PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 101


__ADS_3

Hampir malam acara semuanya sudah selesai, bahkan para sahabat, kerabat dan keluarga pun sudah pulang sejak tadi.


Roy dan Elisa yang masih ada disana, dan mereka akan menginap disana atas permintaan Mama Hesti.


"Tuan" ucap Roy pada Wildan.


Wildan menatap Roy, ia tahu bahwa ada hal yang ingin di bicarakan oleh Roy padanya.


"Sayang, aku sama Roy akan ke ruang kerja dulu ya" izin Wildan pada Mora.


"Iya Mas" balas Mora tersenyum.


Wildan dan Roy langsung saja melangkahkan kaki nya ke ruang kerja yang berada di lantai atas.


Ceklek.


"Ada apa Roy?" tanya Wildan saat mereka masuk ke dalam ruang kerja.


"Tuan, kata Hulk si manager itu kabur dari Amerika setelah menipu Dava, Asistennya Tuan Aron" ucap Roy dengan memberikan vidio dari Hulk.


"Menipu bagaimana? Bukannya Dava itu sangat jeli" tanya Wildan kembali sambil mata nya fokus pada ponsel Roy.


"Mereka berteman sejak sekolah, dan manager itu menawarkan kerja sama yang memang sangat menggiurkan pada Dava. Dan memang pada saat itu keuangan di perusahaan Tuan Aron tetapi harus di tambah lagi karena untuk pengobatan Tuan Aron, jadi Dava langsung saja menyetujui nya" jelas Roy panjang lebar.


"Dan setelah Hulk selidiki, ternyata perusahaan Tuan Aron hampir di ujung tanduk. Bahkan mereka sudah menjual semua aset dan tabungan yang mereka punya" ucap nya lagi dengan serius.

__ADS_1


"Bantu mereka, suntikan dana pada mereka tetapi hanya sedikit saja sampai perusahaan nya tidak benar-benar bangkrut" balas Wildan dengan tegas.


"Baik Tuan" patuh Roy.


Wildan menyuruh Roy untuk istirahat karena ia pasti lelah dengan hari ini.


Begitupun dengan dirinya, ia langsung pergi ke kamar bawah untuk istirahat bersama Istri dan twins.


Wildan sengaja membantu Aron karena ia ingin melihat bagaimana reaksi Aron saat tahu bahwa dirinya yang membantu.


Jika memang Aron sudah berubah dia maka akan bekerja lebih giat dan mengembalikan dana yang ia suntikan.


Dan jika sebaliknya, maka Aron belum sama sekali berubah.


Dan benar saja bahwa Mora dan twins sudah terlelap dengan nyenyak.


"Kalian adalah obat segala lelah ku" gumam Wildan sambil mengecup kening twins dan Mora bergantian.


Wildan lalu memindahkan twins ke boxs bayi mereka masing-masing.


Setelah itu, ia merebahkan dirinya di samping Mora dan Wildan langsung membawa Mora ke pelukannya.


**


Tepat dini hari, baby Miraa menangis karena haus dan sontak saja Wildan terbangun karena kaget.

__ADS_1


Ia langsung melangkah ke dekat boxs baby Miraa, terlihat putri nya yang sedang mencari air susu.


Dengan segera Wildan menggendongnya dan membuatkan susu karena ia tak tega jika harus membangunkan Mora.


"Sebentar ya, Nak. Daddy bikinin dulu susu nya" ucap Wildan dengan tersenyum.


Dan baby Miraa pun langsung berhenti menangis saat sang Daddy mengajak nya bicara.


Setelah dirasa cukup, Wildan langsung memberikan susu pada baby Miraa dengan perlahan.


"Wah lahap sekali sayang, haus banget ya" ucap Wildan tersenyum kecil.


Sedangkan sang Putri, hanya diam dengan terus mengedot dan mata nya yang mengerjap lucu.


Wildan terus menggendong nya agar sang Baby tidur dan tidak membangunkan Mora.


Terlihat sekali jika Mora memang lelah karena tidur nya yang sangat nyenyak sekali.


Dan hal itu yang membuat Wildan tak tega membangunkan sang Istri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2