Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 71 : Perasaan yang tumpah


__ADS_3

Qing Shan saat ini menjadi warga baru yang sangat banyak di bicarakan juga diperhatikan gerak geriknya, beberapa orang mulai mengundang Qing Shan agar datang ke tempatnya tidak terkecuali sosok Bintang, orang yang pertama kali ditemui Qing Shan awal mula datang ke tempat ini.


Diluar apa yang tampak di permukaan, jauh di dalam hatinya Qing Shan mulai kembali diterpa keraguan.


Semangat yang dia rawat dan selalu jaga, terus di ganggu gugat kembali oleh dorongan keputus asaan .


Qing Shan telah membangun rumah kecilnya sendiri pada tempat yang sedikit lebih terpencil dari rumah rumah yang lainnya.


"Sudah satu bulan aku disini, namun sedikitpun tidak ada petunjuk tidak ada tanda tanda maupun hal yang bisa aku fahami sebagai jalan keluar dari tempat ini.


Apakah memang tidak ada jalan keluar? Apakah tidak akan ada lagi kesempatan keluar dari sini?"


Suara hati Qing Shan terus berada dalam peperangan besar, terkadang kayakinannya menang dan di lain waktu keputus asaan yang lebih mewarnai hatinya.


Perlahan tanpa paksaan seperti sebelumnya, hati Qing Shan mulai lebih yakin kalau jalan itu memang sudah tidak ada dan banyaknya dewa yang terkurung disini adalah buktinya.


Mereka tidaklah lebih lemah dari Qing Shan, bahkan jauh lebih kuat.


Qing Shan mulai merasa kalau semua yang dia anggap sebagai kelebihan dan keistimewaannya, hanyalah sebuah omong kosong


Selama ini Qing Shan menolak untuk bertani, uang di cincin penyimpanannya masih banyak, lalu buat apa dia harus bertani, bukankah lebih baik kalau ia memusatkan perhatiannya untuk mencari jalan keluar dari sini?


Namun seiring berjalannya waktu, kini Qing Shan faham kalau bertani itu, bukan hanya soal ada atau tidaknya uang, tetapi kegiatan fisik seperti bertani akan banyak mengurangi beban pikiran yang buruk.


Begitulah cara kerja tubuh diatur, jika tubuh fisikmu banyak diam maka pikiranmu akan banyak bergerak dan bila tubuh fisikmu banyak bergerak, maka pikiranmu akan lebih banyak diam.


Maka dari pilihan yang ada itu, Qing Shan mulai memilih pilihan kedua.


"Hei anak muda, apakah jau juga akan mulai bertani?"


"Yah begitulah, aku ingin memakan sesuatu dari hasil yang aku tanam sendiri."


"Bagus... bagus sekali, bertani akan mengurangi banyak beban di pikiranmu."


"Ya sepertinya akan begitu."


"Kemana kau beberapa hari ini tidak kelihatan? orang orang di warung eliksir mempertanyakanmu."


"Ah.... itu? Beberapa hari aku banyak berjalan, aku hendak mencari inti atau apalah yang merupakan prinsip dari alam ini."


"Lalu apa hasil pencarianmu?"


"Hasilnya aku memilih bertani sekarang."


"Ha.. ha...ha..haha anak muda kau lebih mudah memilih jalan daripada aku dahulunya, tapi jangan biarkan keputus asaan mengambil seluruh tempat di hatimu, bertanilah..! itu akan sangat baik bagi pikiranmu."


"Ya sepertinya begitu, apakah kau punya biji atau sesuatu dari tanaman yang bagus untuk di tanam senior.?"


"Hai anak muda kau bisa menanam tunas dari tanamanku ini, namanya Xiangjiao (pisang)."


"Apakah akan tumbuh?"


"Kau lihat semua yang ada di disini? Ini semua aku tanam dari tunasnya."


"Berapa aku harus membayarnya untukmu senior?"


"Heehhh kau tidak harus membayarnya, apa aku memberi bayaran saat ikut memakan ikan bakarmu? jangan membuatku menjadi orang yang tak tahu malu, anak muda."


