
Kenapa aku merasa disini hari tidak pernah berganti, selain itu energi langit dan bumi lebih tebal di tempat ini.
Dimana lagi anak itu?
Aku tidak kenal siapapun yang pernah aku temui di alam salju, selain dirinya.
Kalau bukan karena Zui'er sangat menyukainya, aku belum bisa langsung menerima orang yang bahkan aku tidak tahu prinsip dan jalan hidupnya...haaaahhhh Zui'er kau sangat menyusahkan ibu kali ini.
Pikiran dewi Bunga terus bergumul, penuh tanya berisi keraguan apakah langkahnya sudah benar atau tidak, dia juga mencoba mencari tahu serta berusaha mencerna tempat keberadaannya saat ini.
Qing Shan sedang berjalan di padang rumput luas tempat kudanya Ma Yi, Ma Er, Ma San, Ma Sin, Ma Wu dan Ma liu sedang merumput.
Dewi Bunga yang melihat itu, memanggil sambil mendatangi Qing Shan
"Shan'er..."
"Ibu. Kenapa ibu tidak bersama yang lainnya?"
"Apakah itu harus?"
"Tidak, itu tergantung keinginan ibu."
"Shan'er..! Kita belum pernah berbicara sebelumnya dan tiba tiba saja, kau sudah mengambil hati Zui'er."
"Ibu bisa menolak rencana ayah dan ibu ratu, kalau tidak yakin."
"Apakah sekarang kau ragu dengan Zui'er, lagi pula kau sudah punya dua bukan?
"Ibu, aku tidak pernah ragu dengan Zui'er hanya saka kalu ibu ragu, kita tidak harus memaksakan ini."
"Hahhh menurutmu Zui'er akan suka dengan itu?"
Qing Shan merasa bingung atas sikap Dewi bunga yang menurutnya mengambang dan kurang jelas arahnya.
Ini adalah ibu mertua masa depannya, yang paling sukar dia rasakan untuk menghadapinya.
"Anak ini tidak faham maksud ibu."
"Qing Shan..! Berarti kau tidak begitu kenal betul dengan Zui'er.
Kalau sudah begini bahkan andai aku harus matipun, dia tidak akan pernah meninggalkanmu.
Kadang aku merasa hidup di alam salju itu lebih baik, daripada di luar ini.
__ADS_1
Sehingga aku berpikir dan mengambil keputusan, lebih baik untuk menjadi manusia biasa saja selamanya.
Kau harus antar aku kembali nanti."
Qing Shan berlutut di depan calon ibu mertuanya.
"Ibu, apakah anak ini salah bicara.?"
"Tidak. Aku hanya merasa bosan dengan dunia kultivator yang selalu gila akan pengakuan dan keunggulan, jadi aku merasa berat kembali ke jalan ini.
Kau sendiri, apa prinsip hidupmu?"
Qing Shan, mulai takut salah bicara.
Untuk ukuran seorang Dewi yang tentunya kuat sebelumnya, tapi kini jatuh dan hanya jadi manusia biasa, Qing Shan merasa ibu mertuanya ini tidak seperti ibunya yang lain, disamping itu Qing Shan merasa tidak lagi mampu melepas Zui'er.
"Anak ini tidak seperti orang lain yang gila akan pujian dan sanjungan maupun kedudukan posisi paling tinggi ibu.
Kalau bisa Qing Shan juga ingin seperti yang ibu sebutkan, menjalani hidup ini dengan cara sederhana.
Kenyataanya kehidupan tidak akan membiarkan itu terjadi. Sampai sekarang, bahkan anak ini tidak atau belum bertemu dengan orang yang anak ini kenal sebagai ayah dan ibu sejak kecil.
Benar bahwa kaisar dan ratu adalah ayah dan ibu kandung anak ini, tetapi hal itu barulah anak ini tahu di kemudian hari, sedangkan sosok yang anak ini kenal sebagai ayah dan ibu yang merawat anak ini sejak kecil sampai hari ini, belum di temukan sejak datangnya para penjahat yang menghancurkan desa kami.
Dari keinginan menjaga, itulah lahir dorongan diri untuk menjadi lebih kuat ibu, bukan sekedar kegilaan untuk menjadi nomor satu.
Anak ini memahami bahwa rahasia sebuah kekuatan, adalah pemahaman dan luasnya pengetahuan.
