
Di gubuk reot milik wanita desa Suciehn, tampak wanita yang tadinya meraung dan meracau tak jelas arahnya, telah sadar dari pingsannya setelah tadinya peredaran darahnya ditotok oleh pelayan Qing Shan.
"Yuan'er ...... Jia'er!"
Yang pertama wanita itu lihat dan sebut, setelah sadar dari keadaan pingsannya adalah kedua orang anaknya.
Wanita itu ingin sekali mendekat dan memeluk anaknya, tetapi badannya terlalu ringkih dan lemah, sehingga menolak keinginannya untuk bangkit.
"Ibu....!"
"Yuan'er ...... Jia'er!"
"Ibu ...."
Akhirnya kedua anak itu yang datang untuk memeluk tubuh ringkih ibu mereka, yang terlihat begitu memprihatinkan itu.
"Aroma makanan ini, sungguh ini adalah aroma makanan yang sudah begitu lama sekali, tidak pernah melintas di indra penciumanku.
Dari mana aroma makanan ini berasal...?"
Wanita itu sempat bertanya tanya dalam hatinya.
Dia tertegun menyadari adanya aroma sup, yang masih bisa tercium dari tubuh dua anak, yang sangat disayanginya tesebut.
Untuk beberapa saat wanita dan kedua anaknya itu terus berpelukan, sebelum kemudian si ibu mulai menyadari adanya sosok lain di gubuk itu.
Melihat tatapan bingung wanita tersebut pelayan Qing Shan, bernama Nam Kui Nu lalu datang perlahan mendekat.
"Nyonya..! Anda tidak perlu khawatir.
Kedua anak anak nyonya baik-baik saja disini bukan...?
Jangan khawatir tidak ada yang akan mengambil mereka dari anda."
Nam kui nu menenangkan wanita itu, agar tidak panik kembali seperti saat sebelumnya.
Wanita yang memang telah melihat keadaan dua anaknya yang baik baik saja, saat ini cenderung menjadi lebih tenang.
Tubuh kurus kering yang hampir tanpa daging dan cuma tinggal tulang itu, sangat tidak enak dipandang mata, sebab akan mendorong aliran air mata siapapun yang melihatnya.!
Kedua anak wanita itu berseru dengan sangat bahagia.
"Ibu ..! Bibi ini adalah orang baik yang memberi kami makanan.
Paman itu juga bukan orang jahat, ibu jangan takut lagi."
Setelah ucapan anaknya terlontar, sisa kemelut yang masih ada di hatinya telah menghilang seluruhnya dan wajah bersahabat lebih tampak menghiasi wajahnya, daripada raut kecemasan yang telah begitu lama bertengger, sebagai cerminan wajah yang mulai menua itu
"Nyonya...! perkenalkan saya adalah Nam Kui Nu.
Nyonya.
Kalau boleh tahu, kenapa keadaan anda sampai begini.?"
Nam kui nu bertanya kepada wanita malang itu.
"Nyonya, sebelumnya saya merupakan budak yang dipekerja paksakan di tambang emas.
Beban pekerjaan yang begitu berat, sangat tidak sesuai dengan kondisi yang bisa diterima oleh tubuh saya, yang memang sejak awal telah menderita sakit.
__ADS_1
Hal itu kemudian memperparah keadaan saya, sehingga saya menjadi seperti sekarang.
Keadaan yang sakit sakitan, sehingga bahkan sangat sulit untuk bisa berjalan dengan baik, hanya membuat saya menjadi beban bagi warga lainnya yang ada di sana, karena hanya akan sibuk mengurusi saya.
Hal itu membuat pengawas merasa pusing, lalu memutuskan untuk membiarkan saya tidak lagi ikut bekerja.
Mereka mengantarkan saya kembali ke gubuk yang keadaannya tidak lebih baik sedikit dari sarang hewan ini.
Wanita malang itu menjelaskan, seperti apa keadaan yang membuat tubuhnya kemudian bisa sampai seperti demikian.
"Awalnya saya juga heran kenapa sampai dikembalikan ke rumahku yang kecil ini, karena banyak dari kami sebelumnya yang dibiarkan mati begitu saja, bekerja sampai mati di pertambangan.
Namun kemudian melalui teman-temanku yang lain, aku mengetahui kalau aku bisa dikembalikan ke rumah gubuk ini, tidak lain adalah karena bisikan seorang wanita 'mainan' pengawas utama yang memintanya demikian.
Wanita baik itu mendorong pengawas itu untuk melakukannya, karena kasihan dan juga simpatik pada nasib sepasang anakku ini."
Wanita malang itu menunjuk kedua anak yang kini memeluk ibunya yang tampak begitu memprihatinkan itu.
Ingatan wanita itu tiba tiba teringat kembali pada sosok Qing Shan dan Gong Lam.
"Nyonya...!
Sebelumnya kalau tidak salah saya melihat kehadiran seorang pemuda tampan dan seorang pria asing lainnya.
Yang mana keduanya sempat membuat saya dan kedua anak saya takut, bahkan sampai membuat saya sendiri menjadi tidak sadarkan diri.
Kalau boleh tahu kemana pria muda bersama temannya itu..?"
"Oh ya nyonya, tadi saya baru memperkenalkan nama saya yang adalah Nam Kui Nu.