"Baiklah senior aku tidak akan sungkan kalau begitu."


"Ya seperti itu lebih baik, anak muda apakah kau belum pernah pergi ke daerah tengah wilayah ini?


"Tidak. Memangnya ada apa disana?"


"Haahhhhh kau ini, disana ada banyak pedagang dan barang barang yang mungkin engkau suka.


Kami di tempat ini sudah hampir seribu tahun.


Apakah kau pikir kami akan diam saja sambil berangan angan terus untuk keluar?


Bukankah mengisi kehidupan itu lebih baik?


Jadi jalan itulah yang kami pilih, kami mendirikan tempat ini sehingga menjadi seperti sekarang, sebahagian kami memlilh jadi pedagang yang lainnya memilih bertani dan lainnya.


Kau pergilah melihat lihat, dan apakah kau tahu bahwa putri dari para dewa dewi yang jatuh ini juga sangat cantik cantik, siapa tahu kau punya keberuntungan mendapatkan salah satunya.


Yang tercantik saat ini adalah Zui meili putri dewi bunga wanita paling cantik di alam salju ini."


"Hmmmmm..... apakah kau sedang membicarakanku.?"


Dewa Armor yang sudah jatuh menjadi manusia biasa itupun, menjadi sangat takut dan gemetar mendengar suara yang datang dari belakangnya.


Tubuhnya berguncang hebat dan lututnya bergetar tak henti hentinya.


"Ka...ka..ka..uuu... ada disini?"


"Ya aku disini, tepat di belakangmu, bagaimana kau bisa dekat denganku, kalau berada dibelakangmu saja sudah membuatmu bergetar hebat?"


"I...I....Itu karena kau sangat cantik Bunga, yah kau sangat cantik."


"Apa gunanya kalau aku cantik di matamu? sama sekali tidak ada bedanya bukan? si Kemuliaan telah datang melamarku hari ini."

__ADS_1


"A....A...Apa? si Kemuliaan itu..!Dasar tak tahu malu."


Dewa Armor begitu marah, wajahnya menggelap dan berubah menjadi suram.


"Kenapa? Apa yang salah? Dia itu pria sejati, berani terang terangan mengucapkan isi hatinya.


Apakah kau akan datang ke pernikahan kami?


"Per...pernikahan?"


"Ya tentu dia melamarku untuk sebuah pernikahan bukan?"


"Ka...Kau menerimanya?"


"Kenapa tidak ?


Bukankah itu jauh lebih baik, daripada harus menunggu pria yang bahkan akan gemetar hanya karena menyadari keberadaanmu di belakangnya."


Armor terdiam membisu dan lidahnya menjadi kelu.


Melihat semua hal yang terjadi di hadapannya Qing Shan mulai faham.


Entah kenapa hatinya merasa kasihan dengan pria yang dahulunya merupakan Dewa Armor yang sangat kuat, namun harus bertekuk lutut tak berdaya di hadapan wanita yang begitu dicintainya ini.


"Paman bibi izinkan aku bicara..!


Paman perbaiki sikapmu di hadapan wanita yang kau cintai, kalau lututmu saja tidak bisa kau kendalikan agar berhenti, lalu bagaimana kelak kau akan melindungi dewi saat telah menjadi istrimu?


Kau berlagak mengajariku padahal kau sendiri, tidak tahu cara menghadapi wanita.


Dewi bunga tidak akan akan menikah dengan dewa Kemuliaan, kalau bibi dewi akan menikah dia tidak akan jauh jauh menemuimu kemari.


Kalian berdua sebenarnya saling mencintai, tapi ketakutan akan kegagalan dan penolakan membuatmu takut untuk mengucapkan perasaanmu dan bahkan bergetar bila berada dekat dengannya.


Yang harus paman tahu, wanita butuh kejelasan dari seorang pria, maka jelaskanlah semuanya sekarang, sebelum semuanya terlambat.


Ingat wanita kalau sudah membenci, maka langitpun akan sanggup dia runtuhkan demi kebenciannya, walau dia harus terluka karenanya.


