Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 65 : Terjebak di antara dua pihak


__ADS_3

Begitu sampai di alam berikutnya Qing Shan langsung berada di arena pertempuran dua pihak kelompok besar.


"Hei siapa kau dan berada di pihak mana?"


"Aku hanya orang yang melintas, silahkan kalian lanjutkan ."


"Ha..hahh kau pikir akan semudah itu? kalau kau ingin pergi maka tinggalkan wanitamu bersama kami disini."


"Kenapa tidak istrimu saja kau berikan padaku? karena aku jauh lebih kuat darimu.


Atau kau barangkali belum punya seorang istri karena wajah jelekmu itu, sehingga tidak ada yang mau padamu?"


"Badj!ngan...hiya...!"


"Itulah sebutanmu si badj!ngan datanglah kemari agar aku antar kau ke gerbang portal reinkarnasi dan lautan api ganas."


"Baam... tra tang ting tang ting.."


"Ha...ha..hahah hanya dengan kemampuan seperti ini mau merebut istriku matilah.."


"Duaarrrr.."


Potongan daging kecil yang sengaja Qing Shan pilih sebagai akhir kematian pria tersebut berhamburan ke wajah kelompok pria itu dan segera saja bau darah yang amis memenuhi tempat itu.


"Cuihhhh.. bangs@t...!


"Kenapa? kau jijik dengan darah saudaramu?


Ternyata kau tahu darahnya penuh dosa ya he he."


"Bangs@**, akan kurobek mulutmu...!"


"Majulah kalian semua...!"


Qing Shan melepaskan kekuatan dewa tingkat puncak level awal lalu petir ganas menyambar nyambar dari tubuhnya.


"Groarrrrr... "


Naga petir keluar dari punggungnya, menyemburkan api yang sangat panas ke semua orang, beberapa orang yang terlambat menghindari api naga petir di rubah menjadi abu.


"Du..duduarrrr...."


Pukulan telapak guntur menunjukkan pesonanya, kembang bunga api berhamburan ke udara, petir merah menyala menari nari dengan tubuh Qing Shan menjadi sumber dan pusatnya.


"Kak Shan'er.."


"Ya mari kita robek tubuh para berandalan bermulut kotor ini Lan'er."


Armor seketika membalut tubuh keduanya.


"Ayo serang dari segala arah."


30 kultivator tingkat semesta puncak mengepung Qing Shan dan menghujaninya dengan beragam serangan.

__ADS_1


Qing Shan yang terkunci oleh kepungan melesat ke atas bersama Lan'er menabrak beberapa orang yang menguncinya dari atas lalu dari atas dia melesatkan serangan bola api yang sangat besar yang didalamnya tersebar banyak jarum dari energi petir yang di padatkan.


"Gedebuuummmmm.... duarrrrrr."


Lautan gelombang keras merobek kulit dan daging para penyerang Qing Shan.


"Arrrkkhhh ... ukkkhhh.."


Ratusan manusia menggelepar karena terpapar ledakan hebat dan tubuh mereka terbakar dalam keadan hidup hidup, ratusan orang lainnya memuntahkan darah sebab jantung dan organ vital lainnya tertembus jarum petir.


Pandangan mengenaskan ini mengejutkan semua orang, jelas Qing Shan sengaja membuat tontonan ini, dia bisa saja melenyapkan semuanya dengan senyap, tetapi dia mengurangi kekuatan serangannya untuk menciptakan suasana ini.


"Keparat ...! syuuuuttttt."


Seorang kultivator dewa tahap menengah menghujani Qing Shan dengan ratusan tombak kristal yang merupakan harta langit.


Qing Shan menepis ratusan tombak itu dengan lembut, sapuan tangannya yang mengandung energi kekacauan, dengan keras memaksa ratusan tombak itu berbalik menyerang pengirimnya, dengan pola yang tak beraturan, namun bergerak cepat menyerang dengan liar dan ganas.


"Pukulan dewa kehancuran..... hiyaa.a.a......!!!!


"Buammm.."


Ratusan tombak berjatuhan setelah dihantam pukulan keras oria tua itu yang memutus dorongan kekuatan pukulan Qing Shan.


"Kepar@@ttt."


"Hei kenapa kau selalu menyebut nama ibumu?"


Qing Shan memprovokasi lawannya.


"Setthhhh....syuttt"


"Akkkhhh aku akan mencabut jantungmu dan menelannya badj!ngaaaaann..huakhhhh."


Ribuan benar halus yang merupakan senjata dari pendekar dewa itu menjalar, semua yang di lalui benang itu akan terpotong karena ketajamannya.


Qing Shan yang melihat serangan itu menarik Lan'er dan menaruhnya menempel di punggungnya, lalu lapisan armor yang kuat namun lembut membalut keduanya yang kemudian di tutup dengan armor sisik naga dibahagian luarnya.


