Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 44 : Berteman lebih baik


__ADS_3

Tadinya kelompok ini berjumlah sepuluh orang, tetapi kini tersisa sembilan orang, namun hal itu tidak lagi mereka permasalahkan, seandainya tanpa pengampunan mereka juga akan habis dan berakhir di tempat ini dan tidak akan diketahui oleh orang lain.


Para kultivator adalah orang yang realistis, kekuatan adalah tuan dari segalanya ketika seseorang punya kekuatan, maka peraturan adalah miliknya


Itulah yang terjadi dan kelompok ini sudah melihat kekuatan Qing Shan yang jelas mereka tahu pihak lain masih menahan diri, jadi untuk sosok semacam ini daripada harus membinasakan dirimu menjadi musuhnya maka berteman adalah pilihan yang lebih baik.


Pangeran adalah seseorang yang berwawasan, sebagai putra mahkota dia telah disiapkan untuk pandai menilai dan membaca keadaan dan telah dididik memahami berbagai karakter manusia, sehingga tidak susah baginya menerima pribadi seorang yang kuat seperti Qing Shan, bahkan baginya pribadi itu dengan kekuatan gila yang ada padanya, masih begitu terlalu santun dan tidak rewel dengan meminta penghormatan layaknya kultivator kuat lainnya.


"Tuan pendekar bagaimana saya menyebut tuan?"


"Qing Shan..! Pangeran bisa memanggil saya Qing Shan."


Qing Shan menanggapi pertanyaan pangeran kekaisaran Han.

__ADS_1


"Perkenalkan juga, saya adalah Han Nian tuan Qing Shan."


"Ah tidak perlu pakai tuan, cukup pangeran sebut Qing Shan."


"Tidak enak rasanya menyebut nama tuan begitu saja, bagaimana kalau saya panggil, dengan saudara.Qing Shan?"


"Begitu lebih baik, kalau pangeran berkenan."


Bukan tanpa maksud pangeran Han Nian melakukan ini, semua sudah dia perkirakan sosok Qing Shan itu tidak sombong, tidak gila pujian dan penghormatan jadi sebutan saudara itu adalah sesuatu yang dia giring, agar hubungan mereka bisa lebih dekat.


Disisi lain Qing Shan juga bukan orang bodoh dia faham apa tujuan pangeran dan dia tidak keberatan, bagaimanapun ini adalah wilayah kekuasaan kekaisaran Han dan Qing Shan tidak akan menjadi pemberontak, jika memang ornag orang ini tidak memaksanya, selain itu Luo Pangzi yang dia persiapkan sebagai pemimpin tertinggi di kota Shunzhuan, sekaligus yang akan membawahi kota lainnya, juga membutuhkan dukungan dan hubungan yang baik dengan pihak kekaisaran, jadi ini seperti melempar dua buah dalam satu pohon sekaligus.


Hari menjadi cerah kembali gumpalan dan gelombang energi yang sempat menutupi dan menghalangi cahaya sinar matahari sudah menghilang

__ADS_1


Dunia menjadi damai, sedamai orang orang yang sebelumnya bertempur ini.


Seringkali sebuah pertempuran hanya untuk melihat siapa pihak yang lebih kuat, begitu sosok kuat sudah terlihat maka singa yang tadinya mengaumpun, akan menjadi kucing yang sangat jinak dan penurut, begitulah dunia berjalan dan bekerja.


"Saudara Qing Shan, kalau boleh tahu apa yang akan saudara lakukan selanjutnya?"


"Saya akan pergi menuju satu pertemuan sekte aliran putih, yang akan membuat persatuan dengan membuat satu sekte yang besar pangeran.


Pangeran sendiri bagaimana?"


"Sebenarnya saya tidak punya tujuan lain lagi setelah tahu kebenaran tentang saudara Qing Shan. Kalau boleh bisakah saya ikut bersama saudara Qing Shan?"


"Boleh saja, kalau pangeran berkenan lagipun ini bukanlah pertemuan yang bersifat tertutup dan kedatangan pangeran sendiri, adalah satu kebanggan tersendiri bagi mereka."

__ADS_1


"Bagus kalau begitu saya ikut."


Pangeran Han Nian sejatinya tidak perduli dengan pertemuan in, siapa angota sekte itu? mereka semua bahkan bukan tandingan dari dua orang pengawalnya, tetapi sosok Qing Shan adalah hal yang menjadi menjadi alasan.


__ADS_2