Kau tidak akan sanggup menanggungnya, kau mungkin kuat untuk memikul beban yang berat atau memindahkan gunung sekalipun, tapi kau tidak akan kuat melihat wanita yang sangat kau cintai bermanja mesra bersama pria lain didepanmu.


Adapun wanita yang sudah membencimu, karena cintanya padamu yang gagal sebab kebodohanmu sendiri, akan sanggup melakukan apapun walau hatinya terluka sekalipun.


Kalau kau masih mencintai dewi bunga, lawan ketakutanmu paman, ucapkan dan sampaikan sebelum hatinya mantap, menerima dewa Kemuliaan."


Melihat mendengar dan membayangkan semua yang Qing Shan sebutkan, Armor berbalik dan memeluk dewi bunga yang luar biasa cantiknya itu, meski sudah jatuh menjadi manusia biasa.


Armor sengaja menutup matanya sebab khawatir akan bergetar bila melihat wajah cantik dari wanita yang dikasihinya.


Aku bersukur kepada surga bisa terjebak dan hidup disini, lalu bertemu kembali denganmu walau hanya akan jadi seorang pria miskin di tempat ini."


"Armor...! aku juga telah lama manantimu sejak di alam dewa dan aku menerima kaisar langit karena lelah dan benci padamu yang tidak mau berterus terang, tetapi takdir kembali mempertemukan kita dan aku tidak mau mengulangi kesalahan yang kedua.


.


Maka kali ini aku berniat hanya akan melangkah, saat mendapat kejelasan darimu.


Tapi sekarang aku tidak akan ragu menolak si Kemuliaan."


"Armor...!"


"Bunga."


"Hmm.hmm.. Aku masih disini paman dan bibi."


.


"Eh... anak muda..! kau..., kau hanya merusak suasana."


"Hei paman..! Suasana yang kau nikmati ini aku yang menciptakan, kau hanyalah pria pengecut sebelumnya."


"Kauuuuu?"


"Itu benar Armor, kita harus berterima kasih padanya."


"Haaahh baiklah, terima kasih anak muda, tapi untuk apa kau melakukan semua ini?


Tentu kau punya maksud bukan?


Kalau semua kau lakukan hanya untuk Zui meili maka sebaiknya kau lupakan saja, dia sekarang adalah putriku, maka hanya pria terbaik yang boleh bersamanya."


"jangan khawatir paman aku melakukannya hanya untuk tunas tanamam Xiangjiaomu hahaah.."


Masih dalam keadaan tertawa, tiba tiba tangan Qing Shan dipegang oleh sepasang tangan yang begitu lembut.


Sesosok wajah putih indah bersinar yang sama samar Qing Shan lihat dari sudut samping matanya, bersandar ke bahunya.


Melihat itu Armor dan Bunga sangat terkejut.


"Zui'er kau?"


"Ibu aku sudah melihat dan mendengar semuanya, maka aku juga akan menunjukkan pilihan hatiku."

__ADS_1


"Zui'er... kau belum mengenalnya dengan baik nak..!"


"Aku juga tidak mengenal paman sebelumnya, tapi sejak ibu memilihmu maka aku akan menyebutmu ayah."


"Zui'er...!"


"Ibu biarkan aku memilih priaku."


"Hei ada apa orang orang ini?


Mereka bicara kesana kemari tentang diriku, dan berpikir aku sudah setuju dengan mereka semua?"


Qing Shan berucap dalam dirinya.


"Ah nona Zui meili."


Qing Shan berbicara tanpa melihat


wajah Zui meili.


"Maaf kalau aku terlalu lancang. Sebenarnya aku sudah punya dua istri masa depan, sebelum masuk ke tempat ini dan aku belum menyerah untuk keluar dari sini."


"Kakak aku tidak akan menyusahkanmu, Aku akan berbaikan dengan kedua istri masa depanmu kelak."


"Tapi seharusnya kau belum kenal aku bukan?


Aku berbeda dengan yang lain."


"Ya kau memang berbeda dengan yang lainnya, semua pria di alam ini mengejarku, sedangkan aku malah mengejarmu.


Aku memang tidak kenal denganmu yang berada di luar alam ini, tapi aku mengenal baik kau yang sudah berada di alam ini.


