Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 68 : Para pemilik alam jiwa


__ADS_3

"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya Shan'er?"


"Aku akan terus melangkah ayah. Tujuanku adalah untuk melindungi segala orang orang yang aku sayangi, terdengar sederhana tetapi akan dapat di pahami bahwa itu adalah tugas yang sangat berat, setelah bisa memahami semua potensi ancaman yang ada, dan ancaman terbesar itu datang dari surga."


"Kenapa begitu Shan'er?"


"Karena semua terjadi juga karena restu dari surga, kebebasan memilih jalan yang surga berikan memungkinkan mereka yang jahat untuk bisa menghirup udara di alam ini dan menjalankan kejahatannya, meski pada akhirnya mereka beroleh karmanya sendiri, tetap saja korban mereka telah musnah oleh kejahatannya.


Karenanya aku harus berdiri sejajar dengan surga atau melampauinya, untuk bisa memastikan tujuanku tercapai dalam melindungi semua orang orang yang aku kenal dan aku sayangi, juga agar bisa merendahkan dan membinasakan mereka mereka yang merendahkan dan menyakiti diriku, maupun seluruh orang yang aku sayangi di saat masa lemah ku dahulu.


Sambil menunggu Gong Lam Hui mencari semuanya, aku akan menambah pengetahuanku dan memulainya dari alam jiwa ini.


Baiklah ayah, segala sesuatunya yang ada disini untuk sementara tolong ayah yang mengaturnya."


"Shan'er jaga dirimu."


"Baik. Aku pergi sekarang ayah."


Qing Shan menghilang dari tempatnya dan telah berada di wilayah bahagian bersalju alam jiwa.


"Anak itu, aku khawatir surga akan murka padanya, atau memberikan kesulitan padanya."


Ada kekhawatiran yang besar dalam diri kaisar Han Zhuang, atas kepergian Qing Shan kali ini seolah dia akan pergi untuk waktu yang sangat lama.


Badai salju menggulung membawa hawa dingin yang menusuk tulang, namun Qing Shan tetap melesat menerobos masuk lebih dalam, setelah menembus badai salju yang sangat dingin, terlihat hamparan luas alam yang jauh lebih hangat, tetapi Qing Shan merasa heran.


Ada hal yang aneh terjadi pada dirinya, perlahan tubuhnya terasa sangat berat dan terus bertambah berat, akhirnya dia bahkan tidak bisa menahan dirinya di udara dan perlahan jatuh ke tanah.


Dia begitu terkejut dengan keadaan itu karena tenaganya tidak lagi lebih kuat dari bobot tubuhnya seperti sebelumnya.


"A... apa? Seluruh kultivasiku hilang? Aku sekarang hanya menjadi orang biasa?"


"Qing Shan berulang kali mencoba masuk untuk melihat alam jiwanya, tapi dia hanya bisa melihat perutnya bahagian luar, sama sekali tidak ada apa apa disana, dia tidak bisa melihat ke dalam alam jiwa.


"Kenapa hei pemuda ? rasa keingin tahuan yang besar, keinginan yang berlebih dan tujuan untuk mencapai puncak, bukankah telah menghantarkamu ke tempat ini?"


"Ah maaf anak ini datang dalam keadaan seperti ini, kalau boleh tahu siapakah nama tuan?"


"Ha... ha... ha... hah jangan panggil aku tuan, aku sangat jijik dengan sebutan itu."


"Maaf kalau hal itu mengganggu pak tua."


"Ya ...ya ..ya aku suka sebutan itu. Pak tua indah bukan? itu terdengar lebih menarik sebab bagaimanapun juga aku telah berumur 275 ribu tahun."


"A...a..apa setua itu? lalu siapa nama pak tua?

__ADS_1


"Namaku bintang, dulu aku dikenal sebagai dewa bintang yang kuat dan gagah ha...ha..ha...haahahhh, tapi lihat aku sekarang, aku cuma pak tua yang lemah."


Ketika sedang asyik dalam perbincangan seseorang datang ke arah Qing Shan dan pak tua temannya.


"Hei Kaisar dewa elemen kemarilah.....!!!!!"


Bintang memanggil, namun yang terjadi kemudian


"Hua... ha...ha...hahahh....hahaha."


"Wuakakakaakaakakakakkakakk."


