Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 67 : Kekuatan terbesar adalah pengetahuan


__ADS_3

Pasukan lain yang menjauh karena efek pertarungan kembali datang mendekat pada Qing Shan.


"Salam tuan, bolehkah kami mengundang tuan ke tempat kami?"


"Katakan apa alasannya kenapa aku harus menerima undangan itu?"


"Pertama kami ingin berterima kasih tuan, kedua barangkali ada hal yang bisa kami jelaskan untuk tuan"


"Baiklah tunjukkan jalannya..!"


"Mari tuan."


Semua orang yang ada di sana lalu bergerak ke arah tujuan yang sama, yakni istana kerajaan di alam itu.


"Mari dari sini tuan."


"Baik"


"Tuan pendekar saya adalah raja di kerajaan kecil ini, terima kasih tuan pendekar berkenan menghadiri undangan kami."


"Baiklah raja, saya berterima kasih atas undangan kalian semua, sejujurnya saya datang ke alam ini adalah untuk mencari orang orang yang berasal dari desa tempat asalku yakni kekaisaran Han."


"Jadi tuan berasal dari daerah lain?"


"Ya aku berasal dari sebuah kekaisaran bernama kekaisaran Han."


"Yang mulia raja....!"


Seseorang yang terlihat sangat tua tampak meminta izin pada raja untuk mengatakan sesuatu.


Lalu raja mengangguk pertanda setuju.


"Tuan ijinkanlah pria tua ini bertanya , apakah penghalang dunia kecil ini telah hilang?"


"Dengarlah pak tua yang bijaksana, penghalang dunia kecil itu memang sudah dibuka bersamaan dengan datangnya aku ke alam ini."


"Maaf kalau orang tua ini sedikit lancang, dapatkah tuan menunjukakkannya sedikit?"


Tiba tiba saja badai pasir yang merupakan penghalang jalan Qing Shan, saat pertama kali memasuki alam kecil menderu di tempat itu, lalu menghilang.


Pria tua itu membungkuk lalu berucap


"Mohon tuan berkenan menunjukkannya sedikit lagi"


Gong Lam Hui, dua bersaudara Chen Sui Han dan Chen Sui Bai juga Lu Ming serta seluruh pengawal Qing Shan tiba tiba muncul di tempat itu dan semuanya menunduk kepada Qing Shan, lalu dua ratus lebih warga alam jiwa kecuali ibu angkat Qing Shan Nam Kui Nu, juga ikut keluar.

__ADS_1


Qing Shan lalu mengutip ucapan surat ayah Lin'er.


Orang bijak pernah berkata kelak akan datang seseorang yang bisa melepaskan semua kebuntuan ini


Melihat kehadiran ratusan orang yang tidak dikenalnya dan ucapan Qing Shan barusan, pria tua itu berlutut lalu berteriak "Tuan adalah sosok yang di janjikan."


Dan semua orang yang ada di kerajaan itu selain para pelayan Qing Shan, kemudian juga ikut berlutut.


"Bangunlah kalian semua, mereka ini adalah pelayanku para pelindung kekaisaran Han.


Kaisar yang agung Han Zhuang, adalah ayahku, aku adalah putra tertuanya, namun aku bukan putra mahkota melainkan Nian'er adikku.


Adapun aku telah memilki kerajaanku sendiri dan aku memiliki jalanku sendiri untuk menggapai surgawi.


Wilayah ini masuk kedalam kekuasaaan wilayah kekaisaran Han, maka kami akan menjaga keselamatan kalian sejak hari ini.


Gong lam....! coba kau periksa apakah wilayah ini telah telah terlihat dari alam jiwa.


Thien nan, coba kau periksa apakah portal dari alam benua tengah, masih terbuka saat ini."


"Baik Tuan....!"


Dua suara pelayan Qing Shan terdengar bersamaan.


Keduanya pergi memastikan apa yang Qing Shan sebutkan, lalu kembali dengan cepat ke tempatnya semula.


"Baik artinya sejak saat ini kalian akan lebih mudah memantau tempat ini.


Sekarang aku minta kalian semua bergerak ke segala alam.


Uantuk raja alam ini aku minta semua orang orangmu untuk mencari keberadaan semua orang orang yang berasal dari kekaisaran Han, setiap kalian mendapatkan orang yang memiliki nama depan Qing laporkan kepadaku."


"Baik tuan...!"


"Seperti biasa, kalian warga alam jiwa ajarilah semua warga di kerajaan ini apa apa yang telah kalian terapkan di kota Suciehn dan Shunzhuan, aku akan pergi dan menanti kabar dari kalian, hubungi aku jika kalian mengalami kesulitan."


