
Setelah kepergian 20 orang utusan klan Selatan, keadaan di ruangan itu menjadi lebih gaduh, masing-masing anggota klan sibuk berbicara dengan orang-orang yang berada di kiri dan kanannya.
Untuk sesaat patriak Wu Lingdao membiarkan semua orang membicarakan hal itu, sampai kemudian dia merasa sudah saatnya membahas segala sesuatunya dengan lebih matang.
"Saudara-saudara harap tenang karena kita akan mulai membahas hal ini sekarang, semua orang akan memiliki kesempatan untuk bicara.
Selain itu saudara Wu Mian dan saudara Wu Lun juga, nanti akan berbicara tentang apa yang terjadi dan yang kami alami pada hari ini, ketika berkunjung ke klan Barat untuk menggalang kekuatan.
Tapi sebelum hal itu disampaikan, sebelumnya kita akan mendengarkan dahulu bagaimana pendapat saudara Qing shan tentang sikap yang akan kita ambil terhadap klan Selatan.
Saudara Qing shan silahkan, kami ingin mendengarkan pendapat saudara."
"Saudara sekalian, sebenarnya yang paling berhak untuk menentukan sikap tentang menghadapi klan ini, adalah saudara semua terlebih lagi saudara Patriak, juga para tetua.
Tetapi karena memang anda semua meminta pendapat saya dan juga saya sudah menjadi saudara bagi semuanya, saya akan katakan pendapat saya.
Melihat kenyataan yang disampaikan oleh pihak klan selatan, baik itu melalui batu ingatan maupun isi pikiran mereka yang telah aku lihat.
Aku bisa pastikan bahwa mereka itu adalah benar-benar korban dan tampaknya tidak ada lagi alasan bagi kita, untuk menyerang mereka.
Malah sebagai rasa terima kasih atas perjuangan mereka menyelamatkan dan menyembunyikan beberapa orang dari anggota keluarga Wu, sangat pantas kalau kemudian kita membantu membebaskan dan memerdekakan mereka kembali.
Itu saja barangkali pendapat dari saya, lalu bagaimana pendapat dari tetua lainnya..?"
"Sebelum menanggapi saudara Qing shan, saya kira sejak saat ini tampaknya kita sudah perlu untuk mengangkat tetua Agung, saya rasa saudara kita tetua Wu Mian sangat cocok untuk menempati posisi itu.
Bagaimana menurut saudara yang lain...?"
Patriak Wu Lingdao menyelipkan topik pengangkatan Tetua Agung pada acara itu.
"Setuju... setuju... setuju."
Msyoritas yang hadir setuju dengan pendapat Patriak Wu Lingdao.
"Patriak kebanyakan dari para tetua setuju dengan tetua Wu Mian yang akan menjadi Tetua agung."
"Baiklah bagus kalau begitu.
Lalu Bagaimana menurut saudara Wu Lun..? Kami belum mendengar pendapat saudara."
"Kalau mengenai saudara Wu Mian yang yang akan menjadi Tetua agung, saya secara pribadi sangat setuju Patriak, selain saudara Mian yang cukup sabar dan cukup tenang dalam menghadapi tekanan, kemudian pula kekuatan dan kemampuan saudara Wu Mian juga berada di atas rata-rata dari para tetua lainnya.
Lalu kalau ditanya seputar pendapat mengenai klan Selatan, saya juga sangat setuju dengan pendapat saudara Qing shan, jadi itu saja barangkali dari saya Patriak.
Berikutnya nanti yang saya harapkan adalah, keputusan sikap kita untuk menanggapi penghinaan dari klan Barat."
"Baiklah saudara Wu Lun, kalau begitu terkait pengangkatan saudara Wu Mian sebagai tetua Agung, tidak ada masalah dan tidak ada penentangan dari kita semua, oleh karenanya jangan lagi ada pembicaraan-pembicaraan di luar dari apa yang sudah kita putuskan bersama.
Kemudian terkait dengan masalah klan Selatan, saya sebagai Patriak juga secara pribadi setelah melihat semuanya dan menyaksikan apa yang telah dipaparkan oleh 20 orang utusan dari klan itu, lebih condong untuk berpihak kepada mereka, daripada harus meneruskan niat kita untuk menyerang dan menghancurkan mereka.
