
Kultivasi Qing Shan di tekan kuat, aura kehidupan di tempat ini sama sekali tidak ada, di lautan api ganas itu berjuta manusia terseret arus tanpa bisa melawan, semuanya mengalir ke sebuah tempat berupa jurang, yang kalau menurut apa yang Qing Shan lihat itu adalah jurang yang jauh lebih dalam, daripada apa yang dia lewati sebelumnya.
Qing Shan terus terbang dan di bawah sana dia melihat puluhan juta manusia berbaris, dalam keadan wajah yang suram dan penampilan yang mengenaskan.
Tidak ada senyuman di wajah setiap orang, yang ada lebih kepada wajah penyesalan.
Qing Shan heran dengan tempat yang baru dia temui ini.
Warga di alam jiwa tidak kalah heboh, termasuk semua keluarga Qing Shan yang memiliki token dan saat ini telah masuk ke alam jiwa, sebab menerima kabar lewat panggilan batu komunikasi, yang dilakukan oleh Nam Kui Nu atau ibu Nu'er.
Tidak hanya melihat tetapi mereka juga mendengar setiap suara yang ada di tempat itu melaui layar alam jiwa di langit.
Suara jeritan dan pekikan manusia yang begitu ketakutan dan raungan suara api dahsyat, saat gerombolan jutaan manusia jatuh ke jurang, setelah diseret arus lautan api ganas, sangat menakutkan dan membuat jiwa semua orang menggigil kedinginan, termasuk pria bermarga Yun yang sebelumnya bersama rombongan Qing Shan.
Seorang yang tampak seperti petugas yang mengatur berbagai hal di tempat itu, lalu terbang dan mendekat mendatangi Qing Shan.
"Dewa, kenapa tuan berada di atas barisan orang orang yang akan melewati proses reinkarnasi ini?"
Qing Shan dan semua warga alam jiwa terkejut dengan pertanyaan sosok yang baru datang itu.
Namun Qing Shan tak mau terlihat gugup dan bersikap tenang, layaknya sikap seorang dewa agung seperti sebutan yang ditujukan padanya.
"Siapa namamu?"
"Dewa..! hamba adalah Diyu shouwei"
"Jadi kau adalah petugas Neraka?"
"Benar dewa...."
__ADS_1
"Lalu kenapa aku mendengar masih ada manusia hidup disini?"
"Maaf dewa, sebelumnya memang ada sosok abadi yang membawa masuk manusia kemari dan membuat kekacauan, tapi kini dia telah di rendam di inti api neraka dan seharusnya hak keabadiannya akan di cabut, mohon dewa memaafkan kami.'
"Baikah keadaan ini sangat fatal kami para dewa sangat mengutuk kejadian ini, sekarang aku akan menjemput orang yang masih hidup itu, tunjukkan jalannya.!"
"Mari dewa..!"
Qing Shan lalu dibawa ke suatu tempat yang sekelilingnya dibalut oleh api ganas, disudut ruangan portal reinkarnasi itu keberadaan manusia hidup adalah dosa yang sangat besar, semua yang berbaris menuju portal haruslah yang sudah mati dan mereka yang belum mati tetapi tidak punya kesalahan fatal seperti sosok abadi yang direndam di inti api, tidak boleh dibariskan di portal reinkarnasi dan akan dititip di tempat ini sampai mati, bila tidak ada petugas yang menjemput atau mempermasalahkannya.
Di sudut ruangan itu tampak sosok tua yang sangat mirip dengan kakek Qing Shan, keadannya sangat kacau dan sangat memprihatinkan, aura kehidupannya yang sangat tipis tinggal sehelai rambut terhubung antara tubuh dan jiwanya bila sehelai rambut itu putus maka terputuslah koneksi tubuh dan jiwa dan orang itu sudah pasti mati dan boleh melewati portal reinkarnasi.
Qing Shan tanpa permisi dan banyak bicara segera mengantarkan orang tua yang memang ternyata kakeknya itu ke telaga air kahyangan di alam jiwa.
Melihat itu ayah Qing Shan kaisar Han langsung melesat ke telaga kahyangan dan melihat ayahanda mereka bersama pangeran Nian'er dan ratu, adapun yang lainya meski mereka ingin melihat, mereka tidak boleh masuk ke kawasan yang merupakan bahagian keluarga Qing Shan kecuali dua wanita Qing Shan.
