Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 90 : Melumpuhkan musuh


__ADS_3

"Bset....syetthh"


"*Bub...bu*b"


[Dua kepala terjatuh ketanah.]


"Siapa kalian?"


Salah seorang dari 3 orang yang tadinya bermaksud hendak menyergap Qing Shan dan satu satunya orang yang masih hidup, menanyakan siapa Qing Shan dan Lu ming.


"Bukankah seharusnya kami yang bertanya.


Siapa kau dan kenapa mengikuti kami?"


"Kalian akan merasakan akibat dari perbuatan kalian.


Kalian akan hancur.


Kalian akan menyesal telah melakukan ini."


Satu-satunya orang yang masih hidup dan tersisa dari tiga orang anggota klan Selatan yang tadinya bermaksud menyergap Qing shan, mencoba menakut-nakuti pihak Qing shan agar dirinya bisa selamat dan tidak dibunuh seperti dua temannya yang lain.


"Begitukah? apakah menurutmu klan Wu, masih kurang hancur atau belum cukup hancur..?


Apakah kau tidak bisa memperhatikan keadaan sekelilingmu..?


Lihat dirimu, kau saat ini sudah terkurung.


Sejak hari ini kau akan menyesal pernah menjadi anggota di klan Selatan.


Semua perbuatan kalian akan kembali kepada diri kalian sendiri, kehancuran yang kalian tanamkan ke Klan lain, hanya akan kembali kepada diri kalian sendiri.


Apakah kau tertarik dengan 10 elixir yang aku beli.?


Setidaknya itu 70 koin kristal per botolnya dan kau heran aku membelinya sampai 10 botol sehingga akan ada 700 keping kristal tinggi Tiantang bukan.?


Tadinya kalian berpikir akan mengambil semuanya, tetapi ternyata justru akhirnya dua temanmu mati disini dan kau sendiri akan menyusul mereka.


Sekarang kalau kau masih ingin hidup, berikan aku informasi yang aku butuhkan tentang klan Selatan atau kau akan merasakan situasi dimana kau akan sangat ingin mati, tapi tidak bisa."


"Cuih...! Kalian pikir siapa diri kalian.? Kalian hanyalah budak-budak klan kami.


Kalian hanyalah para bawahan dan sekarang kau mau berbicara didepan Tuan ini..?


"Cuih..! Sedikitpun aku tidak takut kepada kalian."


"Baiklah kalau begitu."


Qing Shan segera menyerang orang tersebut dengan pukulan peremuk jiwa.


kemudian Qing Shan membalut tubuhnya dengan energi transisi, yang Qing Shan dapat dari gerbang teleportasi reinkarnasi.


Orang tersebut perlahan ditekan dengan energi kematian yang dahsyat, yang memaksanya menjadi lemah dan semakin bertambah lemah


Array pelindung yang dipakai oleh Qing shan, memungkinkan mereka untuk berbuat apa saja, tanpa bisa dilihat oleh orang lain.


Qing Shan lalu memasukkan orang tersebut ke dalam dunia jiwa dan memerintahkan Lu ming, untuk mengurusinya disana.


"Pastikan agar dia memberikan apa yang kita minta.


Kalau dia tetap tidak mau maka tambahkan hukumannya, tapi jangan pernah buat dia menjadi mati."


"Baik Tuan."


"Sekarang pergilah."


"Tapi siapa yang akan menemani tuan..?

__ADS_1


"Biarkan aku sendiri, sebentar lagi. saudara Gong lam dan yang lain juga akan datang."


"Baik tuan kalau begitu saya permisi tuan."


"Iya, silahkan pergilah saudara Lu ming."


Lu ming sangat bersemangat, dia segera memasuki alam jiwa dan segera berusaha mengorek segala informasi yang mereka butuhkan.


Qing Shan pergi ke penginapan tempat semula mereka makan.


Ketika tiba di sana.


Pelayan yang sebelumnya meladeni mereka menyapa Qing Shan dengan ramah.


"Tuan! Anda datang lagi?"


"Ya.. Tampaknya aku akan menginap saja di penginapaan ini pelayan, bisakah kau mengurusnya untukku.?"


"Saya akan mengurusnya untuk tuan, saya akan meminta nona Zei ming, mengantarkan anda ke kamar anda."


Tak lama wanita yang disebut Zei ming itupun datang dan mengantarkan Qing Shan ke kamarnya.


"Tuan jika anda membutuhkan pelayanan yang lain, saya bisa mengurusnya untuk anda, apakah tuan ingin ditemani beberapa orang wanita.?"


"Tidak. Terima kasih nona, saya hanya akan beristirahat saja dan belum butuh teman."


"Baik tuan..! Kalau begitu saya tidak akan mengganggu waktu tuan lagi, saya akan pergi."


"Ya terima kasih nona, ini ada 10 koin kristal kwalitas tinggi buat nona.'


"Tuan ini....?"


"Simpan saja untuk nona."


"Baik tuan terima kasih."