Sebenarnya saya ini adalah pelayan tuan Qing Shan, yaitu pemuda yang anda sebutkan anda lihat sebelumnya dan pria lain bersamanya itu adalah pelayan tuan juga, yang sama seperti saya, orang itu namanya Gong Lam."
Wanita itu berucap sambil berusaha untuk duduk, tetapi dicegah oleh Nam Kui Nu .
"Uhhh .... sebaiknya nyonya tidak usah terlalu memaksakan diri dahulu."
" Lalu dimanakah tuan yang berhati mulia itu?"
"Sebentar lagi juga pasti tuan akan datang"
Mendengar telah ada komunikasi yang baik antara pelayannya dengan ibu dari dua anak yang ditemuinya, Qing Shan yang memang mendengar semuanya sedari tadi, kembali memasuk gubuk itu dengan perlahan.
Qing Shan kemudian duduk di atas tumpukan kayu bakar.
Melihat itu si wanita pemilik rumah, mencoba bangkit untuk memberi hormat tetapi tubuhnya sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama.
"Tuan...!" Ibu dari anak tersebut bicara dengan deraian air mata.
"Iya saya mendengar anda nyonya.
Anda tidak perlu lagi takut seperti sebelumnya, kami ini adalah orang orang yang baik, kami datang untuk membantu dan menyelesaikan permasalahan Nyonya.
Termasuk membantu semua warga di kampung ini."
"Maafkan saya tuan.
Keadaan kami benar-benar buruk belakangan ini, kami sering sekali bertemu dengan orang-orang yang jahat, sehingga kami sampai tidak lagi bisa membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang jahat.
Mohon tuan tidak merasa tersinggung dengan hal itu."
__ADS_1
"Tdak apa-apa, saya justru merasa simpati kepada nyonya dan warga desa ini, bagaimana mungkin saya bisa tersinggung...?"
Qing Shan mengeluarkan sebotol kecil air telaga kahyangan yang memang memiliki khasiat pemulihan tubuh, baik itu bagi manusia biasa maupun para kultivator.
Nam Kui Nu langsung tanggap dan membantu wanita yang bernama Ruan Xiao itu untuk meminumnya.
Perlahan vitalitas tubuh Ruan Xiao berangsur pulih dan tenaganya yang telah lama terkuras, seolah telah berangsur pulih dan kembali normal.
Wanita itu mulai bisa duduk untuk menghormati keberadaan Qing Shan, dia merasa tidak layak untuk terbaring, disaat sosok pria yang kini sangat terhormat dalam penilaiannya ini, berada di depannya.
"Nyonya anda tidak perlu berbuat begitu.
Silahkan anda berbaring saja.
Oh ya nyonya..!
Dari pembicaraan anda berdua sebelumnya, semestinya anda sudah tahu nama saya.
Nyonya tidak perlu bicara banyak hal, sebab saya sudah tahu persis keadaannya.
Melalui kesadaran jiwaku, aku telah faham keadaan desa Suciehn ini.
Teriakan panjang pengawal pertambangan, yang saat ini diberi pelajaran oleh para pengawalku, yang suaranya bisa aku dengar dari sini, juga sudah menjelaskan keadan di pertambangan.
Singkatnya kalian sudah bebas sekarang,
kedepannya desa ini akan dipulihkan.
Nantinya dua pelayan saya saya akan memantau serta akan menjaga kalian disini."
"Terimakasih tuan semoga surga memberkati tuan, kami tidak akan pernah melupakan kebaikan ini sampai mati."
Kali ini Ruan Xiao telah bisa membungkuk memberi hormat pada Qing Shan.
"Gedebuk ..... "
Suara lutut yang menyentuh tanah terdengar di ruangan itu
"Tuan...!
"Ada apa pelayan Nam kui nu?" tanya Qing Shan dengan heran.
"Tuan anak saya telah mati ketika berada dalam penderitaan panjang di tahanan penjara bawah tanah sekte racun kematian, kini saya melihat kedua anak ini mengingatkan saya pada anak saya.
Bo .. bolehkah saya membawa mereka dan saudari Ruan Xiao ke alam kecil tuan?"
Ucapan Nam Kui Nu membuat Qing Shan mulai memahami sikapnya yang tiba tiba berlutut di hadapannya.
" Pelayan Nam Kui Nu..! kamu boleh membawa mereka, hanya saja pastikanlah lebih dahulu apakah mereka mau..?
Aku akan keluar, Gong Lam Hui dan Chen Sui Han serta Chen Sui Bai sudah sedari tadi menunggu, selama itu gunakan waktu untuk menjelaskan pada mereka seperti apa itu tempat yang akan dituju dan segala peraturan yang ada di dalamnya."
Selesai mengucapkan itu Qing Shan hendak pergi sebelum kemudian dia berkata
"Satu lagi aku tidak begitu suka orang yang usianya lebih tua dariku, berlutut padaku seperti yang baru saja kamu lakukan."
Selesai mengucapkan itu Qing Shan hilang dari tempat tersebut.
Nam Kui Nu kemudian berdiri sambil membungkuk memberi hormat dengan cara yang tidak lagi tuannya benci.
__ADS_1
Lalu dia menghadap Ruan Xiao dan kedua anaknya dengan mata berbinar dan mulai menjelaskan segalanya.