Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 99 : Pertemuan keluarga


__ADS_3

"Gege kalian dari mana saja...? Kami sudah sempat mencari tadi.


Kami pikir gege sudah pergi lagi ke alam benua tengah."


"Oh tidak, kami hanya pergi ke suatu tempat tadi.


Untuk memberikan ruang pada kalian berbicara lebih dekat, sekaligus ini menaikkan kultivasi pak tuan kota Shunzuan kita.


Apa kalian tidak lihat Kalau tuan kota kita, sudah berada di tingkatan pendekar Dewa bumi...?"


Istri Luo pangzi tersenyum melihat suaminya, yang sudah menerobos lagi, setelah sekian lama berhenti di kultivasi lamanya.


Qing shan benar-benar sahabat sejati suaminya, di sela-sela kesibukannya dalam memperjuangkan apa yang menjadi jalan bela dirinya, Qing shan masih tetap memperhatikan sahabatnya yang merupakan suami dari Mei Yin.


"Adik Shan'er apakah kalian hanya bicara tentang kultivasi dan tidak ada pembicaraan untuk mencari kakakmu yang lain lagi...?"


"Hahaha... jujurnya kakak Mei Yin aku sebenarnya menawarkan, tapi ternyata sahabat masa kecilku ini, begitu setia pada istrinya.


Dia menolak dan tidak mau, kalau memang dari kakak Mei Yin tidak mengizinkan katanya."


"Iya mungkin dengan keadaan suami yang masih seperti sekarang, rasanya belum perlu untuk mencari lagi, tapi kalau di masa mendatang..?


Aku juga tidak tahu."


"Istriku kau tidak perlu terlalu mendengarkan Shan'er dalam hal ini, dia itu suka bercanda.


Jangan sampai pikiranmu terbebani karenanya."


"Suamiku kalau kau mampu seperti adik Shan'er membuat istrimu menjadi akur, itu sepertinya cukup menarik.


Aku melihat bagaimana Lin'er Lan'er dan Zui'er yang ternyata begitu akur ketika memiliki suami yang sama, mereka tampak bahagia juga menikmatinya.


Jadi kita lihat sajalah nanti perkembangannya."


Qing shan tersenyum mengembang, ke arah Luo pangzi sedangkan Luo pangzi menjauhkan pandangannya, menghindari tatapan nakal dari Qing shan.


"Yang mulia kaisar dan yang mulia ratu memasuki ruangan...!"


Seorang penyeru kekaisaran berseru dengan suara yang cukup kuat, sehingga bisa di dengar semua orang.


Mendengar kalau ayahanda dan ibunda Qing shan datang bersama ibunya, semua orang memperbaiki sikap duduknya, dari yang tadinya cukup santai menjadi lebih tertib dan teratur.


"Eh ternyata ada tuan kota bersama istri di sini."


Kaisar Han Zhuang menegur sapa Luo Pangzi dan istrinya Mei Yin.


"Yang mulia kaisar, Terimalah hormat saya yang mulia."


"Yang mulia kaisar terima juga hormat saya yang mulia."


Luo Pangzi dan Mei Yin memberi hormat pada kaisar, yang merupakan ayah Qing Shan.


"Sudah, biasa saja.!


Kalian terlalu lama tidak datang kemari, sehingga begitu canggung.


Ayo duduk kembali mari duduk semuanya.


Ada yang ingin aku sampaikan."


Luo Pangzi dan Mei Yin duduk kembali ke tempatnya semula.


"Shan'er dan putri menantuku bertiga, persiapan pernikahan kalian sampai saat ini, sudah selesai 50%


Artinya dua hari ke depan kalian sudah bisa melangsungkan pernikahan.


Jadi aku harap kalian tidak pergi lagi ke mana-mana, supaya tidak terjadi lagi hambatan, dalam peristiwa pernikahan ini.


Kalian dengar ...?"


"Kami dengar ayah."


"Serentak ketiga calon istri Qing shan, mengucapkan kesediaannya kepada ayah mertua mereka."


