Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 32 : Babat Habis


__ADS_3

*ilustrasi senjata bernama Guan Dao atau Kuan Tao*



Berbeda dengan sekte racun kematian yang yang dia musnahkan dengan satu ledakan Qing Shan ingin menghancurkan Sekte Hati iblis dengan membabat habis mereka semua dan melihat darah tumpah membasahi bumi Sekte Hati iblis itu sendiri.


Dia segera mengeluarkan senjata Guan Dao atau yang disebut juga dengan nama Kuan Tao yakni tombak dengan pedang yang ada di ujungnya, yang dia rebut dari para penguntit sebelumnya.


Dengan senjata terhunus dia mendatangi murid sekte yang bertugas menjaga saat itu, dia merasa tidak perlu bermurah hati pada orang orang ini jelas mereka sudah memilih jalan hitam sebagai jalan hidupnya.


"Berhenti..! siapa kau ?"


"Bsetthh..... akhhhh...."


Qing Shan hanya menjawab pertanyaan itu dengan tebasan Kuan tao, dia menggila dan membabat semua yang ada di gerbang lalu masuk tanpa rasa takut kedalam areal sekte murid luar.


"Trang ..... ting... duar .... "Bsetthh..... bukkh akhhhh...."


Dia menggila disana dan ratusan murid yang datang dengan kemarahan untuk menerjangnya habis ditebas dan diantar menuju kematian, siapapun yang datang padanya mereka semua hanya akan mempercepat waktu pertemuaan mereka untuk sampai ke Raja Neraka.


"Ayo maju semua..! aku akan membuat raja Neraka bingung dengan banyaknya kehadiran kalian yang datang bersamaan sekaligus dalam satu waktu, ucapnya


Banyak yang mulai ragu dan takut menghadangnya mereka berlari sekuat tenaga ke area murid dalam, kehadiran murid luar yang begitu banyak secara mendadak mengejutkan murid dalam namun belum sempat mereka mempertanyakan apa sebabnya, puluhan manusia telah terlempar dalam keadaan terbelah tubuhnya menghantam para murid dalam itu."

__ADS_1


Rintihan dan jeritan terus terdengar para murid sekte yang semuanya telah dididik menjadi perampok dan pembunuh berdarah dingin yang kesehariannya telah banyak menorehkan luka pada rakyat biasa ini dibabat habis, bau anyir dan amis dari darah manusia manusia penuh dosa ini membumbung ke udara dan disapu angin yang membawanya ke segala arah.


Sosok sosok manusia yang biasanya sebagai predator ini kini telah menjadi mangsa.


Mereka yang tangannya telah banyak berlumuran darah dari korbannya yang selama ini telah dengan sesuka hati mereka bunuh tanpa kesalahan yang jelas atau perbuatan dosa, sekarang secara sadis mereka yang dibunuh.


Tak terhitung berapa banyak nyawa yang telah mereka hilangkan dengan paksa, begitu pula sangat banyak anak yang telah menjadi yatim karena ulah mereka, tak terkecuali pula wanita yang jadi korban direnggut kehormatannya bahkan dibunuh sesudahnya, dan dijadikan budak mainan sebahagian besarnya, begitu sadis begitu kejam begitu sakit dan perih apa yang mereka lakukan.


Berapa banyak yang bunuh diri karena tak sanggup menanggung aib dan tidak tahan menjadi pemuas syetan syetan berwujud manusia ini, belum lagi keluarga yang terpisah, desa yang hancur serta banyak kejahatan yang manusia manusia berhati iblis ini lakukan padahal sangat jelas rata rata korbannya adalah orang orang yang tidak bersalah sama sekali.


"Bukankah kalian menyebut diri kalian iblis, kenapa berlari? ayo datang kemari aku akan antar kalian semua ke gerbang neraka secara langsung tanpa upah ayo...!!!!


Qing Shan menggila dan meraung seperti orang yang kehilangan akal.


