
Gong Lam Hui, Chen Sui Han dan Chen Sui Bai akhirnya di temui oleh Qing Shan di suatu lapangan terbuka, depan balai pertemuan desa yang ada di tempat tersebut.
"Gong Lam Hui dan dua bersaudara Chen, apakah kalian sudah menjelaskan segala sesuatunya, yang telah aku perintahkan untuk disampaikan...?"
"Sudah tuan.
Apa yang perlu disampaikan pada warga, sesuai arahan yang telah tuan sampaikan dan kami terima lewat pesan kesadaran jiwa, sudah seluruhnya kami jelaskan.
Sehingga tuan tidak perlu lagi untuk menjelaskan kembali hal yang sama kepada para warga desa."
"Bagus, kerja yang bagus."
Ucap Qing Shan pada bawahannya yang sejak tadi mereka bicara pelan sesama mereka, sehingga warga tidak perlu mendengarnya.
Qing Shan mulai merasakan efektifnya memiliki bawahan, segala sesuatunya tidak harus dia kerjakan sendiri.
Jelas dia bukanlah tipe orang yang suka pujian dan juga gila kekuasaaan, tetapi dia punya cita cita besar untuk membangun dan memperbaiki sistem rusak yang ada saat ini, agar sesuai dengan perinsip dan pemahaman beladiri yang dia yakini.
"Hmm... sesuai yang kalian tahu, apa yang menjadi tujuanku merupakan sebuah perjalanan panjang lintas alam, yang tidak mungkin untuk aku lakukan sendiri tanpa melibatkan orang lain.
Beruntungnya ternyata surga tidak membiarkanku, tetapi menuntun aku lewat pikiran maupun kehendak diri.
Sehingga bisa memperoleh kalian semua untuk berada di pihakku, memperjuangkan jalan bela diri dan cita citaku tersebut."
"Terima kasih tuan, kami merasa senang mendapati kenyataan kalau tuan bisa merasakan manfaat dari kehadiran kami para pelayan anda ini."
"Ya. Tentu aku harus mengakui itu.
Tadinya aku hendak menghabisi seluruh kehidupan, yang ada di sekte racun kematian, namun surga melalui kesadaran jiwaku menuntun aku untuk jangan bertindak gegabah.
Surga menuntun aku untuk memeriksa terlebih dahulu keadaan yang ada, sehingga orang orang baik seperti kalian, yang tadinya penuh kemalangan hidup tidak harus ikut mati konyol, melainkan akan hidup berjuang bersama denganku, seperti saat sekarang ini.
Bukankah hal itu adalah kehendak surga yang menuntun perjalanan hidupku dan kalian menjadi demikian Gong lam..?"
"Tuan! Apakah anda bermaksud mengatakan, kalau kami ini bisa menyertai tuan, juga adalah karena kehendak surga tuan...?"
"Apakah kau punya alasan lain Gong lam...?"
"Tidak tuan.
Saya hanya bahagia menyadari kenyataan itu tuan.
Bahwa kami para budak sekte sebelumnya ini, ternyata sudah menjadi pilihan dan kehendak surga untuk menyertai tuan."
"Ya tentu, kalian adalah orang orang pilihan surga sama seperti diriku.
Apakah kalian berpikir surga akan membiarkan aku berbuat sia sia saja, melepaskan kalian semua dari jerat iblis sekte racun kematian...?
Tentu tidak bukan...?
Kedepannya aku beserta seluruh orang yang setia mengikutiku, bersama kita akan berjuang menembus badai gelombang rintangan untuk memperbaiki setiap kerusakan yang ada.
Kita juga akan meredam segala potensi maupun ancaman bahaya, yang telah lama ditimbulkan dan dirawat baik oleh sistem rusak, yang dimiliki dunia saat ini.
Lihatlah hasil perjuangan kita ini...!
Lihatlah orang orang malang ini...!
Bagaimana kalau sampai kita tidak hadir...?
Dan perlu kalian ketahui, ada begitu banyak orang orang malang seperti itu, diluar sana."