Pencarian itulah yang membuat anak ini sempat terkurung sebelumnya di alam salju, tapi akhirnya bisa menguasainya secara penuh.
Padahal banyak dewa dewi yang lebih kuat, tidakpun bisa menguasai hal itu sejak lama.
Kalau harus ditanya apa alasannya, anak ini yakin itu adalah karena ketulusan niat, untuk menjaga orang orang terkasih dan perjuangan untuk menjaga setiap kehormatan darah maupun nyawa manusia biasa.
Ibu lihat bagaimana mereka para pelayan kita begitu terluka parah, saat aku terjebak di alam salju?
Padahal mereka jauh lebih kuat bila dibandingkan manusia biasa, tetapi bahkan itupun belum cukup ibu.
Dan itu terjadi karena orang kuat di luar sana, tidak akan pernah bosan untuk mengganggu kita.
Ibu mungkin saat sementara ini merasa aman hidup di alam salju, tapi siapa yang bisa menjamin tidak akan ada orang jahat yang cukup kuat, yang akan bisa sampai kesana?
Kalau anak ini yang tingkat pendekar dewa bumi awal saja bisa menundukkan jiwa alam salju, bagaimana pula dengan pendekar dewa yang diatasnya?
__ADS_1
Lalu kalau kita memaksa berpikir, mungkin anak ini dipilih oleh surga sebagai pembasmi kejahatan, maka bukankah tugas mulia itu memang harus anak ini lakukan?
Maka anak ibu ini akan berbuat apa saja yang perlu dan patut dibuat, agar kita semua bisa terjaga kebahagiaanya dan selamat tanpa gangguan.
Mohon ibu jangan ragu lagi."
Dewi Bunga terdiam dan berpikir tentang semua yang di ucapkan oleh Qing Shan sejak awal.
Qing Shan sendiri masih setia berlutut di tempatnya.
"Bangunlah, sekarang aku sepenuhnya percaya padamu."
"Terima kasih bu..!"
"Artinya segala kekhawatiranku sudah terjawab, kautentu belum lupa siapa aku sebelumnya, aku sudah banyak melihat apa yang aku khawatirkan sebelumnya ada padamu, pada banyak manusia dan dewa.
Dan pada akhirnya mereka semua hancur, karena watak yang ingin menjadi paling unggul itu.
Silahkan segala sesuatunya hancur kalaupun mesti harus hancur, tetapi jangan pernah karena watak semacam itu.
Dahulu alam yang kau miliki hari ini adalah sebuah alam kecil di dunia dewa, dan alasan kenapa begitu banyak dewa dewi yang jatuh dan terkurung di dalamnya, adalah keinginan untuk menjadi yang paling unggul dari yang lainnya.
Tapi lihat, bahkan sebahagian besar kami selain para pemilik alam jiwa sebelumnya tentunya, tidak pernah tahu bahagian wilayah dan keadaan alam jiwa yang saat ini kita pijak.
Kami tidak mendapat apapun dari alam jiwa ini, selain kehancuran dan kejatuhan.
Begitu keras pukulan itu, sehingga banyak dari kami bahkan sudah lupa dan malu untuk sekedar mengingat akan jati dirinya sebagai dewa ataupun dewi, karena kebodohan yang bernama keinginan menjadi paling unggul itu.
Aku bersukur hal yang aku khawatirkan itu tidak ada padamu, jadi sekarang ibu punya alasan untuk kembali menjadi kultivator.
Maka tetaplah di jalanmu dan tunjukkan tempat berlatih yang sebelumnya aku minta padamu."
"Ibh biarkanlah anak ini yang menanggung semuanya, biarkanlah anak ini yang menjaga ibu dan semuanya."
"Ya. Aku tentu tidak akan mengotori tanganku dengan harus ikut berperang melawan musuh bersama putra menantuku.
Tetapi bahkan aku harus punya basis kultivasi agar.bisa menjadi abadi dan dapat melihat cucu cucuku yang merupakan putra putri Zui'er nanti.
Melihat kecantikan Zui'er, aku tidak yakin bahwa kau akan dapat sabar untuk menahan diri, sehingga tidak memberikan begitu banyak anak padanya.
Bahkan aku yakin dalam kebersamaan kalian yang singkat di alam salju? pasti kau pernah hampir akan melakukannya bukan?"
"Ibu itu?"
__ADS_1
Qing Shan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.