
Persis ketika musuh akan mendekati kelompok Gong lam, sebuah energi dahsyat memukul mereka mundur dengan keras, sampai mereka muntah darah yang kental dan segar, yang membuat mereka akhirnya terkapar di tempat jatuhnya masing masing.
Armor hijau membalut kelompok Gong lam yang sudah dibalut array perlindungan sebelumnya.
Energi pemulihan merambat masuk ke tubuh semua orang, mereka merasakan hangat di tubuhnya dan sangat tersentak, menyadari aura ini adalah aura yang sangat mereka kenal.
Gong lam adalah orang pertama yang menyadari tentang keberadaan auran ini.
Setelah siuman karena efek baik energi pemulihan, dia merasakan aura ini lalu dia berteriak.
"Tuan sudah kembali....!
Kita selamat, tuan sudah kembali...!"
Para pasukan yang tadinya sudah pasrah dan berputus asa itu bangkit bersorak girang mengikuti apa yang Gong lam ucapkan.
Tak lama sesudahnya sebuah bayangan halus yang semakin nyata dan nyata wujud di depan pendekar dewa bumi pihak musuh.
Ketika musuh masih akan bicara, sabetan cahaya pedang petir merah surgawi kehampaan milik Qing Shan, sudah melesat kearahnya.
Begitu pria itu bisa menghindar,
Qing Shan langsung melesat menghajar orang itu dengan cepat gesit dan kuat, dengan serangan teknik pedangnya.
"Trang ting ting."
Pendekar dewa musuh jadi bulan bulanan Qing Shan.
Dia sama sekali tidak bisa menghindari serangan ganas Qing Shan, yang sudah kasar dan bringas sejak awal.
Qing Shan terus menyerang dari segala arah dengan banyak teknik dan tekanan besar tanpa henti
Wajahnya menjadi berantakan dan rambutnya acak acakan.
Saat masih akan mengatur nafas.
Tubuhnya sudah dihantam oleh bola petir yang ganas dengan aura transisi portal reinkarnasi di dalamnya.
"Duarrrrr."
Bola meledak, pendekar itu berdiri dengan terhuyung, daging di tubuhnya terkoyak koyak dan meneteskan darah yang hijau.
"Apa...? Energi apa itu?
Kenapa tubuhku tidak bisa melakukan pemulihan."
"Itu energi transisi yang merupakan bahagian dari energi yang berada di gerbang teleportasi reinkarnasi, bila sudah terpapar kau akan segera diantar untuk berada di tempat itu.
Perlahan tubuhmu yang kaku itu akan mati rasa dan mengering kehilangan vitalitas kehidupannya, darahmu sudah teracuni dan kematian sudah di ambang mata.
Itulah balasan bagi orang yang mengganggu, juga mencoba membinasakan orang orangku.
Array terbuka Gong lam melesat ke arah Qing Shan
"Tuan."
"Saudaraku, ayah kita sudah menceritakan semuanya, jangan panggil aku tuan lagi."
"Saudaraku."
__ADS_1
Gong lam masih canggung dan merasa tidak sopan untuk memanggil dengan sebutan adik .
"Ya semua sudah berakhir, ayo kita pergi."
"Tuan orang itu.?"
"Dia akan mati beberapa saat lagi, seluruh jaringan tubuhnya sudah mati saudara Chen sui bai, bahkan jiwanya akan ditarik paksa langsung menuju alam bawah, tempat orang orang mati"
"Beruntung tuan segera datang, kalau tidak."
"Hahhhh maafkan Chen sui han, seperti yang aku katakan sebelumnya aku tertahan di wilayah alam jiwa, tapi kini seluruhnya sudah ada dalam kendaliku.
Baiklah kita pergi"
Semua orang diangkut ke alam jiwa dan mereka meninggalkan tempat itu.
Pendekar dewa bumi yang tadinya mengambang di udara terjatuh dan semua dagingnya kering seperti mumi dan semua tumbuhan di sekitar mayat itu menjadi mati.
Manusia hidup akan mati bila terpapar oleh aura transisi portal reinkarnasi, sedangkan petugas portal disana pula bisa mati oleh energi kehidupan dari alam dunia di luarnya, kenapa begitu ? masih menjadi misteri hukum surgawi.
Di alam jiwa semua yang terluka telah di rawat dengan baik, tetapi pemulihan itu akan lebih lambat tanpa Qing Shan.
Saat Qing Shan bersama rombongan
Gong lam tiba, mereka disambut seperti pahlawan, tanpa mereka wilayah kekaisaran Han benar benar akan terpuruk tadinya, saat Qing Shan belum kembali.
"Haahhhh kakak kau sudah mengumpulkan semua bunga cantik yang ada, apa lagi yang tersisa untuk adikmu ini?"
Nian'er membuka pembicaraan dengan bercanda.
"Ha... ha..hahah adik...! Aku mengumpulkan kakakmu semua dengan petualangan dan perjalanan hidup yang pahit, sedangkan kau sekali selebaran kekaisaran kau umumkan untuk beroleh wanita tercantik di benua alam bawah ini, maka mereka yang akan berpetualang dalam mencarimu, jadi jangan terlalu risau hahahhah."
Inilah yang membuat pangeran mahkota Nian'er adik kandung Qing Shan menjadi iri dalam artian yang positif.
