Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 83 : Arogansi Klan Kuang nan


__ADS_3

Qing Shan terus menghabiskan waktunya dengan berbagai hal.


Dia masih menunggu kedua orang yang memiliki jalan menuju alam benua tengah itu, untuk benar benar memulihkan dirinya.


"Hari ini aku tidak akan berkeliling lagi di kekaisaran Zhang seperti biasa, kali ini aku akan pergi memeriksa keadaan para bawahanku."


Setelah berpikir dan menimbang dalam benaknya Qing Shan melesat menuju alam jiwa.


"Tuan...!"


Serentak para bawahan menyapa Qing Shan.


"Bagaimana perkembangan kekuatan kita.? "


"Tuan! Saudara Gonglam sudah berada di level dewa bumi


tahap puncak.


Saudara Wun tao dan saudara Lu ming ada di tingkat pendekar dewa langit awal tahap menengah.


Sedangkan aku dan adik Chen sui bai berada di tingkat pendekar dewa bumi tahap akhir.


Selebihnya 27 saudara yang lain telah berada di level pendekar dewa bumi tahap awal dan menengah tuan."


"Bagus. Kalau begitu kalian perkuat pondasi diri setelah penerobosan ini.


"Bersiapalah, sebab aku akan berangkat, setelah sampai disana artinya kalian semua juga akan sampai."


"Tuan, apa tujuan misi kita kali ini?"


"Kita akan bergabung dengan salah satu kekuatan yang kalah, dari kekuatan lain di alam benua tengah itu.


Alam itu punya peraturan untuk menyerang bersama sama, setiap kekuatan baru yang datang.


Kita yang akan pergi kesana sebagai pendatang, tentunya tidak terkecuali juga akan diserang bersama.


Kita harus mencari dukungan di tahap awal ini, agar kemudian secara perlahan bisa menjejakkan pengaruh dan kedudukan kita disana.


Kita hanya akan bisa bergabung dengan salah satu kekuatan yang kalah itu, sebab beroleh dukungan dari mereka yang sedang merasa di atas angin adalah hal yang sangat mustahil.


Pihak yang kalah adalah pilihan dan harapan, namun itupun belum pasti, sebab bisa saja, para penakluk telah menyandera mereka.


Artinya apapun yang terjadi, kekuatan adalah nilai jual yang harus kita miliki.


Disamping itu dengan kekuatan, seharusnya kita akan siap menghadapi segala apapun yang terjadi."


"Baik tuan..!"


Qing Shan pergi ke berbagai bahagian alam jiwa yang berbeda musim, untuk mengambil beberapa buah buahan yang ada disana, lalu meletakkannya di beberapa kotak yang telah dia siapkan.


Qing Shan mengambil dan memasukkan beberapa botol air telaga kahyangan yang dia ambil persis di mata airnya, lalu kembali menemui dua pria dari klan Wu.

__ADS_1


"Saudara Qing Shan anda telah kembali?"


"Ya aku sudah beberapa kali datang dan pergi, tapi saudara berdua masih dalam proses pemulihan.


Namun sekarang, tampaknya saudara berdua telah pulih total."


"Saya menjadi malu telah menyulitkan saudara Qing Shan."


Ucap salah seorang dari pria klan Wu.


"Apalagi saya yang sudah sempat menyerang saudara, walau serangan itu harus berakhir dengan hancurnya tangan saya, namun beruntung sekarang sudah pulih total."


"Ah lupakan itu saudara, saat ini kita berada di pihak yang sama."


"Benar sekali, apa saudara Qing Shan sudah siap agar kita segera berangkat, lebih cepat lebih baik dan lebih cepat nama baik klan di pulihkan."


"Oh tentu! saudara Wu aku sudah siap sejak tiga hari yang lalu."


Pria dari keluarga dan klan Wu mengeluarkan Token alam pusaka Tiantang.


Token itu bersinar dan menyerap semua cahaya yang ada di dinding, yang merupakan tirai cahaya tempat mereka masuk ke alam rendah sebelumnya.


Perlahan semua cahaya itu di tarik masuk dan segera setelah itu sebuah cahaya kembali terpancar keluar dari token Tiantang.


Sebuah tirai cahaya baru terbentuk.


"Mari saudara Qing Shan ikuti kami."


Qing Shan mengikuti dari belakang dan perlahan armor di tubuhnya terbentuk.


