Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 37 : Berdamailah dengan diri sendiri


__ADS_3

Dengan kecepatan artefak kapal yang Qing Shan naiki bersama dengan yang lainnya mereka telah tiba di desa Shun Guojia tempat keluarga Huang bersembuny selama ini dari perburuan tetua sekte hati iblis.


Hal menariknya kini keadaan sudah berbalik, kalaupun masih ada sisa sisa dari anggota sekte yang masih tersisa, karena saat pembumi hangusan sekte mereka tidak ada di tempat, namun tidak akan ada yang cukup bodoh mengakui dirinya sebagai anggota sekte hati iblis saat ini.


Dan untuk kedepannya ketakutan akan menghantui siapapun yang pernah menjadi mantan anggota sekte aliran hitam yang telah dimusnahkan itu


Karma mereka telah membawa mereka untuk merasakan bagaimana rasanya harus sembunyi dan harus khawatir terhadap setiap orang, itu akan mereka hadapi sejak saat ini, yang menambah rumit dalam pelarian itu adalah ketidak tahuan pasti siapa musuh sebenarnya yang harus dihindari.


Sosok yang memusnahkan sekte dan akan memburu mereka tidak diketahui secara jelas, tidak terlihat sebab saat masih melihat korban pembantaian di gerbang sekte saja sudah cukup bagi mereka untuk ketakutan sehingga langsung lari menjauh.


Alasan penting lainnya yang membuat para mantan anggota sekte hati iblis harus masuk ke dasar bumi untuk bersembunyi dalam waktu yang akan begitu lama, tidak lain karena banyaknya dosa yang telah mereka torehkan pada setiap orang, setiap keluarga yang tentunya secara praktis itu adalah tambahan daftar musuh yang harus dihindari.


Singkatnya hidup mereka tidak akan baik baik saja.


Di desa Shun Guojia sendiri masyarakat menyambut baik pemusnahan sekte yang begitu banyak meresahkan masyarakat tersebut.


Baru sebentar kabar itu tersiar telah direspon baik oleh masyarakat, ekonomi semakin menggeliat dan orang orang yang telah sampai melakukan perdagangan ke kota Suciehn, akan melanjutkan kegiatan dagangnya ke daerah ini, naluri dagang mereka yang tajam telah mampu mencium aroma batu roh dan koin emas juga peluang di tempat baru ini.


Keamanan telah sangat terjamin, pelayan Qing Shan telah bekerja begitu baik, banyak kultivator aliran putih kini di berdayakan oleh pemimpin kota, para pelayan Qing Shan tahu bahwa tujuan tuannya bukan cuma sekedar sampai di kota Suciehn tetapi mencakup wilayah pinggiran kekaisaran Han sebagai tanah air mereka dan para leluhurnya.


Itulah hal yang menjadi tujuan Qing Shan, meski tidak difahami oleh para pedagang tetapi jaminan keamanan adalah hal paling menggoda yang sulit mereka abaikan, inilah yang dirusak oleh sekte sekte aliran hitam selama ini, yaknihilangnya jaminan keamanan.


Tampak berbeda dari biasanya di depan kediamam keluarga Huang sangat ramai pengunjung, banyak yang tidak mendapatkan kamar untuk menginap karena telah penuh.


"Setahuku dulu tempat ini tidak seramai ini ucap ayah Mei Yin kekasih si gendut Luo Pangzi."


"Oh apakah paman pernah kemari sebelumya?" Qing Shan merespon ucapan Mei Jian ayah Mei Yin


"Ya beberapa kali"


"Baiklah paman, tapi bukankah begini lebih baik?"


"Ya tapi keadaan tempat ini tampaknya tidak bisa menampung semua orang orang ini."


"Perlahan akan kita perbaiki paman"


Mei Jian tidak berbicara lagi, dia yakin akan ucapan Qing Shan mengingat sosoknya jugalah yang mengembangkan kota Suciehn menjadi kota yang pesat."

__ADS_1


"Selamat datang tuan!"


" Gong Lam Hui kau ada disini?"


"Ya tuan! saya menyadari keberadaan tuan jadi saya keluar menyambut tuan!


"Baiklah, bagaimana tugas yang aku berikan?


"Semua baik tuan, kecuali hal penting yang hanya bisa saya sampaikan secara pribadi pada tuan, semuanya baik baik saja".


