Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 63 : Negeri panah angin


__ADS_3

"Hahhhh.... kalau sedikit saja terlambat entah apa yang akan terjadi, untung ada keberadan dewa baik itu."


Petugas Neraka telah kembali dan Qing Shan masih berada ditempatnya yang telah di tutupi array. Pemahaman akan energi transisi yang bisa membunuh seorang sosok yang begitu kuat, apabila energi itu di kelola dengan benar, sungguh menarik perhatiannya.


Aura kehidupan yang juga disebut bisa membunuh Diyu shouwei, sehingga akan membawanya ikut dalam barisan antrian di portal reinkarnasi, juga benar benar mengusik rasa ingin tahunya


Cincin elemen yang fungsinya sama seperti cincin ruang, namun lebih di khususkan untuk menyimpan berbagai macam energi, Qing Shan keluarkan dan akar spritual surgawi miliknya dia arahkan untuk menarik dan menjadikan aura transisi yang tersimpan dalam cincin elemen itu, menjadi nutrisi yang dicerna dan dikelola oleh akar spritual surgawi.


Sesudah melakukan proses yang dirasa cukup, hasilnya sangat memuaskan, Qing Shan menjadi faham unsur kekuatan, cara kerja dan cara mengelola energi aura transisi itu menjadi sangat mematikan.


"Hmm tampaknya pola yang diterapkan di dunia ini saling timbal balik, aura kematian menjadi penopang kehidupan para petugas neraka dan aura kehidupan pada sisi yang lain bisa membunuh mereka.


"Huuuhhh akhirnya perjalanan ini menambah wawasan pemahamanku saat ini"


Qing Shan merasa heran keberadaannya tidak dipermasalahkan oleh petugas portal reinkarnasi,tetapi terkesan malah menyambutnya, tapi dia tidak mau menghabiskan waktu memikirkan itu.


Dia mengeluarkan Lan'er dari alam jiwa, tetapi tidak dengan Lin'er sebab dia baru saja bertemu dengan ayahnya setelah sekian lama, karenanya Qing Shan tidak ingin mengganggu reuni keluarga itu.


"Kak Shan'er sekarang kita akan kemana?"


"Kemana lagi selain berbalik ke belakang atau menerobos salah satu terowongan di dinding jurang ini Lan'er, kau tentu telah melihat kalau di ujung sana hanya ada portal reinkarnasi, apakah kau bermaksud ingin mencobanya.?"


"Ah... kak Shan'er!"


"Ha ha ha baiklah aku cuma bercanda? ayo kita lanjutkan perjalanan."


Qing Shan menyentuh ujung hidung Lan'er yang putih dan bersih, dan Lan'er tersipu malu karenanya, perlahan pola daun akar surgawi kembali membalut tubuh Lan'er dan kemudian menutupi seluruh bahagian tubuhnya dengan armor yang kuat itu, lalu keduanya masuk menerobos salah satu terowongan yang tertutup oleh cahaya.


Mereka tiba di sebuah kota yang cukup besar dan berjalan di tengah keramaiannya.


"Kak Shan'er aku ingin membeli topeng ini?"


"kenapa? aku bisa menutup wajahmu dengan array ilusi kalau kau merasa tidak nyaman."


"Aku hanya menginginkannya."


"Baik tetapi sebaiknya aku tetap menutupi wajahmu yang terlalu cantik itu, dengan array ilusi sebab kalau tidak, bisa menarik begitu banyak perhatian orang jahat nantinya."


"Terserah padamu kak Shan'er, aku adalah milikmu."


"Hei kenapa kau begitu manis saat Lin'er tidak ada, apakah kau tahu ucapanmu barusan terdengar dan terlihat di alam jiwa?"


"Haaa... itu..benarkah begitu?"


Wajah Lan'er memerah membayangkan bagaimana reaksi ibu dan ayahnya serta seluruh warga alam jiwa mendengar dan melihat apa yang baru saja dia ucapkan.


"Kak Shan'er a..aku.."


"Ha... ha..hah tidak begitu Lan'er, tidak ada layar di alam jiwa saat ini, aku membuatnya kemaren hanya agar kalian tidak marah, saat tidak aku keluarkan dan melihat langsung suasananya."

__ADS_1


"Haaaahhh sukurlah kau hampir saja membuatku pingsan kak Shan'er, kami sangat percaya padamu dalam segala hal kak Shan'er, jadi jangan bermain main tentang hal menakutkan seperti itu. Lalu apa yang akan kita lakukan disini?"


"Kita akan mencari informasi di warung makan yang ada disana, itu hanya warung makan bukan restoran seperti yang ada di pusat kekaisaran Han, tapi semoga saja kita beroleh informasi berguna tentang keberadaan ayah dan ibu disana"


Qing Shan lalu berjalan memasuki warung dan duduk kursi kosong yang berada di sudut warung itu.


Seorang pelayan pria muda langsung datang dan menanyakan pesanan mereka .


"Tuan...! Apa yang akan anda pesan tuan?"


"Pelayan, aku ingin memesan dua porsi makanan dan minuman paling lezat di sini, tapi sebelum itu aku ingin bertanya tentang nama wilayah ini."


"Apakah Tuan baru datang ke wilayah ini?"


"Ya aku adalah seorang pengembara."


"Oh begitu, pantas tuan tidak tahu, tempat ini adalah negeri panah angin, karena tuan adalah orang baru, saya ingatkan tuan agar tidak berkeliaran di malam hari, karena di tempat ini ada makhluk yang menghisap darah manusia apabila tiba saat malam hari."