Qing Shan dan para bawahanya kini menatap ke arah warga yang juga sedari tadi sudah memperhatikan mereka.
Warga desa sudah melihat sosok penyelamat yang di sebut sebut berulang kali, oleh ketiga sosok kuat yang telah membunuh pengawal kejam di gua tempat mereka dipekerja paksakan.
Apa yang membuat mereka heran adalah, gambaran yang tadinya mereka bayangkan sebagai sosok pria sepuh, dengan rambut memutih yang penuh dengan kebijaksanaan dan wawasan serta pengalaman, yang di tempa oleh usia yang tidak sedikit.
Namun sosok yang di tunggu dan telah hadir ini, ternyata hanya seorang pemuda tampan berpenampilan santun, dengan pembawaannya yang energik.
"Hei lihat tuan itu.
Bagi sebahagian besar kita, sosok tuan penyelamat itu lebih pantas menjadi cucu bagi kita, terlepas dari perbedaan kekuatan kita manusia biasa yang jauh lebih lemah daru para kultivator.
Tetapi tetap saja aku merasa kalau tuan penyelamat kita, terlalu muda."
'Heh jangan sembarangan apa kau merasa ada yang kurang dengan usia yang tuan itu yang terlihat begitu muda.?
Tapi sosok tuan di depan kita ini memang adalah penyelamat kita.
Apa gunanya bagi kita tuanya usia seorang kultivator.?
__ADS_1
Berapa banyak jumlah kultivator yang tua itu, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang perduli dengan derita hidup kita."
Sama seperti Qing Shan dan para pelayannya yang berbicara, para warga juga punya topik pembicaraan mereka sendiri.
Warga desa mulai sadar akan peran Qing Shan dan mengabaikan soal usianya yang tampak begitu muda bagi mereka
"Qing Shan...!"
Sebuah teriakan nyaring terdengar bergema, tapi tidak kelihatan orang yang berteriak tersebut.
"Ishh .... pemuda itu selalu saja meneriakan nama itu dimana saja, terkadang aku berpikir apakah anak itu sudah benar benar gila.?"
Ujar seorang pria tua, yang di dengar jelas oleh Qin Shan.
"Deghh ... "
Jantung Qing Shan berdetak dengan keras, setelah itu jiwanya bergetar hebat.
Suara ini mengingatkannya pada seseorang yang sangat dirindukannya sejak masih kecil, dalam banyak waktu pada kesendiriannya, ketika berada di alam jiwa.
Dia jelas mendengar suara itu dengan tegas menyebutkan namanya.
Peringkatku saat ini sudah pada tahap langit, sehingga tidak sulit bagiku untuk mendengar suara dengan jelas, bahkan jika itu adalah suara hewan kecil dari jarak yang cukup jauh sekalipun.
Jadi tidak mungkin aku salah dalam mendengar, suara tadi jelas memanggil namaku.
Lalu kalaulah mungkin aku sedang berhalusinasi, tetapi kenapa pak tua itu juga mendengarnya?
Bukankah dia jelas menyebut orang itu, selalu menyebutkan namaku?
Berapa orang yang mengenal namaku..?
Aku baru saja keluar dari alam jiwa, setelah sejak lama dikirim masuk kesana, jadi pasti seharusnya masih sangat sedikit yang kenal namaku bukan..?
Berbagai macam pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Qing Shan.
Dadanya semakin berdebar, tidak banyak hal yang bisa membuatnya begitu, bahkan dua leluhur sekte dan ratusan beast tingkat bumi sekalipun tidak bisa membuatnya berdebar dan bergetar sampai seperti ini.
Ketika dia berjalan ke arah lain sambil berpikir, sebuah suara yang sama persis dengan suara yang barusan menyebut namanya, terdengar kembali dengan jelas dan dekat mengatakan
"Wah ... kenapa semua orang berkumpul disini?" ucap suara tesebut.
"Deghhh..."
"Tuan!
