
Awalnya semua warga desa terkejut atas kehadiran orang orang, yang sama sekali masih baru bagi mereka itu.
Namun luapan kebahagiaan, perlahan mengenyampingkan keanehan itu dari pikiran mereka.
"Mereka para warga yang cuma manusia biasa ini, tidaklah seperti para kultivator yang keadaannya sangat jauh lebih kuat dalam hal mempertahankan kebugaran tubuh, walau tanpa makanan sekalipun.
Energi langit dan bumi yang diserap sudah lebih dari cukup, untuk memenuhi keperluan bagi menjaga vitalitas tubuh mereka.
Tapi manusia manusia biasa ini, makan bagi mereka adalah suatu kegiatan yang memang menjadi standart kebutuhan pokok hidup.
Mengingat betapa pahit dan getirnya hari hari yang telah penduduk desa ini rasakan dan lalui belakangan ini.
Sangat wajar, kalau apa yang terjadi sekarang membuat mereka sangat bersuka cita dengan adanya perayaan dan kemeriahan yang terjadi.
"Huhh.... semua orang terlihat begitu merasakan luapan kebahagiaan yang sama.
Penduduk desa yang malang ini pastinya sangat berterima kasih atas ide baik pelaksanaan kemeriahan yang terjadi."
Qing Shan berkata dalam hatinya, saat melihat para warga itu begitu terlihat bahagia
Sebenarnya tidak terkecuali bagi Qing Shan sendiri, pertemuan dengan sahabat kecilnya ini juga sangat membahagiakan dirinya.
Dia memandang hal itu sebagai anugerah dan kado indah dari surga untuk di syukuri dan dirayakan bersama orang lain.
"Ada begitu banyak tugas dan perjuangan yang harus aku pikul ke depannya, tentu aku juga perlu sejenak melupakan segalanya dan fokus merasakan dan menikmati sepenggal anugerah yang menghampiri hidupku saat ini.
Seperti kata pepatah
'Ada waktu bagi tiap tiap hal.'
Maka tak salah lagi, hari ini adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan."
Qing Shan memperhatikan segala hal dan membaca setiap gambaran, yang terpancar dari wajah setiap orang yang begitu bahagia di hari itu
"Hmmm.... Warga penghuni alam jiwa ini juga sangat tampak bahagia.
Ini adalah hari pertama mereka keluar sejak mereka masuk kesana.
Bagaimanapun dunia luar adalah tempat asal mereka, karenanya sebahagia apapun mereka di dalam alam jiwa, tetap saja sesekali mereka ingin keluar.
Tentunya sejauh apapun seorang perantau pergi dan seberhasil apapun dia di negeri perantauannya, namun kerinduan kepada kampung halaman tidak akan bisa hilang.
Kampung halaman merupakan awal dan saat untuk pertama kalinya seseorang akan mengenal dan menjalani kehidupan dunianya.
Tempat semacam itu tentu menyimpan sejuta kenangan, yang telah tersimpan rapi di dada.
Hal itu adalah sesuatu yang bersifat selamanya, tetap tidak akan bisa terlupalan.
Itu sudah menjadi standart perasaan setiap orang, termasuk orang orang yang dihimpit kepahitan dan kesulitan hidup di kampungnya sendiri sekalipun.
__ADS_1
Setelah berlalunya suatu priode masa untuk sekian waktu, hal hal sederhana bahkan sampai kepada kepahitan hidup yang pernah dialami di kampung halaman sendiripun, tidak jarang kelak di kemudian harinya malah akan dikenang sebagai bahagian dari kenangan manis.
Dimana semua kenangan itu dirasa justru menjadi masa masa paling indah, sehingga cukup sering terdengar dan tidak sedikit terjadi, ada begitu banyak orang orang yang rindu untuk kembali pada masa masa lalunya untuk sekedar bisa merasakan moment moment bahagia itu, walau tentu itu sudah menjadi suatu kemustahilan.
