
Semua hal baik pasti ada tantangannya
itu pula yang dirasakan oleh Qing Shan dan bawahannya saat ini.
Pesatnya kemajuan Kota Suciehn telah menarik banyak minat pedagang dan orang yang ingin mencari peluang dan peruntungan ke kota itu.
Seperti kata pepatah
"Ada gula ada semut "
Kini gula bernama Suciehn ini, begitu menarik dan tampak begitu manis, sehingga semua berduyun duyun datang kesana.
Disisi lain para kultivator aliran hitam juga sudah mulai gerah, sebab merasa lahan mereka sudah direbut, membuat para perampok meradang.
"Kita adalah para pendekar yang tidak takut mati, keruntuhan sekte racun kematian tidak akan begitu lama mengejutkan kita bukan....?
Bagaimanapun hidup harus berlanjut, kita harus rebut kembali apa yang menjadi milik kita."
Seorang pendekar aliran hitam berbicara pada teman temannya.
"Hei...! Saat ini ruang gerak para kita semakin sempit, kita merugi begitu banyak dan hidup kita menjadi penuh kekurangan.
Tidakkah itu sangat membangkitkan hasrat pemberontakan dalam diri kalian..?"
Ujar pendekar hitam lainnya.
Saat ini, dua orang pemuda sedang duduk di bawah pepohonan taman kota, pembicaraan mereka harus terganggu karena kedatangan seorang bawahan Gong Lam Hui
"Tuan! Maaf mengganggu waktu tuan berdua."
"Ada apa pengawal?"
"Tuan, saat ini ada ratusan orang di luar benteng kota, mereka memaksa untuk masuk tuan."
"Tujuannya"
"Pengawal benteng kota sudah menanyakannya tuan, tetapi alih alih menjawab yang bersangkutan malah berteriak bahwa itu bukan urusan kami tuan.
Tampaknya mereka datang bukan dengan maksud baik dan semua komplotan itu dalam keadaan menghunus pedang tuan."
"Wah menarik sekali, saat kita malah sibuk menyisir orang orang semacam itu sampai ke tempat tempat yang cukup jauh dari batas wilayah kota, karena sulitnya menemukan mereka.
Eh....pucuk dicinta ulampun tiba ada yang datang mengantar nyawanya sendiri....he he hehh, kebetulan aku juga sudah bosan terus berdiam diri beberapa hari ini, jariku ingin meledakkan sesuatu mari tunjukkan jalannya."
"Mari tu .... tuan."
Sesampainya di markas pengawal kota, pemimpin pengawal berlutut lalu menceritakan semuanya.
"Para perampok tidak lagi berusaha masuk tetapi mereka memblokir jalan masuk, sehingga banyak penduduk dan pedagang saat ini tidak bisa lewat tuan.!"
"Baik, buka gerbangnya!"
Setelah gerbang batu besar dibuka, sosok Qing shan pun keluar.
Melihat itu para kultivator aliran hitam ini tersenyum puas.
"Ho ho hoii ... akhirnya si tuan kota keluar."
Para perampok yang melihat Qing Shan bersorak girang.
Melihat mereka, Qing shan menguap menunjukkan sikap penuh kebosanan.
__ADS_1
"Pengawal. Setelah aku pergi katakan pada Gong Lam Hui , bahwa aku pergi untuk suatu urusan dan minta agar dia kedepannya menunggu aku pulang dan jangan pergi sebelum aku datang ."
"Baik tuan."
"Hei bocah, apakah kau akan berlagak di depanku seharian?
"He he heh ....Aku tidak tahu sudah sebosan apa kau merasakan dan menjalani kehidupan ini, tapi kalau kau sudah begitu sangat ingin untuk mati, baiklah aku akan mengantarkanmu dengan cepat ke gerbang reinkarnasi.
Pesanku jadilah orang baik kelak di kehidupan mendatang."
Setelah mengucapkan itu semua orang berubah menjadi kabut darah, kecuali pemimpin yang kebingungan atas apa yang terjadi.
Qing Shan berjalan ke arahnya dan dia tidak bisa bergerak.
Lalu kekuatan jiwa Qing Shan menerobos masuk ke dalam pikirannya dan menyerap semua ingatan juga merobek jiwa perampok tersebut.
darah mengalir keluar dari semua indra dan pori porinya lalu mati dalam keadaan mulut menganga dan mata melotot memancarkan rasa takut yang mendalam.
Qing shan menjentikan jari dan orang tersebut berubah jadi serbuk yang terbang di bawa angin.
