
Kehadiran Wun tao yang datang dengan melesat cepat tidak seperti biasanya, juga mimik wajahnya yang gelap dan suram membuat semua yang tadi tertawa riang menjadi lebih waspada.
Lu ming tampil ke depan.
"Saudara Wun tao...! ada apa kau datang begitu tergesa gesa."
"Saudara Lu ming, yang mulia kaisar dan ratu juga semua saudara yang ada disini, aku baru saja melihat kalau pembatas yang tuan kita perintahkan khusus aku jaga dan pantau sudah makin menipis, artinya kalau pembatas itu di terobos saat ini akan sangat mudah ditembus, walau oleh pendekar dewa tahap awal sekalipun."
"Saudara Wun tao...! apakah kau tahu kekhawatiran kita disini tentang keadan tuan yang mungkin sudah... haaaaahh..."
Lu ming membuang nafas dengan keras, dia sangat tidak suka mengatakan ini, tapi dia perlu memastikan pendirian sosok yang ada di depannya ini.
"Mungkin sudah mati menurutmu saudara Lu ming.?
Ha...hahahahahhhh."
"Melihat sikap dan mendengar perkataan Wun tao yang dengan mudah mengatakan kalau Qing Shan mati, semua oang menjadi waspada."
"Apa maksudmu saudara Wun tao?"
"Saudaraku Lu ming, mungkin kalian semua khawatir kalau aku akan berkhianat.
Tapi perlu aku pastikan pada kalian semua, bahwa kesetiaanku kepada tuan bukan hanya saat hidupnya, tetapi bahkan kalau tuan mati.
Aku berani bersumpah atas nama surga, siap di cabik cabik oleh kemarahan surga jika aku berkhianat.
Alasan aku tertawa adalah karena aku sama sekali tidak yakin kalau tuan sudah mati, apakah kau tidak pernah bertarung dengan tuan saudara Lu ming?
Dua kali aku sempat berpikir kalau tuan sudah mati saat kami bertarung, tapi apa yang terjadi?
ha..hahaha tuan selalu muncul kembali...he he aku sangat bangga dengan tuan kita saudara.
Percayalah saudaraku Lu ming, kebersamaan dengan kalian semua adalah kebahagiaan terbesar dalam kehidupan ku kali ini, kalaupun aku harus bereinkarnasi kelak, aku akan berharap semoga surga membuat jalan bagiku, untuk kita semua bisa bertemu dan dipersaudarakan lagi.
Tapi percayalah tuan masih hidup, kalian mungkin merasa khawatir karena hilangnya cap tanda jiwa tuan, tapi ini bagus sebab ini menjadi ujian bagi kita semua, untuk bisa melihat kesetiaan kita masing masing pada tuan dan sukurnya kita tidak melihat adanya wajah pengkhianat."
Mendengar semua penuturan dan sumpah Wun tao, semua orang menjadi lega, tidak ada satupun pengkhianat diantara mereka.
Kesetiaan Wun tao sudah terbukti.
Hal yang mereka pikir dan khawatirkan adalah, bahwa Wun tao tidak akan tahu kalau Qing Shan masih hidup sebab tidak terlemparnya mereka dari dunia jiwa.
Lalu karena ketidak tahuan itu, dia akan menggila menyerang semua orang, sebab diduga tidak lagi setia setelah menyangka Qing Shan mati.
Namun semua kehawatiran itu terbukti salah, Han zhuang sangat kagum dengan kesetiaan para pengawal anaknya dan kagum akan kemampuan Qing Shan yang bisa membuat mereka semua jadi seperti itu, bahkan Han zhuang tidak bisa menjadikan kesetiaan semacam itu pada hati selirnya.
Lu ming kemudian berbicara pada semua pengawal dan pelayan Qing Shan.
"Baiklah. Kesetiaan semua orang sudah terbukti, kini kepemimpinan pengawal tuan, kembali kepada saudara Gong lam.
__ADS_1
Ucapan saudara Gong lam adalah perintah bagi kita semua, walau secara kekuatan kami dengan saudara Wun tao saat ini berada di atas saudara sekalian, tetapi saudara Gong lam adalah pimpinan yang di tunjuk oleh tuan kita sejak awal.
Maka tidak ada kepatuhan pada tuan kecuali patuh juga pada saudara Gong lam dan itu berlaku selamanya, sepanjang saudara Gong lam tetap setia kepada tuan."
"Baik terima kasih atas semua kesetiaan ini, sekarang kita semua boleh kembali ke posisi masing masing.
