
"Qing Shan anakku kau sudah datang..?"
"Iya ayahanda, anak ayah sudah tiba, salam pada ayah.
Anak ini memberi hormat"
"Shan'er, menurut menantu ayah dari keluarga Qin, setelah kau datang kali ini kau akan setuju untuk melaksanakan pernikahanmu, benarkah demikian...?"
"Benar ayahanda."
"Bagus...ho..hoi!"
Ayah sangat puas.
Huan'er, apakah kau mendengarnya..?
Anakmu sudah setuju untuk menikah, kita akan beroleh cucu."
"Suamiku tentu saja aku mendengarnya.
Telingaku masih sangat bagus, untuk bisa mendengar kabar baik seperti ini.
Ibu sangat bahagia Shan'er, baiklah sekarang kau istirahat terlebih dahulu, mungkin kau sangat lelah."
"Sebenarnya aku tidak lelah sama sekali Ibu, lalu di mana para menantu ibu...?"
"Saat ini mereka sedang berada di kamarnya.
Jadi apakah ibu sudah bisa memerintahkan para pelayan istana, untuk menyiapkan segala sesuatunya tentang pernikahanmu Shan'er..?"
"Ya aku setuju ibu, tapi aku ingin memastikan apakah ketiga calon menantu ibu, masih tetap mau untuk melangsungkan pernikahan ini, sebab sebelumnya ada seseorang yang ingin menghentikan hubungan ini."
"Oh itu hanya kesalahpahaman San'er.
Lin'er hanya merajuk sebentar, karena ingin diperhatikan jangan diambil hati, buktinya dia sudah ada disini dan menunggumu sejak pergi.
Tapi walaupun begitu, kau jumpailah mereka sekarang.
Ayah dan ibu akan mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan.
Pernikahanmu akan dilaksanakan di istana kekaisaran Han, agar semua rakyat kekaisaran Han yang belum mengenalmu, tahu kalau kau ini adalah putra tertua sekaligus kebanggaan ayah dan ibu, abang dari pangeran mahkota Pangeran Han Nian."
"Baiklah terserah Ibu saja, aku akan pergi sekarang."
Qing Shan segera meninggalkan ayah dan ibunya yang saat ini sedang merasa sangat bahagia, ayah dan ibu Qing Shan segera keluar dari alam jiwa dan masuk kedalam istana kekaisaran Han.
Kaisar Agung kekaisaran Han, segera mengeluarkan maklumat tentang pernikahan pangeran pertama kekaisaran Han, atau putra tertua kaisar, yang bernama pangeran Han Wudi zhizi atau Qing Shan versi nama yang diberikan oleh keluarga Qing di desa Shunzhuan.
Saat ini Qing Shan sedang berjalan menuju kamar para wanitanya, setelah keluar dari balai pertemuan yang ada di wilayah perkampungan alam jiwa.
"Hei siapa ini...?
Siapa ini yang ada di sini...?
Kedua anak manis ini berasal dari mana..?"
"Tuan...!"
__ADS_1
"Tidak usah panggil Tuan, panggil aku kakak.
Sudah lama aku tidak melihatmu Yuan'er Zia'er...!"
"Tuan..! maksudku kakak, selama ini kami sedang latihan tertutup, guru pengawal yang mengajarkan kami untuk latihan fisik dan berkultivasi kakak."
"Bagus kelak kalian harus menjadi pendekar yang akan menegakkan kebenaran, oh ya di mana Ibu.....?"
"Ibu sedang bersama ibu Nam kui nu kakak."
"Oh baiklah...!
Kalau begitu kalian lanjutkan bermainnya.
Kakak akan masuk ke dalam dulu untuk menemui kakak Lin'er dan Lan'er."
"Baik kakak..!
Kakak kami akan pergi."
Dua anak malang yang pernah ditolong oleh Qing shan dan pengawalnya, saat berada di desa Suciehn dahulunya itu, kini sudah mulai tumbuh lebih besar dari terakhir kali Qing shan melihatnya.
Mereka tumbuh menjadi anak yang bahagia, anak yang riang dan anak yang penuh dengan semangat.
Semua itu adalah berkah negeri alam jiwa yang begitu damai dan cocok bagi perkembangan kedua anak seperti mereka.
Shan'er segera masuk ke ruangan para wanitanya.
"Shan'er kamu sudah datang...?
"Jangan panggil Shan'er lagi kak Lin'er, tapi panggil gege."
Gege, kamu sudah datang...?"
"Sudah..!
Apa kabar kalian Lin'er dan Lan'er dua wanitaku yang teramat cantik.."