Meski begitu banyak darah yang dia tumpahkan sedikitpun tidak ada noda darah di baju dan tubuhnya, begitu ada maka akan diserap oleh akar spritual surgawi genangan darah terjadi dimana mana siapa yang akan mencoba lari keluar sekte akan diseret jiwanya, mereka hanya boleh lari kebahagian dalam sekte agar mengundang lebih banyak anggota sekte yang datang, dalam upacara persembahan menghormati mereka semua yang mati tanpa salah oleh tangan tangan kotor penghuni sekte iblis ini.


Kalau para tetua yang jadi penguntit sebelumnya saja tidak mampu mengikuti gerakan Qing Shan dan menentukan posisi keberadaannya yang sebenarnya ketika akan menyerang, maka bagaimana mungkin mereka yang baru di tahap murid akan bisa?


Ledakan terjadi dimana mana, semua jurus dan kemampuan hebat murid inti sekte Hati iblis cukup hebat dan mengagumkan untuk ukuran sebagai pencapaian generasi muda berbakat, tetapi di hadapan kekuatan absolut, semua itu tidak ada artinya apa apa, mereka hanya akan mati bahkan sebelum bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya


Para petarung muda ini terduduk lemas karena habis tenaga, mereka kalah teknik kalah tenaga kalah kekuatan maupun daya pukul terhadap lawan.


Semua keadaan ini membuat mereka hanya akan berakhir menjadi potongan daging.

__ADS_1


Kematian orang orang yang dikasihinya, jeritan pilu anak anak yang ibunya diseret dan di nodai didepan khalayak ramai juga pedang besar yang memotong leher para suami di desanya yang mencoba mempertahankan kehormatan istri dan anak gadisnya mewarnai pandangan Qing Shan saat ini, hal itu membuat matanya menjadi setajam pedang.


Hal itu jugalah yang membuatnya semakin brutal tak terbendung.


Huru hara itu sudah mulai membuat para tetua datang, mereka terkejut akan dahsyatnya kerusakan dan kerugian yang mereka alami, terlebih lagi menyadari hal itu hanya dilakukan oleh seorang pemuda,


Mereka mencoba segala cara mulai dari laga tanding satu lawan satu, menjerat Qing Shan dari segala arah dengan formasi pengepungan, dalam rangka usaha mencoba membuatnya lemah, namun semua itu belum cukup, mereka semua berakhir dengan tebasan perut yang merobek dan mengeluarkan isinya.


"Tetua agung suasananya sudah sangat memprihatinkan... !


Semua terjadi terlalu cepat tanpa kita punya kesiapan."


"Kerahkan segalanya, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, lontarkan suar cahaya pemanggil, pukul lonceng tanpa henti agar semua tetua yang ada di luar datang, aku akan keluar menghadapinya, kau panggil tetua agar keluar dari latihan tertutupnya, cepat lakukan..!!!


" Baik tetua Agung, "


Barisam tetua tingkat rendah ini mulai bersemangat.


Para tetua tingkat rendah yang melapor itu langsung melesat berbagi tugas, suar cahaya membumbung ke udara lonceng berbunyi keras bertalu talu memekakkan telinga, suara lonceng yang keras dan cahaya warna warni yang ada di atas langit Sekte Hati iblis membuat orang orang terkejut, mereka sangat tahu betul apa maknanya.


Hati setiap orang bertanya, siapa yang sudah begitu berani menyerang sekte besar hati iblis, spekulasi menyebar kemana mana, semua anggota sekte dan tetua yang datang karena panggilan itu begitu terkejut sejak masuk dari gerbang sekte.


Sebahagian dari murid yang baru datang bergidik ngeri menyaksikan genangan darah dan potongan daging manusia yang menumpuk.

__ADS_1


Melihat hal itu mereka pergi menjauh karena takut akan ikut jadi korban.


Kuan Tao di tangan Qing Shan sudah patah karena beradu dengan senjata para tetua tingkat tinggi yang memakai artefak dengan tingkatan senjata yang lebih tinggi, dari apa yang Qing Shan ambil dari tetua tingkat rendah.


__ADS_2