Sebagaimana yang mereka katakan bahwa dalam waktu dekat ini, akan ada ratusan pasukan asli dari Klan mereka yang diturunkan oleh pihak klan Pusat, ini barangkali juga perlu kita perbincangkan bagaimana caranya untuk kemudian menyelamatkan mereka, serta memilih dan memilah mereka dari pasukan klan Selatan palsu atau yang merupakan kaki tangan dari klan iblis mogue.
Bagaimana pendapat para tetua yang lain...?
Apakah para tetua yang lain juga setuju kita akan berdamai dengan klan Selatan dan justru akan membantu mereka, ataukah akan terus melakukan pertempuran yang sebenarnya tidak punya alasan ini..?"
"Patriak saya rasa mayoritas dari tetua kitapun akan memilih untuk menghentikan niat maupun rencana untuk menyerang klan Selatan, jadi saya rasa dari pembicaraan kita tadipun sebelum memulai rapat ini, saya mendengar langsung para tetua yang lainpun, sudah mengatakan pendapatnya untuk mundur atau membatalkan niat menyerang klan selatan.
Sekarang yang belum kami ketahui adalah informasi tentang hasil pertemuan Patriak dengan klan Barat, kita semua menanti untuk mendengarkan kabar tentang itu."
"Baiklah tetua sebagai tetua yang usianya lebih tua dari kebanyakan kita disini, artinya dari penjelasan Anda kita semua sudah sepakat untuk menghentikan atau membatalkan rencana menyerang klan Selatan dan tidak ada lagi pembicaraan untuk itu setelah ini.
Saya putuskan kita akan membantu sebisa mungkin klan Selatan, kemudian melakukan penggalangan kekuatan, untuk bersekutu.
Nantinya kekuatan yang dihimpun dan disatukan ini, bisa kita manfaatkan untuk melawan musuh-musuh kita kedepannya, yakni siapapun yang barangkali akan berniat menyerang salah satu di antara klan kita.
Adapun mengenai hasil pertemuan dengan klan Barat, hal ini saya serahkan kepada saudara kita tetua Wu Lun yang barangkali sudah tidak sabar untuk menjelaskan ini, silahkan saudara Wu Lun anda jelaskan semuanya dengan gamblang dan jangan ada yang dikurang-kurangi maupun ditambah-tambahi, ceritakan semuanya."
"Baik terima kasih pada patriak yang memberikan saya kesempatan untuk menjelaskan hal ini.
Di hari yang menjelang sore ini, saya akan sampaikan bahwa pada pertemuan tadi pagi sampai siang di klan Barat, kami bertiga yang secara langsung maupun seluruh klan Wu milik kita secara tidak langsung, telah dihina diinjak-injak dan dipermalukan oleh klan Barat, yang mana kita tahu sebenarnya para leluhur kita punya pertalian darah.
Tetapi rupanya talian darah itu telah memudar seiring waktu, dengan lancang Patriak klan Barat si tua bangka Xi Cun zing itu mengatakan bahwa kita semua adalah anggota klan budak yang merupakan budak dari klan Selatan.
Dia menyebut kita merupakan orang-orang taklukan sehingga mereka mengatakan kita tidak pantas untuk bersama-sama dengan mereka lagi, sehingga mereka mempertanyakan penggalangan kekuatan semacam apa yang bisa kita usulkan..?
Mereka juga mengusir kami dengan secara kasar, lalu mengatakan Kita sejak saat ini tepatnya pada saat pengusiran itu sampai kapanpun tidak diizinkan lagi untuk menginjakkan kaki di wilayah klan Barat."
Begitu Wu Lun selesai mengucapkan kalimatnya suasana di ruangan itu segera dipenuhi dengan luapan energi.
Udara berdengung menunjukkan perasaan hati yang berbalut emosi dari seluruh peserta yang hadir, keadaan menjadi sesak dan raut wajah semua orang menjadi begitu jelek dan begitu marah mendengarkan kalimat itu.
Saudara-saudara sekalian saya minta saudara-saudara menarik kembali luapan energi yang terlepas dari tubuh saudara-saudara, kita harus jernih membahas ini kalau kita saling emosi begini, maka tidak akan ada hasil baik yang akan kita peroleh nantinya saya juga merasa sangat emosi tetapi kita harus berpikir jernih.
Selain itu saudara Qing shan juga ada di tengah-tengah kita, maka kita harus menghormati pahlawan kita.
Sekali lagi saya meminta dengan tegas semua orang untuk menarik luapan energi yang terlepas dari tubuhnya."
