
Setelah terkepung oleh manusia pasir, seluruh perkampungan dan manusia pasir itu berhamburan ke udara lalu menyatu menciptakan badai yang sangat kuat, Qing Shan berdiri kokoh memegang kedua wanitanya badai semacam itu bukan lagi hal yang bisa merepotkan dirinya.
"Bam....tang...dummm."
"Hantaman demi hantaman terus terjadi gesekan pasir dan pelindung menciptakan suara yang terdengar sambung menyambung, merasa badai itu tidak akan ada habisnya, Qing Shan menghisap semua pasir badai itu dengan jurus pelahap kehampaan perlahan energi yang besar melahap semua badai pasir itu dan memasukkannya ke dalam ruang kehampaan.
Badai segera berlalu dan mereka kini berada di sebuah daerah bersalju yang sangat dingin.
"Lin'er, Lan'er biarkan array pelindung ini tetap menutupi kalian, sebab seharusnya tempat ini akan sangat dingin bila tanpa pelindung dan lagi kita tidak tahu apa yang ada di tempat ini."
"Baiklah..!" Ucap keduanya.
"Ayo kita berjalan, sepertinya tempat ini cukup sunyi."
Baru saja Qing Shan mengatakan tempat itu sunyi, ribuan tombak es dan juga panah meluncur ke arah mereka dengan cepat, menyadari hal itu Qing Shan menghadang semua serangan itu dengan jurus pukulan telapak guntur pemusnah.
Ribuan tombak es itu meleleh dan musnah dihantam oleh ledakan energi petir, yang di iringi guntur yang menggelegar,
"Shan'er sepertinya serangan ini tidak akan habis kalau pemicunya tidak kita hancurkan."
"Benar Lin'er namun aku yakin serangan ni akan berhenti, sepertinya serangan ini datang dari beberapa alat pemicu yang ada di puncak puncak bukit itu, persis setelah serangan ini berhenti kalian berdua hancurkan masing masing beberapa alat pemicu yang ada dan aku akan membereskan beberapa pemicu sisanya."
"Baik kak Shan'er."
"Sekarang......!"
Qing Shan lalu melesat dengan cepat dan memegang pedang yang dia ambil dari cincin ruangnya, lalu melesat secepat kilat memotong semua alat pemicu yang dia datangi, sehingga menimbulkan suara ledakan yang menghancurkan salju tebal, yang telah menggumpal dan mengeras di tempat itu, menjadi bongkahan bongkahan es berukuran besar.
"Nah semua pemicu itu telah hancur dan kita bisa melanjutkan perjalanan denagn tenang tanpa harus menghindari berbagai serangan."
Ketiganya lalu melesat dengan kecepatan pendekar alam semesta tahap menengah, selama beberapa hari mereka melesat dengan kecepatan pendekar semesta, tidak ada lagi hambatan yang berarti.
Di tempat itu tidak ada manusia sama sekali, kecuali hanya beberapa hewan biasa yang tidak termasuk hewan beast yang punya kekuatan, tetapi hewan hewan ini memiliki bentuk yang berbeda dengan yang biasa mereka temui di alam benua rendah."
Setelah berhari hari terus bergerak, mereka akhirnya sampai di suatu tempat dengan suasana baru yang berbeda dengan keadaan sebelumnya, tempat ini hangat tidak panas tidak pula dingin.
Kemudian mereka menemukan perkampungan dimana manusianya sangat kecil kecil jika dibandingkan tubuh mereka bertiga, kampung itu cukup kumuh, rumah rumah disana terbuat dari kayu dan atapnya dari rumput kering, banyak sekali anak anak yang tidak memakai baju dan para orang orang dewasanya hanya memakai baju dari kulit kayu.
"Shan'er sepertinya rumah kayu yang ada disana adalah pedagang makanan, sebaiknya kita mencari beberapa informasi disana?"
"Baik kita kesana...!"
Qing Shan merasa cukup heran mereka ini adalah orang orang biasa yang tidak punya kekuatan, lemah tetapi sangat ramah kepada orang orang baru, tidak terbayang oleh Qing Shan jika seandainya yang datang itu adalah orang orang jahat seperti anggota sekte yang pernah dia musnahkan, maka akan jadi apa orang orang lemah ini, beberapa diantara mereka mendatangi Qing Shan lalu, mengatakan sesuatu dengan bahasa yang Qing Shan tidak faham sama sekali.
"Kakak Shan'er sepertinya mereka mencoba mengatakan sesuatu yang tidak kita fahami."
"Ya sebaiknya kita terima saja keramahan mereka dan lihat apakah kita bisa mendapatkan suatu petunjuk dari apa yang kita cari."
"Lan'er sepertinya para wanita disini sangat memperhatikan kita berdua."
"Ha..hah.. iya kak Lin'er, tapi entah apa yang mereka bicarakan."
