Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 33 : Habisnya kejayaan sekte hati iblis


__ADS_3

Sekarang keadaan cukup tenang, seluruh murid dan tetua tingkat rendah telah tewas dibawah keganasan serangan yang Qing Shan lakukan.


Di atas langit seorang tetua sedang menatap tajam ke arah Qing Shan, kemarahan yang begitu besar terpancar dari sorot matanya.


" Ada apa tua bangka .? Apakah kau begitu kagum dengan ketampananku?"


"Ha .. ha.. ha .. hahah kau tidak akan ku ampuni hanya karena mengatakan kalau aku tampan."


Qing Shan memprovokasi tetua agung Sekte Hati iblis."


Ledakan aura kekuatan pendekar langit tingkat dua tahap menengah meluap dengan beringas keluar dari tubuh tetua agung, dan diarahkan khusus kepada Qing Shan.


"Matilah...!"


"... Ssyetth ... Gubrakkk... buuummm "


Sebuah pedang tebal dan lebar dengan aura yang begitu besar bersamaan niat membunuh yang begitu kental menghantam kepala Qing Shan dan mendorongnya ke dalam tanah sedalam lima meter, lobang seukuran kolam tercipta akibat ledakan disana


Namun kekuatan pedang lebar dan panjang milik tetua belum bisa menembus pertahanan Qing Shan


"Mainan ini yang kau harapkan untuk merenggut nyawaku.?


"Duarrr....." senjata berupa pedang tebal itu hancur berkeping keping dan serpihannya terlempar ke segala arah, kecepatan serpihan berukuran kecil dengan sapuan gelombang energi yang sangat dahsyat tak pelak mengambil korban, dua tetua Sekte hati iblis tingkat tinggi harus tertusuk tepat menembus jantungnya dan segera saja hal itu membuat keduanya menatap darah yang mengalir deras dari arah jantungnya, keduanya terjatuh ketanah dan segera menyusul teman temannya yang lain menemui raja neraka


Qing Shan melesat dengan begitu cepat ke atas langit dan memberikan pukulan tangan kosong tepat dikepala tetua agung, yang membuat tetua agung terjungkal ke belakang beberapa langkah


"Kau punya mainan lainnya?"


Dengan nada dan mimik wajah mengejek Qing Shan bertanya


"B@ngsaTtttt..!"


Tetua itu merasa kehormatannya ditampar dan dirobek robek oleh pemuda yang ada di depannya, segera dia mengeluarkan Shen Jian atau pedang dewa .


Pedang bercabang dua itu dia keluarkan dari cincin ruangnya. Itu merupakan senjata utama tetua agung Sekte Hati iblis, cahaya kuning keemasan memancar keluar dari pedang tersebut, aura menjadi sangat dingin, awan gelap menutupi langit sekte, angin berhembus kencang mengibarkan pakaian semua orang.


"Aku mau lihat sampai dimana kesombonganmu anak muda...?


"Kau masih mau membesarkan dirimu..?"


"Hiyaaaaa ...." rentetan cahaya energi dengan pola yang rumit tercipta menyerbu ke arah Qing Shan, dalam waktu bersamaan cahaya itu begitu tajam membelah tanah dibawahnya, tidak ada satupun dari energi cahaya itu yang bisa mengenai Qing Shan yang bergerak dengan begitu cepat


Melihat itu wajah tetua agung menjadi sangat jelek.

__ADS_1


Cahaya pedang itu terus dihantamkan kepada Qing Shan, namun dengan tenang Qing Shan menghindari setiap serangan yang datang.


Qing Shan mulai menyukai pedang dengan kemampuan yang cukup bagus tersebut, andai pedang itu berada di tangan kultivator tingkat dewa Qing Shan yakin dengan kemampuannya sekarang, cukup dua kali ayunan, maka energi cahaya pedang akan membuatnya terbelah.


Menyadari tidak ada satupun serangannya yang mengenai lawan tetua agung sangat frustasi, dia bermaksud mengakhiri segalanya, dia mengangkat pedangnya ke atas untuk sesaat hujan butiran cahaya kuning tercipta dan berhamburan ke bawah.