Qing Shan kembali ke alam jiwa, terakhir dia belum pernah bicara pada kakek dan juga mertuanya yang merupakan ayah Lan'er.


"Shan'er kau disini?"


"Ya ayah aku ingin melihat kakek, bagaimana keadaanya?"


"Haahhh... kakekmu sudah banyak perubahan sejak pertama kali datang, tapi basis kultivasinya merosot jauh sekali, andai kau terlambat datang kali ini maka kakekmu akan masuk gerbang reinkarnasi."


"Ya ayah kalau begitu aku tidak akan mengganggu kakek."

__ADS_1


"Ayah aku ingin menunjukan sesuatu."


"Apa itu Shan'er, putraku."


"Ayo ikuti aku ayah."


Keduanya terbang melesat keatas langit alam jiwa bahagian dunia luar.


Qing Shan menunjukkan markas pasukan pengawal, rahasia alam jiwa bahagian alam luar ini.


"Shan'er ini?"


"Ya. Ayah bisa melihat segala sesuatunya dari sini, dan itu adalah alam kecil tempat dimana aku baru saja kembali, saat ini semua pelayanku sedang berada disana dan alam lainnya untuk mencari seluruh warga desa Shunzhuan, termasuk juga ayah dan ibu beserta seluruh anggota keluarga Qing.


"Shan'er anakku, anugerah surgawi ini begitu besar dilimpahkan padamu."


"Ayah tadinya aku juga merasa begitu, namun seiring waktu aku sadar bahwa ternyata anugerah terbesar yang datang dari surgawi itu bukanlah alam atau benda semacam ini, tetapi adalah pengetahuan dan pemahaman.


Ayah baru saja mengatakan kalau aku telah beroleh anugerah surgawi yang begitu besar, namun ayah bisa dan tahu untuk mengatakan itu, adalah setelah ayah diberi sedikit pemahaman tentang keistimewaan alam surgawi, yang ayah saksikan saat ini.


Maka bayangkan akan seperti apakah ucapan ayah, kalau kita sudah membuka semua rahasia alam jiwa ini?


Jadi terbukanya rahasia sehingga muncul pemahaman dan pengetahuan, itulah anugerah terbesarnya.


Alam dunia luarpun sama, kita akan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja, adalah karena banyak rahasia yang masih tersimpan rapi di dalamnya tanpa kita fahami.


Oleh karenanya penentuan kekuatan yang paling besar itu, bergantung pada siapa yang paling faham dan seberapa banyak yang dia fahami dari rahasia kehidupan ini.


Kenapa ada begitu banyak kerajaan kerajaan kecil, yang musnah sendiri maupun dimusnahkan oleh kerajaan maupun kekaisaran lainnya, itu adalah karena mereka lebih sedikit memiliki pemahaman tentang segala hal, sehingga mereka kalah dalam kultivasi kalah dalam senjata dan kalah pula dalam siasat.


Hal iu juga berlaku pada diri kita yang sekarang.


Kenapa kita berada di alam rendah ini ?


Kenapa ada yang berada di alam benua tengah dan kenapa ada yang berada di alam tinggi bahkan alam dewa?


Semua itu jawabannya adalah karena mereka lebih tahu banyak dan lebih faham segala hal.


Raja yang lebih banyak pengetahuanannya dari raja lainnya akan menjadi raja yang paling besar.


Pendekar yang lebih banyak pengetahuannya dari pendekar lainnya akan menjadi raja yang paling besar.


Begitu pula pelukis, penyair, penulis, pedagang dan semua bidang akan di kuasai oleh mereka yang paling banyak tahu segal hal di bidangnya, sehingga menempati kursi teratas dari semua urutan.


Jika ayah ingin kekaisaran Han selalu menjadi yang terbesar, maka ayah harus pastikan kekaisaran Han selalu lebih tahu dalam segala hal, dibandingkan dengan yang lainnya"

__ADS_1


"Shan'er kau telah memberikan pencerahan yang sangat besar kepada ayah."


"Yah semua itu adalah buah dari perenungan akan makna hidup juga pengalaman bertarung yang aku temui ayah, ada situasi dimana sebenarnya aku cukup berimbang dan sama dalam hal kekuatan terhadap lawanku, tetapi karena aku lebih banyak dalam hal pemahaman dan pengetahuan maka tercipta jarak yang sangat besar, sehingga aku menjadi tampak lebih kuat dan hebat dimata lawan dan menjadi sosok yang seolah tak terkalahkan, yang pada akhirnya membuat mereka berputus asa untuk melawanku dan cukup puas dengan hasil akhir yakni hidup sebagai pelayanku.


__ADS_2