"Essttt.ssssttt...ssssitttt....ssstttthh"


Benang benang itu mendesis maju menyongsong Qing Shan.


Qing Shan memadatkan petir naga surgawi dan membentuknya menjadi benang benang lembut namun kuat dan segera mengikat semua benang lawannya, lalu Qing Shan mendorong energi transisi yang dia dapat dari portal reinkarnasi dan menyerang pria yang ada di hadapannya.


"Akhhhh.... arrgghhhttt... ke...kenapa tubuhku mengering?


kenapa aura kehidupanku menipis...bangs@@@@@tthh"


"Bummmm...."


Tubuh Qing Shan terdorong ke belakang.


Dia menyapu sudut bibirnya yang mengalirkan darah segar, karena satu serangan diam diam pendekar dewa lainnya.

__ADS_1


"Hei kau pendekar dewa tingkat menengah di level menengah tapi kau masih mencuri curi dalam menyerang?


Baiklah kenapa pendekar level puncak dewa kalian juga tidak keluar, apakah dia akan menunggu nunggu untuk bisa menyerang diam diam juga..?


Ha..hahahah luar biasa pengecutnya orang orang ini"


Qing Shan Lalu meledakkan aura pendekar dewa level puncak tingkat menengahnya dan semua orang yang berada di bawah kultivasinya dipaksa meledak menjadi kabut darah, karena aura membunuh yang keluar gila gilaan itu.


Dia sudah bersiap habis habisan dan tidak lagi menaham diri.


Orang orang ini telah berkata buruk tentang istri masa depannya, ditambah lagi dia sangat tahu pihak kelompok ini adalah pihak jahat dan juga diantara mereka setidaknya ada tiga pendekar dewa yang telah mengering salah satunya, dia adalah yang paling terlemah dari ketiganya.


Akibat di terpa gelombang energi transisi portal reinkarnasi yang telah berhasil di jadikan sebagai senjata oleh Qing Shan, orang itu kini terlempar ke dalam barisan antrian orang orang yang telah mati.


Tubuhnya mengering dan jiwanya ditarik paksa menuju portal reinkarnasi itu.


Pasukan yang tadinya merupakan lawan dari kelompok yang saat ini di hajar habis habisan oleh Qing Shan, begitu terkejut dengan keadan ini dan bergidik ngeri melihat kekuatan kelompok yang tadinya akan menyerang mereka.


Tak terbayang jika Qing Shan tidak hadir disini dan berselisih dengan mereka, ternyata di kelompok itu ada setidaknya tiga pendekar kuat dan ratusan pendekar semesta yang sejak awal telah berniat akan menghancurkan kerajaan mereka.


Angin berhembus kencang dan pendekar tahap puncak dari pihak lawan Qing Shan keluar.


Lan'er dimasukkan kedalam alam jiwa dan Qing Shan mendorong penuh kekuatannya.


Dua gelombang energi besar dan agung saling menyapu menciptakan pusaran angin di tengah keduanya.


"Siapa kau sebenarnya?"


Lawan Qing Shan bertanya


"Kau tidak perlu tahu siapa aku dan begitu juga aku tidak mau tahu siapa kau, satu satunya hal yang aku tahu adalah kalian memaksaku bertindak, dengan tidak membiarkanku pergi serta meniatkan hal yang kotor terhadap istriku.... maka matilah....!!!!!"


"Buuuuuuuuummmmmm du..du..dduarrrrrr..."


Ledakan yang menimbulkan badai energi petir dan kekacauan menghantam pria tua di depan Qing Shan.


"Bedebahhh ....! kau sudah merobek seluruh pakaianku."


"Ha... ha..ha..hahahhahhh.... salahmu sendiri pria tua bodoh, kenapa sejak awal kau tidak memakai armormu ."


"Bub..bub..bub..bub bububububub"


Pilar batu hitam yang sangat keras datang dari kehampaan, lalu dia mengurung Qing Shan di dalamnya.


Batu itu kemudian berdengung keras dengan suara yang mampu merobek jiwa pendekar dewa biasa tahap tinggi level puncak di atas kultivasi Qing Shan.


Dalam waktu yang singkat pria tua itu lalu mengaktifkan serangan pada perangkap batu tersebut yang menciptakan ledakan besar yang meledak keras dengan Qing Shan yang terkurung di dalamnya.


"Buuaaanmmm...ngguung buuummm."


Dua ledakan menghancurkan area seluas gunung menjadi dataran tandus yang gersang dengan tanah yang masih terbakar.


Seketika semua menjadi hening dan sunyi.

__ADS_1


Para pendekar biasa memandang khawatir dari kejauhan, untuk mencari sosok keberadan Qing Shan yang sudah tidak kelihatan.


__ADS_2