Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 48 : Putera kaisar


__ADS_3

Hanya butuh sehari perjalanan berkuda sejak ratu kekaisaran Han melewati portal luar biasa, milik kerajaan yang melipat serta melintasi ruang dan jarak lebih baik dari sebuah array biasa.


Portal ini sangat mewah dan mahal juga biayanya, sangat jarang sekali di pakai kecuali mendesak, para pengawal bingung dengan sikap ratu mereka ini setahu mereka keadaan baik baik saja.


Kuda berhenti di depan halaman balai kota, nafasnya menderu menandakan baru saja melakukan perjalanan panjang yang sangat dipaksakan.


Ratu berlari setelah menanyakan keberadaan Qing Shan.


Di sebuah taman kota yang di lengkapi bangunan beratap tanpa dinding tampak keluarga Huang yang merupakan keluarga Lin'er dan Qin yang merupakan keluarga Lan'er, sehari sebelumnya Qing Shan terkesan mengabaikan mereka, konsentrasinya begitu banyak terpecah pada semua orang dan tampak Lin'et dan Lan'er kurang senang dengan hal itu, semua tampak canggung sekarang dan semua orang diam, tak ada suara sehingga andai jarum jatuh bahkan dapat di dengar sebab suasana yang begitu hening.


"Baiklah...... Aku mengaku salah dan siap menerima keberatan kalian ucap Qing Shan kepada Lin'er dan Lan'er namun sebenarnya keluarga Lin'er dan Lan'er memaklumi suasana yang di hadapi Qing Shan."


"Shan'er kami tahu kau tidak bermaksud seperti itu Lin'er terlalu berpikir jauh ucap paman dan ibunya dari keluarga Huang."


"Yah ... benar Shan'er..! Lan'er juga masih terlalu ke kanak kanakan."


Qin Xiang juga berucap begitu dan istrinya menatap putrinya dengan kecewa serta menunjukkan ketidak senangannya.


"Ah...... apa yang Lan'er dan Lin'er minta itu wajar sebenarnya paman dan bibi, dan aku tidak malu meminta maaf dengan itu.


Seharusnya aku menonjolkan kalian sebagai keluargaku, tetapi aku malah tidak melakukannya.


Namun sebagai keluargaku aku minta kalian juga perlu memahami keadaanku saat itu, sejatinya setelah selesai bertemu dan beramah tamah dengan Kaisar aku akan membawa dan memperkenalkan kalian semua, sebelum suasana yanag aku sendiri tidak faham itu terjadi.


Aku rasa kalian sendiri tahu aku tidak pernah berlutut pada siapapun selain guruku selama ini, tetapi saat itu kakiku tiba tiba berlutut di hadapan kaisar dan menyebutkan ayah pada beliau.


Perlu kalian tahu aku sama sekali tidak menganggap jabatan kaisar itu sesuatu yang besar tetapi yang membuat aku bingung kakiku tiba tiba berlutut dan aku begitu senang ketika beliau merangkulku, seperti ada sesuatu yang berbeda."


Yun sui Hen menatap tajam puterinya, yang tidak memahami hal aneh itu, lalu dengan sinis dia berucap "Bukannya memahami dan membantu saat orang yang kau cintai berada dalam kekalutan tetapi malah menambah masalah, kini ibu semakin yakin kau memang belum layak, baiklah setelah ini kau harus ikut pulang ke rumah."


ucapnya kepada Lan'er.


"Ah.... bibi Lan'er tidak bersalah." bela Qing Shan.


"Shan'er pamanmu Qin Zui Lao menitip salam kalau dia tidak bisa hadir, puteri pamanmu itu beserta bibimu juga menitipkan salam, kalau ada waktu kunjungilah mereka ke keluarga Qin."


Yun Sui Hen tampak serius, selama ini dia tidak pernah mau menyampaikan itu namun kali ini dia memang betul betul kecewa pada puterinya dan tidak lagi menahannya.


Qin Xiang menggenggam bahu istrinya itu dengan maksud meredam apa yang akan dia sebutkan berikutnya.


"Lin'er dan Lan'er kalian boleh pulang bersama keluarga setelah ini.


Maaf telah mengecewakan kalian semua."


Ucapan Qing Shan bagai petir yang menyambar telinga semua orang.


