
Ketika para penari dari anggota Klan telah membawakan beberapa tariannya, maka anggota-anggota Klan Wu tidak terkecuali mereka yang selama ini diungsikan dan bersembunyi di beberapa tempat yang juga telah tiba, merasa begitu bahagia sebab telah bisa ikut merasakan semaraknya pesta kemenangan itu.
Mereka tidak pernah menyangka kalau masalah mereka akan tuntas dan selesai dengan kehadiran bantuan kelompok Qing shan.
Masing-masing orang lalu larut dalam kebahagiaan dan semua orang beradu untuk beramah tamah kepada Qing shan, yang dari cerita Wu Lun telah mereka dengar sebagai pahlawan penyelamat Klan Wu.
"Tuan pahlawan, terimakasih telah membantu membebaskan kami."
"Iya tanpa kehadiran Tuan, kami semua mungkin akan menua di tempat persembunyian, itupun kalau tidak ditemukan."
"Benar Tuan anda adalah penyelamat kami."
Semua orang menyebutkan tentang rasa terima kasihnya pada Qing Shan dan kelompoknya.
Namun Qing shan melihat ada sesuatu yang berbeda di mata para wanita-wanita dari Klan Wu.
Karena khawatir hal itu berkembang menjadi lebih rumit, Qing shan pergi sejenak ke ruangan kamar yang memang khusus disediakan untuknya.
Saat datang kembali Qing shan kemudian, telah datang bersama tiga orang istrinya, yang sebelumnya telah dia keluarkan dari alam jiwa sewaktu berada di dalam kamar.
Melihat Qing shan telah kembali di mana di sisi kiri dan kanannya ada tiga wanita cantik yang memakai cadar, membuat patriak Wu Lingdao faham kalau ketiganya adalah istri dari Qing shan.
"Ah saudara Qing shan, apakah yang bersama saudara ini, adalah istri dari saudara Qing shan.?"
"Ya begitulah saudara Patriak.! mereka bertiga adalah istriku yang sengaja aku bawa dari alam bawah."
"Oh.. Mari semua silahkan, mari duduk kalau begitu.
Oh ya saudara dan saudari bertiga perkenalkan juga ini, adalah istriku dan ini adalah putra dan putriku.
Aku tidak menyangka bahwa hari bahagia seperti ini, masih akan ada dalam perjalanan kehidupan Klan Wu
Selama ini, mereka bersama istri-istri dari saudara yang lain, telah lebih dahulu kami ungsikan ke tempat persembunyian.
Ayo Yuang wei! berkenalan dengan saudara Qing shan juga tiga istri beliau yang bernama...."
Patriak Wu Lingdao berhenti bicara karena belum tahu nama dari ketiga istri Qing shan.
Melihat reaksi Patriak Klan Wu itu, dengan lembut Lin'er, Lan'er dan Zui'er secara bergantian menyebutkan nama mereka.
Istri Wu Lingdao menyambut salam perkenalan dari ketiga istri Qing Shan setelahnya.
"Nama ketiga saudari sungguh indah, sama seperti kecantikan yang saudari bertiga miliki.
Nama saya seperti tadi sudah disebutkan oleh suami saya, adalah Yuang wei.
Ini putra Kami Wu Yun shen dan putri Kami Wu Yuan mei."
Yun shen dan Yuan mei yang disebut namanya berdiri dan membungkukkan badan memberi hormat pada Qing shan dan istrinya.
"Nah sekarang kalian sudah boleh pergi, ke kelompok pemuda dan pemudi.
Biarkan ayah dan ibu yang akan berbicara beberapa hal dengan paman pahlawan kita serta ketiga saudari ibu, istri dari paman yang juga bibi kalian ini."
"Iya Bu. Kami pergi Bu, Ayah paman dan bibi semua, kami permisi pergi bergabung dengan generasi muda keluarga Wu."
