
"Wah tempat ini sangat luar biasa sekali teman, jadi selain keturunan mereka yang lahir belakangan, kebanyakan orang-orang di sini adalah para dewa dan dewi yang telah jatuh menjadi manusia biasa ya....?"
"Begitulah temanku Luo Pangzi.
Bagaimana, bukankah sekarang kau bisa melihat betapa luar biasanya rahasia-rahasia yang masih banyak tidak kita temukan di dunia ini.....?"
"Kau benar sekali sobat, dan aku terkadang sangat iri melihat keberuntungan yang bisa kau rasakan, kalau bukan karena kau yang membawaku kemari, mungkin sampai mati aku tidak akan pernah tahu tempat ini."
"Iya begitulah teman.
Sama seperti dirimu, aku juga sama tidak tahu menahu tentang tempat ini sebelumnya, tapi nasiblah yang membawa hingga aku terjebak di sini, kemudian menemukan semua kehidupan di dunia ini."
"Oh ya ngomong-ngomong, kalau kau ingin memiliki istri kedua, yang merupakan putri dari dewa-dewi yang punya kelebihan daya pikat yang sangat luar biasa, dibandingkan wanita lainnya, kau juga bisa mencarinya di sini."
"Teman apa kau masih ingin membunuhku secara pelan-pelan....?
Aku tidak seberuntung dirimu teman, yang bisa dicintai oleh banyak wanita dalam waktu yang sama sekaligus."
"Iya bahkan akan meninggalkan aku dan mencari suami lain, kalau aku sampai menikah lagi."
"Hahaha...!"
Sebenarnya itu hanya ucapan semata teman, tidak akan seperti itu tapi ya kalau kamu mencintai istrimu dan sudah merasa cukup bahagia juga merasa bersalah, bila menduakannya, itu kembali ke dirimu sendiri.
Aku tidak akan memaksa, tapi apa yang dikatakan oleh istrimu itu, bukanlah jadi patokan sebenarnya."
"Baiklah teman, sepertinya jika aku memutuskan kelak untuk memiliki seorang istri lagi aku akan menghubungi."
"Ha..ha..ha..hah.
Kapanpun kau siap sobat. Oh ya teman, aku rasa sepertinya para wanita-wanita kita sudah selesai dengan perbincangan mereka.
Bagaimana kalau kita kembali....?
"Aku merasa seolah-olah tubuhku ini akan meledak, sepertinya aku akan menerobos teman."
"Baiklah kalau begitu, kau bisa menerobos di sini teman."
__ADS_1
Tapi bagaimana..? Bukankah orang-orang ini akan menjadi heran nantinya teman...?"
"Jangan pikirkan itu, aku akan membuat area perlindungan dan array ilusi sehingga mereka tidak akan merasakan sedikitpun efek atau suara dari penerobosanmu."
"Baik kalau begitu, aku akan membutuhkan bantuanmu sobat."
"Baiklah kalau begitu mulailah berkultivasi di sini, sambil menunggu aku akan pergi menemui teman teman lama."
"Baik terima kasih teman."
Lalu Qing shan pergi menuju kedai minum, tempat di mana dia pernah meminta izin untuk bermalam di sana, saat pertama kali datang ke dunia alam salju itu.
" Halo selamat pagi semuanya.
Selamat pagi pak tua.
Bagaimana kabarmu hari ini ..?
"Kau dari mana saja nak?
Sudah begitu lama kau tidak kelihatan.
"Ya begitulah pak tua, aku sudah menemukan jalan keluar itu, tapi rasanya aku masih rindu juga dengan tempat ini.
Di luar sana, kehidupan begitu keras banyak para kultivator jahat yang senantiasa memburu orang-orang baik seperti kita ini.
Dunia luar begitu keras dan tidak berperikemanusiaan.
Kalau pak tua mau kembali keluar, aku akan membantumu keluar.
Tapi satu hal yang perlu pak tua pikirkan adalah, bahwasanya untuk orang seperti kita, kehidupan di dalam alam salju ini, sebenarnya jauh lebih tenang bahagia dan lebih damai."
"Sejak awal aku tahu, kau memang berbeda nak..!
Kau sangat istimewa, di luar kultivasimu yang sudah kembali anjlok itu, tapi aku tetap merasa bahwa aku sangat istimewa sekali."
"Terima kasih pak tua.
__ADS_1
Sejak awal kau adalah orang yang baik padaku, saat pertama kali aku masuk ke dalam dunia alam salju ini.
Aku bahkan menerima tawaran kebaikanmu untuk bermalam di kedaimu ini, karena itu aku merasa berhutang budi padamu pak tua.
Kalau kamu ingin keluar maka sampaikan saja kepadaku."
"Hah membayangkan ucapanmu saja, membuat rasa tertarik dalam diriku untuk keluar dari alam ini hilang dalam seketika anak muda, tetapi kalau kamu memang merasa sangat berhutang budi sekali padaku.
Aku ingin sekali kau membantuku."
"Baiklah pak tua, sebutkan saja bantuan apa yang kau inginka,...?"
"Aku merasa kalau di dalam dunia luar itu mungkin kemajuan akan jauh lebih baik daripada kita yang ada di dalam sini, jadi kalau engkau berkenan, aku mohon kau bawalah beberapa barang-barang yang sangat berguna di luar dari alam ini, untuk membawanya terus ke alam ini."
"Apakah kau bisa membantuku ...?"
"Tentu pak tua, aku bisa membawa apa saja yang kau inginkan.
"Kau boleh memesannya padaku."
"Baiklah anak muda. Terima kasih, untuk saat ini, barangkali aku akan memesan barang-barang seperti gelas dan piring atau juga tempat minum sehingga aku bisa memakainya di warungku ini."
"Anak muda aku tidak tahu harus membayarmu dengan apa, karena barangkali uang di sini tidak akan laku di dunia luar."
"Pak tua bukankah Engkau pernah menolongku dahulu...?
Maka seperti itulah aku akan menolongmu saat nanti."
Qing shan kemudian berbicara banyak hal kepada pak tua pemilik kedai, karena saat itu suasana kedai sedang lengang, tidak ada satupun orang yang ada disana kecuali mereka berdua.
Tidak seperti saat Qing shan, tadi hendak mandi ke sungai, dimana kedai itu berisi beberapa orang.
Namun saat ini sama sekali tidak ada, sehingga Qing shan dan pak tua itu bisa berbicara bebas.
"Baiklah sahabatku Luo Pangzi, kalau kau sudah selesai pada proses penerobosanmu, sebaiknya kita kembali. "
"Baik mari temanku Qing shan."
__ADS_1
Setelah berpamitan Qing shan bersama Luo pangzi kemudian pergi keluar dari alam salju dan kembali ke tempatnya semula.