"Apakah semua orang akan bersembunyi?"


"Benar tuan! Semua orang akan bersembunyi bahkan para pendekar sekalipun."


"Baiklah terima kasih informasinya."


"Iya tuan, sebentar saya akan buatkan pesanan tuan."


"iya"


"Kita belum tahu Lan'er, sebaiknya kita tidak terlalu memikirkan itu"


"Baiklah"


"Ah...Ini makanan pesanan anda tuan.


Tuan apakah tuan mencari keberadaan seseorang?"


"Maksudmu apa pelayan."


"Ahh.... maksud saya apakah tuan datang ke tempat ini karena ada sesuatu yang dicari, kalau memang iya, saya bisa memberikan penawaran yang bagus."


"Penawaran seperti apa?"


"Tuan... selain sebagai pelayan saya juga memiliki pekerjaan sampingan dengan mencari dan memberikan informasi bagi mereka yang memerlukan dan bayaran saya tidak mahal tuan."


"Hmmm.... menarik, informasi seperti apa yang bisa kau berikan?"


"Informasi apa yang tuan inginkan, apakah tuan ingin tahu makhluk seperti apa yang menghisap darah di malam hari itu?"


Mata pelayan itu berbinar dia mengira rasa penasaran akan makhluk pengisap darah, bisa menarik minat Qing Shan dan juga membuatnya beroleh beberapa koin perak.

__ADS_1


Namun Qing Shan sama sekali tidak tertarik dan pelayan itu merasa kecewa, namun pertanyaan Qing Shan berikutnya membuat wajahnya kembali berhiaskan senyum.


"Aku hanya memerlukan informasi tentang keberadaan beberapa orang yang menyebut diri mereka berasal dari kekaisaran Han, apakah kau pernah mendengarnya?"


"Saya punya informasinya, apakah tuan punya penawaran?"


"Dua koin emas untuk informasi orang orang dari kekaisaran Han."


Jantung pelayan itu berdebar sangat kencang mendengar itu, tadinya dia hanya berharap beroleh beberapa koin perak ternyata pihak lain menawarkan emas.


Di tempat asal Qing Shan telah lama tidak diberlakukan koin perak, tetapi hanya koin emas dan batu rohlah yang dipakai, namun di tempat ini justru koin peraklah yang mendominasi pemakaian, koin emas sangat sedikit dan itupun hanya dimiliki oleh para pembesar kota.


Nilai koin emas berbanding seribu dengan perak, artinya satu koin emas nilainya sama dengan seribu koin perak jika dua koin berarti dua ribu koin perak, membayangkannya saja pelayan itu sudah hampir mabuk.


"Tapi jika informasimu tidak memuaskan dan hanya omong kosong yang tidak berdasar, aku bahkan tidak akan memberimu apa apa "


"Gleghhh."


'Pelayan itu menelan ludah dengan terpaksa."


"Baikah saya hanya akan memberitahukan tuan kebenaran."


"Warung makan yang sunyi memungkinkan pelayan itu menjalankan aslinya tanpa harus terputus dengan panggilan tamu lain, yang meminta pesanan makanan."


"Sekarang aku bertanya apakah kau pernah melihat orang baru sepertiku datang ke daerah ini?"


"Tuan apakah maksud anda seorang pendekar pengembara seperti tuan?"


"Bukan mereka cuma orang biasa yang berasal dari negeri bernama kekaisaran Han."


"Haaaa.... itu aku pernah dengar tuan, dahulu ada beberapa orang budak yang di jual di depan ini dengan harga begitu besar sehingga banyak yang tidak sanggup membelinya termasuk aku."


"Maksudmu mereka di jual sebagai budak?"


"Benar tuan ada beberapa orang, menurut pedagang orang orang itu adalah orang yang ahli dalam menggali tambang emas dan apa yang disebut batu roh, kabarnya harganya lebih besar dari koin emas tuan."


Mendengar itu Qing Shan menjadi faham, kalau pelayan di depannya tidak sedang berbohong.


"Lalu kemana orang orang itu saat ini?"


"Kalau itu saya tidak tahu tuan, tapi tuan bisa menanyakan kepada pedagang budak itu langsung, hanya saja hari ini dia tidak datang, kalau tuan memang sangat memerlukan infomasi itu, tuan bisa bermalam dan aku akan mencari informasinya untuk tuan, sebab aku tidak berani keluar dan bepergian pada malam hari tuan, aku akan menunggu sampai pagi hari baru pergi ke rumah pedagang budak itu tuan .


"Tidak perlu menunggu besok aku akan menjagamu dari makhluk pengisap darah itu, kita berangkat malam ini."


"Ta...ta...tapi tuan?"


"Tiga koin emas, bagaimana?"


"Ti...tiga.. baik baik tuan!"

__ADS_1


Tadinya pelayan itu ragu untuk keluar di alam hari, tetapi setelah melihat wajah Qing Shan yang sedikitpun tidak ada keraguan membuatnya berpikir ulang, belum sempat menyebutkan kesediaannya Qing Shan sudah menaikkan penawarannya menjadi tiga koin emas.


Pelayan itu merasa sangat beruntung, dia tidak menyangka bahwa rasa ingin tahunya pada keadan budak di hari hari yang lalu bisa membawanya untuk memiliki 3 ribu koin perak.


__ADS_2