PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 86


__ADS_3

Saat ini, Wildan dan kedua mertua nya sedang duduk santai di ruangan Mora sambil menunggu Baby datang dan menjaga Mora yang sedang terlelap karena kelelahan.


Sedangkan Roy dan Hari sudah pulang lebih dulu karena sudah hampir larut dan esok juga mereka harus bekerja.


Hingga obrolan mereka terhenti saat pintu di buka oleh Dokter Lia, ia mendorong boxs bayi.


"Selamat malam, Tuan dan Nyonya" sapa Dokter Lia dengan sopan.


"Malam Dok, wah ini Cucu ku?" tanya Mama Hesti dengan bangun dari duduk nya.


"Iya Nyonya" jawab Dokter Lia.


Mama Hesti lalu mengambil alih mendorong boxs bayi, boxs tersebut ia bawa ke pinggir ranjang Mora.


"Maaf Tuan" ucap Dokter Lia pada Wildan dan Ayah Darma.


"Kenapa Dok?" tanya Wildan.


"Masalah wartawan di luar bagaimana?" bukannya menjawab, Dokter Lia malah balik nanya pada Wildan.


"Biarkan saja, mereka tidak akan ada yang berani masuk dan juga membuat gaduh" jawab Wildan santai.


Dokter Lia menganggukan kepala tanda mengerti, ia lalu permisi pada mereka dan pergi dari sana.


Wildan dan Ayah Darma langsung saja menghampiri Mama Hesti yang sedang bermain bersama dengan kedua Baby Mora.


"Apa kamu sudan menyiapkan nama nya?" tanya Mama Hesti.


"Sudah Ma, nanti aku akan sebutkan jika Istri ku sudah bangun" jawab Wildan.


Wildan lalu menggendong Bayi laki-laki nya dan Ayah Darma menggendong Bayi perempuan.

__ADS_1


"Ya ampun, kamu cantik sekali sih Nak" ucap Ayah Darma dengan tersenyum kecil.


"Dia sangat mirip dengan Mora kan , Yah?" tanya Wildan terkekeh.


"Kau benar sekali Wil, dia ini duplikat nya Mora" jawab Ayah dengan tersenyum bahagia.


"Kalau yang Laki-laki dominasi ke kamu Wil, tapi mata nya mirip Mora" ucap Mama Hesti.


Wildan mengangguk setuju, memang untuk yang laki-laki sangat mirip dengannya tetapi mata nya menyiratkan keteduhan yang bahaya, sangat mirip dengan Mora.


"Eunghhh"


Mama Hesti langsung menatap ke arah ranjang yang mana Mora sudah mulai mengerjapkan mata nya.


"Sayang" ucap nya dengan lembut.


"Ma" panggil Mora saat membuka mata nya.


Sedangkan Wildan berdiri di samping ranjang Mora dengan menggendong sang Anak.


"Lihatlah sayang" ucap Wildan saat melihat Mora sudah setengah duduk yang di bantu Mama Hesti.


"Mas, apakah mereka kedua Anak kita?" tanya Mora terharu.


"Iya sayang" jawab Mama Hesti dengan tersenyum.


"Untuk yang laki-laki namanya Alwira Ali Sy dan yang perempuan Almiraa Ara Sy" ucap Wildan dengan tersenyum.


"Baby Wira dan Miraa" ucap Mora membalas senyuman sang Suami.


Mora lalu mengadahkan kedua tangannya pada sang Ayah, ia akan memberikan Asi nya pada Baby Miraa terlebih dulu.

__ADS_1


Lalu Mama Hesti memasangkan kain yang menjadi penutup saat memberi Asi.


"Ayah, Mama, kalian istirahat dulu disana" ucap Wildan dengan menunjuk tepat pada ranjang yang memang disiapkan oleh nya.


Ayah menganggukan kepala karena memang ia sangat lelah, begitupun dengan Mama Hesti.


Wildan menekan tombol agar gorden penghalangnya menyala dan membiarkan kedua mertua nya terlelap dengan nyaman.


Setelah memastikan kedua mertua nya nyaman, Wildan lalu menghampiri Mora.


Cup.


Wildan mengecup kening Mora dan Baby Miraa bergantian, lalu ia mengecup Baby Wira yang ada di gendongannya.


"Terimakasih, kalian harta terindah milik Daddy" ucap nya dengan tulus nan lembut.


"Daddy adalah pelindung bagi kita, dan nanti akan di bantu oleh Baby Wira. Dia akan menjadi Anak dan Abang yang sangat kuat , tangguh dan juga membanggakan bagi kami" balas Mora tersenyum lembut.


"Mereka permata bagi kita, sayang" ucap Wildan kembali.


Lalu ia duduk di samping Mora, setelah itu memberikan Baby Wira untuk di beri Asi oleh sang Istri.


"Gantian ya sayang, Abang Wira juga haus" ucap Mora sambil mengecup pipi sang Putri.


Wildan tersenyum melihat hal itu, ia lalu memberikan Baby Wira dan menerima Baby Miraa.


.


.


Jangan lupa sama Vote, Like , Coment dan hadiah nya ya Readerss.

__ADS_1


Author tunggu oke🄳


__ADS_2