Qing Shan memahami Itulah cerminan perasaan warga alam jiwa saat ini.
Qing Shan juga faham, walau segala sesuatunya jauh lebih indah di alam jiwa, sebab disana keperluan mereka akan segala hal telah terjamin.
Tetap saja alam jiwa dewa yang bahkan mereka tidak terlalu faham detail sebenarnya itu, kecuali hanya tahu itu sebagai alam kecil.
Pada prinsipnya adalah sepenggal potongan syurga, yang diturunkan ke bumi.
"Ya...walaupun alam jiwa itu kaya akan esensi kehidupan tidak ada penyakit menular, tidak ada kesewenang wenangan dan kejahatan seperti di alam dunia luar, dimana yang kuat selalunya tidak bisa lepas dari hasrat untuk menindas yang lemah.
Di alam jiwa mereka malah di jaga oleh para kultivator, di ayomi kalau terlalu malu untuk menyebut dilayani meskipun sebenarnya kata dilayani itu jauh lebih tepat.
Apa yang mereka butuhkan dari dunia luar, sudah ada petugas khusus yang ditugaskan untuk mengurusnya bagi mereka.
Petugas itu telah membawa bagi mereka apa apa yang diperlukan, walau itu hewan ternak ataupun bibit tumbuhan yang dibawa dari dunia luar, untuk mereka kembangkan di dunia jiwa.
Tidak ada tempat yang bisa mereka temukan, dimana pendekar bisa hidup berdampingan dan sejajar dengan mereka, kecuali di alam jiwa.
Disana semua orang jadi satu keluarga besar yang saling mengasihi, menghormatii dan memperhatikan satu sama lainnya.
Senyuman keramah tamahan dan sikap lebih mendahulukan kepentingan orang lain, sudah menjadi peraturan tak tertulis disana.
Wajah masam dan muka cemberut dianggap sebagai sebuah kejahatan atau dosa, apa yang bisa saya perbuat untuk memudahkan urusanmu saudara/i ku, adalah kata dan suara hati dalam benak setiap orang.
Itulah kehidupan yang mereka rasakan di alam jiwa dan mereka sangat tahu, kehidupan seperti itulah yang ingin tuan mereka bentuk, perjuangkan dan terapkan keseluruh dunia lintas alam, sejak dari alam rendah yang fana ini alam menengah sampai ke alam tinggi tempat para dewa.
Namun walau dengan segala keistimewaan alam jiwa itu warga alam dewa ini, tetap saja masih sangat bahagia sekali seperti sekarang saat diberi izin keluar, pertanda masih cintanya mereka akan dunia asal ini.
Qing Shan terus memperhatikan semua orang dan mencoba memahami jalan pikiran semua orang, terkhusus guna beroleh pencerahan disana
"Mereka para warga alam jiwa tidak pernah membenci alam ini atas semua apa yang mereka terima.
Yang mereka benci adalah sikap bengis, yang ada dalam hati setiap orang orang jahat.
Para manusia dengan watak watak baru ini sangat menantikan dimana hal dan tatanan yang terjadi di alam jiwa juga akan terjadi secara nyata di dunia ini.
Memahami itu semua, membuat Qing Shan semakin tergerak untuk menciptakan situasi yang terjadi di alam jiwa, agar terjadi pada alam nyata ini
Dalam hitungan di dunia luar warga alam jiwa sebenarnya baru saja masuk ke alam jiwa selama beberapa hari.
Tetapi perbedaan waktu antar alam telah membuat mereka merasakan kalau mereka sudah cukup lama berada disana dan sudah banyak melakukan pencapaian.
Mereka telah membangun perumahan, lokasi pertanian, peternakan dan banyak hal lainnya, lebih daripada itu bahkan telah cukup waktu untuk merubah watak mereka
Makanan dan minuman yang hari ini menjadi konsumsi pesta.dalah sebahagian besar dari hasil hasil itu.
