Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 41 : Membahagiakan kekasih


__ADS_3

"Baiklah paman karena array teleportasi langsung dari Shun Guojia ke Zhuangnam belum ada karenanya paman harus ke kota Suciehn terlebih dahulu dari sana baru berteleportasi kembali ke Zhuangnam..


Salam buat paman Qin Zui Lao.


Oh ya paman sesampainya disana berikan daun langka ini, satu buat paman Qin Zui Lao.dan satunya lagi ini tentunya untuk paman, seraplah energi daun ini selama dua hari penuh, maka paman berdua akan naik ketingkat pendekar semesta level satu tahap menengah


Bukan maksud membeda bedakan tolong jangan beritahukan kepada paman yang lain, sebab barang ini sangat langka sekali, aku cuma pernah melihat pohonnya satu di semesta yang luas ini.


Oh ya paman mungkin Lan'er harus masuk pelatihan khusus, sudah sejak lama kultivasinya masih saja berada di level pendekar bumi awal, padahal saat aku tinggalkan dia sudah menjadi pendekar pemula tingkat pumcak."


" Kalau kau punya cara maka tingkatkanlah Shan'er, paman percaya sepenuhnya padamu."


Dikamar Lan'er dan ibunya Yun sui Hen sedang berbicara


"Aku akan merindukan ibu,?"


"Anak bodoh Bagaimanapun kelak kau akan menikah dan tetap saja harus keluar dari rumah ayahmu dan kau harus mengurusi rumahmu sendiri.


"Apa kau tahu apa kata bibimu yakni istri pamanmu Qin Zui Lao sebelum kita kemari? dia meninta agar aku mengatakan permintaannya agar puteri paman Qin Zui Lao di latih oleh Shan'er, apakah kau faham apa artinya?


Disaat orang lain masih berusaha mencari jalan agar bisa dekat dengan Shan'er kau sudah masuk dalam hatinya."


"Tapi ibu bisa lihat sendiri bahkan beberapa hari ini dia mengabaikan aku dan kak Lin'er !"


"Eh bocah kecil itu bukan mengabaikan, pertama dia punya banyak hal yang harus di urus yang kedua disini masih banyak orang sedangkan dia adalah sosok pria yang pemalu pada wanita, ketiga kalian masih kecil memangnya apa yang kau harapkan haaaaaa....?.


Yun Sui He lalu mengelitik puterinya


"ibu..." he.. he..he..geli bu..."


"Huhhh..... Lan'er, putri ibu yang cantik kau tidak perlu berpikir macam macam, kau hanya perlu fokus meningkatkan kekuatanmu terlebih dahulu agar kau punya nilai lebih dimatanya, kalian masih muda perasaan itu bisa tumbuh seiring waktu, yang penting kau sebagai wanita harus bersikap hangat, jangan terlalu dingin dan ke kanak kanakan, ibu suka sikapmu yang seperti ini karena bagaimanapun kau tetaplah puteri kecil ayah dan ibu, tetapi hubungan kepada suami itu adalah hal berbeda.


Kalau kau ingin jadi istrinya kelak perlakukan dia dengan baik Lan'er, tidak semua pria itu suka wanita yang kekanak ka kanakan, tetapi sepanjang yang ibu lihat kalian berdua adalah wanita istimewa di hatinya."


"Ibu aku tidak pernah merasa dingin padanya , dia saja yang dingin kepadaku, oh ya bu bagaimana caranya kita bisa melihat hati pria terhadap kita?"


"Hmmm.... buat dia cemburu?"


"caranya?"


"Tanyakan padanya tentang pria lain seolah kau penasaran dengan pria itu, kalau dia marah itu tandanya dia sayang padamu."


"Kalau tidak? "


"Kalau tidak maka serahkan saja dia pada puteri bibimu.

__ADS_1


Tapi jangan keterlaluan dalam membuatnya cemburu, karena dia akan membuangmu. Benci itu adalah bahasa lain dari cinta.


Haaaahhhhh... anak bodoh, kenapa sekarang kau begitu perduli dengan banyak hal padahal dahulu kau sangat acuh dalam segala hal.


Sudahlah nanti ayahmu terlalu lama menunggu, ibu pergi ya Lan'er puteri peri kecil ibu."


"Yun sui Hen, Lan'er...! apakah belum selesai kalian sedang apa?


"Dengar ayahmu sudah memanggil, ibu sudah harus berangkat.


Sabarlah suamiku, putri kecilmu sedang belajar memahami perasan ha.... ha... ha...hah".


"ibu.............................................!"


"Ha.. ha..hah ibu pergi bocah nakal".


