
-Indonesia
Mora dan Wildan sudah berangkat sejak pagi tadi. Bahkan Mama dan Ayah nya pun ikut serta karena memang mereka akan pulang ke Amerika.
Hingga setelah beberapa jam perjalanan, mereka sampai juga di Negara kelahiran Wildan.
Wildan membawa Mora langsung ke Rumah nya, sedangkan sang Mertua nya pulang ke mansion nya.
"Kemarilah" ucap Wildan lembut.
Mora lalu bergeser dan mendekati Wildan, dengan segera Wildan memeluk nya dengan hangat.
"Mas, aku mengantuk sekali" lirih Mora.
"Tidurlah sayang, nanti kalau sudah sampai aku akan bangunkan" balas Wildan mengecup pucuk kepala Mora lembut.
Mora terlelap begitu saja di pelukan sang Suami, ia bahkan memeluk nya dengan sangat erat.
"Maaf sayang, kamu pasti kelelahan" ucap Wildan pelan.
Hingga perjalanan dari Bandara ke Rumah nya, Wildan habis kan dengan memeluk Mora hangat.
Tak lama kemudian, mereka sampai juga di Rumah minimalis Wildan.
Sederhana tetapi sangat elegant dan berkelas.
Wildan langsung saja menggendong tubuh Mora, ia tidak tega harus membuat nya bangun.
Para pelayan disana menyambutnya dengan sangat ramah, apalagi melihat wanita yang di gendong Tuan nya adalah Mora.
"Siapkan makanan untuk kita ya, Bi" ucap Wildan ramah.
"Maaf Tuan, apa Nyonya mau memakan makanan seafood?" tanya Bibi sopan.
"Buatkan saja, tapi harus ada makanan khas Indonesia ya" jawab Wildan.
"Baik Tuan" balas Bibi sopan.
Lalu para pelayan kembali lagi pada pekerjaannya masing-masing. Sedangkan Wildan, ia merebahkan Mora dengan sangat perlahan.
__ADS_1
Wildan membuka hijab Mora dan mengganti pakaian nya dengan yang lebih nyaman.
"Kalian memang sangat kuat, sayang" gumam Wildan sambil mengecup kening Mora dan perut nya lembut.
Setelah itu, Wildan juga mengganti pakaian nya dan ikut merebahkan diri di samping sang Istri.
Hingga pada akhir nya mereka terlelap dengan saling memeluk.
**
Malam hari nya, Mora dan Wildan langsung saja bersiap setelah makan malam.
Mereka akan langsung ke Rs dimana Aron di rawat.
"Yakin mau ikut? Gak lelah?" tanya Wildan memastikan.
"Iya Mas, aku sekalian ingin cek gak papa kan?" ucap Mora tersenyum.
"Gak apa sayang, nanti sebelum ke ruangan Aron kita cek kandungan dulu" balas Wildan lembut.
Lalu Wildan membukakan pintu mobil untuk Mora, setelah itu ia sendiri masuk ke dalam.
"Ini siapa yang mau jalan-jalan, Baby atau Mommy nya?" tanya Wildan terkekeh.
Mora langsung saja menepuk paha Wildan dengan kesal, ia lalu mencebikan bibir nya.
"Baiklah besok kita jalan-jalan, aku akan menjadi pengawal mu seharian besok, sayang" ucap Wildan tersenyum.
"Atm nya di siapkan ya Daddy" kekeh Mora dengan mengerjap-ngerjapkan mata nya.
"Iya iya sayang, apapun untuk mu" balas Wildan dengan gemas.
Hingga tak lama kemudian mereka sampai juga di halaman Rumah sakit.
Wildan membantu Mora untuk keluar dari dalam mobil, setelah itu mereka langsung ke ruangan Dokter obgyn.
Wildan memeluk pinggang sang Istri dengan posesif, ia bahkan terkesan sangat datar saat melihat beberapa pria menatap Istri nya kagum.
"Silahkan Tuan" ucap perawat yang sedang bertugas.
__ADS_1
Wildan lalu masuk bersama dengan Mora, disana Dokter obgyn sudah menunggu mereka.
Mora langsung saja di periksa oleh Dokter.
"Semua nya baik-baik saja, Baby dan Mommy nya kuat" ucap Dokter obgyn
"Syukurlah, terimakasih Dok" balas Mora lembut.
Dokter menganggukan kepala, lalu Dokter memberikan vitamin untuk Mora dan Baby.
Setelah selesai, mereka berdua langsung menuju ke ruangan dimana Aron di rawat.
Sepanjang jalan, Wildan maupun Mora hanya diam saling rangkul.
Hingga mereka sampai juga di depan ruang rawat Aron.
*Tok
Tok*
Wildan mengetuk terlebih dulu pintu nya sebelum masuk.
Setelah itu pintu terbuka oleh asisten Dokter Bimo.
"Dokter Wil, silahkan masuk" ucap nya dengan sopan.
"Terimakasih" balas Wildan datar.
Lalu mereka masuk ke dalam, disana hanya ada Aron , Santi dan Dokter Bimo.
"Ahh itu Dokter Wil dan Istri nya sudah sampai" ucap Dokter Bimo pada Aron.
Deg.
"Mora, Wildan" gumam Aron dengan kaget.
.
.
__ADS_1
.