"Kamu juga begitu Shan'er, jangan dulu mencari kesibukan mengurusi hal lain, sebelum selesainya pernikahan ini."


"Iya.. baiklah ayah."


"Hahahah, kalau sudah begini, kita pasti akan segera beroleh cucu istriku."


"Ya kalian harus banyak-banyak minum air telaga khayangan, agar segera cepat memberi cucu yang tampan dan juga cantik serta manis kepada kami."

__ADS_1


Ratu Ni Huan istri dari kaisar Han Zhuang yang juga merupakan ibu dari Qing Shan, menambahi apa yang telah di ucapkan oleh suaminya, sebelumnya.


"Ibu! Lihat itu putri menantu ibu wajah mereka menjadi merah semuanya, mereka menjadi malu."


"Kenapa harus malu kepada ibu sendiri....?


Pokoknya Ibu tidak mau tahu, segera ibu harus beroleh cucu."


Ratu Ni Huan mengabaikan apa yang Qing Shan ucapkan.


Tak lama berselang keluarga Lin'er dan Lan'er juga datang ke ruangan balai pertemuan yang ada di perkampungan alam jiwa itu.


"Wah ternyata yang mulia Kaisar, juga sudah ada di sini."


"Ah..ha tuan dari keluarga Huang rupanya juga sudah hadir.


Ayo silahkan masuk..!


Ayo tuan Lin juga hadir rupanya ayo mari masuk.


Mari masuk ayo kita berkumpul di sini semua.


Tuan dari keluarga Qin juga ada yang rupanya."


Kaisar Han Zhuang dan ratu Ni Huan berdiri menyambut besannya.


Dan menyambut mereka dengan penuh keramahan.


"Ah yang mulia Kaisar tidak perlu berdiri, kami bisa datang sendiri."


"Mana bisa begitu, Tuan Huang Tuan Qin dan Tuan Lin, kita semua saat ini adalah keluarga.


Maka tentu saya harus menyambut anda semua, dengan sikap seorang keluarga.


Ayo ayo mari duduk bersama..!


"Yang tidak ada di sini tinggal ibunda, Dewi bunga.


Ke mana beliau ya..?"


"Oh Ibu, masih memiliki sedikit urusan ayah Ibu sedang mengurus sesuatu ayah...!"


Itu bukan masalah."


Setelah semua orang bicara berbasa-basi serta beramah tamah, tak lama seorang pria dan wanita juga memasuki ruangan.


Keduanya tidak lain adalah, Ibu dari Zui'er dan juga ayah tirinya.


"Selamat datang saudara Armor, selamat datang saudari Dewi bunga."


Kaisar Han Zhuang menyambut orang tua Zui'er, dengan senyum yang menghiasi bibirnya dan keramahan yang tidak kalah, seperti saat menyambut keluarga Lin'er dan Lan'er.


Zui'er merasa hidupnya begitu lengkap dan sempurna saat ini.


"Saudari Dewi bunga, ternyata saudari juga menyempatkan diri hadir..!"


Ratu Ni Huan dan Yun sui Hen ibu dari Lan'er, juga Huang Tian si ibu dari Lin'er, menyapa Dewi bunga dengan ramah tamah dan penuh kehangatan.


Suasana keakraban dan kekeluargaan, begitu terasa kental di ruangan itu.


Setelah semua orang duduk pada tempatnya dan juga selesai beramah tamah, pada keluarga Zui'er yang baru datang.


Kaisar Han zhuang lalu meminta izin untuk berbicara pada semua orang.


"Baiklah saudara semua, izinkan pria tua ini untuk menyampaikan beberapa hal, terkait persiapan pernikahan putra dan putri kita.


Jadi begini saudara Huang saudara Qin Xiang dan juga saudara Lin, persiapan pernikahan Shan'er dan ketiga Putri menantu sudah sampai pada tahap 50%.


Kemungkinan dua hari ke depan, kita sudah bisa melangsungkan pernikahan mereka, yang akan kita laksanakan di istana kekaisaran Han.