Keduanya tertawa sampai tertidur dan berguling guling di tanah sambil memegang perutnya yang terlihat sakit.


Abu beterbangan akibat keduanya yang berguling guling di tanah.


Setelah semua baju dan wajah mereka penuh dengan debu tanah, baru keduanya berhenti.


Qing Shan heran dengan prilaku keduanya, namun hanya diam memperhatikan.


"Aduh.... dasarrrrr kau bintang, jangan pernah sebutkan lagi lelucon itu."


"Huahahahahahh baiklah elemen, aku juga sakit perut karenanya haduuuuuhhhhhhh tapi seru juga ha ha hahah."


"Siapa temanmu ini bintang?"


"Wuakakakaakaakakakakkakakk"


Keduanya kembali berguling guling di tanah, kata dewa begitu lucu bagi mereka.


Qing Shan mulai faham apa yang mereka tertawakan, orang pertama bernama bintang dulu dia seorang dewa bintang yg kuat dan yang lain mengatakan kalau dia adalah kaisar dewa elemen, kemungkinan kedua sosok ini dulunya dewa adalah benar adanya.


Sama seperti Qing Shan keduanya kehilangan kultivasinya dan menjadi manusia biasa.


"Apakah aku juga akan berakhir seperti kedua orang ini.?"


Qing Shan bertanya dalam hatinya


Seiring waktu datang beberapa pria yang lain lagi, ketika bintang dan elemen memanggil mereka dengan sebutan para dewa, maka abu di tempat itu menjadi begitu banyak karena banyaknya manusia yang berguling guling di tanah.


Kata dewa dan dewi menjadi hal yang begitu tabu bagi mereka, kata yang seolah tak boleh di ucapkan sembarangan di tempat itu.


Qing Shan lalu menatap langit yang sekarang tampak sangat tinggi baginya, baru saja beberapa saat yang lewat dia masih bisa terbang tinggi di atasnya, tapi sekarang dia sudah berubah total menjadi manusia biasa


Qing Shan kemudian meninggalkan orang orang yang sibuk dalam kegilaan tawanya itu.

__ADS_1


"Hahhh sepertinya segalanya akan sedikit lebih sulit sekarang."


Qing Shan masuk ke sebuah warung makan yang ada disana.


"Tampaknya kau adalah orang baru nak, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya.!"


"Yah begitulah, aku baru sampai."


"Dimana pemberhentian terakhirmu?"


Seseorang yang ada di kedai itu ikut menimpali pembicaraan.


"Di ladang pak tua bintang."


"Oh... berarti basis terakhirmu adalah pendekar dewa pemula puncak menengah, dewi bunga jauh lebih kuat darimu sebelumnya, dia berhenti terbang persis di tempat kau duduk saat ini."


"Apakah kau pemilik alam jiwa dewa?"


Yang lain ikut bertanya dan menatap Qing Shan dengan sorot mata yang tajam.


"Ya." Jawab Qing Shan tanpa ragu


"Hahahahhahahahahhhhahhhhhhh."


Qing Shan lagi lagi dibuat heran dengan sikap orang orang ini.


"Kenapa anda tertawa pak tua?"


"Haaahhhhhh... ini memang sangat lucu dan memalukan nak, karena kami semua yang ada di dataran ini, sebelumnya juga adalah pemilik alam jiwa dewa.


"Apaaaa?"


"Ya, itu benar bagaimana kabar air telaga kahyangan dan gubuk tua yang ajaib itu?


Apakah kau telah memberikan orang lain minum dengan air itu?


"Ya, aku sudah berikan ke banyak orang."


"Sempurna maka pemilik alam jiwa yang baru akan lahir kembali, saat kita semua pemilik yang lama berada disini."


Qing Shan makin terkejut dengan semua isi yang diperbincangkan ini.


"Anak muda...!.Kau akan tinggal dimana setelah ini?"


"Hahhhhhh.... aku belum tahu pak tua, sebab aku masih akan berusaha mencari jalan keluar dari sini."

__ADS_1


"Anak muda hawa disini sangat dingin di malam hari, kau akan mati jika berada di luar saat malam hari nak, sebaiknya kau menginap di tempatku."


"Baik aku begitu akan merepotkan pak tua kalau begitu."


__ADS_2