
Hari ini adalah hari kepulangan Baby twins dan sang Mommy nya.
Wildan beserta dengan mertua nya langsung saja menyiapkan kepulangan twins.
Mora keluar dengan menggunakan kursi roda karena Wildan yang meminta nya.
Sedangkan twins, ia di gendong oleh Oma dan Opa nya.
"Kita pergi lewat jalan pintas, karena aku takut disana masih ada wartawan" ucap Wildan sambil mengarahkan mereka ke lift yang terhubung langsung ke basemen VVIP keluarga.
"Iya, Mas. Aku juga masih malas bertemu mereka yang pasti akan mengganggu kenyamanan twins" balas Mora.
Wildan setuju, mereka lalu langsung masuk ke dalam mobil yang memang sudah di siapkan oleh Hari.
Hari bahkan sudah menunggu sejak tadi untuk mengantarkan keluarga Tuan muda nya.
"Ayo Hari" ucap Wildan saat semua nya sudah masuk ke dalam mobil.
Hari menganggukan kepala nya, ia lalu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang saja.
Dan saat mobil melewati loby Rs, benar saja disana ada beberapa wartawan yang menyamar.
***
__ADS_1
Di tempat yang berbeda, tepat nya di pedalaman Kalimantan yang terkenal dengan jauh dari Kota maupun yang berbau instan.
Disana terlihat Winda yang sedang duduk termenung di kamar nya.
Pagi ini, setelah selesai mandi dan yang lainnya Winda hanya duduk kembali di sisi ranjang.
"Hah, aku merindukan Ayah dan Bunda" gumam nya dengan sendu.
"Sudah hampir 4 bulan aku disini, tanpa ada kalian dan aku benar-benar seperti sendirian" gumam nya lagi.
Ceklek.
Perhatian Winda teralihkan saat pintu kamar yang sedari semalam terkunci dari luar karena Suami nya pergi untuk berbelanja kebutuhan mereka dan juga yang lainnya.
"Ini, aku belikan makanan kesukan mu" ucap Suami nya dengan memberikan seafood, kebab dan yang lainnya pada Winda.
"Mas, kamu dapat uang lebih?" tanya Winda heran, karena biasanya Suami Winda akan membelikan apapun jika ia mendapatkan uang lebih.
Sedangkan uang gajih nya akan ia tabung untuk masa depan dan tua nanti.
"Ya, kami semua mendapatkan bonus atas kelahiran baby Tuan Wildan dan Nona Mora" jawab Suami nya dengan menghentakan tubuh nya untuk duduk di samping Winda.
Deg.
__ADS_1
"Mora" batin Winda dengan memejamkan mata nya sekilas.
"Cobalah untuk menerima semua ini dengan ikhlas, karena semua ini bukan salah Nona dan Tuan. Ini teguran untuk mu yang penuh ambisi akan harta dan apa jadinya? Jadi nya kau tak dapat apa-apa" jelas Suami Winda dengan lembut.
"Aku menikahi mu memang karena terpaksa dan aku juga sangat terpaksa di pindahkan kemari walau dengan pangkat Atasan.
Tetapi semakin kesini aku semakin menikmati nya dan aku juga ikhlas menikahi mu, Winda" jelas nya lagi dengan menatap Winda sangat lembut.
"Aku menyayangi mu, aku berharap di hatimu juga sudah ikhlas dan kita bisa memulai nya dari awal" ucap nya dengan mengusap lembut kepala Winda.
Setelah berbicara seperti itu, Suami Winda langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Sedangkan Winda? Ia termenung dengan semua ucapan yang keluar dari mulut Suami nya.
"Aku sudah ikhlas, tapi aku takut akan melakukan kesalahan lagi" gumam Winda dengan lirih.
Ia lalu bangkit dari duduk nya, Winda menyiapkan pakaian sederhana milik suami nya.
Setelah itu, Winda juga menyiapkan makanan yang di bawa oleh sang Suami tadi dan menata nya di meja yang ada di pojok.
.
.
__ADS_1
Ayo merapat ke Novel terbaru Othorš„³