Yun shen dan Yuan mei yang merupakan putra dan putri patriak Wu Lingdao, kemudian pergi ke kelompok pemuda dan pemudi dari keluarga Klan mereka, setelah permisi dan dipersilahkan oleh kelompok Qing Shan yang saat itu berada di meja yang sama dengan Wu Lingdao.
"Saudara Patriak, dua hari kedepan akan ada acara pelelangan di Balai Lelang yang ada di wilayah timur ini, apakah saudara Patriak ada rencana untuk hadir kesana...?"
Qing Shan mulai membuka topik pembicaraan.
__ADS_1
"Saya tidak punya rencana untuk menghadiri lelang itu saudara, selain karena memang keuangan milik Klan Wu juga sedang kritis dan terkuras, saya juga belum terlalu ingin menampilkan diri sebelum Klan Selatan benar-benar kita tumbangkan.
Sesuai apa yang saudara Qing shan sebutkan sebelumnya, mungkin lebih baik saya mulai menjejaki hubungan kerjasama dengan anggota Klan Barat maupun Utara, sambil menjelaskan segala sesuatu tentang apa yang dilakukan oleh Klan Pusat terhadap empat Klan lainnya selama ini."
"Kalau masalah uang saudara Patriak tidak usah khawatir, saya bisa memberikannya kepada saudara, tapi kalau memang Patriak merasa belum siap untuk tampil terbuka, apalagi saat ini yang paling mendesak adalah membina kerjasama baru, tampaknya memang apa yang patriak rencanakan itu lebih baik.
Tapi tenang saja, kalau ada barang yang bagus pada pelelangan kali ini, saya akan membelikan untuk saudara Patriak."
"Soal itu saudara Qing shan, tidak usah pikirkan.
Apa yang saudara Qing shan berikan, sudah lebih dari cukup bagi kami.
Jangan lagi tambahkan hutang budi dalam diri kami, kami akan memulai kembali untuk membangun Klan Wu ini.
Di samping itu seperti yang kita bahas sebelumnya, saudara Qing Shan sejak hari ini boleh menempati rumah maupun daerah wilayah keluarga cabang yang ada di pinggiran wilayah timur, yang berbatasan dengan wilayah utara."
"Ah baiklah saudara Patriak, kalau begitu selesai acara ini kami akan pergi memeriksa tempat itu dan melakukan berbagai persiapan guna menjadikan tempat itu untuk menjadi markas sementara Klan Qing shan.
Setelah wilayah selatan bisa kami miliki, kami akan mengembalikan tempat itu kepada saudara."
"Jangan pikirkan itu saudara Qing shan, andai saudara nanti memiliki wilayah Selatanpun, tempat itu masih akan tetap menjadi tempat dan milik saudara.
Anda bisa mendirikan Klan cabang di sana dan kami tidak akan meminta kembali tempat itu.
Dan lagi kami sama sekali tidak akan menerima pengembalian, jika saudara masih mengembalikan itu berarti saudara tidak menganggap kami semua ini sebagai saudara.
Biarlah tempat itu menjadi tempat saudara, menjadi semacam tempat keluarga cabang nantinya.
Lagipula wilayah timur ini juga sangat luas, bahkan bahagian wilayah timur ini saja, lebih luas dari alam dunia bawah, seperti apa yang kita ketahui bersama.
Kalau begitu kami akan menerimanya dengan rasa terima kasih yang begitu besar saudara Patriak, jadi jangan lagi pernah menganggap kalau Klan Wu berhutang budi.
Klan Wu tidak berhutang apa-apa kepada kami, melainkan selebihnya yang ada hanyalah hubungan persaudaraan antara Klan Wu dan juga Klan Qing shan yang akan berdiri di benua alam di Tiantang ini.
"Ha..ha..ha Saudara Qing shan memang tidak pernah mau memberikan ruang bagi kami, untuk bisa membalas saudara dengan berimbang.
Baiklah tidak ada hutang budi, tidak ada balas budi, yang ada hanyalah rasa persaudaraan, maka atas nama rasa persaudaraan itu pula kami Klan Wu menerima dengan tulus hati dan dengan rasa terima kasih yang mendalam, segala bantuan yang telah dan akan saudara Qing shan berikan nantinya."