"Terimakasih dewa kami para petugas neraka sangat pusing dengan hal ini sebelumnya, kami tidak tahu harus berbuat apa terhadap pria tua itu takut kalau pengawas datang, sedangkan kami akan disalahkan karena membiarkannya pernah masuk dan berada di portal reinkarnasi, kalau kami memaksa membawanya keluar dari tempat ini maka kami juga akan mati, apa yang orang sebut sebagai aura kehidupan justru adalah kematian bagi kami."
Bukankah kau hanya perlu menjawab apa yang aku tanya?"
"Maaf dewa maafkan saya telah lancang."
Qing Shan berlagak sok tahu, padahal sebelumnya dia tidak tahu menahu apa apa tentang itu dan semua warga alam jiwa, tertawa melihat kecerdikan tuan mereka.
"Baiklah sebelum pergi aku akan bertanya dua hal ;
Pertama : kenapa orang tua itu berada di tempat ini sebab seharusnya dia berada di alam tinggi?
Kedua : Apakah tidak ada lagi manusia hidup yang membuat kalian pusing disini kecuali orang abadi itu, agar aku bisa segera menyelesaikan masalah kalian sebelum aku pergi?"
__ADS_1
"Kalau d tempat ini sudah tidak ada lagi tuan, tapi ada satu tempat lagi yang juga membuat kami pusing, sebab bila ada pemeriksaan maka kami semua akan di hukum berat."
"Dimana itu?"
"Diperbatasan antara Alam transisi dan alam dunia tuan, aura alam transisi disini sanggup membunuh sosok abadi sekalipun bila di kelola dengan benar dalam wujud kekuatan, tapi betapapun kuatnya energi ini bila belum dipakai secara benar itu tidak akan bisa membunuh manusia biasa sekalipun.
Sosok yang membuat kami pusing ini berada di satu gua sempit, yang mana gua itu merupakan perbatasan dua aura di tempat ini tuan, kalau dia bergeser maka dia akan masuk area portal renkarnasi yang tentunya kalau ada pemeriksaan kami akan dapat hukuman karenanya, tidak masalah kalau dia mati sebelum pemeriksaan datang, tapi kalau dia bergeser lagi maka dia akan berada di aura kehidupan dan dia akan segar kembali, ini juga tidak masalah dan merugikan kami sebab itu tidak akan dipertanyakan.
Tapi coba tuan bayangkan kalau saat pemeriksaan datang dan orang itu dengan santainya akan menggaruk kepalanya yang gatal, lalu bergeser masuk ke area portal transisi reinkarnasi, maka kami akan dihukum kurungan aura kehidupan yang sangat mengerikan dan menyakitkan bagi tubuh kami itu, untuk waktu yang begitu lama tuan, maka tolonglah bantu kami tuan..!".
Diyu shouwei lalu berlutut meminta bantuan Qing Shan, melihat itu Qing Shan sangat ingin tertawa terbahak bahak dan terpingkal pingkal, karena merasa geli seperti rasa geli para reader setia yang saat ini tertawa dengan imajinasi gila dari author yang sudah pusing 18 kali keliling karena vote nya masih sedikit ini.
" Baiklah itu hal mudah bagiku."
Qing Shan lalu pergi ke area alam dunia dan memukul gua sempit itu dengan inti petir yang dipadatkan menjadi palu, namun sebelumnya dia membalut isi ruangan jiwa dengan array perlindungan dan lalu memukul keras gua itu.
"Gedebummmmm...... duarrrrr."
Sesosok manusia terlihat setelah gua di pecahkan dan dari aura yang dikeluarkannya sangat mirip dengan aura giok berlukiskan wajah Lin'er, segera saja dia memasukannya ke dalam alam jiwa dan diantar ke air telaga kahyangan wilayah keluarga Lin'er.
Melihat itu keluarga Huang dan Lin'er langsung saja melesat memastikan siapa sosok itu dan seketika suara teriakan histeris meledak di alam jiwa.
"Suamikuuuuuuu..... ayaaahhhhhh."
Suara teriakan Lin'er dan ibunya memberitahukan orang orang yang berada diluar kalau yang baru di temukan adalah ayah dari Ratu warga alam jiwa Lin'er.
"Suara ledakan apa itu Diyu shouwei satu?"
"Akhhh .. itu hanya pukulanku tuan, aku merasa disini tadinya ada aura hidup seorang manusia, rupanya aku cuma salah perkiraan."
__ADS_1
"Hati hatilah Diyu shouwei satu, kalau gumpalan aura kehidupan menerjangmu maka kau juga akan ikut dalam barisan antrian di portal reinkarnasi, satu satunya sosok yang kebal pada aura kehidupan dari golongan kita hanyalah dewa neraka dan tidak baik kalau kau berkhayal bahwa dewa itu adalah dirimu."