Orang orang yang menyukaiku mencari segala cara untuk bisa dekat denganku, lalu apa kau pikir aku akan diam dan tidak melakukan apapun untuk orang yang kusukai?


Maaf kalau aku sudah menyelidikimu kakak Shan'er."


Qing Shan tercengang dengan semua yang dia dengar, tanpa sengaja dia menoleh ke arah wajah Bunga, untuk pertama kalinya dia melihat wajah Bunga dengan jelas dan tak sadar hatinya berdebar sangat kuat, benar benar wanita yang saaaaaaangat cantik, wanita itu tersenyum sambil mengangguk.


Qing Shan berpaling menghadap tanah, karena khawatir akan terlihat jejak kekaguman di wajahnya saat tadi memandang Bunga, namun bayangan wajah dewi Bunga masih saja terlihat disana, begitu cantik begitu indah dan begitu manis, pantas Armor begitu bergetar hebat, tadinya pandangan Qing Shan terhalang oleh tubuh Armor saat akan melihat Bunga jadi dia tidak terlalu memperhatikan wajah dewi tercantik di alam dewa sebelumnya tersebut.


Kemudian hati Qing Shan bergetar. "Lalu seperti apa wajah putrinya?"


Qing Shan membatin.


Perlahan Qing Shan berpaling dan melihat ke arah Zui meili,


"Deghhh."


Hatinya serasa dipukul oleh palu semesta yang biasa dia pakai untuk memukul batu mencari ikan di sungai.


Wajah itu...! aakkkhhhhh begitu indah, lebih cantik lebih manis lebih segar dari ibunya.


Sesaat Qing Shan terdiam seperti kayu besar yang tidak di hembus oleh angin sedikitpun, dia diam serta dengan hening berdiri di tempatnya.


Zui Meili yang melihat jejak kekaguman dan pengagungan akan kecantikannya di wajah Qing Shan, menjadi puas dan tertunduk malu, warna merah merona tersembul di kedua pipi putihnya yang begitu indah tak tergambarkan itu.


Qing Shan tersadar saat Zui'er menunduk tak sadar dia menelan ludahnya dengan kasar.


Qing Shan lalu melangkah dan memeluk tubuh indah Zui'er, kecantikan ini membuatnya teringat akan kedua istri masa depannya.


kecantikan Zui meili tidak kalah dari keduanya, namun yang membuat Qing Shan heran dia tidak dapat mengawal dirinya saat melihat kecantikan yang ada di depannya saat ini, berbeda dan tidak seperti saat dia mampu mengawal dirinya ketika berada di hadapan kedua keindahan dari istri masa depannya.


Apakah ini perbedaan rasa yang ada di hati manusia? begitu kuat begitu membius dan mempesonakan.


Qing Shan berbicara dalam hatinya tanpa ada yang mengetahuinya


Tanpa sadar Qing Shan menangis tanpa bersuara, air matanya tumpah saat memeluk Zui'er.


Qing Shan menumpahkan segala perasan yang sebulan ini dia tanggung dan coba tutupi dari orang lain,.


Segala keluh kesah dan juga kerinduan akan keluarga dan istri masa depan, serta orang orang yang dikenalinya, membuatnya terpukul di malam malam sepi yang dia lalui.


"Kakak Shan'er...! Kakak menangis?"


"Aku menangis karena begitu bahagia bisa bertemu dan mendapatkan hatimu sehingga kita bisa bersama Zui'er."


"Kakak itu ada ibu.."


Qing Shan tersadar lalu menarik tubuhnya.


"Hm...... Zui'er ibu dan ayah akan pergi ke suatu tempat, jaga diri kalian baik baik."


Bunga melihat ke arah Shan'er saat mengatakan "jaga diri kalian baik baik".


"Baik ibu...!"


Qing Shan tidak bicara dan hanya mengangguk.


"Ha..ha...hahhah Sempurna, kau memang begitu luar biasa anak muda."


Ucap Armor sambil berlalu dari tempat itu bersama dewi bunga.

__ADS_1


__ADS_2