Lalu Qing Shan perlahan bangkit, kedua keluarga sangat menyayangkan sikap puteri puteri mereka yang kekanak kanakan padahal Qing Shan sedang berasa dalam suasana yang dia sendiri tidak faham. semestinya mereka sebagai orang yang Qing Shan anggap sebagai keluarga lebih memahami itu.


Wajah semua keluarga kali ini tampak jelek, jejak jejak kesuraman tidak dapat mereka sembunyikan, mereka merasa seolah menjadi orang yang tidak tahu diri karena ulah puterinya masing masing.


Inikah balasan mereka setelah semua hal yang Qing Shan lakukan untuk mereka?


Dengan tangannya sendiri Qing Shan menghancurkan musuh musuh mereka yang tidak dapat mereka hadapi sendiri, bahkan setelah bertahun tahun berada dalam tekanan, mereka telah meminta bantuan ke setiap orang tetapi tidak ada yang mau dan sanggup membantu keadaan mereka.

__ADS_1


Sebuah sekte aliran putihpun tidak sanggup membela mereka.


Bukan cuma itu Qing Shan juga memberikan banyak sumber daya, lalu hanya karena sedikit lupa untuk memperhatikan dia disudutkan begitu besar?


Memangnya apa yang sudah keluarga ini berikan pada Qing Shan?


Kewajiban apa yang harus dibuat Qing Shan sampai harus begitu memperhatikan mereka pada acara itu?


Pertanyaan itu terasa mencambuk di dalam hati semua orang


"Shan'er kau boleh memilih puteri pamanmu Qin Zui Lao, bibi tidak lagi akan pernah keberatan dengan itu, tetapi tetaplah anggap bibi sebagai bibimu kedepannya."


Ucapan Yun sui Hen berikutnya ini begitu mengejutkan dan terasa mendalam di hati semua orang.


Lan'er menggigit bibirnya, tidak menyangka kalau semua akan sampai pada titik ini, dia hanya bermaksud menenangkan hati keluarganya dan tidak menyangka semua hal ini terjadi.


Apa yang keluarganya sebutkan memang cukup realistis.


Dia tidak tahan lagi menanggung semua ini, Lan'er bisa melihat kesungguhan ibunya dalam setiap kata katanya, tentu dia faham siapa ibunya sendiri, dia juga teringat moment manis penuh bahagia saat mereka berada di artefak kapal dan saat berada di alam jiwa bersama Qing Shan.


Saat ini dia semakin khawatir kehilangan segalanya, karenanya dia berlari dan memeluk Qing Shan dengan tangisannya yang pecah meminta maaf, melihat itu Lin'er yang sedari tadi juga sudah merasa seperti di kursi pengadilan kekaisaran juga berlari dan melakukan hal yang sama.


"Kalian berdua tidak perlu menangis aku yang salah mengabaikan kalian semua."


"Kak Shan'er tidak akan membuang kamikan ucap Lan'er dengan polos."


"Hei.... siapa yang mau membuang?


Aku sudah mengatakan kalian adalah wanitaku dan itu tidak akan permah berubah selamanya, apa kalian, lupa?"


Lan'er bicara dengan wajah imutnya yang tampak khawatir sambil menggigit bibir bawahnya menunggu jawaban Qing Shan.


" Bahkan kalau kalian memaksa pergi, aku akan memaksa kalian tetap disini, kalau kepergian kalian bermaksud hendak meninggalkan aku."


"Aku hanya tidak ingin menahan kalian disini disaat kalian merasa tidak suka memandang wajahku, lalu apa salahnya sejenak mencari suasana lain?"


Baik keluarga Lin'er maupun Lan'er sangat bahagia bisa keluar dari kebuntuan sebelumnya, kini wajah semua orang kembali cerah seperti sedia kala, sifat ke kanak kanakan puteri mereka hampir menendang mereks dari barisan orang orang terdekat Qing Shan.


Lin'er dsn Lan'er lega melihat semua senyum cerah telah kembali di bibir semua anggota keluarganya


"Tidak ada yang akan pergi"


Suara seorang wanita mengejutkan semua orang.


Wanita itu berjalan setengah berlari dan memeluk Qing Shan, untuk sesaat Qing Shan tertegun dan merasa begitu hangat, ada ruang dalam jiwanya yang selama ini terasa sunyi dan kosong kini menjadi terpenuhi oleh pelukan wanita ini.


