
"Kak Shan'er!"
"Ya"
"Apakah kita sudah sampai"
"Begitulah Lan'er".
"Inilah desa kami bersama Lin'er"
"Pemandangan disini indah"
"Tidak seindah kalian berdua"
"Sejak kapan kak Shan'er pandai menggoda"
"Sejak hatiku di isi oleh dua kuntum bunga yang indah".
"Mari kita turun"
Saat mereka turun tampak desa Shunzhuan tidak lagi seperti saat terakhir kali dia dan si Luo Pangzi serta Mei Yin beserta ayah ibunya datang kesana.
Semua sudah berubah, semak belukar dan hutan kecil yang tadinya mulai menutupi desa telah disingkirkan seluruhnya.
Keluarga besar yang selama ini tinggal di alam jiwa menyambut mereka semua, keluarga besar alam jiwa ini adalah semacam penggerak perubahan pada desa dan kota yang baru di bangun oleh Qing Shan.
"Shan'er, mereka!"
"Salam nona, kami semua adalah pelayan tuan."
Tampak Nam Kui Nu muncul ke depan sebagai perwakilan dan pemimpin wanita warga alam jiwa, dia tersenyum dengan manis dan dengan hangat menyapa tuannya juga nona cantik yang bersamanya.
Sebagai warga utama alam jiwa mereka tahu betul bahwa Qing Shan adalah Raja mereka.
Mereka warga alam jiwa akan selalu memperlakukan Qing Shan sebagai rajanya walau sudah berada di alam luar, dan semua orang yang terhubung dengan Qing Shan akan menjadi tuan bagi mereka, tentu hal itu akan lebih istimewa lagi bila menyangkut wanita dari raja, yang akan mereka perlakukan sebagai ratunya.
"Bagaimana kehidupan di alam luar, enak bukan?"
"Ah.. tuan seolah kami ini tidak pernah saja hidup di alam luar."
Ucap Nam Kui Nu yang lebih berani berinteraksi dengan Qing Shan.
"Apakah kedepannya kalian akan akan tinggal di luar saja?"
"Tidak tuan!"
Ucap semua orang, bagi mereka orang awam alam jiwa tetap akan menjadi dunia paling aman.
jadi kenapa mereka harus memilih alam luar?
Alam jiwa adalah alam mimpi disana mereka tidak akan sakit, tidak akan lelah dan tidak akan terpengaruh oleh penuaan.
Alam jiwa sudah seperti syurga bagi orang orang ini, disana mereka bisa terbang walau terbatas dalam jarak yang cukup dekat sekitar lima meter dari permukaan tanah, namun itu sudah sangat membahagiakan bagi mereka, sudah lebih dari cukup dibanding alam dunia.
Saat mereka menaiki sebuah pohon disana lalu melompat ke tanah ketika akan mencapai permukaannya warga alam jiwa ini bisa mengepakkan tangannya maka itu akan terbang sejauh lima meter, sehingga tidak harus jatuh, selain di alam.jiwa itu hanya akan bisa terjadi di dalam mimpi.
Karenanya pertanyaan Qing Shan sangat sensitive bagi mereka.
__ADS_1
Hal itu tidak boleh di jawab sembarangan , rasa khawatir terlintas di hati semua orang sangat takut kalau ada diantara mereka yang salah jawab, sehingga semua akan berakhir di dunia ini dan tidak akan dikembalikan kesana, padahal jelas mereka ada di luar hanya karena ditugaskan bukan karena pilihan.
Mereka tahu betul kalau Tuannya masih akan melakukan perjalanan sampai ke alam Dewa di atas sana.
Kalau si tuan pergi ke sana maka tentu mereka juga akan ikut sampai ke alam dewa itu, apalagi yang lebih indah dari itu bagi manusiah biasa?
Maka jelas mereka akan selalu mengikuti tuan ini kecuali su tuan tidak lagi berkenan atas mereka.
"Tuan, kalau boleh setelah ini kami ingin kembali ke alam kecil."
Nam Kui Nu memberanikan diri mengatakan hal itu, kebun dan rumahnya telah cukup lama dia dan yang lain tinggalkan.
Meskipun buah disana tidak akan busuk hanya karena telah matang seperti di dunia, tetap saja dia rindu apa yang dia usahakan disana.
"Baiklah ."
Tapi sebelumnya kita selesaikan dahulu segala urusan di kota Shunzhuan ini.
"Terima kasih tuan". semua warga alam jiwa berucap terima kasih dan semua orang sangat bahagia.
Semua orang sangat senang dengan keberanian Nam Kui Nu, untuk meminta hal ini mewakili isi hati mereka semua.
"Tuan....!"
Tiba tiba dua orang anak kecil mendekati Qing Shan, mereka adalah warga baru disana, sudah diresmikan tetapi belum pernah masuk.
