
Esok pagi nya, setelah sarapan pagi Mora dan Wildan langsung saja bersiap untuk pergi jalan.
Wildan akan membawa Mora berkeliling Kota itu, menikmati taman hiburan dan yang lainnya.
Setelah bersiap, mereka langsung saja pergi bersama dengan sopir.
"Mas, apa ada hal penting yang kau sembunyikan dari ku?" tanya Mora dengan penuh selidik.
Ehh.
Kaget Wildan, ia lalu tersenyum ke arah Mora.
"Nanti saja ya, saat kita sudah sampai di tempat tujuan" jawab Wildan tersenyum.
Mora mengangguk walaupun bibir nya mengkrucut kesal dan hal itu yang membuat Wildan semakin gemas.
Hingga pada akhir nya mereka sampai juga di Taman, karena masih pagi jadi Wildan memutuskan untuk membawa Mora ke Taman yang sangat sejuk.
Sekalian mereka jalan-jalan kecil dan menikmati aneka jajanan yang tersedia disana.
"Wah, ini bagus banget Mas. Banyak makanan lagi" ucap Mora dengan tersenyum.
"Ayo kita keluar" ajak Wildan.
Lalu ia dan Mora langsung saja menuju ke Taman, disana Mora langsung menuju ke stand makanan seafood , ice cream dan yang lainnya.
"Untung saja tadi sudah makan nasi dulu, emang Bumilku tidak bisa nahan godaan seafood" gumam Wildan dengan terkekeh melihat Mora yang datang membawa beberapa makanan.
"Mas, kalau mau beli saja ya" ucap Mora acuh.
"Mas masih kenyang sayang" balas Wildan terkekeh.
__ADS_1
Mora hanya tercengir dengan memamerkan deretan gigi nya.
Lalu ia kembali fokus pada makanan nya.
"Sayang, ayo cerita" ucap Mora.
"Winda membuat masalah, dia merayu salah satu anak buah ku dan hampir saja dia membunuh nya" ucap Wildan dengan pelan.
"Bagaimana bisa?" tanya Mora dengan penuh makanan di dalam mulut nya.
"Habiskan dulu, nanti kita cerita sambil jalan" ucap Wildan dengan gemas karena melihat tingkah laku Mora.
Mora mengangguk patuh, lalu ia menghabiskan makanan dan juga ice cream nya.
Setelah itu mereka jalan ke arah Danau buatan yang ada di Taman tersebut.
"Winda ingin kabur lagi, karena anak buah ku tidak mau menuruti kemauannya jadi ia mencoba untuk membunuh nya" jelas Wildan.
Mora menghela nafas, ia lalu duduk di kursi yang ada di sana.
"Sebenar nya aku tidak tega, tetapi aku takut mereka akan melukai orang-orang yang aku sayang, apalagi saat ini aku sedang mengandung" ucap Mora.
"Biarkan saja mereka disana, karena disana itu aman dan juga mungkin sebentar lagi mereka akan bertaubat" balas Wildan lembut.
"Ya mudah-mudahan saja" ucap Mora.
Lalu mereka memutuskan untuk naik perahu yang ada disana. Mora sangat antusias seperti anak kecil yang akan mendapatkan mainan saja.
Mereka naik perahu tersebut hanya berdua, Wildan memang sengaja ingin agar Mora leluasa dan tidak merasa terganggu.
Wildan memotret beberapa foto Mora, ia sangat gemas saat melihat wajah antusias Mora.
__ADS_1
Setelah puas, Wildan lalu membawa nya ke Taman hiburan yang tak jauh dari sana.
Di sana banyak wahana bermain untuk anak kecil dan juga dewasa, jangan lupakan lagi dengan makanan yang selalu ada hehe.
Mora sangat berbinar saat di bawa masuk ke dalam, ia menatap dengan penuh takjub pada wahana-wahana yang ada di depannya.
"Mas, saat nanti kita pulang aku ingin membawa anak panti ke wahana bermain ya?" tanya Mora dengan antusias.
"Iya sayang, kita akan pergi bersama-sama kesana" jawab Wildan lembut.
Kehamilannya tidak menjadi penghalang saat Mora bergerak lincah kesana kemari, ia memilih makanan dan juga naik wahana yang aman untuk ibu hamil.
Sedangkan Wildan? Ia mengekori sang Istri kemanapun ia beranjak.
Hingga tepat jam makan siang, Mora menghentikan aktifitas nya karena lelah.
"Ayo pulang Mas, aku sudah ingin merebahkan tubuh ku" rengek Mora pada Wildan.
Wildan mengangguk, tak lupa ia juga membeli makanan untuk para pelayan dan pengawal di Rumah nya sesuai ke inginan Mora.
Selama di perjalanan , Mora sudah terlelap di dalam pelukan sang Suami.
"Bagaimana dengan Winda?" tanya Wildan pada sopir nya.
"Sudah di pindahkan ke paling pelosok" jawab nya dengan tegas.
Wildan mengangguk dengan tersenyum kecil, lalu ia kembali mengecup pucuk kepala Mora berkali-kali.
.
.
__ADS_1
.