
"Lin'er kau kenapa nak..?
Kenapa kau berbuat demikian pada Shan'er..?
"Aku ingin menikah dengan Shan'er bu' tetapi begitu sulit, selalu saja dia punya urusan."
"Justru dia menjadi begitu adalah demi kita nak, kamu jangan mempersulit keadaan."
"Baiklah, aku akan mengalah demi keluarga ."
"Apakah itu berarti kau akan mau menikah dengan Shan'er lagi...?"
"Apa ibu pernah melihat aku menolak sebelumnya...?"
"Sukurlah, ibu sangat senang mendengarnya.
Ibu hampir saja merasa ingin mati Lin'er, karena kenakalanmu kali ini."
Setelah mengatakan itu, Ibu Lin'er segera keluar dari kamar putrinya itu dan sangat terburu-buru untuk segera menceritakan perkembangan ini pada suaminya, sebab sebelumnya mereka telah bermusyawarah, memikirkan bagaimana caranya menyampaikan hal itu dengan pelan dan baik kepada Huang paman dari Lin'er.
Sesuai hasil musyawarah mereka, maka Ayah Lin'erlah yang akan menyampaikan, Itulah sebabnya dia segera keluar karena khawatir, kalau kalau Ayahnya sudah menemui Paman dari Lin'er dan menceritakan segalanya.
Lan'er melompat memeluk Lin'er.
"Kakak...! Aku tahu kakak akan tetap menjadi pasangan gege, jangan khawatir aku sebelumnya juga sudah memarahi gege, sewaktu pertama kali bertemu di alam jiwa dan gege sudah berjanji akan lebih sering mengunjungi kita kakak.
Wahhh... aku bahagia sekali sekarang, aku akan menghubungi gege."
Lan'er lalu menghubungi Qing Shan lewat batu komunikasi surgawi dan menceritakan segalanya.
Mendengar itu Qing Shan sangat bahagia dan tidak mempermasalahkan sikap Lin'er sebelumnya.
Bagaimanapun wanita itu adalah cinta pertamanya sejak kecil dan dia sudah menyukainya termasuk terhadap segala sikapnya.
Dia faham sikap Lin'er itu hanya sesaat, karenanya dia tidak mau memaksa dan memilih mengajak Lan'er untuk pergi saja sebelumnya, sampai badai kemarahan di hati Lin'er reda.
"Baiklah Lan'er aku sedang ada urusan yang penting kali ini, selain itu tampaknya aku juga akan menerobos dalam waktu dekat ini.
Setelahnya aku janji akan datang dan kita akan menikah persis sesudah kedatanganku."
"Benarkah gege...?
Aku mencintaimu gege, kak Lin'er juga mencitaimu."
"Ha..ha.. Aku senang mendengarnya.
Aku juga mencintai kalian bertiga dan tidak ingin kehilangan kalian semua.
Baiklah Lan'er, aku akan pergi sekarang, bersiap siaplah nanti saat aku kembali dan menikahi kalian, aku tidak hanya akan menciummu seperti kemaren tetapi akan berbuat lebih, sampaikan agar Lin'er juga bersiap siap."
Qing Shan akhirnya menutup pembicaraan lewat batu komunikasi surgawi itu dan pergi dari tempatnya semula.
"Lan'er...!"
"Ya kak Lin'er...!"
"Apa maksud gege mengatakan tidak sekedar menciummu itu, apakah kau telah mendahuluiku...?"
"Kakak ituuuu...."
"Itu apa...?"
"Itu aku tidak sengaja, gege yang mulai."
"Dasar kau lan'eeeeeeeerr........!"
"Aduh..... ampun jangan gelitik aku kakak, geli hahaha..."
"Aku akan menggelitikmu sampai malam, kalau kau tidak menceritakan semua yang terjadi.."
__ADS_1
"I...iya..iya, sudah hentikan bagaimana aku bisa bercerita kalau kakak menggelitikku terus..?"
"Baik sekarang ceritakan semuanya."
Lan'er lalu menjelaskan apa yang terjadi saat Qing Shan pertama sekali tiba ke alam jiwa dan mendapati Lan'er sendiri disana juga bercerita soal perjalanan mereka dengan artefak kapal dimana apa yang ingin Lin'er dengar terjadi disana.
