
Ke esokan pagi nya, di mansion Widiatma sudah berkumpul di ruang makan.
Merekan sarapan pagi terlebih dulu sebelum pergi ke Rumah nya Elisa.
Ya, mereka akan menentukan tanggal pernikahan antara Elisa dan Roy.
"Kenapa sayang?" tanya Mama Hesti pada Mora.
"Gak apa Ma, aku hanya ingin makan nasi goreng saja" jawab Mora dengan tersenyum kikuk.
"Mau Mama buatin?" tawar sang Mama.
Mora langsung saja menganggukan kepala dengan semangat.
Bahkan ia juga ikut ke dapur untuk melihat sang Mama membuat nasi goreng.
"Sayang, kamu duduk disana dulu ya" ucap Mora menunjukan kursi yang tak jauh dari mereka.
"Oke Ma" balas Mora patuh
Lalu Mama Hesti langsung saja menyiapkan bahan yang di perlukan, setelah itu ia pun dengan gerakan cepat memasak nasi goreng.
"Hemm wangi sekali, sabar ya sayang" ucap Mora dengan mengusap lembut perut nya.
Hingga tak perlu menunggu lama , pesanan Mora pun sudah siap di sajikan.
Bahkan Mora sudah seperti ingin meneteskan air liur nya karena melihat nasi goreng yang sangat menggugah selera.
Mora dan Mama Hesti langsung saja masuk ke ruang makan kembali, disana sebagian orang sudah selesai makan.
Hanya tinggal Wildan dan Ayah Darma saja yang belum makan.
"Mas, belum makan?" tanya Mora pada Wildan.
__ADS_1
"Belum sayang, Mas menunggu kamu" jawab Wildan tersenyum lembut.
Lalu Mora duduk di samping Wildan, setelah itu mereka makan dengan tenang.
Sedangkan yang lainnya sudah bersiap-siap untuk pergi.
**
Setelah semua siap, Mora dan keluarga nya langsung saja pergi ke Rumah nya Elisa.
Di sepanjang jalan, Mora terus saja bercerita dengan sang Mama tentang dulu saat ia hamil oleh Mora.
Dan dengan antusias, Mama Hesti menceritakan semua nya dengan tersenyum. Dari mulai ngidam, tak enak tidur dan yang lainnya.
Hingga tak terasa mereka sudah sampai di halaman Rumah Elisa, mereka semua langsung turun dan di sambut langsung oleh kedua orangtua Elisa.
"Selamat pagi dan selamat datang, Tuan, Nyonya" sapa Ayah Elisa dengan sopan.
"Mari masuk" ajak Bunda Elisa pada mereka.
Dan tak lama dari mereka datang, Elisa pun muncul bersama dengan Fira.
Roy tersenyum tipis melihat gadih pujaan hati nya, ia bahkan menundukan kepala nya karena tidak mau jadi bahan olokan yang lainnya.
"Baiklah, kita langsung saja ke inti nya" ucap Ayah Roy.
"Silahkan Tuan, kami akan ikut saja apa kata keluarga laki-laki" balas Ayah Elisa.
Tuan Darma dan Wildan hanya diam dengan mendengarkan saja, mereka tidak akan ikut campur urusan kedua nya.
Mora? Dia sudah sibuk dengan makanan yang ada di pangkuannya.
Bahkan Mama Hesti hanya mampu menggelengkan kepala melihat kelakuan Putri nya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu acara pernikahan kedua nya akan di langsungkan 2 minggu lagi" putus Ayah Roy.
"Baiklah, kami setuju" balas Ayah Elisa dan di angguki Istri serta Elisa nya sendiri.
Hingga acara kembali di lanjutkan dengan beberapa keperluan yang lainnya.
Sedangkan Mora dan Wildan sudah pamit lebih dulu karena Mora ingin pergi ke Mall.
*
Dan disinilah Mora, ia dan Wildan sudah sampai di Mall yang dekat dengan Rumah Elisa.
"Mau beli apa, sayang?" tanya Wildan lembut sambil merangkul pinggang Mora.
"Emm aku ingin kesana dulu" ucap Mora menunjuk toko pakaian.
Wildan menganggukan kepala nya, ia akan mengantar kemana pun sang Istri inginkan.
Sesampai nya di toko, Mora langsung saja memilih beberapa pakaian, dan juga kerudung.
Bahkan ia beberapa kali menanyakan pada Wildan tentang cocok atau tidak nya.
Wildan hanya mengangguk dan menggelengkan kepala saja, ia juga tersenyum kecil saat melihat mata berbinar dari Mora akan sesuatu barang.
Puas dengan pakaian, ia memilih ke toko Tas, sepatu , sandal dan keperluan lainnya untuk dirinya dan juga sang suami.
Hingga jam makan siang tiba Mora baru selesai dengan acara belanja nya.
Wildan lalu membawa nya untuk makan terlebih dulu sebelum pulang ke mansion.
.
.
__ADS_1
.