
Ada hal berbeda dari langkah yang Qing Shan ambil, sejatinya penentuan tuan kota itu adalah wewenang kekaisaran, tetapi kekuatannya yang begitu menakutkan untuk ukuran manusia alam bawah dan hubungannya yang berkembang pesat dengan baik pada kekaisaran, membuat langkah yang diambilnya di wilayah tersebut, seolah bukan sesuatu yang salah dimata penguasa.
"Baiklah semuanya ayo tambah makanan dan minumannya."
Qing Shan beramah tanah dengan semua tamu undangan di aula balai kota Shunzhuan.
Seluruh petinggi kota Shun Guojia yang di pegang keluarga Huang dan tuan kota Suciehn yang merupakan pelayan Qing Shan dan seluruh warga kota Shunzhuan serta penguasa kota Zhuangnam dari keluarga Qin hadir saat itu
Semua warga alam jiwa juga keluar merayakan peresmian kota Shunzhuan dengan tuan kotanya yang bernama Luo Pangzi, tidak lupa Lin'er dan Lan'er juga hadir disana setelah keluar dari pelatihan tertutupnya mereka terlihat antusias dengan keluarganya masing masing, kekuatan mereka telah meningkat pesat.
"Yang mulia kaisar memasuki ruangan"
Seorang petugas istana beteriak kencang
"Apa,... yang mulia kaisar juga hadir?"
serentak semua berlutut kecuali Qing Shan dan para bawahannya, tetapi Kaisar Han Zhuang tidak keberatan dengan itu, seluruh rombongan kaisar sudah diberitahu sikapnQing Shan yang begitu, agar tidak sampai terjadi kesalah fahaman.
"Ayah....!" pangeran mahkota mendatangi ayahnya.
Melihat itu Qing Shan juga datang dan menangkupkan tangannya dengan posisi sedikit membungkuk
"Yang mulia Kaisar..!
"Ah patriak agung, anda terlalu merendah diri, apa sebutan yang cocok saya pakai memanggil anda...?"
"Yang mulia bisa memanggil saya apa saja, karena pangeran adalah saudara saya, maka yang mulia juga bisa memanggil saya anak atau dengan nama saya Shan'er, jika berkenan."
"Ha..ha..ha..hahahh... apa yang Nian'er sebut benar adanya, nak Shan'er orang yang begitu menakjubkan, dengan kekuatan seperti itu tetapi dengan sikap yang rendah hati begini..luar biasa.. "
" Yang mulia terlalu baik, mari duduk yang mulia."
Kaisar di arahkan ke kursi kehormatan yang sengaja disediakan.
Setelah semua orang yang berkompeten menyampaikan beberapa buah patah kata yang menjadi bahagian mereka, Qing Shan mengungkapkan bahwa sekte Dewa Shunzhuan telah hadir dan berpusat di kota shunzhuan dan memilki cabang disetiap kota di wilayah itu .
Dan mengumumkan pernikahan tuan kota Luo Pangzi dan Mei Yin juga pengawal utama Gong Lam Hui dan Xin Thien.
Setelah selesai melakukan upacara sakral pernikahan dan penghormatan pada leluhur dan juga langit, semua orang masuk acara santai dengan berbicara pada orang yang mereka pilih untuk berbicara.
"Selamat ya sobatku gendut, bekerjalah dengan baik, sekte dewa Shunzhuan akan mengawalmu...!
"Sobatku Qing Shan, sungguh aku bukan siapa siapa tanpamu."
__ADS_1
"Hei.... apa yang kau katakan, kau adalah sobatku.
Desa ini adalah tempat kelahiran kita, sudah wajar engkau jadi tuan kota disini, pastikan semuanya baik baik saja, sudah jangan mulai berbicara melantur , ingat kau sekarang adalah tuan kota.
Selamat juga atas pernikahanmu, cepatlah berikan anak yang banyak yang akan memanggilku paman ...ha..hahahh."
Selamat ya kak Mei Yin, paman Mei Jian dan juga bibi, bagaimana sudah lega, mereka akhirnya menikah?"
"Shan'er kami berhutang sangat banyak padamu."
"Paman apa yang paman katakan, tidak ada hutang dalam keluarga, kecuali paman tidak menganggap aku sebagai anakmu."
"Jangan ucapkan itu Shan'er", ayah Mei yin menumpahkan air mata.
"Maafkan aku yang membuat paman menjadi sedih di hari bahagia ini."
Qing Shan menggenggam tangan Mei Jian.
"Tidak Shan'er aku bahagia sangat bahagia, izinkan aku berterima kasih agar hatiku tenang."
"Baikah paman, selama itu menjadikan hati paman merasa lebih baik.
Aku pamit mau mengucapkan selamat pada Gong Lam Hui."