Tadinya dia berharap mendapatkan dua sampai tiga koin kristal kualitas rendah, dengan berusaha menyenangkan hati Qing shan melalui penawaran ekstra, ternyata Qing shan menolak layanan itu dan malah memberinya 10 koin kristal kualitas tinggi.


"Sungguh Tuan yang dermawan.


"Tuan itu sangat kaya dan sangat murah hati."


Pikir wanita pelayan itu sambil terus berjalan meninggalkan kamar Qing shan.


Qing Shan sendiri kemudian menutup pintu dan masuk kedalam alam jiwa.


Telah cukup lama dia meninggalkan ketiga wanitanya dan dia ingin bertemu dengan mereka.


Segera saja Qing Shan melesat ke atas langit perkampungan warga alam jiwa, lalu perlahan turun menuju gedung, yang telah dia siapkan sebelum kepergiannya, ke alam benua rendah


"Gege kamu di sini?"


"He he setelah sekian lama aku meninggalkanmu kau semakin pandai untuk merayu Lan'er.


Aku sedang merasa bosan dan jenuh di sana, jadi aku hendak menjumpai kalian disini?


Mana yang lainnya Lan'er?"


"Kakak Lin'er sedang kembali ke desanya gege sedangkan saudari Zui'er sedang melakukan latihan tertutup bersama ibu dewi bunga.


Jadi hanya tinggal aku sendiri yang ada disini, untuk mengurusi rumah ini, kami selama ini bergantian dan sekarang adalah waktu bagiku mengurus dan membersihkan rumah ini."


"Baiklah terima kasih wanita cantikku Lan' er.


Terima kasih, karena kau mau memelihara tempat ini untukku."


"Gege! kau harus membayarku untuk ini."

__ADS_1


"Oh ya ! dengan apa aku harus membayarnya?"


"Engkau harus membawa aku mengelilingi langit alam jiwa ini, dengan artefak kapal yang kau miliki."


"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang."


"Tidakkah Kau akan beristirahat dulu gege?"


"Aku tidak akan beristirahat di sini, tapi aku akan beristirahat di artefak kapal nanti, bersama istri masa depanku ."


Qing Shan mengangkat tubuh yang halus dan mulus milik Lan'er, lalu membawanya ke pelukannya yang hangat dan terbang menuju artefak kapal, yang segera terbang perlahan membawa Qing Shan dan Lan'er.


Qing Shan tidak melepas Lan'er dan masih memeluknya dan mencium bibirnya.


"Gege...ini..?"


"Apakah kau tidak merasa nyaman Lan'er.?


Apakah aku perlu melepaskanmu?"


"Tidak ... Tidak.


Aku merasa nyaman gege, tapi aku sedikit malu, kita tidak pernah melakukannya sebelumnya."


Qing Shan tidak menjawab, tetapi mendaratkan kembali bibirnya, mencium Lan'er yang kali ini menyambut Qing Shan.


"Gege apakah benar kau merindukanku?"


"Ya aku sangat merindukanmu


Apakah kau tidak merasa rindu padaku Lan'er?"


"Aku rindu gege, aku sampai menangis dan bertanya tanya, apakah gege benar sayang kepada kami bertiga, khususnya aku yang paling jelek dari semuanya."


"Hei siapa yang bilang Lan'erku jelek.?


Semua wanitaku punya kecantikan di atas semua wanita lainnya.


Apalagi gadis keluarga Qin yang kupeluk ini, paling manis dan cantik dari semua wanita yang ada di desa dan keluarganya.


Kalau bukan karena menghormatimu aku ingin sekali, menyatu denganmu.


Apakah Lan'er pikir, gegemu ini tidak harus berusaha kuat menahan diri, di hadapan kecantikan sepertimu?"


Qing Shan semakin mengencangkan pelukannya dan semakin meluaskan area yang dia cium


"Gege...!"


Qing Shan melepaskan pelukannya dan membiarkan Lan'er menenangkan nafasnya yang sempat memburu.


"Maaf Lan'er, aku sangat merindukanmu sampai lupa diri."


"Gege, kenapa kau selalu meninggalkan kami?"


"Lan'er aku melakukannya untuk memastikanmu dan yang lainnya, selamat dari berbagai gangguan yang datang, termasuk kepergianku kali ini menuju alam Tiantang."


"Gege, aku tidak perduli dengan bahaya dan kematian asalkan bersamamu gege, kami bertiga begitu.


Mati bersamamu lebih kami inginkan daripada harus hidup, tapi terpisah seperti selama ini."


"Aku minta maaf, aku akan lebih sering menemui kalian kedepannya."


Lan'er menarik lembut tangan Qing Shan dan melingkarkannya di pinggangnya.


Rasa rindu yang dia rasakan terasa begitu terobati saat ini.


Mengingat ucapan Lan'er barusan, Qing Shan berpikir bahwa Lin'er juga mungkin merasakan hal yang sama, karenanya dia membawa Lan'er dengan cepat dan terbang ke langit alam jiwa bahagian luar, lalu melesat dari sana menuju rumah keluarga Huang di desa Zhuangnam.

__ADS_1


__ADS_2