Qing Shan memahami itu karenanya dia memasang array ilusi yang menutupi daya pikat luar biasa di tubuh dan wajah Zui'er, barulah semua orang bisa bersikap normal.
"Shan'er....! bagaimana caramu akhirnya bisa keluar dari tekanan dan pengaruh alam itu?"
"Ayah ternyata rahasia pendekar dewa dan manusia abadi tidak bisa masuk ke alam inipun adalah karena keberadaan hukum surga di alam itu, karenanya banyak dewa dewi yang jatuh jadi manusia biasa disana, sebab tidak tahu cara untuk keluar.
Ibu mertua sendiri adalah dewi bunga dari alam dewa yang ikut jatuh."
Semua menatap dewi bunga dan bergumam dalam hatinya
"Pantas wanita ini begitu cantik dan mengagumkan, ternyata dia adalah dewi bunga yang legendaris dalam kisah yang pernah mereka baca itu."
"Beruntungnya Qing Shan sendiri
dapat banyak petunjuk.
Akhirnya Qing Shan, menjerat dan menaklukkan jiwa alam salju itu, sehingga semua hukum surga miliknya tidak berlaku lagi bagi anak ayah ini."
Semua orang menyimak apa yang Qing Shan ucapkan, termasuk dewi bunga sendiri, yang sejak awal sangat penasaran dengan keistimewaan putra menantu masa depannya itu.
"Ibu apakah ayah aku jemput sekarang?"
Qing Shan berbicara pada dewi bunga dan sengaja menekankan kata ayah, agar para pria di alam jiwa yang sudah mulai membayangkan berbagai hal itu tahu, kalau wanita menakjubkan bernama dewi bunga itu sudah ada pemiliknya.
"Shan'er kalau boleh, ibu meminta waktu dan tempat untuk melatih kembali kultivasi ibu berserta Zui'er, apakah kau punya sesuatu hal yang baik untuk mengatasi itu.?"
__ADS_1
"Ibu....! Tentu ada dan Shan'er punya harta yang bisa membuka dan membangun kembali pondasi kultivasi ibu.
Adapun Zui'er biarkan kedua saudarinya yang melatih dan aku akan akan mengawasi secara langsung, perkembangan serta berbagai hal maupun jalan yang diperlukannya.
Jadi ibu fokus saja untuk kembali pada kekuatan ibu.
Selain itu, Shan'er akan memberitahukan semuanya kepada ayah agar tidak menjadi was was.
Qing Shan sangat tahu rasa sakitnya perasaan kehilangan itu setelah berada di wilayah alam salju.
Maka kita tidak boleh menimpakannya pada ayah"
"Baiklah, ibu akan mengandalkanmu.
Namun seperti kesepakatan ibu dan dua ibu mertuamu lainnya, tidak boleh lagi ada ibu mertua maupun gadis lainnya."
"Ibu itu.....?"
Qing Shan berhenti bicara dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Gelak tawa yang begitu nyaring dan riuh, terdengar keluar dari beberapa mulut orang orang yang berada disana.
"Ha..hahaha...hahahahhh saudari dewi bunga memang luar biasa, Shan'er sampai mati kutu dibuatnya."
"Iya benar saudari Yun sui Hen, saudari kita memang telah kehilangan kekuatannya, tapi tidak dengan ketegasannya...ha ha luar biasa."
"Ha...haha tuan kita jadi salah tingkah..."
"Iya saudara Chen? tuan jadi tampak menggemaskan ha haha."
"Ha..hahah.. baiklah semuanya, akhirnya setelah beberapa saat kita begitu tertekan dan bersedih, kita semua bisa tertawa lepas kembali seperti ini, ha ha .
Tapi rasanya masih kurang, kalau Qing Shan belum menikah dan memberikan kita cucu cucu yang manis.
Bagaimana menurut kalian kalau kita melangsungkan pernikahan?"
"Yang mulia kaisar itu, sangat bagus sekali."
Semua orang mengangguk dengan ucapan Kaisar Han Zhuang.
"Tapi ayah, ayah Qing belum ditemukan...!"
"Anakku Qing Shan, alam 1000 alam telah ditelusuri oleh Gonglam saudaramu dan yang lainnya, tapi belum di temukan.
Namun ayah yakin baik ayah dan ibu Qing mu itu, tidak akan keberatan, kalau kau menikah sekarang.
Lagipula selain itu, kau perlu pertimbangkan ketiga ayah dan ibu mertuamu, kau tidak bisa membawa putri mereka bersamamu tanpa status yang jelas, jadi jangan gantung mereka.
Sebagai ayah kandungmu aku meminta hak dan memutuskan, bahwa kau harus menikahi ketiga wanitamu."
" Bagaimana saudari bunga, apakah saudari setuju?"
Ratu Ni Huan menimpali ucapan suaminya kaisar Han dan bertanya pada dewi bunga.
"Saudari...! ibu mana yang tidak setuju putrinya akan dinikahi dengan baik baik, oleh pria yang terbaik pula?"
"Saudari Huang dan saudari Yun sui Hen, bagaimana?"
"Kami sudah lama menunggu saudari Huan'er."
__ADS_1
"Hahaha baiklah kalau begitu sudah diputuskan, kita tinggal mencari hari baik."