"Qing Shan pun pergi kepada kumpulan para pengawal dan anggota sekte dewa Shunzhuan, yang secara bergantian telah
mengucapkan selamat pada Gong Lam "
"Melihat Qing Shan datang Gong Lam Hui segera berlutut, dengan mata berkaca kaca dia berucap; "Tuan....!
"Hei bangunlah, tidak baik pengantin menangis hahhahahahhahahh,."
Lalu dia memeluk Gong Lam, dan berkata
"Kita ini keluarga ingat itu..!
Air mata Gong Lam semakin deras, dia faham tanpa Qing Shan dia hanya akan membusuk menjadi budak di sekte racun kematian sampai menjemput ajal.
"Jangan menangis di hari bahagia ini saudaraku Gong Lam."
Qing Shan menepuk bahu Gong Lam.
Kalaulah kata hati Gong Lam hui saat itu diikuti, aliran perasaan yang Gong Lan alami, saat itu dengan semua perlakuan Qing Shan padanya maka dia merasa sangat akan rela kalau harus menghadapi badai topan apapun demi tuannya, dan siap menjadi tameng bagi tuannya ini, tubuh dan kakinya bergetar, saat ini barulah dia faham perasan apa yang membuat tuannya yang sangat kuat itu sampai bergetar tubuhnya saat pertama kali bertemu dengan si gendut Luo Pangzi.
__ADS_1
" Baiklah bersenang senanglah dan jangan pikirkan pekerjaan beberapa waktu ke depan."
"Istri Gong Lam dan ibu angkatnya yang merupakan tetua sekte aliran putih sebelum melebur ke dalam sekte Dewa Shunzhuan juga hadir disana.
"Terima kasih patriak agung ucapnya, jangan sungkan bibi, sekarang kita adalah keluarga."
Ucap Qing Shan dengan begitu lembut.
Hari itu Qing Shan menyapa semua orang orang, menunjukkan rasa kasih yang tulus dan sikap kekeluargaan yang menyentuh dan menghangatkan semua hati orang orang terdekatnya disana.
Kaisar yang telah lama ditinggal dan seolah telah diabaikan tidak pernah melepaskan pandangannya dari Qing Shan ketakjubannya pada pemuda ini sulit dia lukiskan, Pangeran Han Nian yang melihat sorot mata ayahnya, mengira ayahnya tersinggung dengan kelakuan Qing Shan
dia merasa sedikit khawatir.
Untungnya tidak begitu lama Qing Shan kembali datang menuju ke tempat mereka.
"Ah ayah.... maafkanlah anakmu ini, mereka telah begitu lama berbuat banyak hal padaku, jadi aku ingin menunjukan ketulusanku pada mereka di hari istimewa ini, sehingga hampir lupa keberadaan ayah, tiba tiba Qing Shan berlutut, semua heran dengan insiden yang terjadi secara mendadak dan tidak biasa ini, termasuk kaisar dan semua orang orang yang hadir disana.
Kaisar menatap Pangeran Han Nian seolah meminta jawaban bukankah pangeran sebelumya telah menyebutkan orang ini tidak pernah mau berlutut pada orang lain ?"
Qing Shan sendiri tidak tahu kenapa kata "ayah" itu tiba tiba meluncur dari bibirnya dan kenapa tiba tiba dia berlutut.
Tapi sikap rendah hatinya tidak membuat dia malu dengan kejadian itu, toh pangeran Han sudah dia anggap saudaranya maka ayah saudaranya tentu ayahnya juga, Kaisar Han sangat tersentuh dan segera merangkul Qing Shan dan dengan sesenggukan.berkata
" Anakku....!"
Hati Pangeran Han Nian juga bergetar melihat itu, seolah darahnya berbicara sejak awal saat pertama kali bertemu dengan Qing Shan.
Akhirnya dia ikut bergabung merangkul keduanya.
Hari berubah menjadi mendung tak lama sesudahnya turun hujan yang cukup lebat seolah alam ikut merasakan badai emosi di ruangan itu.
Kaisar melepaskan pelukannya, hatinya masih menolak dan ingin terus dalam posisi itu, tetapi pikirannya menyadari dimana mereka saat ini berada.
Acarapun berlanjut emosi sedih berubah menjadi canda tawa, semua makan di ruangan besar aula balai kota.
Di sela sela acara itu kaisar menghubungi ratu yang memang tidak ikut pada saat itu dan menceritakan insiden singkat antara dia dengan Qing Shan dan semua luapan perasan yang sulit untuk dia lukiskan.
Mendengar semua penuturan suaminya ratu yang saat itu sedang makan di meja kebesaran raja, tanpa sadar menjatuhkan priringnya.
Dengan setengah berteriak dia menyuruh pelayannya menyiapkan kuda dan berangkat begitu saja ke kota Shunzhuan dalam kawalan para pengawal kerajaan.
# ada apa ya dengan mereka ?🤔 #
__ADS_1