__ADS_1
Mendengar ucapan dari sosok yang telah dipilih dan disepakati sebagai tetua Agung itu, semua tertua dan anggota klan Wu yang ada di sana, kemudian menarik energi tubuhnya.
Qing shan kemudian melepaskan energi pemulihan dari pohon akar spiritual jiwa miliknya, aroma yang khas bisa dicium oleh semua orang, udara kembali menjadi sejuk dipenuhi oleh Aura langit dan bumi.
Masing-masing orang menjadi lebih tenang dan rasa sakit di hati mereka yang seperti tertusuk seribu duri itu berangsur-angsur menghilang dan semua orang merasa sangat nyaman, dengan satu kenyamanan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Semua orang merasa terobati dengan pancaran energi aura pohon akar spiritual jiwa yang disebarkan oleh Qing shan.
"Saudara Qing shan terima kasih atas energi pemulihan yang saudara berikan, Kami sekarang sudah menjadi lebih tenang namun apakah maksud dari energi yang saudara sebarkan ini, artinya saudara tidak setuju kalau kita akan menyerang klan Barat...?
Mohon saudara Qing shan berkenan memberikan arahan."
"Baik saudara Patriak.
Terima kasih saudara semua telah menghargai saya begitu tinggi.
Saya menyebarkan energi pemulihan ini, tujuannya tidak lain adalah agar ketika kita memutuskan sesuatu, itu tidak berdasarkan emosi tetapi memang sesuai dengan pertimbangan yang matang.
Setelah merasakan ketenangan dan kedamaian seperti ini, saya ingin bertanya kepada para tetua dan para anggota lainnya.
Apakah para tetua dan juga anggota klan lainnya masih setuju kalau kita akan menyerang klan Barat...?"
Mendengar pertanyaan itu semua orang terperanjat, sebab benar sekali memang setelah mereka merasakan kenyamanan di pikiran mereka, semangat untuk menyerang klan Barat sudah tidak semenggebu seperti sebelumnya.
Setelah melihat semua orang ragu dan tidak ada satupun yang menjawab, Qing shan lalu kembali buka suara.
"Kalau saya ditanya tentang pendapat saya pribadi, saya memilih keputusan agar kita menyerang dan menghancurkan klan Barat serta menunjukkan kepada klan Barat, siapa yang budak dan siapa yang raja.
Siapa yang ditaklukan dan siapa yang menaklukkan.
Artinya keinginan saya untuk memerangi klan Barat itu tidak akan surut sama sekali, meskipun sudah berada dalam keadaan tenang dan tentram seperti ini.
Ini adalah suatu hal yang berbeda, meskipun sejak sebelumnya kita telah setuju memutuskan untuk menyerang, tapi bila dalam keadaan emosi, maka hal itu hanya akan merugikan kita sendiri.
Kita tidak akan bisa menyusun strategi yang baik, maupun penyerangan yang bisa mematahkan punggung lawan, jika kita emosi.
Jadi kalau ditanya pendapat saya, saya akan setuju untuk menyerang.
Namun sebelum itu, saya mohon maaf dan mohon izin bahwa besok hari akan ada acara pelelangan di Balai Lelang yang ada di negeri timur alam Tiantang.
Saya adalah seseorang yang memiliki barang-barang untuk dilelang pada acara itu, sehingga kalaupun kita akan menyerang, saya minta hal itu untuk kita lakukan pada keesokan harinya, atau satu hari setelah selesai acara pelelangan, itu saja dari saya."
Mendengar pendapat itu Wu Lun yang memang sejak awal sangat ingin membalaskan rasa sakit hatinya langsung berdiri dan berseru.
"Saya setuju dengan pendapat saudara Qing shan, kita harus tunjukkan siapa kita sebenarnya.
Wu Lun kemudian duduk, lalu berturut-turut, beberapa tetua lainnya mengatakan pendapat yang sama, sehingga kemudian sampailah pada giliran tetua Agung yakni Wu Mian yang mengatakan kalau dia juga sepakat dengan usulan dan rencana untuk menyerang klan Barat.
"Kalau begitu melihat dari formasi suara yang ada, saya sebagai ketua atau Patriak klan Wu, akan mengukuhkan rencana ini bahwa kita akan menyerang Patriak klan barat dan seluruh anggota klannya yang telah merendahkan kita."