"Gendut temanku..! ayo kita kunjungi sekte hati iblis."
Mendengar itu Luo Pangzi sangat bersemangat dia langsung bergegas lari menuju Qing shan dan sebuah artefak kapal kecil mengapung di udara.
Luo Pangzi dibalut energi yang kuat dan segera pindah kedalam kapal yang segera melesat dalam ukuran yang sangat cepat.
Semua orang ternganga lalu menelan ludah mereka yang terasa pahit, melihat peristiwa itu dan pengawal segera memerintahkan agar siapa yang ingin masuk ke kota, supaya segera masuk dengan membayar 10 koin emas.
Jauh dari permukaan tanah di atas langit, dua sosok pemuda melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda.
"Jadi apakah menurutmu nona lin'er masih hidup, temanku gendut?"
"Aku tidak tahu pasti teman, tetapi sejak engkau menghilang banyak sekali kejadian yang aku sendiripun tidak bisa melihat semuanya.
Selain itu ditambah pula ada juga beberapa pendekar, yang juga disewa saudara ibunya membantu mereka untuk bisa keluar dari desa, tapi setelah itu tidak ada informasi apapun yang aku ketahui tentang mereka."
"Baiklah setidaknya tidak ada informasi bahwa dia meninggal bukan?".
"Ya tidak pernah terdengar sampai sekarang."
"Lalu tahukah kamu dimana keberadaan keluarga ibu nona lin'er?"
"Tidak tahu teman, yang aku tahu bahwa marga ibunya adalah HUANG."
"Baiklah, itu sudah jadi modal petunjuk bagi kita saat ini."
"Sebenarnya aku ingin sekali mencarinya sejak saat itu, tetapi kau lihat jarak inikan teman...?
Bahkan dengan kecepatan benda terbangmu ini, masih butuh waktu berhari hari untuk sampai ke tempat ini.
Bayangan kalau aku harus berjalan kaki membawa perut yang gendut ini, teman?".
"Ha.. ha... hahah, terkadang kau sangat lucu teman ha... ha..hahh.
Gendut temanku !"
"Ya...! Aku mendengarmu sejak tadi bukan?"
"Maaf kalau aku lancang."
"Tentang apa itu?"
__ADS_1
"Tadinya aku pikir aku cuma sekedar rindu biasa kepada lin'er, tetapi semakin sampai ke saat dan titik ini, kenapa ya aku merasa sebenarnya kalau rinduku ini bukan cuma sekedar rindu biasa sebagai teman...?"
"Lalu"
"Ya .. kau tahulah, seperti ada sesuatu yang lain."
"Maksudmu, kau mau bilang kau ini suka padanya?"
"Apa itu tidak mengganggumu?"
"Kenapa mengganggu?"
"Apakah kau rela?"
"Eh...!"
Luo Pangzi terheran heran.
"Apakah kau tidak risih kalau lin'er bersamaku?"
"Aku semakin tidak faham maksudmu teman?"
"Maksudku, Apakah kau rela membiarkan lin'er bersamaku?"
"Teman berapa kali aku harus bilang, kita ini adalah teman sejak kecil bukan?
Jangankan lin'er andai kau meminta nenekku, pasti akan aku beri padamu"
"Pffhh ... kampret"
'Hua...hua...ha..hahahhah"
"Gendut!"
"Ya"
"Jujurlah agar aku kelak tidak merasa bersalah"
"Qing Shan temanku aku tidak pernah menaruh hati pada Lin'er"
"Tapi aku merasa sejak dulu kau begitu menjaganya, bukan?"
"Hmmm..Aku menjaganya untukmu teman, karena aku tahu kau sangat suka dengan lin'er...!
Yaaahhhhh.... harus ku akui sejak kecil kau sudah menjadi pria yang sangat genit...hua...hua...hua hahah ...
Aduhhh perutku menjadi sakit karena tertawa terus..ha hahahahah.
Lagipula kalau menjaga apakah itu artinya suka?
Kalau begitu orang yang paling sering aku jaga di balik perut gendutku sejak dulu, adalah kau lalu apakah itu artinya aku suka padamu..?
Kalau begitu maukah kau jadi istriku?"
"Pfffhhtt.... dasar kampret"
"Hua.. hua.hua..ha..ha....hahah."
"Baiklah sejak dari sini, kita akan menaiki kuda saja"
"Terserah engkau teman, bukankah engkau adalah pemimpinnya."
__ADS_1
Keduanya lalu melanjutkan perjalanan dengan mengendarai kuda