"Eh jia'er dan ini siapa, si tampan Yuan'er ya? lama tidak bertemu... he... he.
mana ibu?
"Saya disini tuan"
Qing Shan bertanya dengan nada bercanda, "Ah maaf tuan, kami begitu bahagia kembali bertemu dengan tuan setelah beberapa lama tidak bersua mari tuan, ucap Nam Kui Nu, mempersilahkan.
Qing Shan sangat menghargai hubungan ini dia adalah sosok yang telah kehilangan kebahagiaan sebuah keluarga sejak kecil.
"Kak Shan'er..!
Qin Mei Lan tidka sabar untuk bertanya
"Ya"
"Alam apa yang mereka bicarakan sejak tadi?"
"Oh itu, suatu tempat milikku, nanti kamu akan tahu sendiri setelah kita tiba disana."
Lan'er adalah orang yang paling banyak ingin tahu dan lebih banyak bertanya daripada Lin'er.
Mereka memasuki istana kota, tempat itu sangat luas dan megah dan ada satu bangunan yang cukup tinggi menjulang tinggi yang disebut sebagai "menara pandang"
"Dari sana orang orang biasa yang tidak bisa terbang bisa melihat seperti apa negeri itu dari atas.
"Qing Shan masuk ke setiap ruang dan sangat puas dengan segala sesuatunya."
"Tuan", suara Nam Kui Nu menarik perhatian mereka.
"Ya" Ada apa?
__ADS_1
"Makanan sudah disediakan tuan, semua orang sudah menunggu."
"Baiklah, kita semua harus makan yang banyak."
Qing Shan menarik kedua wanitanya dan berangkat ke ruang makan yang di ikuti oleh Nam Kui Nu di belakang.
Lalu semua yang hadir disana makan dengan penuh kebahagiaan.
Selesai makan dan membereskan.segalanya
Qing Shan berkata "Kita semua akan kembali ke alam jiwa dewa, tapi ingat..! saat peresmian kita semua akan keluar untuk meresmikan kota Shunzhuan."
"Siap Tuan"
Semua wajah sangat berbinar
"Sebenarnya aku belum berniat membawa kalian semua kembali, tetapi ratu Lin'er dan Lan'er tampaknya sangat penasaran dengan tempat itu, di tambah mereka akan melakukan latihan tertutup disana."
"Baiklah semuanya kita berangkat".
Tampak sejauh mata memandang hamparan bunga warna warni menyambut mereka, semua wajah berseri dan setelah pamit pada Qing Shan pergi ke rumahnya masing masing dengan terbang rendah banyak orang yang mulai mengepakkan tangannya layaknya burung yang baru belajar terbang.
Seketika artefak kapal kecil muncul dan baik Qing Shan dan dua wanitanya melompat ke kapal lalu berkeliling alam jiwa.
"Hari itu adalah hari paling indah bagi ketiga orang tersebut dan mereka kemudian pulang ke sebuah Rumah yang mengapung di antara awan.
Setelah dari sana Qing Shan mengantar Lan'er dan Lin'er ke telaga Kahyangan, lalu menjetikkan jarinya seketika sebuah pondok kecil tercipta disana lalu Qing Shan memasang tabir array ilusi.
"Lin'er da Lan'er aku tinggalkan kalian berdua disini untuk latihan tertutup.
Tempat ini sudah dipasang array ilusi kalian tidak akan dilihat oleh siapapun kalau ada yang perlu kalian hubungi aku lewat batu komunikasi, apa ada yang mau kalian tanya."
"Kak Shan'er "
"Iya Lin'er, ada apa tidak biasanya kamu yang bertanya?"
"Apakah benar, semakin tinggi kultivasi seseorang, akan semakin sulit untuk memiliki anak?"
"Ha..ha.ha..hah"
Tawa Qing Shan pecah mendengar itu.
"Apakah kau sudqh berencana untuk memiliki seorang anak sekarang Lin'er?
Aku bisa membantumu."
Qing Shan tersenyum jahat dan datang mendekat, tanpa sadar Lin'er mundur kebelakang.
Baik Qing Shan dan Lan'er tertawa dengan begitu keras.
"Kenapa kalian berdua menertawakanku ?"
tanya Lin'er dengan kesal.
"Lin'er dan kau Lan'er jangan ragu untuk meningkatkan kekuatan, kita diberkati surga dengan air telaga kahyangan ini, hal itu mungkin berlaku bagi kultivator lain tetapi kita tidak.
Baiklah aku pergi dulu, Qing Shan mengeluarkan inti beast, daun pohon spiritual jiwa surgawi, beberapa botol pil roh kultivasi dan pil roh pemulihan"
__ADS_1
Sesudahnya dia segera hilang dari pandangan keduanya.
...****************...