Petugas kekaisaran yang biasa memimpin pernikahan anggota keluarga, juga sudah bersiap-siap.


Lalu undangan pada keluarga kekaisaran terdekat, juga sudah kita sampaikan.


Setelah keruntuhan kekaisaran Wei, kekaisaran yang lainnya cukup menghormati kita dan mereka sangat tertarik dan menyatakan kesediaannya, untuk menghadiri pernikahan ini.


Apalagi saat mereka tahu bahwasanya yang akan menikah itu adalah Shan'er, yang ternyata mereka pandang sebagai pemuda paling jenius sealam bawah ini.


Dan juga mereka ketahui sebagai sosok, yang telah membesarkan nama kekaisaran Han, serta juga meruntuhkan kekaisaran Wei, yang sebelumnya sangat menonjol dan mendominasi semua kekuasaan yang ada di benua alam rendah ini.


Maka mereka ingin menjalin persahabatan dengan kita."

__ADS_1


"Bagus.!


Itu sangat bagus sekali yang mulia Kaisar.


Baiklah kalau begitu, kami juga tidak akan begitu khawatir lagi.


Terus terang setelah penundaan pernikahan itu, kami juga sedikit khawatir dan bingung.


Apalagi walau saya terlambat mengetahuinya, ternyata sebelumnya pernah terjadi dimana Lin'er, seperti yang kita tahu bersama sempat merajuk.


Jadi kami dari keluarga Huang dan juga keluarga Lin, untuk sesaat cukup pusing karenanya.


Maka dengan adanya kelangsungan pernikahan ini kami semua merasa sangat bahagia."


"Benar sekali saudara Huang, kami juga dari keluarga Qin begitu khawatir dengan penundaan itu, karena memang iya seperti sebelumnya kita ketahui, gadis kecil kami ini juga dahulunya pernah sempat membuat pusing dan masalah, ketika berada di kota Shunzuan.


Jadi kami dari keluarga sempat berpikir, apakah penundaan ini ada kaitannya dengan sikap nakal putri keluarga Qin kami...? Hahahahh.


Beruntung ternyata belakangan kita ketahui, bahwa itu murni hanya karena urusan Shan'er yang ada di alam benua tengah.


Kami juga sangat berbahagia mendengar kabar ini, maka sesudah pertemuan ini kami dari keluarga Qin juga akan bersiap siap dengan segala sesuatunya, untuk kemudian mengikuti dan menghadiri prosesi jalannya pernikahan ini.


Pernikahan Shan'er dan putri kami Qin mei lan dari keluarga Qin kami atau yang biasa kita sebut dengan Lan'er, bersama putri kami juga dari keluarga Lin dan putri cantik kami Zui'er."


Qin Xiang begiti bersemangat denqg smeuqnyabettwpo dia bingung mengucapkan Zui'er berasalh daei kelqirqg mana dan dia tidak ingin merusak suasana ini dengan adanya ynag tersinggung.


Tetapi Dewi bunga bisa melihat kebingungan singkat Qin Xiang atas status keluarga Zui'er dan Dewi bunga tidak ingin putrinya itu merasa rendah diri, baik dari keluarga maupun calon istri Qing shan yang lainnya, karenanya dewi bunga berucap.


"Dari keluarga Zui saudara Huang...!


Ayah dari Zui Meili atau yang sering kita sebut dengan Zui'er adalah seorang dewa dan merupakan Kaisar langit, di kekaisaran dewa pada alam benua tinggi."


"A..apa...?"


"Putri Kaisar dewa..?"


"Kaisar Langit..?"


Semua orang terkejut dengan status Zui Meili, atau yang mereka kenal dengan Zui'er itu.


"Ya dahulu ketika kami masih berada di alam dewa, dewi bunga yang saat ini menjadi istriku adalah, merupakan ratu kekaisaran langit dan kaisarnya merupakan ayah dari Zui'er.


Aku sendiri adalah dewa Armor, ya memang kami telah jatuh menjadi manusia biasa, tetapi seiring waktu dengan motivasi dari nak Shan'er dan bantuannya sebagai pemilik prinsip alam salju, yang telah menekan kami selama ini.


