Pendekar Surgawi

Pendekar Surgawi
Bab 72 : Kesetiaan yang tulus


__ADS_3

"Ayah sebenarnya kemanakah Shan'er?


Sudah beberapa bulan ini dia tidak kembali."


"Benar ayah, kenapa kak Sha'er tidak memberi kabar apapun pada kita?"


"Ah Lin'er dan Lan'er.


Ayah juga tidak tahu keberadaannya saat ini.


Terakhir kali kami bersama adalah ketika berada di atas langit alam luar, dari wilayah alam jiwa ini. t


Tepatnya kami saat itu ada di dekat markas Gong Lam Hui


Saat itu Shan'er berkata kalau dia akan pergi menelusuri dan mencari tahu banyak hal tentang alam jiwa ini, sebab menurutnya pengetahuan adalah kekuatan terbesar.


Untuk memastikan bisa menjaga kita dan orang orang yang dia sayangi, Shan'er akan pergi mencari pengetahuan yang dia maksud itu."


"Aku sangat khawatir kak Lin'er, kalau telah terjadi sesuatu kepada kak Shan'er."


Keluarga Shan'er mulai merasakan sesuatu yang salah, mengingat lamanya Qing Shan tidak kembali pada mereka, dimana sebelumnya tidak pernah terjadi hal demikian


Saat ini mereka sedang berkumpul membahas hal itu, saat semua sedang mengeluarkan pikirannya masing masing Gong Lam meminta izin untuk masuk ke dalam rumah perkumpulan yang dibagun oleh para pengawal dan juga warga alam jiwa itu.


"Yang mulia...!"


"Gong Lam, apa yang terjadi?


"Ini gawat yang Mulia..!"


"Ada apa Gong Lam?"


"Semua tanda jiwa yang tuan letakkan pada saya, telah hilang yang mulia."


"Apaaa.....?"


"Suamiku, Shan'er?".


"Tenanglah istriku."


Mendengar itu Lin'er dan Lan'er mengangguk.


Keadaan mulai menjadi gaduh.


Tak lama seluruh para pengawal Qing Shan tiba dan hendak melaporkan hal yang sama.


"Tuan....! Apa yang harus kita lakukan?"


"Tenanglah semuanya.


Mari kita pikirkan ini bersama sama."

__ADS_1


Suasana semakin genting, yang paling mereka khawatirkan dalam situasi ini adalah pengkhianatan.


Selama ini mereka patuh, selama ini mereka mengatakan setia, tapi siapa yang bisa menjamin kalau kesetiaan itu memang murni ada dan bukan karena keberadaan sosok Qing Shan yang kuat dan tidak bisa mereka kalahkan.?


Gong lam bersuara.


"Siapa yang tetap setia kepada tuan dalam keadaan hidup dan matinya, maka datanglah ke barisanku.


Dan siapa yang ingin keluar maka keluarlah dari alam jiwa, setidaknya ingatlah kalau kita pernah bersama dan jangan sampai terjadi pertempuran ditempat ini."


Mendengar ucapan itu semua menjadi gaduh dan ribut.


Yang paling dikhawatrikan adalah sosok kuat dua pendekar dewa yang kini sama sama berada di level puncak menengah, yakni Lu Ming dan Wun tao.


Lu Ming maju ke depan, wajah semua orang menegang dan keadan di ruangan itu terasa menjadi lebih dingin.


Tidak terkecuali Gong lam menjadi orang yang ikut khawatir, dia menjadi begitu waspada.


Kekhawatiran Gong lam bukan sesuatu yang tidak beralasan, dia tahu betul kekuatan dan kemampuan Gong Lam Hui, sedangkan Wun tao walau dia tidak tahu seperti apa namun seharusnya itu juga sangat kuat.


Walaupun Gong Lam Hui telah berada pada tingkatan pendekar dewa saat ini, namun levelnya masih berada di tahap awal.


Masih ada jarak yang jauh di level menengah dan level puncak.


Itu bukanlah sesuatu yang bisa Gong Lam Hui tanggung dalam pertarungan yang normal, namun Gong Lam Hui sudah bertekad akan habis habisan jika salah satu maupun keduanya menginginkan pertarungan.


Keadaan bertambah tegang, saat Lu Ming diam menatap semua orang dan tidak bersuara.