"Wah aku saja belum pernah begitu dengan gege Shan'er, tapi kau...?
Kau jahat Lan'er... awas kau akan kugelitik lagi."
"Kakak ampuuuunnn, aduh.. aduh geli, ibuuuuuu....!"
Lan'er berlari ke arah Huang Tiansi yang telah datang kembali setelah menyampaikan perubahan sikao Lin'er pada suaminya.
Ayah Lin'er yang masih kurang yakin menyuruh istrinya agar memastikan kembali sikap Lin'er yang berubah-ubah itu dengan jelas.
Lan'er yang melihat kehadiran bibi Huang Tiansi segera berlari memeluknya memohon perlindungan.
Huang Tiansi ibu Lin'er tersenyum, dengan kedekatan dua orang yang sudah seperti kakak dan adik kandung itu.
Dia bahagia mengetahui kalau ternyata hati Lin'er tidak bertahan menolak Qing Shan seperti yang dia khawatirkan.
"Ah anak ini, badannya saja yang sudah sebesar ini, tapi sikap manja dan kekanak kanakannya masih saja ada.
Dia hampir saja membuatku pusing, karena sikapnya sebelumnya terhadap Shan'er.
Beruntung Shan'er memahami sikapnya, karena mereka sudah berteman sejak kecil."
Untuk beberapa saat Huang Tiansi merenung sebelum kemudian kembali kepada kegiatannya hari itu.
...------------...
"Tuan..!"
"Ya saudara Lu ming, apakah sudah ada informasi yang kita perlukan..?"
Sudah tuan..!
Beberapa tetua itu ikut dalam melumpuhkan kekuatan klan timur tuan, dengan memakai nama klan selatan."
"Persis seperti dugaanku, ini pasti ada hubungannya dengan klan pusat, sebagai kekuatan utama.
Saudara Lu ming, sebenarnya kalau ada lawan yang patut kita waspadai itu tidak lain adalah klan pusat."
Benar tuan, orang itu juga membenarkan hal itu dan juga menurut hasil pembicaraanku dengannya, orang orang dari klan pusat tersebut memang sudah menyusup ke dalam empat klan yang ada, tuan.....!
Orang itu sendiri aslinya adalah orang dari klan pusat, yang di tugaskan menyusup ke klan selatan.
Saya rasa seseorang yang kita bunuh di klan Timur kemaren itu juga merupakan mata-mata dari klan Pusat tuan."
"Ya, semua jadi jelas sekarang. untungnya saat ini tidak ada lagi mata-mata di klan Timur, tapi aku yakin itu tidak akan lama sebelum mereka mengirim mata mata berikutnya, saudara Lu ming mereka pasti akan mengirim orang lain."
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang tuan....?"
"Apa yang harus kita lakukan sekarang adalah kembali ke klan timur dan melihat sudah sampai di mana perkembangan peningkatan kekuatan yang ada di sana, sambil memberitahukan semua informasi ini pada saudara Wu lingdao patriak klan Timur.
Oh ya saudara Lu ming jangan lupa nantinya, untuk mengingatkan aku tentang hari yang ada di pelelangan.
Setelah ini mungkin aku akan pergi kembali ke benua alam rendah dan beberapa orang dari kita, secara bergantian harus terus datang ke klan Timur untuk memantau keadan disana sambil berjaga."
'Baik tuan...
Tapi kalau boleh tahu urusan apa yang membuat tuan akan kembali lagi ke benua rendah...?"
"Saudara Lu ming para wanitaku sudah merasa keberatan ketika aku menangguhkan hari pernikahan, karena urusan untuk datang ke mari.
Oleh sebab urusan di sinipun tidak terlalu sibuk, juga telah kita ketahui gambarannya, aku akan memanfaatkan waktu yang luang itu untuk melangsungkan pernikahan.
Bagaimanapun semua hal yang aku lakukan dan perjuangkan adalah untuk membahagiakan orang-orang yang aku cintai dan orang orang terdekatku seperti yang engkau ketahui saudara Lu ming.
__ADS_1
Kau tahu..?
Kau adalah salah satu yang termasuk di dalam bahagian itu, saudara Lu ming."
"Baik tuan...!
Saya faham tuan, kalau begitu selamat tuan.
