
Selamat membaca Para Reader
Liu Feng membasahi ujung anak Panah dengan minyak lalu dia membakarnya dengan menggunakan Sedikit Energi Api yang dia miliki
'Hehehe!' Tawa Liu Feng dengan licik
setelah Ujung Anak panah itu Terbakar Liu Feng langsung melemparkannya Kearah Pohon Yang diatasnya ada sang pemanah
Wushhh!!!
Clepp!!!
Setelah anak panah menancap dipohon, Liu Feng juga melemparkan sebuah botol berisi minyak kearah pohon
Terr!!!!
Minyak langsung menyebar keseluruh Pohon dan sekitarnya dan langsung terbakar juga
'Tidak!!!!' Teriak Sang Pemanah yang sedang berada diatas pohon
Dari Bawah Liu Feng Tersenyum tipis kepada sang pemanah setelah itu Liu Feng pergi meninggalkan sang pemanah menuju Penginapan
Sesampainya dipenginapan
Liu Feng juga segera pergi kekasir untuk memesan makanan
'Ayam Panggang satu Ya dan Susu segelas' ucap Liu Feng
'Siap!' ucap Kasir
Liu Feng Menjadi Sorot Mata semua orang yang sedang berada dipenginapan Karna ada sebuah Perban dipundaknya
lalu pemilik penginapan Menghampiri
Liu Feng dan bertanya kepadanya
'Nak Apakau tidak kenapa-napa?' Tanya Pemilik Penginapan
'Tidak kenapa-napa kok' jawab Liu Feng
'Tapi Perban yang ada dipundakmu itu Luka karna apa?' Tanya Pemilik Penginapan
'Hanya Cakaran Seekor Harimau saja' jawab Liu Feng
Keesokan Harinya saat Liu Feng sedang berjalan-jalan dikota ada seseorang yang mengikutinya
'orang yang mengikutiku dari tadi Kekuatannya Setara dengan Yue Ma ' ucap Liu Feng
Liu Feng pergi kesebuah Gang sempit
Orang Yang mengikuti Liu Feng juga langsung mengejarnya menuju Gang itu
Tapi Digang sempit itu Tidak ada Liu Feng yang membuat Orang itu kebingungan
'Ehh dimana dia? Tadi dia jelas-jelas pergi kegang ini' ucap Orang itu dengan kebingungan
__ADS_1
saat Liu Feng baru sampai digang tersebut dia langsung Naik keatap-atap rumah lalu
Liu Feng memerhatikan orang tersebut dari atas
'Sepertinya orang itu dikirim untuk membunuhku tapi siapa yang mengirimnya?' Tanya Liu Feng Sambil berpikir
'Kalo kelompok Yue Ma yang mengirimnya tidak mungkin karna mereka semua sudah tewas olehku kalo begitu pasti ini orang kiriman dari Kakaknya Gu Da' ucap Liu Feng
Orang itu pun pergi begitu saja
'aku mau membeli beberapa Buku Teknik' ucap Liu Feng
Liu Feng Pergi Kesebuah Jalan yang dipenuhi Oleh Pedagang Buku Teknik
'Aku harus berhati-hati Dalam membeli Buku Teknik Karna biasanya ada penjual yang Memalsukan Buku Teknik' ucap Liu Feng
Lalu ada seorang Kakek-kakek yang menawarkan berbagai barang dagangannya
'Heii! Anak muda Mungkin kau tertarik dengan barang daganganku' ucap Kakek itu
Liu Feng pun menghampiri kakek Itu Dan melihat-lihat Barang Dagangannya
'Hmm Banyak barang bagus disini' ucap Liu Feng
Lalu Liu Feng Merasakan Energi Kematian disebuah Cincin
'Itu bukankah Cincin Jiwa Giok Hijau!!' ucap Liu Feng didalam hatinya dengan terkejut
'Kau sepertinya Tertarik dengan Cincin Giok Hijau ini tapi Ini adalah Barang Palsu itu bukanlah Giok Asli' ucap Kakek itu
'berapa Harga Cincin Ini Kek?' Tanya Liu Feng
'Karna ini adalah Cincin Palsu jadi aku berikan Harga Hanya 2 Coin Perak saja' ucap Kakek itu
'Baiklah Ini 10 Coin Emas untukmu' ucap Liu Feng
'Tapi ini terlalu Banyak Nak' ucap Kakek itu
'Sudah ambil saja Kek!' ucap Liu Feng