Kedua wanita itu lalu tersenyum bahagia, mendapat pujian dari pria yang selalu mereka nantikan kedatangannya itu.
"Oh ya mana Zui'er...?
Aku tidak melihat keberadaannya."
"Oh adik Zui'er sedang pergi, menemui ibu Dewi bunga, gege."
"Hmm.. ternyata begitu.
Aku pikir dia masih latihan tertutup."
"Tadinya begitu tapi sekarang, tidak lagi.
Sebentar aku buatkan teh buat gege."
Lan'erpun pergi untuk menyediakan teh bagi Qing shan calon suaminya.
Sedangkan Lin'er menemani Qing Shan untuk berbicara sedikit, tentang persiapan pernikahan mereka.
__ADS_1
"Apakah benar hatimu sudah mantap untuk menikah ini Lin'er..?"
"Apakah aku boleh mundur..?"
"Tidak.. tidak boleh sama sekali...!"
"Baiklah, kalau begitu kenapa gege masih bertanya..?"
"Bukan apa-apa.
Aku hanya merasa sangat bahagia, aku merasa seolah sedang bermimpi, mendengarkan panggilan manis darimu.
Kita adalah dua sahabat sejak kecil dan sejak dahulu aku diam diam sudah sangat menyukaimu Lin'er, tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan kini nona cantik dan pemalu dari keluarga Lin itu, akan menjadi istriku.
Itu sebabnya aku bertanya karena ingin mendengarkan langsung darimu, maka jawablah aku secara langsung, aku ingin mendengarkannya.
Apakah kau ingin menjadi istriku Lin'er...?"
"Aku sangat mau gege, bahkan aku sempat marah padamu, karena kau menunda pernikahan ini.
Aku sebelumnya adalah wanita yang tidak begitu peduli tentang perhatian orang lain, tapi entah kenapa sejak mengenalmu aku sangat marah dan begitu benci, jika aku merasa engkau mengabaikanku ataupun keluarga, maupun semua hal-hal yang berkaitan denganku.
Aku sangat mencintaimu gege, tidakkah kau mengerti perasaan wanitamu ini...?"
"Baiklah..! Aku sangat bodoh selama ini dan tidak tahu kalau aku begitu dicintai oleh wanitaku sampai sedalam itu.
Maafkan aku, kedepannya aku tidak akan mengabaikan kalian lagi.
Sekarang aku merasa kalau aku, adalah orang yang paling bahagia di alam ini, setelah sebelumnya aku adalah orang yang paling malang dari semua orang yang ada."
"Sudahlah gege, lupakan saja semuanya jangan lagi mengingat luka, mari kita buka lembaran baru.
Yang penting sekarang adalah kita songsong, masa depan.
Bagaimana kehidupan kedepan ini agar menjadi lebih baik bagi kita.
Bersama kita akan memperjuangkan apa-apa, yang menjadi tujuan dan cita-cita gege selama ini.
Walaupun kami adalah istrimu, tapi kami juga ingin ikut berjuang bersamamu dan tidak hanya ingin sebagai wanita yang berada di rumah saja.
Bagaimanapun kami juga memiliki kultivasi dan keahlian tersendiri, kami ingin mendukung suami kami dengan segala kemampuan yang kami miliki."
"Baiklah aku tidak akan melarang kalian, untuk mengambil bagian dalam setiap pertempuran dan perjuangan yang nanti akan aku hadapi kedepannya.
Hanya saja tentu sebagai suami, aku akan memastikan kalian para istriku untuk berada pada tempat dan keadaan yang lebih aman, oleh karenanya jangan keberatan juga kalau aku nantinya melindungi istriku."
"Kami akan mematuhi setiap arahan darimu, tapi kamu juga harus menyertakan kami walaupun sedikit, dalam setiap perjuanganmu."
"Lin'er kau adalah cinta pertamaku, aku sangat mencintaimu."
Qing shan lalu mengecup kening Lin'er yang menutup matanya itu, Qing Shan menyambungnya ke bibir manis nona keluarga Lin dengan penuh perasaan kasih yang meluap.
"Opsss.... hampir saja aku merusak suasana."
Lan'er yang sedang membawa teh di tangannya, langsung mundur kembali, sebelum kedua orang itu merasa terusik dengan kehadirannya.
Semua orang kini sedang sibuk untuk mempersiapkan acara besar pernikahan pangeran tertua kekaisaran Han, yang akan dilaksanakan di istana kekaisaran itu.
__ADS_1
Segala sesuatunya disiapkan dan diatur dengan sedemikian rupa, agar acara pernikahan itu menjadi pernikahan terbesar, yang pernah ada di kekaisaran Han selama ini.