
-Indonesia
Pagi hari nya, Mora langsung datang ke perusahaan Widiatma bersama Roy.
Dan saat ini, dia sedang duduk menunggu seseorang.
Sedangkan untuk Suami nya, dia sedang melakukan meeting dengan karyawan Hotel nya.
Ceklek.
Pintu rahasia yang ada disana terbuka saat seseorang yang mereka tunggu datang.
"Nyonya" sapa nya dengan hormat.
"Bagaimana, Hulk?" tanya Mora dengan aura dingin nya.
"Semua nya berjalan baik, dan mereka tidak akan menyangka bahwa Tuan besar dan Nyonya sudah berada di Negara A sejak semalam" jawab Hulk dengan datar.
"Dan ini, uang hasil dari perusahaan Tuan Jana" ucap nya lagi dengan memberikan bukti transaksi.
Mora menerima nya, ia langsung tersenyum saat melihat begitu banyak nya uang masuk ke rekening yang ia buat.
"Bagus, dan aku sangat yakin bahwa Tuan Jana saat ini sedang mencari mu bahkan ia akan menghubungi Winda karena tau kau lari ke Indonesia" jelas Mora dengan tegas.
"Kita akan main-main terlebih dulu bersama mereka, Nyonya" kekeh Roy dan Hulk saat membayangkan wajah Jana yang kelabakan.
Mora juga ikut terkekeh, ia tidak akan membiarkan Orangtua ataupun orang yang di sayangi nya di sakiti.
"Sekarang kita main-main bersama dengan Aron dan Sekertaris nya" ucap Mora tertawa smirk.
Hulk dan Roy langsung berbinar, mereka sudah sangat menantikan kehancuran orang-orang yang sudah melukai Nyonya nya.
Tetapi Mora memilih untuk memberikan pelajaran yang menarik ulur nya agar lebih berkesan.
"Hulk, pergilah susul kedua orang itu" ucap Mora
"Dengan senang hati, Nona" balas Hulk dengan membungkukan sedikit badannya.
Roy memberi semangat Hulk dengan tepukan kecil di pundak nya.
__ADS_1
Ia sebenarnya juga ingin bermain tetapi ia tidak bisa meninggalkan sang Nyonya sendirian.
"Dan Roy, ayo kita bermain dengan perusahaan Jana dan Aron" ucap Mora tersenyum.
"Baik Nyonya" balas Roy tersenyum kecil.
Setelah itu, Hulk pergi dari sana melewati jalan rahasia. Sedangkan Mora, ia kembali fokus pada beberapa berkas yang ada di hadapannya.
Hingga tatapan fokus nya terganti pada pintu yang terbuka karena seseorang membuka nya.
"Mas" ucap Mora bangun dari duduk nya.
Wildan tersenyum, ia lalu memeluk tubuh Istri nya dan membawa nya duduk di sofa.
"Apa aku mengganggu?" tanya Wildan lembut.
"Tidak sama sekali, sayang" jawab Mora tersenyum malu.
Wildan langsung tersenyum bahagia saat Mora memanggil nya dengan kata sayang.
"Aku bahagia dengan panggilan itu" ucap Wildan dengan berbinar.
"Ayo kita makan siang ke luar?" ajak Wildan dengan tersenyum.
"Memangnya sudah jam makan siang, Mas?" tanya Mora bingung.
Wildan terkekeh dan menunjukan jam di ponsel nya. Seketika Mora langsung saja tersenyum kikuk.
"Hehe, ayo Mas" ucap Mora bangkit dari duduk nya seraya mengambil tas dan ponsel nya di atas meja kerja nya.
Wildan lalu merangkul pinggang sang Istri, ia mengecup pelipis Mora dengan hangat.
Sepasang suami istri itu pun langsung pergi ke luar dari dalam ruangan itu.
"Roy, aku akan makan siang dengan Tuan dulu" ucap Mora lembut.
"Baik Nyonya" balas Roy patuh.
Mora dan Wildan pun pergi dari sana dengan melenggang masuk ke dalam lift.
__ADS_1
"Tadi saja sudah seperti wanita kejam, eh ada pawang nya jadi lemah lembut begitu" batin Roy menggelengkan kepala nya.
Roy lalu pergi ke kantin perusahaan, ia akan makan siang disana saja.
Tetapi sebelum pergi dari sana, ia di kejutkan dengan kedatangan sang kekasih.
"Hei, kenapa tidak bilang kalau mau kemari" ucap Roy menghampiri Elisa yang baru saja keluar dari lift.
"Kejutan dong, ayo makan siang" balas Elisa tersenyum kecil.
Lalu Roy membawa Elisa ke ruangan nya yang berada di sebelah ruangan Mora.
Elisa dan Roy 1 bulan lagi akan melangsungkan pernikahannya, bahkan kedua belah pihak keluarga pun sangat bahagia mendengar rencana tersebut.
"Bagaimana di perusahaan?" tanya Roy di sela makannya
"Baik-baik saja, aku kagum sama Fira yang semakin hari semakin jago membuat desain" jawab Elisa dengan berbinar.
"Aku sudah menyuruh nya untuk memegang salah satu perusahaan , tetapi dia tidak mau" ucap Elisa kembali.
"Jangan di paksa kalau tidak mau, apalagi perusahaan itu yang pertama kali ia masuk kerja" balas Roy lembut.
Elisa menganggukan kepala nya, ia tersenyum melihat Roy yang ternyata bisa lembut juga pada seseorang.
"Tidak apa kan kalau pernikahan kita sederhana, sayang? tanya Roy menatap Elisa dalam.
"Aku tidak apa, yang terpenting kita Sah saja" jawab Elisa lembut.
"Aku sangat mencintai-mu" ucap Roy mengecup kening Elisa lembut.
"Aku pun sama" balas Elisa pelan.
Mereka tersenyum bersama, lalu mereka kembali fokus pada makan nya kembali.
Roy tersenyum saat melihat wajah Elisa yang memerah karena malu.
.
.
__ADS_1
.