Setelah diam beberapa saat dia berkata


Kalau memang ada yang berpikir seperti itu, aku ingin melihat wajahnya, maka keluarlah....!!!"


Lu Ming mengeluarkan suara yang keras.


Setelah dia mengucapkan itu, maka semua orang yang tadinya was was atas keadaan itu termasuk Gong Lam Hui, Chen Sui Han juga Chen Sui Bai wajahnya mulai mengendur dan nafasnya mulai tenang setelah tadinya sempat menegang.


Dengan adanya salah satu diantara pendekar dewa level puncak di pihak mereka, maka melawan salah satunya lagi bukanlah sesuatu yang begitu menakutkan, seperti sebelumnya.


Dengan adanya pihak pendekar dewa puncak tahap menengah di sisi mereka, posisi Gong Lam Hui menjadi pihak yang kuat.


"Terima kasih Lu ming"


"Yang mulia, anda tidak perlu begitu, tuan sudah banyak memberikan kepada kami sumber daya, pencerahan dan yang paling membekas dalam diri kami semua adalah kebaikan dan ketulusan tuan.


Maka, aku Lu ming...! pelayan setia tuan Qing Shan berjanji di hadapan surga, aku akan bersumpah setia pada tuan Qing Shan dan akan mengabdi kepadanya di saat hidup maupun matinya dan akan menjaga keluarga serta orang orang yang di sayanginya dengan segenap kemampuan dan kekuatan yang aku miliki."


Setelah mengucapkan itu Lu Ming berlutut dan membungkuk tiga kali.


"Gedebukh.....!"


Suara lutut yang berbenturan dengan kayu terdengar berulang kali di lantai kayu rumah itu.

__ADS_1


"Aku bersumpah....."


"Aku bersumpah....."


"Aku bersumpah....."


Masing masing mereka menyebutkan sumpahnya dan petir terdengar meledak dengan suara yang begitu kuat di alam jiwa .


Semua pengawal Qing Shan tertunduk menangis.


Kaisar Han Zhuang ratu Ni Huan dan pangeran Nian'er juga ikut menangis.


Lin'er dan Lan'er dan juga semua keluarga mereka ikut menangis, termasuk seluruh warga alam jiwa yang sudah hadir tepat di depan rumah pertemuan itu, karena telah tahu semua kejadian yang berlaku.


Perlahan Nam Kui Nu masuk kedalam ruang itu dengan langkah yang begitu pelan, sebab dia memang hanya manusia biasa yang tidak punya banyak kekuatan.


"Hei......!!! kenapa semua orang menangis?


Qing Shan putraku belum mati, dia belum mati."


Mendengar itu semua orang langsung mengangkat wajah dan melihat kepadanya.


Lin'er dan Lan'er langsung datang mendekat.


"Ibu...! apa yang ibu katakan?"


"Lin'er dan Lan'er. Shan'er pernah berkata kalau dia mati maka kita semua yang ada di alam jiwa ini akan dikeluarkan dan diantar ke suatu tempat yang tidak diketahui, tapi lihatlah sampai saat ini kita semua masih disini."


Mata semua orang berbinar, Gong Lam Hui dan dua Chen bersaudara termasuk Lu Ming dan semua pengawalnya bangkit berdiri.


"Benar... itu benar....! tuan pernah mengatakan itu...tuan masih hidup."


"Tuan masih hiduuuuuuupp"


"Tuan masih hiduuuuuuupp"


"Tuan masih hiduuuuuuupp"


Semua orang berteriak dengan girang dan sangat senang


Keluarga Qing Shan Lin'er dan Lan'er saling bergandengan tangan dengan kabar baru ini.


Ratu dan kedua ibu mertua masa depan Qing Shan mendatangi Nam Kui Nu dan memeluknya.


"Saudari Nu'er...! Terima kasih kau sudah memberi kabar baik yang sangat membahagiakan kita semua."


"Saudari Nian'er sama sepertimu aku juga menyayangi putra kita Shan'er dari lubuk hatiku yang terdalam."


"Aku juga sangat menyayangi anak menantuku.."


"Aku apalagi."

__ADS_1


Ke empat wanita itu saling berpelukan erat dan tersenyum manis.


Saat semuanya sedang dalam suasana penuh bahagia, tiba tiba pendekar tahap puncak menengah lainnya Wun tao melesat cepat dan masuk ke ruangan itu, dengan wajah yang suram gelap dan penuh Amarah.


__ADS_2