Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 55 : Akhir bagi kekaisaran Wei


__ADS_3

Persis sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, akar spritual surgawi memperkuat armor yang membalut tubuh Qing Shan.


Inti elemen kekacauan di tarik paksa dan dilebur menjadi nutrisi oleh akar spritual surgawi yang telah berevolusi menjadi sebuah pohon itu, perlahan kini muncul putik buah yang cukup banyak pada pohon itu.


Dalam proses itu Qing Shan yang tadinya terhempas kesana kemari kemudian berdiri kokoh, seperti sebelum datangnya badai kekacauan.


"Baju zirah sisik naga kembali membalut tubuhnya melapisi armor daun akar spritual surgawi, kini matanya terbuka dan pandangannya semakin tajam, tubuhnya sangat ringan dan dengan cepat segala luka di tubuhnya telah pulih seuruhnya, dia melhat dan memeriksa jauh kedalam ingatan sosok pria tua yang berada di pusat badai topan kekacauan itu, dengan kemampuannya


"Hmmmm..... ternyata sosok ini berasal dari alam benua tengah, pantas kekuataan tempurnya sangat sulit untuk dijinakkan sebelumnya, pasti pengalaman bertarungnya jauh melebihi diirku, sehingga sangat tahu memakai segala hal yang dia punya, aku kagum dengannya."


Lu ming, pria tua dari kekaisaran Wei saat ini berada dalam keadaan tidak sadar, pukulan pelahap jiwa yang berulang kali Qing Shan hantamkan padanya, tanpa dia sadari telah meredupkan dan melemahkan kekuatan jiwanya, satu satunya pertahanan terakhir yang dia miliki semestinya adalah inti elemen kekacauan, namun sayang itupun telah di tarik oleh akar spritual surgawi.


Lu Ming kini berada dalam proses penghancuran, jiwanya tercabik cabik dan tidak bisa lepas dari pusaran dahsyat arus elemen kekacauan energi serta kekuatan jiwanya tidak lagi cukup untuk bisa mengendalikan apa yang dia mulai.


"Tuan Gong Lam, apa yang sebenarnya terjadi..?"


"Aku juga tidak tahu Jedral."


"Tapi aku merasakan kesadaran tuan sempat meredup hanya saja sekarang sudah kembali seperti biasa."


"Benar sekali saudara Gong Lam, dengan adanya tanda jiwa tuan di diri kita, kami juga sempat bisa merasakan hawa kehidupan yang hampir meredup dalam diri tuan sebelumnya, tetapi kini bahkan telah lebih kuat dari sebelumnya."


"Yah kita tunggu saja proses selanjutnya."


Di dalam badai topan kekacauan yang semakin tidak teratur sebab kendalinya telah lepas membuat badai tersebut semakin kuat dan tak beraturan, daya hisapnya semakin meluas, khawatir akan menjadi sumber kerusakan kini Qing Shan mengendalikannya dan membuatnya semakin mengecil dan terpusat di sekitarnya dan Lu Ming saja.


Dengan cepat Qing Shan melesat masuk ke dalam alam kesadaran jiwa Lu Ming.


"Terima kasih tuan berkenan memelihara tubuh saya."


"Lu Ming merubah panggilannya."


"Aku kagum padamu dan menaruh hormat yang tinggi."


"Ahhhh..... tuan saya tidak pantas untuk itu."


"Jadi kau berasal dari benua alam tengah?"


"Ya.....! tetapi aku adalah seorang pengembara dan suka akan tempat dan hal hal baru, selain bertarung tentunya."

__ADS_1


"Lalu apa yang membuatmu sampai berada disini ?"


"Awalnya aku sangat ingin memiliki prinsip dunia rendah ini tuan, tapi seberapa kuatpun aku berusaha, aku tidak pernah bisa mendapatkan petunjuk apapun tentangnya, sepertinya prinsip itu sudah memiliki takdirnya sendiri."


"Apakah ada orang lain yang turun bersamamu, atau paling tidak orang yang berasal dari alam yang sama denganmu, meski tidak datang bersama.?"


"Untuk itu aku tidak tahu pasti tuan, tapi dengan melihat keberadaan tuan saya faham satu hal, bahwa akan selalu ada hal hal yang berada diluar apa apa yang bisa kita pikirkan."


"Baiklah, apakah engkau akan kembali ke benua tengah?"


"Yah... sejauh apapun perantau pasti hatinya selalu terhubung dengan tempat asalnya tuan, maka begitu juga denganku, tetapi untuk sampai kesana seseorang harus berada pada level Dewa langit puncak, sedangkan aku baru berada di dewa pemula dan dengan segala keadaan alam rendah ini hampir mustahil bagiku untuk bisa kembali kesana, kecuali dengan adanya sebuah keberuntungan dari surga."