Setelah melaksanakan pembicaraan yang cukup serius, kemudian keadaan menjadi lebih santai dan baik pihak Qing shan maupun pihak Klan Wu, mereka kemudian membahas dan memperbincangkan hal-hal ringan yang semakin mempererat dan mendekatkan hubungan kedua belah pihak di tempat itu.
Tanpa disangka beberapa saudara pengawal Qing shan, mulai dekat dengan beberapa wanita dari Klan Wu, yang memang sengaja oleh para keluarganya masing-masing, diarahkan untuk mendekati pihak Qing shan.
Karena kedua pihak sama-sama merasa ada rasa ketertarikan, banyak dari saudara Qing shan yang merupakan para pengawalnya itu, yang kemudian menjalin hubungan dengan beberapa wanita anggota keluarga Klan Wu.
Hal ini membuat Patriak dan para tetua Klan merasa sangat bersemangat dan sangat berbahagia, sebab jelas ikatan persaudaraan yang dijalin dengan tali pernikahan kelak, lebih kuat daripada hanya sekedar mengangkat seseorang menjadi saudara.
Pesta terus berlangsung, orang-orang sangat bahagia, pertunjukan tarian dan makanan serta minuman terbaik terus dikeluarkan, tak terkecuali dari alam jiwa Qing shan meminta kepada ibu angkatnya, untuk mengarahkan warga alam jiwa mengeluarkan berbagai macam makanan dan buah biasa hasil pertanian dari alam jiwa pada perayaan pesta saat itu.
Pesta berlangsung sampai larut tengah malam, setelahnya berangsur-angsur semua orang yang dimulai dari kalangan wanita dan anak-anak mulai undur diri untuk beristirahat dan kembali ke tempatnya masing masing.
"Saudara Patriak kami juga akan permisi untuk beristirahat, tampaknya pesta kali ini kita sudahi dulu sampai di sini."
"Baiklah saudara Qing shan, silahkan saudara dan juga saudari, untuk kembali beristirahat di tempat yang sudah disediakan khusus.
Saya dan istri juga akan beristirahat, kalaupun misalnya besok pagi kita tidak bertemu, saudara Qing shan tidak perlu sungkan untuk melihat tempat ataupun memperbaiki tempat yang akan saudara jadikan sebagai lokasi Klan milik saudara itu."
"Baiklah saudara Patriak, kalau begitu kami akan permisi untuk beristirahat terlebih dahulu."
Baik...!
Baik saudara, silahkan.!"
__ADS_1
Qing shan lalu bangkit berdiri yang diikuti oleh ketiga istrinya untuk pergi beristirahat.
Qing shan tidak ingin kalau istrinya Lan'er, Lin'er dan juga Zui'er merasa terlalu bosan.
Malam berlangsung tenang dan damai, semua orang dari kedua kalangan itu, beristirahat dengan tenang kecuali para petugas yang memang kebetulan malam itu mendapat giliran berjaga.
Pagi-pagi sekali setelah bangun, baik Qing shan dan ketiga istrinya yang masih ingin bersamanya, telah pergi meninjau lokasi yang akan menjadi tempat berdirinya Klan mereka untuk pertama kalinya.
Semua bawahannya ikut pada pagi hari itu dan semua warga dari alam jiwa dikeluarkan untuk melakukan pembersihan dan juga pembenahan di tempat baru mereka itu, sebagai markas Klan Qing shan yang akan berdiri di benua alam Tiantang.
"Gege tempat ini bagus sekali, aura langit dan bumi juga sangat padat disini, tempat ini begitu sejuk karena langsung berbatasan dengan pegunungan yang begitu tinggi dan megah itu.
Sepertinya juga memang sangat sayang kalau tempat ini harus kita tinggalkan nantinya, karena bagaimanapun juga, ini akan menjadi tempat pertama kalinya sekaligus saksi berdirinya Klan yang akan kita dirikan."