Ucap ketiga bawahannya yang heran melihat sikap Qing Shan yang begitu bergetar, sesuatu yang tidak pernah mereka lihat sebelumya.
Tuan mereka adalah orang yang sangat kuat, tetapi sekarang ada apa dengannya..?
Qing Shan kembali tersadar mendengar panggilan bawahannya tersebut dan telah berhasil menguasai dirinya, perlahan dia berbalik dan pandangannya bertemu dengan pandangan orang yang tadi menyebut namanya.
Ketika pandangan keduanya bertemu untuk pertama kalinya, setelah sekian lama tidak pernah saling melihat seperti itu, mereka berdua sama sama terdiam untuk sesaat.
Sebelum kemudian suara keduanya secara bersamaan saling memanggil, nama orang yang ada dihadapannya masing masing.
"Qing Shan .....!"
"Luo Pangzi...!"
Ucap kedua orang itu bersamaan.
Lalu keduanya sama sama berlari dan berpelukan setelah saling mendekat.
"Ha....ha...ha...ha..hahahh"
Keduanya tertawa tanpa memperdulikan reaksi orang lain, yang bingung melihat tingkah mereka.
Qing Shan langsung duduk bersila di tanah dan menarik sosok di depannya agar ikut duduk berhadapan dengannya.
Keduanya masih belum berhenti tertawa
"Ha.. ha. ha..ha... hah...ha... hahahh..."
"Gendut temanku ternyata kau masih hidup, senang rasanya melihatmu kembali di dunia ini."
"Hua ... hua ... hua... hua...hahhahaahh..."
"Qing Shan temanku akhirnya kau bisa mendengar panggilanku, apakah kau tahu teman? orang orang sudah menganggap aku gila selama ini karena terus memanggil namamu, dimanapun aku berada hei.. sahabat kecilku."
"He ... he... he ...!
__ADS_1
Tenanglah sobat, sejak hari ini siapapun yang menyebutmu gila, akan aku ubah jadi kabut darah ... he..he..he..heeh."
"Glekkk..."
Pak tua yang tadi mengatakan perkataan gila, yang ditujukan pada Luo Pangzipun menelan ludah dengan sangat susah, tubuhnya kini basah dengan keringat yang sangat dingin.
Tubuhnya bergidik dan merasa kesemutan di saat yang sama.
Orang orang yang berada disampingnya melihatnya dan tersenyum, melihat ketakutan yang tentunya sudah menjalar di seluruh tubuhnya.
Dia tidak tahu pasti seperti apa kekuatan pemuda bernama Qing Shan ini, tetapi kesadisan bawahannya bukan sesuatu yang bisa dia tanggung.
Dia telah menyaksikan itu sendiri, terhadap apa yang menimpa pengawas gua tempat mereka bekerja.
"Ho..ho...hooo!
Tidak perlu sampai begitu teman, sebab mereka juga sangat ikut membantuku meminta pada dewa dan surga agar mempertemukan kita, supaya aku tidak benar benar jadi gila".
Mendengar itu aliran darah panas kembali naik ke tubuh pak tua, setelah tadinya turun dan terjun bebas sehingga hampir saja dia pingsan karena begitu larut dalam ketakutan.
Tadinya tubuhnya sudah dingin dan kesemutan semua.
Qing Shan lalu berkata
"Teman apakah kau tahu betapa sunyinya dunia ini, tanpa mendengar suara jelekmu itu...?
Ha..hahahahahhh."
Tawanya pecah kali berikutnya.
"Aku juga sangat merindukanmu teman...!
Apakah kau tahu, keinginan untuk bertemu denganmu dan teman masa kecil kita yang lain, adalah hal yang selalu aku jadikan semangat, untuk terus bisa bertahan hidup melalui dan menjalani segala kepahitan sampai hari ini sobat.?"
Segera setelah menyebutkan itu, matanya berembun dan air mata yang hangat mengalir deras, membasahi permukaan wajahnya.
"Gendut sahabatku kenapa engkau menangis di hari bahagia ini teman?"
