
Pada saat jamuan makan digelar baik Lin'er maupun Lan'er telah ikut bergabung dengan semua anggota keluarga Huang setelah keluar dari kamar mereka.
"Ayo, ayo semuanya kita makan besar hari ini, kita sambut menantu masa depan kita Qing shan...!
Ayo Lin'er tuangkan air minum buat Shan'er.
Kakak Huang Tiansi, mana kakak Lin Ganqing suamimu..?"
"Sebentar lagi juga akan keluar, tadi dia masih menyimpan sesuatu di kamar."
"Baiklah. Ayo semuanya Mana minuman terbaik lainnya, milik keluarga kita.? Ayo keluarkan..!
Hari ini kita harus merayakan kedatangan Shan'er.
Demi kebersamaan kita! Demi kejayaan keluarga! Demi kejayaan kekaisaran!
Demi kejayaan benua rendah dan tidak kalahnya penting Demi pernikahan masa depan Qing shan bersama Lin'er dan Lan'er di kemudian hari ayo ayo...!"
Saudara laki-laki
Huang Tiansi yang merupakan paman Lin"er begitu bersemangat.
Kehangatan di hatinya tak tergambarkan bagaimana keadaannya, saat mengetahui semua tujuan prinsip maupun semangat juang Qing shan, untuk selalu menjaga orang-orang yang dia sayangi.
Melindungi dan juga menyediakan hal-hal baik, bagi mereka semua,
baik mereka menyadarinya atau tidak sama sekali.
"Saudara sekalian...!
Shan'er ini adalah sosok yang luar biasa, sosok terpilih yang dihadirkan oleh surga, untuk membawa penduduk negeri ini pada kejayaan dan kemuliaan.
Shan'er pantas mendapat rasa hormat dan pujian dari kita semua."
Kini semua orang faham kenapa dan apa sebabnya,
sosok yang dikenal sebagai paman Huang ini, begitu girang begitu senang dan begitu membesarkan kehadiran Qing shan yang hanya untuk sesaat itu.
"Kak Lin'er kau selalu mencuri curi pandang pada sosok gege Shan'er, suami masa depan kita.
Apakah kau tidak akan menyapanya?"
"Aku tidak akan menyapanya Lan'er, agar Shan'er tahu kalau aku begitu kecewa, atas sikapnya yang jarang mengunjungi kita."
"Kak Lin'er yakin..?
Gege cuma sebentar mengunjungi kita disini, dari cerita yang aku dengar beberapa hari belakangan ini, gege akan memulai perangnya di benua alam tengah."
Hati Lin'er menjadi sedikit khawatir mendengar ucapan Lan'er barusan.
Tadinya hatinya sangat marah karena Qing Shan belum datang menemui mereka dalam waktu dekat, hatinya protes karena adanya hubungan yang khusus diantara mereka.
__ADS_1
Tapi mendengar Qing Shan akan segera melakukan peperangan, dia juga sedikit khawatir.
Namun sedikit kekhawatiran itu, belum bisa menghilangkan kemarahan hatinya.
"Bagaimana? Apakah kak Lin'er sekarang akan berubah, setelah tahu gege akan melakukan peperangan?"
"Ya aku akan berubah.
Adik Lan'er aku akan mundur dari hubungan ini, kau dan Zui'er jagalah dia di masa depan."
Setelah mengatakan itu Lin'er menyerahkan token alam jiwa pada Lan'er secara sembunyi sembunyi, agar dikembalikan pada Qing Shan.
Perkataannya yang tidak bisa di dengar oleh orang lain itu, begitu mengejutkan Lan'er, bola mata Lan'er hampir melompat keluar karena hal itu.
"Ibu kepalaku begitu sakit, aku akan kembali ke kamarku sekarang, maaf semuanya...!"
Lin'er lalu memasuki kamarnya dan mengunci diri di dalam.
Lan'er yang mengikutinya hanya bisa tertahan di luar, tak bisa masuk ke dalam kamar seperti biasanya.
Berselang beberapa saat Qing Shan hadir di sana.
"Lan'er aku menangkap sesuatu yang salah, apakah benar demikian?"
"Gege kak Lan'er memberikanku token ini, untuk dikembalikan pada gege dan kak Lin'er mengatakan, kalau dia mundur dari hubungan ini."