"Baiklah aku akan kembali, seraplah daun ini agar kekuatan jiwamu tumbuh kembali, kau butuh kekuatan itu untuk bisa mengendalikan tubuh fanamu ini."


"Terima kasih tuan...!"


"Baiklah aku akan keluar dari alam jiwamu."


"Tuan......!"


"Apakah ada lagi sesuatu hal yang ingin kau katakan.?"


"Tolong terima saya jadi pengikut anda tuan...!"


"Tuan, siapapun tahu kalau tuan bisa saja membunuhku saat ini, tetapi tuan tidak melakukannya, artinya hidupku kedepannya sebenarnya adalah hadiah dari tuan, itu saja sudah merupakan pemberian besar bagiku, maka tolong izinkan saya melayani tuan."


"Apa kau yakin ?"


"Sangat yakin tuan."


"Baiklah kalau kau sangat yakin, aku mengizinkanmu mengikuti ku, langkah pertama hapus kekaisaran Wei dan satukan dibawah panji kekaisaran Han."


"Terimakasih tuan, pelayan ini akan melaksanakan arahan tuan."


"Kalau tidak ada lagi aku akan pergi dan pulihkan dirimu sejenak."


Qing Shan melesatkan tanda jiwanya ke dalam jiwa Lu Ming dan dia melesat keluar meninggalkan Lu Ming, yang kini berada di pusaran kecil elemen kekacauan yang menahan tubuhnya di langit..


"Tuan...!!!"

__ADS_1


"Tuan.....!!!"


"Sebenarnya apa yang terjadi tuan?"


Gong Kam dan kelompoknya bertanya dengan penasaran pada Qing Shan


"Lu Ming sudah menjadi saudara kalian, dia sedang memulihkan jiwanya yang terluka.


Gong Lam, tangkap semua keluarga kerajaan dan masukkan kedalam dunia kecil di kotak ini, bawa ke istana kekaisaran Han.


Kalian 10 bersaudara umumkan pada seluruh pasukan yang masih berperang di perbatasan bahwa kekaisaran Wei telah berakhir, sekarang semuanya telah berada di bawah kendali kekaisaran Han.


Selebihnya semua urusan di tempat ini akan menjadi tanggung jawab Lu Ming."


Lu Ming secara cepat telah berada di antara mereka dan memberi salam kepada Qing Shan, kemudian pergi mengurus segala perintah Qing Shan yang telah disampaikan padanya sebelumnya.


Qing Shan dengan kekuatan dan pencapaian barunya segera menghilang dan melesat dengan super cepat ke istana kekaisaran Han.


"Shan'er...!


"Ibu..."


"Kamu disini, bagaimana keadaan di medan peperangan?"


"Semua sudah berakhir bu, kekaisaran Wei sudah runtuh, tonggak kekuatan mereka sudah menjadi pelayanku, sebentar lagi Gong Lam akan membawa keluarga kekaisaran Wei kehadapan kaisar Han."


"Shan'er, kamu sudah melenyapkan batu sandungan yang selama ini membuat ayahandamu merasa kesulitan, berita baik ini harus segera disebarkan, pergilah pulihkan dirimu Shan'er."


"Baik bu, anak ini akan pergi."


Setelah mengunci kamarnya Qing Shan memasuki alam jiwa, dia melihat gubuk yang merupakan harta surgawi yang di sebutkan kakeknya telah kembali ke tempatnya, ada rasa rindu yang menjalar di lubuk hatinya, mengingat masa masa pertemuan awalnya dengan master yang ternyata juga kakeknya.


Mengingat apa yang kakeknya katakan tentang begitu banyaknya rahasia alam jiwa yang telah diwariskan padanya, Qing Shan terbang berkeliling menelusuri warisan alam jiwa dewa, dia mendapati adanya berbagai keadaan dalam setiap tempat yang berbeda, gunung dengan lautan lahar yang panasnya menyebar ke sekitarnya, pegunungan bersalju dengan tingkat kedinginan yang ekstrim dan juga adanya perbedaan musim yang berbeda pada setiap tempat.


Dia terbang pada sebuah pohon yang sangat tinggi dan memandang dari atasnya ke segala penjuru yang ada.


Dan dengan jentikan jari, sebuah istana megah yang berada di daratan yang sangat luas, tercipta seperti apa yang Qing Shan pikirkan, setelah puas dengan itu dia memasuki alam jiwanya dan memeriksa buah dari pohon akar spritual jiwa.


"Aku tidak tahu pasti manfaat dari buah pohon ini, tetapi melihat dari kegunaan daunnya semestinya fungsinya tidak jauh lebih rendah dari itu.

__ADS_1


Hahhh.... baiklah aku harus kembali saat ini."


Setelah tenggelam dalam pemikirannya yang berusaha memahami fungsi buah di hadapannya Qing Shan kembali ke kamarnya di dunia liar.


__ADS_2