"Ya aku setuju denganmu Lin'er memang di benua Tiantang inilah, akan kita dirikan kerajaan atas nama diri kita sendiri.
Kalau kekaisaran Han yang ada di dunia bawah, itu telah diwariskan kepada adik kita putra mahkota sebagai penerusnya, maka aku akan membangun kerajaan kita sendiri di tempat ini."
Sementara Qing shan dan seluruh orang-orang yang berada di bawah naungannya sedang melakukan segala sesuatu yang diperlukan, dalam rangka membenahi dan juga memperbaiki berbagai hal di tempat mereka saat itu, di tempat lain patriak Wu Lingdao telah pergi menemui Patriak Klan Barat dan juga berniat akan mengunjungi pimpinan Klan Utara.
Semua itu dia lakukan untuk membicarakan tentang hubungan kerjasama dan penggalangan kekuatan.
Namun di Markas Klan Barat Patriak Wu Lingdao dan Wu Lun serta Wu Mian sedang menahan emosi atas perlakuan yang tidak menyenangkan yang mereka terima.
"Hubungan kerjasama seperti apa yang bisa anda berikan patriak Wu Ling dao?
Bukankah Klan anda sendiri, saat ini sudah menjadi budak dari Klan Kuang Nan dari Wilayah selatan... Hahaha....!!!"
"Patriak Bao Cun zing..!Tolong anda jaga ucapan Anda. Kami tidak pernah menyatakan diri sebagai budak dari Klan Selatan.
Kami masih menjadi Tuan di wilayah kami sendiri, silahkan kalau Patriak tidak mau bekerja sama dengan kami, tapi anda jangan keterlaluan dengan menghina kami sampai seperti ini."
Wu Mian dan Wu Lun yang mendampingi Wu Ling dao merasa sangat marah mendengar penghinaan dari Patriak Klan Barat yang menghina klan mereka.
"Ha..ha..ha Anda tidak perlu malu wahai Tetua keluarga Wu, semua orang telah tahu bahwa Klan Timur itu sudah menjadi daerah taklukan milik Klan Selatan.
Kami mau memberikan waktu untuk bertemu dan berbicara seperti ini kepada Anda saja, sudah merupakan penghormatan dan itu kami lakukan hanyalah karena menghargai hubungan kita di masa lalu.
Kedepannya kalian tidak boleh lagi dan tidak akan di izinkan, untuk menginjakkan kaki di wilayah Klan barat ini.
Sebagai budak kalian sudah tidak layak dan tidak pantas untuk berhubungan dengan kami, sudah syukur kami juga tidak ikut mengambil wilayah kalian hahaha!"
"Kurang ajar...!"
Wu Lun sangat marah
"Tahan emosimu Wu Lun, kita harus menjaga sikap.
Kita tidak boleh berbuat hal yang sama, seperti apa yang telah mereka perbuat.
Terima kasih atas keramahtamahan anda ini Patriak, seperti yang anda katakan kami memang tidak pantas lagi berhubungan dengan anda.
Kedepannya saat kita bertemu kembali, kita tidak lagi akan pernah sama sepertimana para leluhur dan pendahulu kita yang punya hubungan tali kekerabatan.
Baiklah kalau begitu kami akan permisi."
"Ya silakan kalian semua pergi, kami masih banyak urusan yang lebih berharga untuk dilakukan."
Dengan rasa amarah yang tertahan akan penghinaan yang begitu parah, Patriak Wu Lingdao kemudian menarik dua orang kepercayaannya, agar keluar dari tempat itu dan kembali ke rumahnya.
Belajar dari pertemuan dengan Klan Barat itu, Wu Lingdao mengurungkan niatnya untuk melakukan pertemuan dengan Patriak Klan Utara dan memilih langsung kembali ke markas Klan Timur miliknya."
__ADS_1
"Patriak....!!"
"Kita bahas di Rumah saja, Wu Lun...!"