Qing Shan memegang token alam jiwa milik Lin'er dan menghembuskan nafasnya dengan keras.
"Hah.... Baiklah kita pergi sekarang."
"Gege..!
" Sudah biarkan saja...!"
Saat mereka akan pergi, ibu Lin'er yang juga merasakan sesuatu yang salah pada diri putrinya Lin'er, datang ke tempat itu.
"Ibu.....!"
"Ibu.....!"
Baik Qing Shan maupun Lan'er, memberi hormat pada Huang Tiansi, ibu Lin'er.
"Shan'er dan Lan'er tidak biasanya kalian di luar, mana Lin'er..?"
Lan'er lalu menjelaskan semuanya dan memberikan token alam jiwa milik Lin'er pada ibunya.
"Ibu meski Lin'er memutuskan mundur dari hubungan ini, aku akan tetap menganggap ibu sebagai ibuku dan juga paman Huang dan semuanya, tetap akan jadi keluargaku tidak ada yang
akan berubah.
Sampaikan permintaan maafku pada Lin'er.
__ADS_1
Ibu aku pergi sekarang Gong lam sudah memanggilku, sebab ada sesuatu yang besar terjadi di alam benua tengah.
Lan'er, apakah kau masih akan disini atau kau akan ikut ke alam jiwa?"
"Gege..! Aku akan disini sebentar, mohon gege jangan marah pada kak Lin'er, aku akan mencoba membujuknya."
"Itu tidak perlu Lan'er.
Ada hal hal prinsip yang tidak boleh kita campuri, Lin'er sudah memilih jalannya, maka biarkan dia dengan pilihannya.
Baiklah. Gong lam sudah memanggilku kembali, kalau kau masih ingin disini, aku akan pergi lebih dulu."
"Baik gege, pergilah."
Setelah Lan'er mengatakan itu, Qing Shan hilang dari tempatnya.
Tak lama pintu kamar Lin'er terbuka.
Baik Huang Tiansi maupun Lan'er segera saja masuk ke dalam kamar Lin'er, tanpa mampu berkata apa apa.
"Apa yang terjadi Lin'er? Kenapa kau memilih mundur dari hubungan ini?"
"Ibu sejak awal Shan'er memang tidak menghendaki hubungan ini, Itu sebabnya setelah ditetapkannya hari pernikahan Shan'er secara sepihak dan tiba-tiba, membatalkan sendiri pernikahan itu, tanpa kita tahu sebabnya.
Dan ibu sekarang bertanya kenapa aku mundur dari hubungan ini..?"
"Nak tapi nak Qing shan
melakukan itu karena memang dia memiliki satu urusan yang sangat genting, terkait dengan keamanan di negeri benua alam rendah ini.
Tidak seperti yang kau lakukan sekarang."
"Lalu apakah aku akan berhenti menjadi putri Ibu hanya karena aku tidak jadi menikah dengan Shan'er?"
"Bukan begitu nak, tidak ada yang mengatakan seperti itu.
San'er telah melakukan banyak hal untuk kita, termasuk menemukan dan membebaskan ayahmu, tidak bisakah kau mempertimbangkan semua Itu..?
Ibu tahu kau sedang marah, tapi jangan sampai kemarahan sesaatmu ini, merusak semua hal baik yang telah dicapai selama ini."
"Kakak Lin'er.....!"
Lan'er ikut berbicara.
"Gege mengatakan kalau dia meminta maaf, kalau dia memiliki salah.
Kak Lin'er tolong tarik kembali ucapan kakak, jangan mundur dari hubungan ini jangan putuskan hubungan ini..."
Adik Lan'er aku sudah memutuskan dan tanpa adanya diriku kau dan Zui'er masih bisa menjaga dan merawat Shan'er ke depannya."
Ruangan di kamar itu menjadi beku dan hawa menjadi terasa sangat dingin menusuk tulang.
__ADS_1
Keputusan tiba-tiba yang diambil oleh Lin'er benar-benar mengejutkan Lan'er dan juga ibunya.
Ibunya tidak bisa membayangkan akan seperti apa reaksi paman Lin'er tatkala mengetahui hal ini.