"Anakku.....!


Ucapnya memecah kesunyian yang sempat tercipta.


"Ibu..."


Jawab Qing Shan tanpa sadar.

__ADS_1


"Ibu.......!"


Pangeran Han datang berlari ke arah ibunya, Kaisar Han juga ikut berlari.


"Ibu ...." ucap pangeran heran, setelah mendekati ibunya.


"Nian'er ini kakakmu yang sejak kecil hilang, ini anak ibu, namanya Han wudi Zhizi."


"Je..... darrrrrrrr..."


Terjadi ledakan petir yang cukup keras di pagi hari yang cerah menjelang siang itu.


Seolah alam juga terkejut dengan kenyataan itu


"Anakku.....! kaisar Han mengangguk."


"Nak....! apakah di lengan atas kenanmu yang dekat dengan bahu ada tanda lahir seperti petir ?"


Ucap Ratu dengan selidik, Qing Shan terkejut tanda seperti akar dan mirip petir itu memang ada, lalu dia menggulung lengan bajunya dan terlihatlah tanda yang dimaksud.


"inikah tanda yang ratu maksud?"


Ratu mendekatkan telapak tangannya dan seketika petir keluar dari telapak putih yang halus fan lembut itu, untuk sesaat petir itu menyentuh bahagian tanda yang ada di lengan Qing Shan dan kemudian petir kecil yang sama keluar dari tanda itu.


Melihat itu semua orang terkejut, lalu ratu menarik tangannya dan meraung memeluk Qing Shan.


" Anakkku.............!!!!


ini anakku yang hilang.


Kaisar ini anakmu Han wudi Zhizi ( anak kaisar Han).


Mendengar itu kaisarpun meraung seperti singa yang hatinya penuh dengan luapan emosi, Wudi'errrrrrrr......... lalu dia lemas dalam pelukan Qing Shan, pangeran Han pun meraung masuk kedalam kelompok itu kemudian ikut memeluk ayah ibu dan kakaknya, mereka berpelukan untuk waltu yang cukup lama.


Semua orang terpaku semua orang terpana


tidak terkecuali para pengawal istana dan pengawal Qing Shan


Qing Shan juga lemas dalam pelukan itu, sehingga tubuhnya merosot jatuh ke bawah pengesahan lalu menangkap tubuh yang ternyata adalah kakak kandungannya itu.


Wudi'er jangan lagi tinggalkan ibu nak nak, ratu menangis tersedu sedu, setelahnya dia menatap dan kemudian mendatangi Lin'er dan Lan'er, apakah kedua dewi yang cantik ini adalah menantuku?


Ratu memeluk keduanya, pelukan hangat itu disambut oleh Lin'er dan Lan'er, ibu ucap mereka berdua lalu berlutut, ratupun memberi restunya dan menarik keduanya kembali ke pelukannya.


Surga mempermainkan hidup kita semua, Kini aku tidak akan mau lagi berpisah dengan kalian semua.


Sesaat semua merasa terjawab ternyata inilah alasan kenapa Qing Shan tiba tiba berlutut dan memanggil ayah pada kaisar,


ini pula alasan kenapa kaisar dan pengeran merasa tidak asing dengan Qing Shan.


Qing Shan juga merasa semua pertanyana di hatinya tentang perasaan di dalam dirinya pada kaisar dan pangeran terjawab sudah.


Ratu menceritakan bagaimana kejadian hilangnya Qing Shan kecil di hutan beast yang dibawa oleh salah satu kawanan beast kera emas masuk ke dalan hutan, itu pula alasan kemudian kakeknya yang begitu melegenda masuk ke kedalaman hutan kemudian. naik ke dunia menengah mencari Qing Shan sampai namun kemudian kembali dengan tangan kosong.

__ADS_1


Cerita itu terputus dan tidak diketahui jelas bagaimana kemudian keluarga Qin mendapatkan Qing Shan dan membawa serta merawatnya di desa Shunzhuan.


Setelah puas meluapkan perasaan yang ada kaisar dan ratu mwngambil inisiatif untuk mendekat dan bertanya banyak hal pada keluarga Huang dan keluarga Qin, hari itu kemudoan ditutup sebagai hari paling indah dimana sebelumnya ada jejak kesuraman yang hampir membuat putus asa banyak orang.


__ADS_2