Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 38 : Penjahat sebenarnya


__ADS_3

"Apa yang membuat kau ragu untuk menyampaikan laporanmu didepan semuanya " Gong Lam ?"


"Setelah melaksanakan apa yang tuan tugaskan, tidak disangka kami justru temukan hal yang lebih rumit dari apa yang kita pikirkan sebelumnya tuan."


"Maksudmu?"


"Ternyata semua yang terjadi di daerah kita ini ada hubungannya dengan keluarga kekaisaran tuan?"


"Jelaskan apa yang kalian temukan"


"Dalam perjalanan pembersihan yang tuan perintahkan, kami menemukan penjahat sebenarnya dibalik segala kekacauan ini adalah putra selir utama kekaisaran Han .


Dari penelusuran yang kami lakukan didapati bahwa semua yang sekte hitam ini lakukan adalah dalam rangka, mengumpulkan segala kekuatan dengan tujuan mengambil alih kekuasaan."


"Apa kalian tidak selidiki kemungkinan para penjahat ini hanya coba berlindung dengan membawa bawa nama kekaisaran?"


"Tidak tuan...! semua bukti saling terkait, baik sekte hati iblis dan racun kematian membawa misi yang sama sebagai kaki tangan putra selir tertua, kuat dugaan bahwa semua sekte hitam di wilayah ini khususnya sekte besar telah ikut dalam tujuan putra selir kaisar ini."


"Menarik, jadi lagi lagi alasannya karena kekuasaan?


orang orang ini membunuh begitu banyak manusia hanya karena keinginan untuk menjadikan seseorang sebagai kaisar, lalu berharap dengan itu kaisar yang baru akan memberi mereka jabatan kekuasaan, ketika kelak kekuasaan yang diberikan kaisar yang telah mereka perjuangkan tidak sesuai harapan dan dirasa ada ketidak adilan maka sesama mereka yang hari ini berjuang untuk menjadikan si anak selir itu sebagai kaisar akan saling membunuh lagi."


"Tuan sangat berpandangan jauh, lalu apakah hal ini akan kita beritahukan kepada pihak kaisar tuan?"


Gong Lam Hui menatap Qing Shan dengan penuh kekaguman.


"Aku tidak ingin masuk terlalu jauh dalam urusan mereka, pada prinsipnya aku tidak perduli siapapun yang akan menjadi kaisar tetapi ketika mereka melakukan kejahatan dalam prosesnya, maka aku dan pedangku adalah orang yang pertama akan membabatnya.


Bagiku kebahagiaan orang orang di sekitarku adalah yang paling utama dan apabila ada yang mengusik itu dengan ketidak adilan dan tindakan semena mena, kaisar sekalipun akan aku babat habis .


Apakah mereka berpikir surga akan memberi kebebasan berbuat apa saja tanpa akibat?"

__ADS_1


"kalau begitu apa yang akan tuan perintahkan bagi kami sekarang?"


"Tetap jaga dan pastikan keamanan, itu adalah hal paling utama yang dibutuhkan setiap orang baik pedagang ataupun rakyat biasa serta yang lainnya, selain itu rekrut para anggota sekte aliran putih sebanyak banyaknya.


Katakan kalau aku akan memberikan mereka sumber daya tingkat tinggi dan langka dan juga hadiah dari kontribusi yang mereka berikan.


Ingat..! kau hanya perlu mengatakan bahwa tawaran ini datang dari sosok yang membumi hanguskan dua sekte besar aliran hitam dan jangan buka kebenaran tentang siapa aku, lalu biarkan mereka memilih.


Hal itu khusus aku percayakan kepadamu, atur siapapun dari orang orang kita yang kau perlukan untuk tujuan itu, satu hal lagi yang mendesak saat ini, bangun kembali desa Shunzhuan jadikan itu menjadi pusat dari segala daerah di sekitar kita ini dan sebarkan kabar, agar semua penduduk desa Shunzhuan sebelumnya kembali kesana, juga sebutkan apa yang akan mereka peroleh nantinya


Adapun dua bersaudara Chen Sui Han dan Chen Sui Bai perintahkan mereka untuk segera mengawasi langsung pembangunan desa ini."


"Baik tuan saya akan berangkat tuan!"


"Bagaimana dengan kekuatanmu?"


"Ada peningkatan tuan walaupun tidak banyak."


"Tuan!... ini?"


"Itu adalah daun pohon spritual surgawi yang sangat langka dengan menyerapnya setidaknya kau akan menjadi pendekar semesta level dua tahap menengah atau bahkan puncak."


"Terima kasih tuan!"


"Ya .... kau dan teman temanmu adalah bahagian dari orang paling terdekatku, kau bukan semata mata bawahanku kita semua adalah keluarga, ingat itu!."


"Gedebuk.."


Suara lutut terbentur ketanah


"Kali ini izinkan saya berlutut tuan"

__ADS_1


"Aiisssshhh.. berdirilah Gong Lam Hui "


Qing Shan menepuk bahu bawahan kepercayaannya itu.


"Pelayan ini akan undur diri melaksanakan tugas tuan."


"Ya ... pergilah Gong Lam Hui, saat kita bertemu kau sudah harus menjadi pendekar semesta."


Qing Shan tersenyum pada sosok kepercayaannya tersebut.


"Baik tuan!"


Segera Gong Lam Hui pergi meninggalkan Qing Shan sendiri disana.


Hari menjelang malam, langit saat itu sangat cerah, alam begitu tenang Qing Shan untuk sesaat masih ingin merasakan kesendiriannya itu dan masih merasa enggan untuk beranjak.


Lalu dia terbang pada puncak sebuah pohon paling tinggi yang ada disana, dengan cabang yang besar dan kokoh, disana dia seolah seperti burung yang kembali kesangakarnya.


Lalu dia menatap ke segala arah, kedamaian begitu terasa, anak anak masih bermain di halaman rumah mereka, penuh canda tawa tidak ada tangisan apalagi hardikan sosok manusia bengis, dengan cambuk dibelakang yang mencambuk punggung mereka untuk memaksa mengangkat beban yang tidak mampu diangkat, seperti yang dahulu masa kecilnya dia rasakan.


"Aku harus menjaga senyum dan tawa semua anak anak ini, agar tidak merasakan kepahitan seperti yang aku rasakan dahulu, aku tidak bisa mengulang dan merubah waktu masa kecillu yang tidak bahagia, tetapi aku bisa melihat masa kecil bahagia dalam hidupku, hanya dengan melihat dan memastikan anak anak ini bahagia.


Kebahagiaan akan.diraih oleh orang orang yang mau membahagiakan orang lain.


Sangat aneh kalau seseorang berharap bisa bahagia tetapi tidak mau memberikan kebahagaian pada orang lain."


Qing Shan larut dalam pencerahan jiwa yang dia dapatkan , dia terus berada disana sampai matahari tenggelam dan malam harinya dia mengelilingi semua daerah itu, melesat dengan cepat sampai ke negeri yang jauh, memantau dari tirai ilusi bagaimana keamanannya sampai ke kota Suciehn, tidak jarang dia menemukan bawahannya tetapi mereka tidak menyadari keberadaannya


Setelah merasa cukup memantau dia kembali ke pohon tempatnya semula dan melewati malam dengan kesendiriannya.


Matanya menerawang ke atas langit dia terbayang semua kenangan akan kebersamaannya dahulu bersama keluarganya ayah... ibu... paman ... bibi.... kakek.... lalu dia tertidur di dahan tersebut

__ADS_1


\*\*\*\*\*


__ADS_2