Aku minta saudara Lu ming dan saudara Wun tao tetap berjaga jaga dan terus mengawasi portal ke alam benua tengah yang sudah menipis dan kita semua harus bersiap menjaga dan berjuang melindungi orang orang yang tuan cintai.
Aku sangat bangga bisa hidup dengan bersaudarakan kalian semua, maka aku tidak akan pernah menyesal kalaupun harus mati bersimbah darah dan tubuhku terkoyak koyak dalam tugas ini.
'Hidup tuan Qing Shan.......!!"
"Hidup tuan Qing Shaaaaaaan.....!!!!"
Suara menggelegar mengatakan hidup tuan Qing Shan setelah Gong lam mengakhiri ucapannya.
Semuanya memberi hormat pada ayah ibu dan seluruh kerabat Qing Shan lalu melesat pergi ke tugasnya masing masing.
Kini hanya tersisa Gong lam dari barisan pengawal yang ada di tempat itu.
"Gong lam "
"Saya yang mulia."
"Tidak tidak.. jangan panggil aku yang mulia, panggil aku ayah.
"Yang mulia ini?"
"Maukah kau jadi anakku Gong lam?"
"Yang muliaaaaaa.....!"
Gong lam bersujud tiga kali kepada kaisar Han zhuang.
"Ayah.... panggil aku ayah."
"Ayah... anak ini memberi hormat padamu, bukan aku tidak mau tapi aku hanyalah pelayan tuan."
"Gong lam semua anakku adalah anak yang patuh, Qing Shan sudah menganggapmu dan memanggilmu sebagai saudaranya, begitu juga Nian'er siputra mahkota yang merupakan anak terkecilku sangat bangga menyebut engkau saudaranya, maka tidak ada alasan bagimu menolak kecuali kau memang menganggap aku tidak pantas menjadi ayahmu."
"Ayah ...! anak ini tidak akan berani."
"Bangunlah Hui'er..!"
"Baik ayah."
"Hui'er.....!"
"Iya bu'.
__ADS_1
"Dimana menantuku?"
Gong lam hui lalu menatap Xin thien istrinya, yang berada di bawah rumah bersama warga alam jiwa lainnya.
Xin thien faham tatapan suaminya, lalu dia naik ke atas rumah dan berdiri di samping Gong lam, kemudian bersujud tiga kali.
"Bangunlah nak...!"
Ratu Ni Huan juga ibu Lin'er dan Lan'er serta Nam Kui Nu datang mendekat, memeluk dan memberi restu mereka, juga memberi hadiah berupa pakaian pakaian yang bagus kepada Xin thien istri dari Gong lam hui.
"Terima kasih ibu."
"Sejak hari ini kau harus bersama kita nak."
"Baik ibu."
"Saudari Thien'er."
Lin'er dan Lan'er datang mendekat dan memeluk istri Gong lam.
"Terima kasih saudari berdua sudah menerima saya sebagai saudari."
"Kami juga sangat bahagia saudari."
Gong lam menangis tanpa suara hanya ada air mata deras yang mengalir di pipinya.
Dia terbayang dirinya yang hanya budak dimasa lalu, kini dia bisa beroleh segala kemuliaan ini dengan berkah surga, yang membuat jalannya menjadi pelayan setia yang mengabdi pada Qing Shan.
Dia bertekad untuk menjadi lebih kuat agar bisa menjaga keluarga barunya ini, sebelumnya diapun telah menganggap keluarga ini sebagai keluarganya, namun peristiwa ini memberi nilai yang lebih lagi dalam hatinya.
Han Zhuang menepuk bahunya dan berkata....
"Anakku...! jaga dan rawatlah keluarga kita ini, jangan biarkan kesedihan menerpa setiap hati anggota keluarga kita."
"Ayah, anak ini akan menjaga keluarga kita dengan darah dan nyawanya."
"Baik tadi ayah beroleh pesan jiwa dari kakekmu temuilah dia dan tanya apa yang mau kakekmu sampaikan."
"Baik ayah, anak ini akan pergi."
Setelah memberi hormat pada ayah dan ibunya juga semua kerabat mereka Gong lam hui menatap istrinya."
"Biarkan putri menantuku bersama kami, saat kau tidak ada disini Gong lam."
Ratu Ni Huan berkata.
"Baik ibu....!"
Gong lam keluar dan melesat dari tempat itu menuju gubuk ajaib yang berada di dekat air telaga kahyangan.
__ADS_1