
Pasukan yang berada di perbatasan telah tahu perkembangan keadaan, kekalahan telak yang mereka dapatkan dan tawaran untuk menyerah menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Dua bersaudara Chen Sui Han dan Chen Sui Bai tidak memberi ruang bagi mereka yang sempat keluar dari portal teleportasi sebelum meledak dan runtuh dibawah keterkejutan pasukan kekaisaran Wei yang telah lebih dahulu keluar dari portal itu.
Mereka sangat tahu makna dari kejadian itu, artinya ada begitu banyak pasukan yang akan kehilangan nyawanya bersamaan dengan runtuhnya portal tersebut.
Kedatangan Gong Lam Hui dan Jendral Bing beserta 10 pendekar semesta yang baru bergabung menjadi pelayan Qing Shan ditambah kehadiran Lu Ming semakin menambah dorongan bagi pasukan kekaisaran Wei untuk menyerah.
"Saudara Gong Lam Hui dimana keberadaan tuan saat ini.?"
"Saudara Chen Sui Han dan Chen Sui Bai, tuan terakhir kali telah berangkat lebih dahulu ke Istana, seharusnya saat ini tuan telah sampai."
"Baiklah Jendral Bing, mengenai pengaturan pasukan kekaisaran wei yang menyerah maupun pasukan penjaga sejak dari sini sepatutnya menjadi tanggung jawab saudara."
"Iya tenang saja saudara Gong Lam Hui, aku akan mengatur segalanya disini, kembalilah lebih dahulu bersama saudara yang lain aku akan segera menyusul."
"Baiklah saudara semuanya, semua urusan kita disini tampaknya telah selesai, mari kita kembali."
Puluhan orang pasukan pengawal Qing Shan dan para pendekar sekte dewa Shunzhuan bersama sama meninggalkan tempat itu dan menuju Istana.
****
"Shan'er....!"
Suara Lembut Lin'er memanggil Qing Shan dari luar, array perlindungan segera di tarik dan Qing Shan mendekati pintu untuk membukanya.
"Lin'er , kamu disini..!"
"Kenapa tidak mencariku setelah kembali?"
"Ahh... itu karena aku tidak ingin mengganggumu, bagaimana perasaan kalian berada di tempat ini?"
"Uhhh....Membosankan"
"Karena tempatnya atau karena aku tidak ada disini."
"Ya.. keduanya, aku tidak terbiasa dengan situasi di istana dan mulai tak terbiasa jauh darimu Shan'er."
"Ha..ha..hah.. itu terdengar sangat manis, tapi memang ada saat saat dimana aku tidak bisa membawa kalian, bahaya yang tidak bisa diperhitungkan tidak layak untuk di sikapi dengan ceroboh."
"Kak Lin'er , apakah kau di dalam?"
__ADS_1
"Ya masuklah Lan'er."
"Oh kalian berdua ada disini, apakah aku mengganggu..?"
"Hei kau pikir kami sedang apa..?"
"Itu... aku baru saja, mendengar kalau akan dijatuhkan hukuman pada kaisar Wei, apakah kak Shan'er tidak akan menghadirinya.?"
"Aku sudah mengirimkan pesan kepada Nian'er untuk tidak hadir disana, sebagai putra mahkota dia lebih pantas untuk hadir, aku sudah memenuhi janjiku untuk membawa kaisar wei kemari dan itu mestinya sudah cukup, terus terang aku tidak begitu tertarik dengan urusan istana, aku lebih tertarik untuk memastikan bahwa setiap orang yang kucintai atau orang yang dekat denganku tidak di usik oleh orang lain."
"Kak Shan'er bolehlah aku memintamu mengajakku keluar?"
"Hmmmm... apa kau juga sama dengan Lin'er yang sudah bosan dengan keadaan disini.?"
"Ya aku ingin sekali berjalan di luar dan melewati barisan pedagang, sambil melihat apa ada yang cukup menarik.?"
"Bagaimana denganmu Lin'er?"
"Aku rasa itu ide yang baik, aku juga ingin makan di warung kecil, dengan nuansa asap yang keluar dari pembakaran tungku masak."
"Ho...hoyyy... kenapa aku merasa kalian berdua sama denganku, apakah anak anak kita kelak juga akan seperti kalian berdua, baiklah agar tidak mengambil banyak perhatian, sebaiknya kalian masuklah terlebih dahulu ke alam jiwa dan sesampainya di luar aku akan.mengeluarkan kalian berdua ."