Penampilannya kali ini terlihat lebih agung dan menawan dengan adanya balutan armor daun hijau pohon akar spiritual jiwa.


"Aku harus bersiap, dengan segala hal.


Terakhir kali saat bersama Lan'er kami dihujani ribuan tombak salju."


Qing Shan berkata dalam hatinya, penuh dengan sikap kewapadaan.


Mereka bertiga segera di teleportasikan didalam balutan cahaya putih dari token Tiantang, yang merupakan harta berharga dari pusaka Tiantang.


Dalam waktu singkat mereka telah langsung berada ke aula tamu klan Wu, yang di saat itu sedang ada kehadiran pihak klan selatan.


"Salam patriak klan Wu.!


Wu mian dan Wu lun menghadap patriak.


Salam tuan dari klan Kuang Nan."


"Wu mian! kau sudah tiba, sumber daya apa yang kau dapatkan?"


Patriak klan Wu, membalas sapaan dua orang kepercayaannya.

__ADS_1


"Ya. Kau bawa apa untuk kejayaan klan Kuang nan?"


Perwakilan klan Kuang nan tampak begitu arogan dan pimpinan Tetua klan Wu, yakni patriak Wu Lingdao tidak dapat berbuat apa apa.


Teman Wu mian bernama Wu lun yang lebih tegas yang juga sempat menyerang Qing Shan sebelumnya, melesat ke arah patriak klan Wu dan membisikkan segala kesepakatan mereka dengan Qing Shan.


"Hei! apa yang kau lakukan?"


Perwakilan klan Kuang nan tersinggung dengan sikap Wu lun.


"Ah tuan! Teman saya hanya membisikkan sebuah rahasia kecil, yang merupakan temuan kami dan ini juga merupakan bahagian dari rahasia klam Wu, mohon tuan bisa memaklumi."


Wu mian mencoba meminta pengertian dari perwakilan klan Kuang nan.


"Hahhh badjingan! Sejak kapan klan yang ditaklukkkan seperti kalian, bisa berahasia di depan kami yang menjadi tuan kalian?


Sedangkan rahasia yang ada ada di balik pakaian wanita kalian saja, bisa kami lihat hahahahaahh."


"Hahahahahhahhahhhhhaahahh."


Dua puluhan orang perwakilan klan Kuang nan, ikut tertawa menambahkan luka di jejak penghinaan itu.


Wajah patriak klan Wu tampak suram dengan penghinaan ini, dia menatap pada Qing Shan yang tampil begitu tenang dan meyakinkan.


Sedikitpun tidak ada kekhawatiran tampak di wajah Qing Shan di hadapan semua perwakilan klan Kuang nan, meski pimpinan mereka adalah seorang yang berada di tingkat dewa langit awal puncak.


Wu lun yang melihat itu berbisik kembali, "Patriak jangan tertipu dengan penampilannya yang tampak muda, saudara Qing Shan sangat kuat, dialah harapan kita keluar dari penghinaan ini."


"Wu lun kau yakin?"


"Bahkan kami sudah bertarung patriak dan aku kalah darinya dalam satu pukulan."


Mata patriak klam Wu berbinar, dia tahu seperti apa kuat dan gigihnya Wu lun salah satu dari orang kepercayaannya itu ketika bertarung.


Patriak klan Wu melihat tatapan serius Qing Shan, saat melihat Wu lun yang berbicara padanya, menandakan kalau Qing Shan sudah sangat siap dan tinggal menunggu aba aba darinya.


"Hei kenapa masih diam?


Katakan apa rahasia itu Wu mian.?"


Pimpinan klan Kuang nan membentak Wu mian, sedangkan Wu mian sendiri bergeming dan menatap patriak Klan Wu.


Qing Shan yakin saatnya sudah dekat, dia membuka tabir alam jiwa khusus bagi para bawahannya agar bisa melihat situasi di luar dan mengirimkan pesan jiwa agar Gonglam dan kawan kawan menyerang semua anggota klan Kuang nan.


"Kalian lumpuhkan semua pihak klan Kuang nan selain pimpinannya, karena aku sendiri yang akan mengurusnya."


Persis setelah Qing Shan menyampaikan pesan kesadaran jiwanya.


Patriak klan Wu berbicara.


"Saudara Qing Shan silahkan lakukan."

__ADS_1


__ADS_2