"Baik, mari kita masuk"


Menyadari keberadan Gong Lam Hui,


Qing Shan tahu kalau Qin Mei Lan dan ayahnya juga sudah ada disini.


"Shan'er kamu sudah datang?"


"Paman ... bibi kalian juga ada disini?"


Qin Xiang berkata apa adanya membuat putrinya Qin Mei Lan wajahnya memerah menahan malu.


Segera sesudah itu tangan putih dan lembut penuh kehangatan menggenggam tangan Qin Mei Lan, pemilik tangan itu adalah Lin Nu'Shen atau yg biasa Qing Shan sebut sebagai Lin'er


"Mari semuanya duduk, ucap adik lelaki dari ibu Lin'er sebagai pihak keluarga Huang."


Semua mengambil tempatnya masing masing dan beragam topik segera mereka bicarakan mulai dari hal yang ringan sampai pada hal hal yang berat


Semua orang begitu gembira, makanan dan minuman tersedia semuanya.


Begitulah hidup, diluar segala duka dan batu karang problematika kehidupan yang harus dipecahkan, selalu saja ada celah dan masa bagi manusia untuk mencicipi apa yang namanya kebahagiaan meski pada hal hal ringan yang sederhana sekalipun.


Kebahagiaan akan mencari jalannya menuju setiap manusia yang memang sudi dan berkenan dengan hadirnya kebahagiaan itu sendiri.


Yakni manusia yang pandai bersikap atau menyikapi kehidupan dengan cara berdamai pada diri sendiri, berhenti berkeluh kesah dan menganggap diri tidak bertuah.


Padahal manusia telah dicipta istimewa dengan semua keadaannya.

__ADS_1


Qing Shan melihat semua senyum cerah hari ini yang terpampang di wajah semua orang, maka dia bertekad daripada sibuk mengingati dan merawat rawat kesedihan di masa lalu lebih baik berjuang menjaga senyuman ini ke hari depan.


Selesai dari pertemuan yang cukup menggembirakan semua orang itu, semua orang mulai menuju ruangannya masing masing, untuk beristirahat.


Mereka semua memiliki ruangannya masing masing


Di saat akan pergi membahas apa yang pelayannya Gong Lam Hui sebutkan sebelumya.


Qing Shan menepuk bahu sahabatnya Luo Pangzi lalu mengatakan


"kau istimewa sobat..! terutama dalam hidupku, sejak hari ini mari kita lupakan kesedihan dan berusaha merawat segala kebahagiaan yang surga hadiahkan untuk kita.


Dia memeluk Luo Pangzi dan melanjutkan ucapannya


"kau telah memiliki kak Mei Yin dan paman serta bibi sebagai pengganti orang tua" ayo kita lanjutkan hidup bahagialah kedepannya."


Lalu dia memeluk sobat akrabnya itu.


Luo Pangzi matanya segera berembun, melihat itu Qing Shan berkata; "Hei apa itu? jangan ada lagi air mata."


"Ini adalah air mata kebahagiaan sobat, kalau ada kehidupan kedua aku ingin tetap memilikimu sebagai temanku."


"Ah sudahlah kau ini seperti mau mati saja .... ha.. ha...ha..hahhh aku akan membawamu sampai kenegeri para dewa sampai kita masuk alam keabadian, jadi jangan bicarakan kematian lagi di hadapanku, kau mengerti....?


kalau kau masih cerita mati akan aku kempeskan perut besarmu ini hahahahahhh..."


Semua tertawa dengan candaan Qing Shan dan semakin mengagumi sosok pemuda yang luar biasa ini.


"Oh.... ya paman bibi besok akan kita mulai pembangunan desa ini, aku akan bangun restoran besar bagi paman dan bibi, kalian tidak harus terlibat mengelolanya nanti kita cari orang yang bisa neraqat dan menjalankannya semua bisa diatur tetapi mengenai gaya bangunannya sebaiknya paman dan bibi saja yang tentukan sesuai keinginan paman dan bibi.


Selesai mengatakan itu Qing Shan pamit dan pergi bersama pelayanannya Gong Lam Hui


Mei Jian dan istrinya serta Luo Pangzi dan Mei Yin menatap kepergiannya, lalu berkata


"Kita beruntung mengenal sosoknya yang luar biasa itu, rawatlah hubungan kita dengannya." lalu dia berjalan bersama istrinya ke ruangan yang disediakan bagi mereka.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2