Aula pertemuan menjadi penuh sorak sorai, seluruh anggota klan yang tadinya merasa begitu teriris-iris hatinya, kali ini merasa begitu terhibur dan sangat senang dengan keputusan Patriak untuk meneruskan rencana menyerang klan Barat.
Selanjutnya orang-orang kemudian merencanakan penyerangan itu dan seperti biasa Qing shan bertindak sebagai ahli strateginya.
"Baiklah saudara semua, karena semuanya sudah selesai dan rencana kita sudah matang dalam hal ini, maka saya akan meminta izin untuk kembali dan memeriksa bagaimana persiapan yang ada di Klan baru kami.
Besok saya mungkin akan sepenuhnya berada di acara pelelangan, berikutnya kita bisa meneruskan apa yang telah kita putuskan pada rapat kali ini."
"Baiklah saudara Qing shan, terima kasih atas segala saran ide maupun rancangan yang telah saudara pikirkan.
Jika demikian esok lusa kita akan bertemu kembali pada tempat yang telah kita sepakati, silahkan saudara melanjutkan kegiatan saudara."
Qing shan lalu kembali ke tempatnya dan mengarahkan para bawahannya, untuk terus membersihkan lokasi yang akan menjadi markas pusat klan mereka.
Setelah melewati malam yang terasa begitu panjang, pagi harinya Qing shan bersama dengan Lu Ming dan juga Gong Lam, pergi untuk mengikuti acara pelelangan.
Adapun Wun tao dan dua chen bersaudara serta yang lainnya, meneruskan beberapa hal yang belum sempat selesai dan rampung mereka kerjakan sehari sebelumnya.
"Tuan Apakah kita akan berangkat sekarang ..?"
"Ya kita akan berangkat sekarang juga.
Saudara Gong lam Aku tidak sabar untuk melihat bagaimana bersemangatnya orang-orang yang akan mengikuti pelelangan itu dan aku juga ingin membeli beberapa barang berharga."
Baik Qing shan maupun Gong lam serta Lu ming, kemudian berangkat menuju pelelangan wilayah timur dengan melakukan perjalanan dengan cara terbang.
Ketiganya melesat cepat dan setelah berada tepat di luar daerah dekat pelelangan, Qing shan dan kedua orang kepercayaannya itupun turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
"Kenapa kita tidak mengendarai kuda saja Tuan, sudah lama juga Tuan tidak mengendarai kuda...?"
"Biar saja kita berjalan saudara Lu ming, karena dengan berjalan begini orang-orang tidak terlalu memperhatikan kita dan kita juga tidak menjadi pusat perhatian."
"Baiklah saya mengerti maksud Tuan."
Ketiganya terus berjalan dan setelah sampai di depan Balai pelelangan, para petugas yang berjaga kemudian meminta tanda pengenal sebagai peserta lelang.
Qing shan yang telah mendapatkan token istimewa sebagai anggota kehormatan dari Balai Lelang itu, kemudian menunjukkan tokennya yang membuat penjaga itu seketika terkesiap.
__ADS_1
Sikap dari penjaga Balai Lelang itu seketika berubah terhadap Qing shan dan dua bawahannya, token itu merupakan jenis token istimewa yang langsung merupakan pemberikan ketua Balai pelelangan, melalui managernya untuk orang orang istimewa.
Yang artinya pemegang token itu sangat terhormat dan terpandang di balai pelelangan itu.
"Sebelah sini Tuan, silahkan saya akan langsung mengantarkan Anda ke ruangan anda."
"Baik terima kasih penjaga."
Qing shan dan dua orang bawahannya beserta salah seorang petugas Balai, kemudian berjalan menuju ruangan yang merupakan ruangan istimewa, yang biasanya hanya diisi oleh para pembesar-pembesar seperti para Patriak Klan, maupun orang-orang berpengaruh dari alam Tiantang.
Setelah masuk ke ruangannya rombongan Qing shan segera duduk menanti dibukanya acara lelang.
Tak lama kemudian ada suara ketukan di pintu kamar yang Qing shan tempati.
Tok...tok...tok.....!!
[Suara ketukan pintu.]
"Tuan Qing shan.!
Saya adalah Nona Ji Liang, Manager Balai pelelangan wilayah timur.
Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan pada tuan Qing shan, bolehkah saya masuk...?"
"Oh Nona manager silahkan nona."
