
"Ayo kita berangkat tunjukkan jalannya..!"
"Baik.tuan!"
Dua ekor kuda menderu membelah jalanan tanah, setiap jalur yang di laluinya akan menerbangkan debu dan memecah kesunyian.
Tidak ada pembicaraan selama di perjalanan, keduanya asyik dengan pikirannya masing.
Setelah seharian penuh memacu kuda, keduanya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki
Selang beberapa waktu mereka sampai di sebuah penginapan, pemuda yang mengaku sebagai pengawal keluarga Huang langsung saja masuk diikuti oleh Qing Shan di belakang
Seorang wanita yang tampak seperti pelayan di tempat itu, datang menanyakan apa yang akan mereka pesan.
"Anda berdua mau pesan apa tuan"
"Elang pengintai mengunjungi elang putri"
Wanita itu mengernyit dan berkata
"Elang putri tidak suka menerima kunjungan, dari orang yang tidak di kenal"
"Cukup katakan tuan, dari Shunzhuang "
Mendengar hal tersebut wanita itu seolah tidak mendengarkan dan berlalu begitu saja, dia tampak pergi kedalam suatu ruangan, tidak butuh waktu lama sebelum dia datang kembali, tampak dia memperhatikan sekitar lalu berkata
"Tuan pemandangan dari atas sangat indah, apakah anda tidak akan mencobanya.?
Pesananan anda bisa kami antarkan kesana."
Pria bersama Qing Shan berkata
"Baiklah sepertinya itu hal yang bagus nona, kami akan naik ke atas kalau begitu."
"Silahkan tuan!"
Qing Shan mengedarkan kesadaran jiwanya, dia mendapati ada banyak pendekar di ruangan tersebut dengan luapan kultivasi yang bocor dari tubuhnya.
"Wah di antara orang orang ini ada yang berada peringkat bumi level menengah, tahap akhir sebagai peringkat paling tinggi yang ada disini.
Sesuatu yang cukup tinggi untuk ukuran sebuah daerah terpencil ini.
Terlebih lagi jumlah mereka sampai ada empat orang."
Dalam sekali lihat lewat kesadaran jiwanya, Qing Shan tahu kalau ke empat orang itu sama seperti mereka, yang baru saja melalui perjalanan panjang atau jauh.
Qing Shan faham bahwa mereka telah di ikuti oleh ke empat orang ini.
Selain itu tidak ada hal menarik lainnya, semua tampak normal dan tidak ada masalah.
"Huh... Aku bisa merasakan bagaimana sulitnya posisi keluarga Huang yang bersembunyi dari perburuan selama ini, dapat ditebak kalau penginapan ini adalah sumber usaha keluarga Huang, yang menjadi tulang punggung penghasilan mereka satu satunya."
Di balik wajah santainya Qing Shan terus membaca situasi dan keadaan disana.
"Tuan..! Nona menanti anda, saya hanya bisa mengantar anda sampai disini."
__ADS_1
"Ayo ikutlah masuk, aku akan mempertanggung jawabkannya pada nonamu, selain itu engkau sejak awal sudah di mata matai dan diikuti."
"Kalau begitu saya akan sedikit merepotkan tuan..!
"Tidak apa apa" jawab Qing Shan
Pelayan keluarga Huang itu, tampak khawatir dengan kemarahan nonanya
"Tenang saja, bukankah aku sudah mengatakan kalau akan mempertanggung jawabkannya."
Sesampainya di atas Qing Shan langsung di arahkan masuk ke sebuah ruangan tersembunyi.
Sebelum masuk, dia memasang array ilusi, yakni sebuah teknik pengalihan pandangan, yang dahulu dia dapatkan dari masternya lewat cahaya yang berisi pesan kesadaran jiwa yang masuk ke dalam tubuhnya.
Seorang sosok yang tersembunyi dalam kegelapan, mengawasi kedatangan mereka dan cukup marah atas kelancangan pengawal tingkat rendah keluarga Huang.
Qing Shan langsung berkata
"Dia dalam perlindunganku.."
Sontak sosok itu terkejut dan mengangguk lalu mundur, dia sangat puas kemampuan Qing Shan.
"Tidak banyak orang yang bisa menyadari keberadaanku, bila telah menyatu dalam kegelapan, tetapi pemuda ini bisa melihatku dengan jelas, luar biasa...!
Padahal dia masih begitu muda."
Persis di ujung lorong yang Qing Shan dan pengawal rendah keluarga Huang berdua lewati, ada sebuah kamar di ujung lorong tersebut.