__ADS_1
Pembawaan sikap mereka yang sudah terbiasa suka untuk membahagiakan orang lain saat ini sangat kental dirasakan dan diterima oleh warga desa Suciehn yang malang.
Untuk tiga hari kedepan semua orang begitu bahagia larut dalam kemeriahan pesta besar.
Setelah masa pesta selesai, kehidupan normal segera di terapkan, tetapi standart alam jiwa sudah di tularkan.
Saat sekarang ini alam jiwa kosong, semua orang dikeluarkan untuk membangun berbagai sektor di Desa Suciehn yang lebih cocok disebut dengan kota yang baru saat ini
Tiba tiba saja desa yang jauh tertinggal itu telah menjadi kota saat ini, selamat tinggal desa Suciehn dan selamat datang kota Suciehn yang baru, kota megah yang penuh berkah surga.
Gedung tempat pimpinan kota dibangun warga lokal yang memang menjadi sosok pemimpin warga sebelum datangnya para perampok diangkat sebagai tuan kota.
Meskipun begitu si tuan kota dengan sangat rendah hati mengatakan.
"Aku hanyalah pelayan.!
Tuan Qing Shan adalah tuan kota sebenarnya."
Benteng kota dibangun tinggi menjulang, kekuatan kultivator yang luar biasa di luar akal dan nalar manusia biasa, kali ini dipakai untuk membangun bukan seperti yang biasa terlihat sebelumnya yakni menghancurkan.
Portal teleportasi di didirikan di dua titik yakni di hulu dan dihilir, atau gerbang masuk kota dan gerbang keluar di pangkal dan ujung kota, batu kristal yang memancarkan cahaya cukup terang di tempatkan di berbagai sudut sehingga bahkan untuk malam hari kota ini sangat bercahaya
Hasil bumi di salurkan kepada rakyat, kehidupan menjadi sejahtera, ekonomi berputar dengan lancar, pasar pasar perdagangan secara alami menjadi tumbuh maju dan pesat.
Kekayaan hasil tambang yang dulu menyiksa mereka menjadikan mereka sebagai budak yang tidak lebih terhormat dari hewan, kini berubah justru membuat mereka jadi tuan di negeri sendiri
Dan hal itu telah berjalan beberapa bulan ini
Kultivator yang merupakan pelayan Qing Shan, telah diberi mandat dan disebar untuk menyapu bersih semua bandit bandit, curut curut dan cecunguk cecunguk berandalan jalanan juga semua jenis penjahat, pada radius yang cukup jauh sekali dari tapal batas Kota Suciehn.
berjalan di malam hari sudah sama amannya dengan di siang hari.
"Gong lam hui sudah lama sekali aku ingin latihan tertutup, tetapi waktu belum memungkinkan."
"Tuan!
Tuan bisa memerintahkan kami untuk melakukan apapun sehingga tuan bisa latihan tertutup."
"Gong lam saat ini aku belum bisa melakukan itu, aku tugaskan kalian untuk mencari sebanyak banyaknya, warga desa Shunzhuan yang dahulu tinggal bersama di bawah pimpinan keluarga Qing."
"Baik tuan! Perintah anda akan segera kami laksanakan."
Para pelayan Qing Shanpun di sebar mencari informasi dan keberadaan warga desa Shunzhuan.
Orang orang khusus yang punya lebih banyak hubungan dengan Qing Shan, wajah wajah mereka di sebar lewat batu ingatan ke berbagai tempat.
Hadiah besar menanti siapa saja yang bisa menyebutkan informasi tentang keberadaannya. atau membawa mereka ke kota Suciehn dengan keadaan baik tanpa ditindas..
Setiap yang di temukan telah di bawa ke kota Suciehn.
__ADS_1
Tidak sedikit juga yang datang sendiri, karena tahu dirinya di cari lewat pengumuman yang di sebar.