Qing Shan menyahut dari dalam kamar.
Lu Ming membuka pintu lalu mempersilahkan manajer Balai pelelangan dan pengawalnya untuk masuk ke kamar yang ditempatinya.
"Ah maaf kalau saya mengganggu waktu istirahat Tuan Qing shan.
Sambil menunggu dimulainya acara pelelangan, Saya ingin menunjukkan sesuatu yang merupakan pesanan Anda.
Dengan berbagai macam cara, kami dari Balai pelelangan wilayah timur telah bersusah payah untuk mendapatkan apa yang Tuan inginkan, yakni tungku Dewa Alkemis ini.
Ini adalah tungku yang sangat baik untuk meracik dan meramu serta membuat pil kualitas Dewa, yang Tuan minta."
"Wah ini luar biasa Nona Manager Ji Liang.
Ini adalah tungku obat yang sangat luar biasa dengan tungku ini kita akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan pilih kualitas Dewa.
Hahh...! Saya sangat bahagia sekali."
"Benar sekali tuan, tungku ini selain istimewa juga memiliki kekuatan yang luar biasa.
Bahannya yang terbuat dari harta surga berupa permata alam langit yang merupakan hunian para Dewa.
Itu merupakan bahan yang sama sekali tidak bisa didapatkan bahkan di alam Tiantang ini. Selain itu tungku ini begitu ringan, meski kekuatannya begitu dahsyat, kami harapkan Tuan merasa puas dengan keberadaan tungku ini."
"Ya saya sangat puas Nona Manager, lalu berapa juta koin Tiantang kualitas tinggi yang harus saya berikan untuk tungku ini...?"
"Saya sudah bicara kepada pemimpin Balai pelelangan wilayah timur dan Tuan kami mengatakan bahwa Tuan Qing shan tidak perlu membayar satu koinpun untuk tungku ini, tapi sebagai gantinya seperti yang Tuan katakan bahwa Tuan hanya akan menjual pil kualitas Dewa hasil pembuatan dari tungku ini kepada Balai pelelangan Timur."
"Itu pasti..!
Saya tidak akan mengingkari janji selain dari apa yang saya konsumsi pribadi maupun keluarga dan klan saya, selebihnya hasil itu hanya akan beredar dari Balai pelelangan wilayah timur ini.
Saya akan memastikan itu, tapi jangan begitu juga Anda tidak tidak akan memberikan saya tunggu luar biasa ini dengan gratis bukan...?"
"Tuan memang orang yang sangat pengertian, sebenarnya itu bukanlah sesuatu yqng harus dibuat gratis, kalau Tuan tidak mau begitu.
Baiklah kalau Tuan masih merasa tidak enak hati, anggap saja dari 100 Pil yang nanti akan Anda buat, maka 10 buahnya adalah bayaran untuk Balai pelelangan kami.
Apakah jumlah itu terlalu besar memurut Tuan, terus terang kami juga mengeluarkan cukup banyak biaya dan tenaga bahkan hal lainnya, untuk mendapatkan tungku ini Tuan."
"Ah tidak.. tidak...!
10 pil dalam 100 pil itu bukanlah jumlah yang besar, baiklah kalau begitu saya merasa lebih baik dengan kesepakatan semacam itu, daripada saya harus menerima ini gratis."
"Baiklah Tuan Qing shan kalau begitu kita sudah sepakat sekarang, saya tidak akan mengganggu Tuan lagi.
Saya juga harus berperan aktif ikut nanti di bawah untuk mengeluarkan dan juga menjelaskan beberapa item yang akan dijual pada kelelangan kali ini, apalagi terkhusus pada item yang merupakan milik Tuan."
"Baiklah Nona Manager, Terima kasih anda sudah menempatkan waktu di sela-sela kesibukan Anda.
Saya berterima kasih kalau begitu, sampai jumpa nanti Tuan.
Oh ya tetua Balai pelelangan sedang ada urusan di luar, beliau berpesan ingin bertemu dengan anda jika urusan beliau sudah selesai."
"Baik Nona manajer sampaikan juga salam saya pada beliau, saya akan memjumpai beliau nantinya."
"Baiklah Tuan, saya Permisi tuan dan juga Tuan berdua."
"Iya terima kasih Nona Manager."
Baik Qing shan maupun Lu Ming dan juga Gong lam, menyatakan ucapan terima kasih secara bersama.
__ADS_1