Keduanya segera keluar dari kamar, melihat Qing Shan dan semuanya ada disana Qin Mei Lan sangat malu sampai wajahnya merah merona.


"Baiklah paman, sampai bertemu lagi."


Ucap Qing Shan.


Qin Xiang bersama istrinya dan para pengawal masuk ke dalam pusaran cahaya di array teleportasi kemudian segera hilang dari pandangan semua orang.


Setelahnya sebuah artefak kapal melayang di udara lalu Qing Shan dan dua wanita segera melompat ke dalamnya.


"Baikah, Lin'er cari ibu di rumah kita kalau saat kau pulang ibu tidak ada disini, ibu masih akan mencari kabar dari ayahmu."


"Baiklah ibu, setelah pulang Lin'er akan bantu ibu mencari ayah."


"yah... jangan terlalu kau pikirkan pergilah..!


Sebelum berangkat Qing Shan berkata "sobatku gendut bawa paman dan bibi melihat warung yang sudah selesai."


"Kau jangan khawatir soal itu sobat, berangkatlah."


"Baiklah semuanya.kami berangkat"


Segera kapal itu terangkat dan melesat dari sana menuju kota Shunzhuan.


Kapal berangkat dalam keadan lambat, mereka sengaja tidak melewati array teleportasi karena memang sejak awal niat Qing Shan adalah untuk menghibur dua wanita itu membawa keduanya berkeliling melihat lihat pemandangan, dan untuk melihat banyak hal,


semua itu sebagai bentuk permintaan maafnya pada kedua wanita cantik tersebut, sebab telah mengabaikan mereka beberapa hari belakangan.


"Shan'er ...!

__ADS_1


Lan'er membuka pembicaraan


Apakah Gong Lam akan menikah?"


"Ya begitulah"


"Beruntung sekali wanita itu."


"kenapa begitu?"


"Ya .... begitulah, menurutku Gong Lam itu pria yang baik."


"Maksudmu?"


"Maksudku, ya dia pria baik saja, disamping itu dia juga tampan."


"Kau juga boleh menikah dengannya, saat peresmian kota Shunzhuan."


Wajah Qing Shan menjadi jelek.


Melihat itu Lin'er yang sedari tadi tidak tahu arah pembicaraan menjadi faham tujuan Lan'er dan tertawa lepas bersama Lan'er.


" Ha ... ha .. ha.. hahahahhhh"


Lan'er sebenarnya baru saja mempraktekkan jurus yang diajarkan oleh ibunya dan dia cukup puas dengan rasa cemburu yang ditunjukkan oleh Qing Shan, namun dia ingat nasehat ibunya agar jangan terlalu membuat pria yang disukai cemburu sebab hal itu akan membuatnya membuangmu.


"Kelihatannya Gong Lam salah posisi mestinya dia yang berada disini dan aku yang mengantar paman ke desa Zhuangnam."


Qing Shan menunjukkan kalau dia kesal.


"Shan'er..! kami hanya membalasmu karena telah membuat kami kesal."


Ucap Lan'er yang khawatir, akan batasan kecemburuan Qing Shan.


"Baiklah, kalian berdua adalah wanitaku dan selamanya akan begitu."


Tiba tiba Qing Shan membawa mereka berdua ke dalam pelukannya.


Kedua wanita itu terkejut akan perkembangan ini dan Lin'er menunjukkan jempolnya kepada Lan'er.


Udara yang cerah memungkinkan ketiganya untuk melihat pemandangan dalam jarak pandang yang cukup jauh


Mereka begitu bahagia meluncur di atas artefak kapal yang berjalan lambat dan menatap ke bawah, tampak di bawah hewan hewan ternak sedang merumput, beberapa ekor burung melintas diatas mereka dengan bulu yang bergoyang karena tiupan angin dan sayap yang mengepak, tanpa sadar Lan'er berdiri hendak menggapai burung tersebut yang berbulu putih, bajunya berkibar menyapu wajah Qing Shan dengan lembut, entah kenapa hati Qing Shan menjadi sangat hangat dia segera menarik Lan'er kembali kedalam pelukannya seperti Lin'er yang sejak tadi menempel padanya.


Entah apa yang menuntunnya tiba tiba Qing Shan mencium kedua wanitanya dengan penuh perasaaan.

__ADS_1


kedua wanita itu merasa sangat bahagia dicintai oleh sosok pria yang juga mereka cintai sesaat mereka merasa bahwa dunia ini hanya milik mereka bertiga.


""" Ha ha hhayyy indahnya author jadi meleleh """


__ADS_2