Tampak para pasukan penjaga berkeliling dalam kelompok dengan jumlah yang kecil dan teratur memantau untuk memastikan keamanan semua orang
Untuk memastikan agar tidak dikenali para petugas yang telah pernah melihatnya di istana sebagai pangeran, Qing Shan memasang array ilusi di wajahnya sehingga rupanya akan tampak berbeda dari wajah aslimya.
"Baiklah, kalian keluar sekarang pada array yang aku pasang, agar pedagang disini tidak terkejut dengan kehadiran kalian berdua yang seolah datang dari ketiadaan."
"Uhhhh.... akhirnya sampai juga, ayo kita berkeliling..!"
Qing Shan mengawal kedua wanita cantik yang ada di depannya dengan santai, dan kedua wanita cantik yang kecantikannya luar biasa itu segera menjadi pusat perhatian.
"Kak Lin'er, apakah menurutmu suasana disini cukup bagus?"
"Jauh lebih bagus daripada harus terkurung di istana dengan segala aturannya yang ketat, aku seperti memakai baju yang sangat sempit sehingga sangat sulit bernafas, ketika berada disana."
"Apakah setelah dari sini kita masih akan terus tinggal disana?"
"Entahlah aku juga tidak tahu."
Keduanya sibuk berbicara sambil memilih dan membeli beberapa barang yang mereka suka, seolah Qing Shan tidak ada disana.
__ADS_1
Qing Shan meminta Gong Lam Hui untuk kembali lebih awal menemui istrinya dan membawa separuh pengawal untuk kembali ke kota Shunzhuan.
Dia juga membeli banyak hewan dari jenis yang beragam dan memasukkannya ke alam jiwa, setelah puas berkeliling mereka memasuki penginapan dan memesan makanan yang banyak dan juga arak terbaik.
"Kak Shan'er kapan kita akan kembali?"
"Aku juga belum tahu Lan'er, mereka telah begitu lama kehilangan aku, tidak baik juga kalau kita terlalu cepat pergi hanya karena tidak suka suasana istana, kalian boleh ke alam jiwa kalau terlalu bosan."
"Tidak, kami akan bersamamu dan jangan jadikan kami menjadi beban bagimu Shan'er."
"Kak Lin'er benar, kami akan berada di dekatmu."
"Aku tidak pernah menganggap kalian sebagai beban justru aku menganggap surga begitu memanjakan aku dengan kehadiran kalian berdua."
Seiring meningginya hari, warung makan di penginapan tersebut semakin padat.
Untuk tidak mengambil perhatian yang lebih banyak, Qing Shan mengembalikan dua gadisnya ke alam jiwa dan setelah membayar makanan yang mereka pesan, Qing Shan keluar dari sana dan menuju istana.
Berbeda dengan kepergiannya yang dengan begitu cepat saat kembali dia mengeluarkan artefak kapal yang merupakan harta surgawi tingkat tinggi dan membuatnya bergerak lambat,lalu mengeluarkan Lin'er dan Lan'er.
"Apakah kalian berdua pernah memakan buah ini?"
"Apa ini Shan'er?"
"Ini adalah buah wu hua gua"
"Buah apa?"
"Wu hua gua, buah ini muncul di awal musim panas."
"Dari mana kak Shan'er beroleh buah ini?"
"Dari negeri musim panas di alam jiwa."
"Musim panas?, bukankah alam jiwa selalu cerah dan tidak pernah panas?"
"Ya, aku juga tadinya hanya tahu begitu, tetapi ternyata di alam jiwa ada potongan potongan wilayah yang berbeda beda, yang kita lihat hanya wilayah yang selalu cerah artinya selalu siang, padahal ada bahagian wilayah yang selalu hujan selalu bersalju selalu panas dan selalu malam, termasuk yang seperti di dunia luar ini dimana ada siang dan ada malamnya.
Kakek benar masih banyak rahasia yang tidak kita ketahui disana, kelak kita akan menjelajahinya.
Mereka memakan buah langka wu hua gua dan merasa takjub dengan rasanya yang menyegarkan, kapal terus bergerak menuju istana kekaisaran Han.
__ADS_1