'Lagipula Cincin Jiwa Giok Hijau ini bahkan tidak ternilai harganya' ucap Liu Feng didalam Hatinya
Liu Feng segera kembali kepenginapan
'Kegunaan Cincin ini adalah Menyerap Jiwa seseorang yang sudah Mati Jadi bisa dikatakan Kalo Cincin Ini adalah Artefak Ditingkat 5 Ini adalah Benda Yang cukup Langka di Alam Fana ini aku sungguh beruntung' ucap Liu Feng
Senjata,Pil,Array dan Jimat memiliki 1-9 Tingkat Dan juga memiliki tingkat Kualitasnya sendiri yaitu : Rusak, Rendah, Menengah, Tinggi, Sempurna
Penempa,Alkemis,Master Array dan Ahli Jimat Memiliki 1-9 Tingkat Juga
Artefak, Buku Teknik dan Bahan Pil memiliki Tingkatan Yaitu Biasa, Langka, Spesial, Raja, Bumi
Kembali Kecerita Utama
'Berarti Aku bisa menjadi lebih Kuat Dengan cara Menyerap Jiwa' ucap Liu Feng
__ADS_1
Liu Feng memakai Cincin Jiwa Giok Hijau itu dan secara Tiba-tiba Liu Feng merasakan Pusing dikepalanya dan Setelah itu Liu Feng bisa melihat secara langsung Jiwa orang yang sudah Mati
'aku bisa melihat Jiwa orang yang sudah mati sekarang, Kalo begitu aku harus segera pergi kedesa itu untuk Mencari Jiwa Ular Akasia' ucap Liu Feng
Liu Feng segera pergi kedesa Keluarga Fu dan mencari Jiwa Ular Akasia yang sudah dia bunuh 'Mau kemana kau Jiwa Ular Akasia' ucap Liu Feng
Liu Feng segera Menyerap Jiwa Ular Akasia itu kedalam Cincin Jiwa Giok Hijau dan memurnikannya segera
Keesokan Harinya Liu Feng berhasil Mencapai Tingkat Penempaan Tubuh Level 2
'menyerap dan memurnikan Jiwa Ular Akasia hanya membuatku naik 1 level' ucap Liu Feng
'Kalo aku menyerap Jiwa Yang Basis Kultivasinya Lebih besar Dariku kemungkinannya Cukup Mustahil jadi aku tidak bisa sembarangan Menyerap Jiwa' ucap Liu Feng
Fu Xhen yang melihat Liu Feng sudah selesai dari kultivasinya langsung mengahampiri Liu Feng
Fu Xhen yang tidak bisa Melihat sebuah Jiwa pun merasa aneh oleh apa yang dilakukan oleh Liu Feng tadi
'Kau tadi itu kenapa Liu Feng, tadi kau berlari seperti mengejar sesuatu lalu dengan aneh kau berkata, Mau Kemana Kau Jiwa Ular Akasia setelah itu kau tiba-tiba berkultivasi?' Tanya Fu Xhen dengan keheranan
'Ohh tadi aku hanya berimajinasi' Jawab Liu Feng
'wajar dia merasa apa yang kulakukan aneh karna dia tidak bisa melihat Jiwa' ucap Liu Feng didalam hatinya
'Aku pergi dulu Ya Fu Xhen' ucap Liu Feng
'Apa kau tidak mampir kerumahku terlebih dahulu?' Tanya Fu Xhen
'Tidak Terima Kasih aku pergi dulu Ya!!' ucap Liu Feng
Liu Feng pun pergi meninggalkan Desa itu dan pergi menuju Kesebuah Air Terjun
'Dia air Terjun itulah Tempat Yang bagus untuk berkultivasi' ucap Liu Feng
Tapi sebelum Liu Feng sampai dia air terjun, ada seorang Wanita Tanpa Memakai Pakaian Keluar Dari balik Air Terjun
'Apa!! Adegan macam apa ini!!' ucap Liu Feng yang kaget setelah melihat hal itu
Wanita Itu yang melihat Liu Feng juga Sontak Berteriak
'Kyaaa!!!! Mesum!!!!' ucap Wanita itu sambil membelakangi Liu Feng
Liu Feng juga sontak Menutup Matanya dan membelakangi Wanita Tersebut
'Ohh astaga Keadaan Macam Apa Ini?' Tanya Liu Feng didalam Hatinya
Wanita Itu Juga Segera Memakai Pakaiannya
'Apakah Sekarang aku boleh membuka Mataku?' Tanya Liu Feng
'Iyaa!!!!' Jawab Wanita itu dengan Kesal
'Apa Yang Kau rencanakan Dasar penguntit?' Tanya Wanita itu yang mengira kalo Liu Feng adalah seorang penguntit
BERSAMBUNG.....
__ADS_1