Menyadari tetua agung akan mengeluarkan kemampuan terbaik pedang tersebut, Qing Shan tidak lagi menghindar tetapi berdiri tegak dan kokoh di atas langit Sekte Hati iblis, energi petir menyambar nyambar dari tubuhnya bergelombang menciptakan tekanan yang mendominasi keadaan.


Letupan letupan kecil terdengar saat energi petir mengenai butiran cahaya kuning.


Setelah dirasa cukup, tetua sekte mendesak kekuatan puncak pedangnya dan melesat super cepat menuju Qing Shan.


Tak bermaksud menghindar Qing Shan menyambutnya dengan telapak guntur pemusnah yang dibalut energi petir kehampaan


Tak seperti biasanya, dimana saat dua energi bertabarakan akan tercipta suara ledakan besar dan sapuan gelombang energi dahsyat, serangan tetua agung seolah masuk di telan oleh kedalaman lubang kehampaan


Serangan Qing Shan juga tidak terdengar meledakkan energi dan menimbulkan suara besar yang memekakkan telinga seperti biasanya, tetapi hanya mengeluarkan suara kecil seperti sesuatu yang menusuk.


Tetua agung terlempar ke belakang cukup jauh dan memuntahkan darah segar yang sangat banyak, mukanya pucat dan tangan nya gemetar, dia merasakan seolah ribuan jarum menyerbu masuk menusuk tangannya dan bersarang diam didalam tulangnya.


"Akkhhhhhh.....akkkhhhhhh... akkkhhhhh"


Tiba tiba suara raungan jeritan mengisi ruang udara.


Raungan tetua agung Sekte Hati iblis sangat pilu semakin keras dan begitu menyayat hati membuat bulu roma tetua lain yang ada disana berdiri dan pundak merek bergidik merasakan kengerian dalam jiwa mereka mendengar suara itu, semua itu disebabkan oleh ratusan jarum jarum energi petir ungu yang dipadatkan berjalan perlahan dalam daging dan tulangnya memaksa masuk menuju jantungnya.


Dia tidak ingin peristiwa di sekte racun kematian terulang, dimana banyak harta yang hancur dalam pukulannya menjadi sayang tak berguna.


Maka kali ini dia ingin panen besar untuk biaya pembangunan kembali desanya


Dibawah tatapan mata semua orang, dia memutuskan jari tetua agung Sekte Hati iblis dengan meremasnya untuk mengambil cincin ruang pria malang itu.


"... Akkkhhhh ... akkkhhhh... bunuh aku...bunuh aku... badj!Ngan kau, bunuh aku... bunuuuuuuuuuhhhhhhh.."


jerit si tetua.


"Apakah sekarang kematian itu sudah lebih indah bagimu?"


Qing Shan menatap pada tetua sekte agung, semua tetua lain ingin berlari pergi dari sana tetapi kekuatan besar yang tak terlihat telah mengunci tubuh mereka untuk bisa bergerak


" Kau ingin mati sekarang....???


Begitulah hal yang kalian timpakan selama ini pada orang lain, sehingga bahkan kematian lebih mereka sukai, maka matilah kau dengan perlahan, ingatlah semua wajah orang orang yang pernah kalian renggut nyawanya."

__ADS_1


Dari hal yang tidak disengaja ini Qing Shan menemukan pemahaman jurus pemadatan energi petir, menjadi jarum dimana metode itu lebih menyakitkan dan lambat bagi para tetua ini untuk merasakan sakitnya hidup yang lebih menyakitkan daripada kematian.


Segera setelah itu semua tetua yang tersisa merasakan sakit yang luar biasa seperti yang di derita tetua agung mereka, badai ribuan jarum terbentuk dari energi naga petir ungu kehampaan surgawi dan semua jarum itu melesat masuk pada tubuh para tetua.


Qing Shan meremas jari mereka satu persatu memanen cincin ruang mereka dan semua orang itu tidak lagi perduli dengan harta.


Mereka berlomba dalam teriakan yang pilu menyayat hati.


Mereka ingin mati, ingin menghabisi diri sendiri agar tidak harus merasakan semua rasa sakit yang tak tertahankan itu, tetapi sebuah kekuatan yang tak bisa dilawan telah mengekang dan mengendalikan.diri mereka sehingga tidak dapat berbuat apa yang mereka inginkan.