"Mungkin mereka mengatakan kalian berdua sangat cantik he he."
__ADS_1
"Kalau itu bukan mungkin tetapi kami berdua memang sangat cantik, apalagi kak Lin'er."
"Ha...hahahahhh.... kau lebih cantik adik Lan'er."
Melihat ketiga orang itu tertawa riang, maka warga disana juga ikut tertawa terbahak bahak, sehingga menunjukkan gigi gigi mereka yang kuning, juga beberapa gigi mereka yang tampak berlubang.
Melihat itu Lin'er dan Lan'er merasa lucu, sehingga tertawa begitu keras, anehnya bukannya tersinggung orang orang yang Qing Shan temui, malah semakin keras tertawanya.
Lin'er dan Lan'er terus tertawa sampai perut keduanya sakit dan tawa mereka belum juga bisa berhenti.
Beberapa saat kemudian seorang pria yang tampak lebih besar dari yang lainnya yang juga tampak lebih mirip manusia biasa di kekaisaran Han menerobos masuk dan berdiri di depan Qing Shan.
"Tuan...! apakah tuan berasal dari desa Shunzhuan?"
Mendengar itu tawa Qing Shan dan dua wanitanya berhenti.
"Kau bisa bahasa kami?"
"Apakah tuan berasal dari desa Shunzhuan atau dari daerah lain di wilayah kekaisaran Han?"
"Ya... aku berasal dari Shunzhuan."
Orang itu lalu menangis dengan keras.
"Tuan... tolonglah bawa saya dari tempat ini, saya tidak tahan lagi di tempat ini."
"Tenanglah... coba ceritakan kenapa kau sampai ada di tempat ini?"
Suatu hari sesosok bayangan orang tua berbentuk cahaya menolong kami, dia mengatakan kalau dia sedang bertempur hebat di tempat lain, sehingga tidak bisa membantu kami untuk membunuh ke lima orang jahat dan bengis itu, tetapi orang tua yang baik itu mengirim kami ke tempat yang ternyata berbeda beda.
Saya beserta dua orang lainnya di kirim ke tempat ini tuan."
"Siapa namamu..?"
"Saya yuan weican tuan."
"Aku Qing Shan.."
Mendengar nama Qing Shan pemuda itu tertegun, berarti anda adalah putra dari keluarga tuan kota ?"
"Ya aku adalah putra keluarga Qing, apa kau tahu sesuatu tentang keadaan mereka .?"
Qing Shan mulai bersemangat.
"Tidak tuan, mungkin kami dilempar ke tempat yang berbeda, tetapi teman saya yang dua orang itu mengatakan mereka sempat bertemu dengan beberapa anggota keliarga Qing, sebelum kemudian dipisahkan oleh badai pasir yang sangat kuat tuan...!"
Mendengar itu Qing Shan menghembuskan nafas dengan kuat, harapannya langsung kandas.
"Baiklah, lalu dimana temanmu yang dua orang itu?"
"Mereka terjatuh ke sebuah jurang yang dalam tuan."
"Baik, ayo tunjukkan jurangnya kita akan kesana."
__ADS_1
"Apakah tuan akan membawa saya?"
"Bukankah tadi kau sendiri yang meminta ikut?"
"Tuan tidak akan membuang saya ke jurang itu bukan?"
"Apa untungnya aku membuangmu, kau dari desa Shunzhuan dan aku serta Lin Nu'shen juga dari sana."
Qing Shan menunjuk Lin'er.
Orang itu terbengong melihat Lin'er, "Anda nona kecil Lin?"
"Ya.."
"Apakah ini lukisan nona?"
Pria itu memberi batu giok berlukiskan wajah Lin'er kecil.
"Da...darimana kau dapat lukisan ini?"
"Dari seseorang bermarga Lin dia sebut ini adalah lukisan putrinya."
"Lin'er lalu, berteriak, apakah ayahku masih hidup?"
"Terakhir kami bertemu beliau masih hidup nona."
"Apakah ayahku menitipkan sesuatu?"
"Itu..... ya beliau menitipkan sesuatu, surat....yah surat.."
"lalu dimana suratnya?"
"Itu sudah sangat lama nona, dan aku sepertinya lupa meletakkannya dimana."
"Ayolah... coba ingat ingat aku mohon...!
tanpa sadar Lin'er menarik baju orang itu sampai robek.
"Lin'er kendalikan dirimu dia hanya orang biasa."
"Maaf.... maafkan aku, aku terbawa suasana."
Lan'er lalu memeluk Lin'er untuk menenangkannya.
"Kak Lin'er..!"
"Aku sudah tidak apa apa adik Lan'er, terima kasih."
"Oh ya... nona aku sudah ingat."
"Ayo...!"
Pria itu lalu membawa Qing Shan bersama Lin'er dan Lan'er ke sebuah tempat.
__ADS_1