Maka baik aku maupun istriku, akan kembali lagi pada kultivasi lama kami, setelah beberapa waktu ke depan, hal itu akan menjadi lebih mudah sebab pemahaman dan pengalaman kami sebelumnya, ditambah lagi kami sebenarnya tidak memiliki suatu penyakit atau kami jatuh kehilangan kultivasi bukan karena suatu penyakit ataupun serangan tertentu.


Namun begitupun, hal ini tidaklah mudah untuk kami putuskan sebelumnya.


Terus terang saja sebelumnya, baik saya dan istri sudah sepakat untuk hidup menjadi manusia biasa saja, tetapi karena putri kami telah diambil oleh anak menantu kami Qing shan, yang punya cita-cita yang begitu besar untuk memperbaiki sistem yang ada di setiap alam, maka menyadari dan mengingat perjuangannya yang begitu besar serta tantangan ke depannya yang akan sangat beragam, kami sebagai mantan dewa dan dewi tertinggi di alam kekaisaran dewa langit, memutuskan untuk kembali berkultivasi agar sampai kepada tingkat kekuatan kami semula, untuk mendukung putri dan juga anak menantu kami ini dalam perjuangannya ke depannya.


Jadi walau sebagai ayah tirinya aku yang memang sudah menganggap Zui'er sebagai putriku sendiri Izinkanlah kami untuk ikut berbahagia dalam pernikahan ini.


Selain itu baik aku maupun Shan'er punya hubungan yang dekat ketika berada di alam salju, atas bantuan Shan'er jugalah aku saat ini bisa bersama dengan istriku, sehingga meskipun menjadi orang yang terakhir bergabung, terimalah dewa yang jatuh ini menjadi anggota saudara sekalian.


Saudaraku dewa armor, kalau bukan karena khawatir akan merusak suasana bahagia ini, aku akan meneteskan air mataku mendengar kebulatan tekad dan semangat saudara untuk membela Shan'er yang sudah saudara dewa Armor anggap sebagai putra menantu saudara sendiri.


Aku atas nama Kaisar Han memberi hormat kepada anda."


Lalu kemudian Kaisar Han zuang dan istrinya berdiri dan membungkuk kepada dewa armor.


Semua orang terkejut dengan situasi itu, tidak terkecuali dewa Armor dan Dewi bunga yang langsung spontan berdiri dan juga ikut membungkuk menghadap kepada kaisar Han zhuang ayah dari sana Shan'er.


"Yang mulia Kaisar janganlah anda berbuat seperti ini, jika anda seperti ini saya merasa seolah-olah saya ini bukan bahagian dari anggota keluarga ini."


"Ah maafkan kami saudaraku dewa Armor, aku melakukan ini murni adalah karena hati seorang ayah, yang begitu berbahagia mendapati anaknya didukung oleh seseorang yang begitu bertekad, untuk membantu dan berbagi tanggung jawab kepada putranya."


"Yah baiklah maafkan saya juga Kaisar dan ratu yang mulia serta saudara semua, atas semua keadaan yang menjadi canggung begini.


Marilah kita semua duduk kembali, bukankah kita ini adalah keluarga...?"


Dewa Armor mengungkapkan, apa yang menjadi perasaan hatinya.


Karenanya semua orang lalu duduk kembali dan tersenyum dengan senyum yang sangat lepas dalam suasana hati yang begitu bahagia.


Kini baik Dewa Armor ,Dewi bunga maupun Kaisar Han zhuang dan beserta istrinya yang sudah sempat berdiri, kembali duduk dan pembicaraan selanjutnya berlangsung menjadi lebih ringan dan lebih santai dari sebelumnya.


"Ya begitulah kita semua sangat berbahagia untuk terjadinya pernikahan ini."


Selanjutnya baik keluarga Lin'er dan Lan'er juga Ibu Zui'er yang datang belakangan, berbincang tentang banyak hal.


Utamanya mengenai pernikahan anak dan putri mereka.

__ADS_1


__ADS_2