya itu.
Pria yang telah menjadi samsak sasaran kemarahan tiga kultivator, yang penuh dengan niat membunuh, telah begitu dekat dengan kematian.
"Aku merasa senang melihat sosok ketiga orang, yang tampak seperti dewa kematian itu."
Ucap seorang pekerja tambang pada pria yang ada disampingnya.
"Ssstttthhh.... Kecilkan suaramu..!
Apakah kau tidak khawatir kalau ketiga orang itu, cuma pengawal baru yang di utus, karena ada kesalahan parah yang diperbuat oleh pengawal lama, yang sedang jadi bulan bulanan pukulan cambukan dan tendangan mereka bertiga....?"
Pria yang diajak bicara oleh pria sebelahnya menjawab perkataan orang tersebut.
"Benar sekali, bukan rahasia lagi kalau beberapa hari belakangan ini, pengawas yang hari ini bernasib sial dan mampus itu, adalah pria yang bermain gila dengan mainan pengawas kepala."
Orang yang berada di belakang kedua pria yang bicara itu, ikut dalam perbincangan sebab dengan jelas telah mendengar apa yang dibahas oleh keduanya.
"Apakah memang itu sebabnya kita tidak tahu pasti, kita cuma bisa menerka nerka.
Namun kalau memang ketiga orang sadis ini adalah pengawal baru, dapat dipastikan cambukan yang sama tidak lama lagi akan mencabut daging dari tulang rapuh yang kita miliki."
Mendengar ucapan salah satu dari mereka, sejenak semua orang berharap dan berdo'a..
"Oh dewa..! bantulah kami dan bebaskan kami dari pedih serta perihnya derita kehidupan ini."
Sampai nyawa Kong Jixin berpisah dari badannya, kedua Chen bersaudara masih terus menghajar si pengkhianat, yang sangat mereka benci sehingga mereka harus mengalami semua penderitaan dan kehinaan yang cukup panjang selama ini.
Keduanya merasa setelah ini andai dewa akan mengambil kehidupan mereka sekalipun, keduanya sudah merasa sangat puas.
"Ehemmm .... saudara Chen Sui han dan Chen Sui bai, sepertinya tuan telah menunggu kita untuk waktu yang terlalu lama!"
Kedua orang yang disebut namanya langsung tersadar, ketika tuan mereka disinggung.
Keduanya memperbaiki pakaian dan rambutnya yang berantakan, sebab terlalu larut dalam menyiksa pengkhianat di depan mereka .
"Ah... saudara Gong Lam Hui, maaf kami berdua terbawa suasana."
Ucap mereka dengan merasa malu.
"Ya ... aku bisa memahami perasaan saudara berdua, sebab aku sendiripun juga menjadi korban dari pengkhianatan itu.
Tetapi kita jangan lupa, aku yakin kalau tuan melihat apa yang saudara berdua lakukan, dengan karakter beliau yang seperti ini, maka beliau tidak akan senang."
"Benar sekali saudara Gong Lam Hui terima kasih sudah mengingatkan, lagi pula ini tidak akan terjadi setiap saat dan saudara harusnya tahu alasannya."
Keduanya berharap hal ini bisa dimaklumi.
"Baiklah ......!
Ahh... ya, buat semua warga desa Suciehn, hari ini kalian telah bebas dari perbudakan ini, karena ada tuan yang telah berkenan membebaskan kalian semua.
Sekarang silahkan semuanya, ayo kembali ke desa menemui tuan pembebas anda sekalian."
Ucapan itu seperti air salju, yang dicurahkan ke dalam tenggorokan yang telah lama kering kerontang, karena menahan dahaga.
Semua mereka bersorak gembira, ternyata dewa mengabulkan apa yang telah lama mereka minta.
Semuanya berlutut dengan perasaan haru dan kebahagiaan yang sulit untuk mereka lukiskan.
Ketika badai gelombang kejut berupa rasa bahagia itu reda, warga desa mulai tersadar kembali dan selanjutnya segera mengikuti arahan ketiga sosok yang mereka pandang sebagai dewa penyelamat mereka.
"Ayo semuanya naik ke dalam artefak kapal, kita akan kembali ke desa."
Gong Lam mengeluarkan artefak yang merupakan harta surgawi peringkat dewa yang berasal dari alam jiwa, yang dipercayakan Qing Shan atasnya.
__ADS_1