Kami akan berjaga bergantian di sini, tapi tuan pada hari pernikahan tuan, mungkin kami semuanya akan hadir, saya rasa tidak ada satupun dari saudara kita yang akan mau melewatkan hari itu.
Kalau boleh nanti bagaimana kalau saat hari pernikahan tuan, penjagaan di klan Timur kita tugaskan saja ke beberapa tetua utama yang berada di sekte dewa Shunzhuan tuan...?
"Ya usul yang cukup menarik saudara Lu ming, tadinya aku juga cukup serius memikirkan hal itu,
Aku rasa tidak ada satupun yang bersedia untuk tidak hadir di sana.
Tapi kau sudah menyelesaikannya dengan usulmu saudara Lu ming."
"Senang rasanya bisa memberikan, sesuatu hal yang dapat membuat tuan merasa senang, kalau begitu bagaimana kalau kita pergi sekarang tuan...?"
"Sepertinya aku akan menerobos terlebih dahulu saudara Lu ming, sebab aku sudah menahan ini sejak beberapa hari belakangan ini.
Sebaiknya saudara berjaga-jaga saja dulu di sini atau barangkali ikut masuk ke dalam alam jiwa untuk beberapa saat, sambil menanyakan beberapa informasi lain kepada perwakilan klan Selatan yang kita tangkap di klan timur sebelumnya."
"Baik tuan tapi aku tidak melihat keberadaannya di alam jiwa tuan, sebab dia berada di tempat yang tuan ceritakan sebagai tempat dewa dewi yang jatuh jadi manusia biasa itu tuan."
"Ah ya aku nanti akan memindahkannya.
Saudara Lu ming, bisa mencarinya nanti di puncak gunung latihan.
Saudara tanya saudara pengawal kita yang lain, maka mereka akan menunjukkan tempatnya."
"Baik tuan..!"
"Baik kalau begitu mari kita pergi."
Qing Shan dan Lu ming pergi memasuki alam jiwa .
Dia menuju ke suatu tempat yang belum pernah dimasuki oleh para penghuni alam jiwa yang lain, setelah mengurus kepindahan tawanannya dari klan selatan, yang telah berada di puncak gunung latihan dengan kerangkeng besi yang kuat sebagai penjara.
Qing Shan sengaja memilih tempat terpencil itu, untuk melakukan penerobosan.
Setelah mengambil sikap kultivasi dengan fokus dan serius Qing shan memasuki alam jiwanya dan melihat pergerakan yang terjadi di lautan dantiannya yang semakin meluas.
"Hah.... benar sekali ini reaksi sebelum penerobosan.
petir merah surgawi yang ganas itu, seolah sedang marah menyambar dengan ganas ke sana ke mari.
"Riak-riak gelombang di lautan energi ini bergejolak seperti ombak yang di terjang oleh angin yang sangat besar.
Melihat semua energi yang besar ini, aku jadi rindu untuk bertarung dengan ganas..ha..hahahh
Baiklah aku akan fokus pada penerobosan agar lautan dantian ini semakin tenang."
Qing Shan selesai memantau lautan dantiannya.
Perlahan dia mengedarkan seluruh kekuatannya bersiap-siap untuk melakukan penerobosan.
Beberapa saat kemudian dia berhasil menerobos tanpa adanya penyerangan atau pengesahan petir syurgawi kesengsaraan.
"Hmm... kultivasi pendekar dewa langit level menengah tahap puncak...!
Aku melompati beberapa tingkatan lagi seperti biasanya..! Luar biasa peningkatan yang bagus, lagi lagi harta yang ada di dalam alam jiwa ini sungguh sangat berharga.
Sepertinya aku memang sengaja dipilih oleh surga untuk mengurusi permasalahan permasalahan yang ada di alam ini.
Baiklah aku akan pergi ke alam salju untuk mandi.
Sepertinya mandi di sana itu lebih segar daripada mandi di samping bukit latihan di lubuk tempat biasa aku mandi dulu sewaktu kecil, yang ternyata air sungai itu juga berasal dari alam salju."
__ADS_1
Qing Shan memutuskan pergi ke alam salju ke sungai terpencil di alam jiwa dewa itu.
Qing Shan melesat terbang kesana memakai Array ilusi saat melintas terbang di atas langit alam salju agar orang-orang disana tidak bisa memperhatikan dirinya.