Satu satunya hal yang bisa mereka lalukan hanyalah berteriak.


Suara suara teriakan mereka yang memang masih mengandung energi langit dan bumi membuat para Beast masuk lebih jauh ke dalam hutan.


Sementara itu di tempat lain di sebuah ruangan tersembunyi, patriak sekte mengalami masa kritis setelah dikejutkan oleh salah satu tetuanya untuk melaporkan keadaan pada saat yang tidak tepat, dimana dia sedang melakukan proses pembangkitan roh iblis di ruangan tertutupnya.


Hasilnya roh iblis itu hampir melahap jiwanya. Karena begitu kesal dan marah dia menumbalkan tetua tersebut sebagai pengalihan dan patriak itu sendiri berusaha sekuat tenaga lari dari cengkraman roh iblis yang mengamuk dengan tekanan jiwa yang kuat.


Proses pembangkitan roh iblis sebagai salah satu bentuk kultivasi terlarang itu gagal dilakukan dan semua itu terjadi karena tetua yang datang tiba tiba mengganggu dan membuyarkan konsentrasi sang patriak.


Proses suplay penyaluran jiwa orang orang yang telah mati, dimana jiwa mereka yang telah lama dikumpulkan pihak sekte hati iblis dalam satu wadah untuk kepentingan membangkitkan roh iblis itupun terganggu sehingga terputus dan berakhir disaat yang tidak tepat, akibatnya Iblis yang marah, mengamuk karena tidak puas hanya dengan beberapa jiwa dan menyerang si patriak.


Dengan segala perjuangan akhirnya si Patriak bisa keluar dan tenaganya habis untuk memblokir jalur keluar roh iblis.


Saat ini dia tak lebih hanya seperti ular yang baru menelan hewan yang begitu besar, jinak dan tak berdaya


Baru saja dia merasa aman karena lepas dari cengkraman iblis tetapi pukulan telapak guntur sudah menghancurkan semua anggota tubuhnya.


Qing Shan tidak mau menunda waktu lagi


Tiga orang leluhur sekte yang berada di puncak pendekar langit yang hendak melakukan peningkatan kultivasi dengan metode terlarang melalui cara menghisap jiwa jiwa para tahanan yang masih ada di ruang tahanan Sekte Hati iblis, untuk menghadapi Qing Shan, di lempar ke selatan alam jiwa dewa, Qing Shan bermaksud mengulur waktu dan akan menghadapi mereka disana, agar dia punya waktu menyelamatkan nyawa para tahanan tersebut.


Apa yang luput dari perhitungan Qing Shan adalah bahwa ketika dia masuk kealam jiwa untuk menghabisi mereka bertiga para leluhur sekte itu malah telah babak belur jadi bulan bulanan, dihajar ribuan Beast tingkat langit puncak yang ada disana.


Qing Shan mulai faham kenapa masternya melarang membunuh semua beast tersebut ternyata itu bisa menjadi senjata baginya kelak pada saat saat dimana dia tidak ingin bermain dalam pertarungan yang panjang.


Sudah tiga hari tiga malam paduan suara jeritan minta dibunuh terus terdengar siang dan malam dari sekte Hati iblis, jiwa mereka telah terguncang hebat pikiran mereka telah rusak akibat rasa sakit yang tak tertahankan namun kematian belum juga tiba


Rakyat di sekitar desa yang tidak kuat mendengar jeritan itu sudah mengungsi sampai pada jarak dimana suara suara yang seperti jeritan hantu penasaran tersebut tidak lagi terdengar.


Qing Shan sengaja tidak meredam dan memblokir suara suara tersebut agar jadi peringatan bagi para yang lain.


Gunungan batu roh, koin emas dan juga artefak serta pil pil roh berbagai jenis juga berbagai buku teknik yang sangat berharga Qing Shan ambil sebagai piala kemenangan.

__ADS_1


Setelah semua tawanan dia bebaskan dan memasukkan mereka ke alam jiwa, dia melesat keatas dan meledakkan Sekte Hati iblis dengan satu ledakan yang sangat besar sehingga gunung gunung disana sampai rata dengan tanah.


Barulah saat itu jeritan tidak lagi terdengar.


__ADS_2