"Teman aku teringat desa kita teman, desa kita sudah hancur, tidak lagi ada sama sekali yang tersisa, teman teman masa kecil kita dan semua keluarga yang ada di desa kita sudah tercerai berai entah kemana."
"Qing Shan sudah tahu semua informasi ini secara garis besarnya dari Qin Xiang, namun mendengar ini semua secara langsung dari sahabatnya, yang juga merupakan sebagai pihak korban yang langsung merasakan kepahitan itu, membuat, hawa dingin melintas dalam pandangan mata Qing Shan.
Tanpa sadar sedikit niat membunuh yang sangat kental bocor dari tubuhnya, sejenak orang orang merasa sesak untuk bernafas, untungnya itu terjadi hanya seper sekian detik saja dan dia segera menariknya kembali dan menguasai dirinya."
"Sabarlah teman..!
Aku punya kekuatan untuk membalaskan semua rasa sakit yang telah mereka timpakan pada kita semua."
"Temanku Qing Shan kau kini sudah sangat kuat, aku merasa begitu tidak berguna, karena tidak dapat berbuat banyak untuk bisa membantumu dalam menghancurkan para iblis itu!".
"Gendut sahabatku keberadaanmu saja sudah merupakan berkah yang besar dari surga bagiku, tahukah kau berapa kali aku begitu menginginkan pertemuan kita seperti saat ini.?
Dunia ini sepi tanpamu kawan..!
Bahkan bila aku berada di belahan dunia terindah sekalipun, itu tidak akan menjadi lebih indah dibandingkan kebersamaan kita saat ini, walau hanya duduk di atas tanah begini sahabat."
"Masalah kekuatan, aku punya lebih dari 100 jalan untuk membangkitkan kekuatanmu, apa kau lupa sobat, bahwa tubuh gendutmu ini seringkali dulunya menjadi tameng bagiku untuk berlindung dari kejahatan anak anak di luar desa kita, tidakkah kau mau memberi aku sedikit kesempatan untuk menang, sehingga tidak harus selalu berlindung di tubuh gendutmu temanku.?"
" Apa gunanya kekuatan dan kakayaan, kalau tidak bisa melindungi teman dan orang orang yang kita cintai..?
Apa gunanya menjadi kuat kaya dan hebat kalau kemudian malah melupakan dan merendahkan teman, hanya karena mereka tidak kuat kaya dan hebat seperti diri kita?
Tidak...! Aku tidak akan menjadi manusia seperti itu sobat, kalian semua orang orang baik yang pernah hadir dalam hidupku, akan aku pastikan dunia ini harus merendah diri dan tidak boleh menyombongkan dirinya di hadapan kalian.
Maka izinkanlah untuk sekali dalam kehidupan ini, aku menjadi tamengmu dan orang orang yang kita sayangi."
Suasana menjadi hening, semua merasa takjub dengan penuturan pemuda bernama Qing Shan ini, segala keraguan yang sempat terselip di hati warga desa kini hilang bagai mendung disapu badai.
Para bawahannya terpana dan merasa sangat beruntung juga bertuah bisa mengenal pribadi, yang kelak akan menjadi manusia yang berada pada puncak mata rantai kekuatan ini.
Nam Kui Nu dan wanita yang merupakan ibu dari dua anak yang mereka temui di gubuk, juga sudah ikut hadir disana dan mendengar semuanya.
"Qing Shan berkata, kalian semua dengarkan..!
Ini adalah sahabat masa kecilku dan selamanya akan begitu, namanya tuan Luo Pangzi, sebagaimana kalian menghormatiku, maka sikap yang sama harus kalian tunjukan padanya."
"Kami semua faham tuan..!"
Semua yang hadir merespon titah dari Qing Shan.
"Kita akan rayakan pertemuan ini dengan berpesta."
__ADS_1
Tak lama kemudian sebanyak 227 orang manusia, tiba tiba datang entah darimana membawa makanan minuman dan buah serta semua hal yang diperlukan untuk merayakan sebuah pesta.