"Tuan saya akan berhenti sampai disini saja, silahkan tuan lanjut masuk ke dalam."
"Baik tuan."
Pengawal yang bersamanya sejak awal, memilih tetap tinggal di luar kamar, sedangkan Qing Shan masuk ke dalam setelah dipersilahkan.
Dihadapannya kini ada seorang wanita yang mengenakan baju berwarna putih dan memakai cadar, penampilannya sangat luar biasa anggun, walau wajahnya di tutupi oleh cadar yang menghalangi orang untuk bisa leluasa melihat wajahnya, dapat dipastikan kalau sosok itu sangat cantik dan begitu mempesona.
"Lin'er....!"
Setelah mendengar itu yang disebut namanya melirik kedua pengawal yang ada di kiri dan kanannya, keduanya lantas mengangguk memberi hormat dan pergi dari sana.
Setelah kepergian kedua pengawal tersebut, Lin'er segera membuka cadarnya, betul saja wajah putih berseri yang lembut bak awan di negeri para dewa itu, segera terlihat menghiasi pandangan.
"Qing Shan...?" Ucapnya sedikit ragu.
"Ya. Ini aku, mungkin kamu sedikit ragu denganku Lin'er.
Aku memaklumi itu, mengingat bagaimana hebatnya keadaan yang harus kamu alami selama ini."
"Tapi selain kamu aku juga sudah menemukan si gendut Luo Pangzi."
Mendengar itu Lin Nu'shen yang sejak kecil Qing Shan dan teman temannya lebih suka menyebutnya sebagai nona kecil keluarga Lin atau Lin'er ini mulai menurunkan kewaspadaannya.
"Shan'er kaukah itu..?".
ucapnya memperbaiki panggilannya pada Qing Shan
__ADS_1
"Ya, ini aku Lin'er..!'
" Bukankah kamu telah ...?"
Li Nu'shen tidak meneruskan ucapannya.
Qing Shan kemudian mulai menceritakan secara ringkas bagaimana proses dia dikirim ke alam jiwa dan perjalanan yang dia lalui.
Tanpa menanyakan terlebih dahulu, Qing Shan membawa nona Lin tersebut kedalam dunia jiwa, ke sebuah lapangan luas terbuka yang dipenuhi aneka bunga beraneka warna.
"Shan'er!
Kita ada dimana..?"
"Lin'er inilah dunia jiwa yang aku ceritakan padamu sebelumnya.
Ke tempat inilah aku dahulu terlempar dan disinilah aku menjalani semua apa yang aku jelaskan padamu itu."
Qing Shan selanjutnya menceritakan semua kisahnya dengan lengkap, juga detail perjalanan yang dia lalui.
Qing Shan kemudian mengeluarkan sebuah artefak kapal, yang langsung mereka naiki dan segera berkeliling melihat pemandangan alam dunia jiwa dewa.
Setelah puas berkeliling, Qing Shan turun di lokasi telaga kahyangan yang sudah menjadi danau saat ini.
Luo Pangzi bersama kekasihnya disana.
Tampak juga pria tua bersama istrinya yang merupakan kedua orang tua dari Mei Yin kekasih si gendut Luo Pangzi.
Luo Pangzi begitu terkejut melihat Nona Lin sudah ditemukan oleh Qing Shan.
Sedangkan ayah dan ibu Mei Yin, segera datang dan berlutut di depan nona Lin.
"Nona...!"
"Paman ... bibi...!
Kalian ternyata masih ada disini..?
Bangunlah, kita sudah jadi keluarga, Shan'er sudah menjelaskan semuanya.
Kedepannya paman dan bibi tidak boleh lagi berlutut seperti ini."
"Tapi nona....!"
"Apa paman dan bibi, tidak mau menerimaku sebagai keluarga...?"
"Nona, mana mungkin begitu.....!"
"Kalau begitu bangkitlah
Kedua orang tua itu lalu bangkit berdiri. Nona Lin memeluk wanita yang tenyata merupakan pelayan keluarga Lin mereka dahulunya, saat masih berada di desa Shunzhuan.
Kini Qing Shan mulai mengerti, kenapa pria tua itu begitu emosional sampai memaksa berdiri dan memanggilnya tuan.
Yang karena hal itu pria tersebut terjatuh, saat Qing Shan menyebutkan nama keluarga dan asal desanya saat berada di warung milik pria tersebut.
__ADS_1