PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Extra Part


__ADS_3

Aron dan Santi masuk ke dalam ruangan Dokter, dan ternyata disana sang Dokter sudah menunggu nya.


"Langsung saja berbaring ya, Nona" ucap Dokter dengan ramah.


Santi menganggukan kepala nya dan membaringkan tubuh nya di atas ranjang pasien dengan bantuan dari Aron.


Lalu sang Dokter pun memeriksa nya dan melakukan Usg, Santi cukup bingung tetapi ia memilih diam saja.


Sang Dokter tersenyum dan itu membuat Aron serta Santi menjadi semakin bingung dan juga keheranan.


"Bagaimana Dok? Apa penyakit Istri saya?" tanya Aron yang sudah sangat penasaran.


"Istri anda tidak sakit Tuan, tetapi Istri anda sedang mengandung" jawab Dokter dengan tersenyum.


Hah.


Kaget Santi dan Aron, bahkan mata mereka sudah berkaca-kaca mendengar ucapan sang Dokter.


"Apakah Istri saya, Hamil?" tanya Aron kembali.


Dokter menganggukan kepala nya dengan tersenyum , ia langsung menjelaskan semuanya dengan menunjukan layar monitor Usg.


Seketika tangis bahagia nan haru terdengar disana, Aron dan Santi menangis dengan saling memeluk bahkan mereka tak malu saat Dokter dan perawat melihat nya.


"Terimakasih Ya Allah" ucap Aron dengan penuh bahagia dan terus mengecup pucuk kepala Santi.

__ADS_1


"Penantian kita akhir nya terwujud Mas, kita akan punya Anak" balas Santi dengan tangis bahagianya.


Aron menganggukan kepala, ia terus saja mengecupi pucuk kepala Santi.


"Selamat Tuan, Nona. Kalian akan menjadi orangtua" ucap Dokter dengan tersenyum haru.


Aron dan Santi melepaskan pelukannya, mereka lalu mengangguk penuh bahagia pada sang Dokter.


Lalu Dokter menjelaskan kembali semuanya, Santi dan Aron pun mendengarkan nya dengan penuh semangat.


Hingga setelah semua nya selesai, Aron membawa Santi untuk pulang ke Rumah nya.


"Kamu harus banyak istirahat ya, sayang. Jangan terlalu lelah dan tidak perlu ke perusahaan" ucap Aron dengan penuh kelembutan saat mereka sudah di dalam mobil.


"Iya iya Mas, aku akan menjaga calon bayi kita" balas Santi memeluk lengan Aron dengan lembut.


"Terimakasih banyak, Ya Allah" batin Santi dengan penuh haru.


Perjalanan mereka hening namun senyuman tak pernah luntur dari wajah mereka berdua.


Hingga mereka sampai ke Rumah, disana sudah ada Dava dan Kekey yang memang sudah di beritahu oleh Aron.


"Mbakkk" teriak Kekey dengan penuh kebahagian.


Santi langsung saja memeluk Kekey dengan penuh air mata bahagia nya.

__ADS_1


"Aku hamil Key, aku akan akan menjadi Bunda" ucap Santi dengan bahagia.


"Hai anak manis, nanti kamu akan menjadi teman anak aunty" ucap Santi sambil mengecup perut buncit Kekey.


"Selamat ya Mbak" ucap Kekey dengan penuh haru.


"Terimakasih Key, Mbak sangat bahagia sekali" balas Santi dengan tersenyum namun air mata nya masih saja keluar.


Aron dan Dava hanya bisa tersenyum bahagia, mereka bahagia dengan semua ini.


Lalu Aron membawa mereka semua masuk, mereka akan makan siang bersama dengan memesan beberapa menu makanan keinginan kedua wanita tersebut.


*


Semuanya merasakan kebahagian setelah pengkhianatan yang menimpa diri nya masing-masing.


Kebahagian yang sesungguh nya mereka dapatkan dengan tidak mudah dan penuh perjuangan.


Mora dan Aron pun bahagia dengan keluarga nya masing-masing dan jalan hidupnya masing-masing.


Begitupun dengan Winda, ia merasakan kebahagian yang sangat tulus sebelum akhir nya ia meninggal karena melawan penyakit yang cukup ganas.


T.A.M.A.T


*nantikan season kedua dengan judul yang berbeda ya readers.

__ADS_1


Terimakasih untuk semua nya dan stay tune di karya-karya Author ya teman-teman.


-Marhaban ya ramadhan-


__ADS_2