
-Mansion Sy.
Wildan sedang menikmati makan siang nya dengan menu sederhana yang di sediakan oleh sang Istri.
Ia bahkan sangat menikmati nya dengan lahap, Wildan bahkan sampai menambah lagi.
"Ya ampun sayang, ini nikmat sekali" ucap Wildan setelah menyelesaikan makan nya.
"Alhamdulilah kalau Mas suka, awal nya aku tidak yakin kalau Mas akan suka" balas Mora tersenyum.
"Hei aku ini pemakan segala jenis makanan, apalagi jika makanan nya adalah kamu" goda Wildan dengan tertawa kecil.
"Mas ihhh" malu Mora dengan berlalu dari meja makan.
Wildan hanya tertawa saja, ia merasa sangat bahagia karena Mora sudah tidak lagi canggung.
Lalu Wildan melangkahkan kaki nya menuju ke halaman belakang.
"Sayang, susul Mas kebelakang" ucap Wildan sedikit berteriak.
"Iyaa Mas sebentar lagi" balas Mora.
Setelah Mora menyelesaikan urusannya di dapur, ia lekas menghampiri Wildan yang ada di halaman belakang.
"Mas" panggil Mora lembut.
"Duduklah disini, sayang" ucap Wildan dengan menepuk kursi samping nya.
Mora duduk di samping Wildan dengan tenang tidak seperti tadi saat pulang dari Bandara.
"Kenapa Mas?" tanya Mora saat Wildan menatap nya dengan penuh arti.
"Istri ku ini cekatan sekali sih, sampai aku tidak menyadari pergerakannya" ucap Wildan mencubit gemas hidung mungil Istri nya.
"Hemmm" balas Mora dengan senyum manis nya.
"Ternyata dia sangat mematikan" batin Wildan dengan gelengan kepala.
"Apaa" ucap Mora tersenyum penuh arti.
"Apa yang kau lakukan pada wanita itu sayang?" tanya Wildan penasaran.
"Aku tidak melakukan apapun pada nya, aku hanya memberi pelajaran saja pada Orangtua nya karena ingin mencelakai Mama dan Ayah ku" jawab Mora dengan santai.
"Ck ck sangat menggemaskan" kagum Wildan dengan mengecup pipi Mora lembut.
__ADS_1
Mora hanya tersenyum kecil saja, ia sama sekali tidak menyangka akan menggunakan kekuasaannya untuk semua ini.
**
-Negara A
Yuli, Bunda dari Winda saat ini sedang di rawat di Rumah sakit karena kecelakaan yang menimpa nya.
"Sial, pasti ada seseorang yang sudah membuat Istri ku celaka" gumam Jana dengan mengepalkan tangannya.
Jana lalu mengambil ponsel nya untuk menghubungi anak buah nya yang di tugaskan untuk mengawasi Tuan Darma dan Istri nya.
"Bagaimana?" tanya Jana to the point.
"Maaf Tuan, mereka lolos dan bahkan saat ini sudah terbang kembali menuju Negara A" jawab anak buah nya ketakutan.
"Bagaimana bisa? Aku sudah menyuruh kalian meledakan pesawat nya saat transit kan?" tanya Jana dengan emosi.
"Mereka mengecoh kita dan mereka pergi dengan pesawat umum" jawab anak buah nya.
"Arrggh sial, kalian pulanglah kemari dan kita akan menunggu mereka disini" ucap Jana dengan tegas.
"Baik Tuan" balas anak buah Jana.
"Kenapa lagi ini, sial sekali" geram Jana
Di perusahaan nya ada masalah di keuangan, bahkan pengeluaran bulan ini sangatlah meningkat.
"Kenapa ini seperti ada konspirasi di perusahaan" gumam Jana dengan kesal.
Ia lalu menghubungi anak buah nya untuk menyelidiki semua nya.
"Apa mungkin Darma yang melakukan ini" gumam nya dengan menerka.
Jana menyimpan laptop nya, ia lalu menghampiri ranjang istri nya yang sudah bangun.
"Mas, kenapa aku ada disini?" tanya Yuli saat ia melihat kesekelilingnya
"Kau mengalami kecelakaan mobil sayang" jawab Jana dengan mendudukan diri di samping Yuli.
"Hah, perasaan kan Bunda kemarin sedang di Mall" gumam Yuli dengan bingung.
"Ada seseorang yang membuatmu begini, sayang" ucap Jana dengan geram.
Yuli langsung melototkan mata nya, ia tidak menyangka akan ada orang yang ingin mencelakai nya.
__ADS_1
"Mas, apa mereka sudah balik menyerang kita?" tanya Yuli dengan takut.
"Kata anak buah ku, Darma dan Hesti tidak melakukan pergerakan apapun pada kita" ucap Jana dengan serius.
"Lalu siapa yang berbuat ini pada kita?" tanya Yuli kembali.
"Entahlah, aku sedang menyelidiki nya" jawab Jana dengan tegas.
Yuli menganggukan kepala nya, ia memejamkan kembali mata nya karena merasa sangat pusing.
Ia bahkan sempat meringis saat menggerakan kaki nya.
"Istirahatlah dulu, aku akan keluar dulu sebentar" ucap Jana dengan mengusap lembut kepala Yuli.
Jana langsung saja berlalu keluar dari dalam ruangan Istri nya, ia juga menugaskan beberapa anak buah nya untuk menjaga sang Istri.
Jana langsung saja melajukan mobil nya ke arah perusahaan , ia akan bertindak sebelum perusahaan nya hancur lebur.
"Aku akan mendapatkan kalian yang sudah berani nya bermain-main dengan ku" gumam Jana dengan menggeram menahan emosi.
Hingga beberapa saat, ia sampai juga di perusahaan.
Jana langsung saja masuk ke dalam tanpa menyapa karyawan nya.
Ia langsung saja menuju ke bagian keuangan untuk memastikan semua nya.
Brak.
"Tuan" sapa kepala devisi saat pintu ruangannya di buka dengan keras.
"Bagaimana? Apa kau menemukan pengkhianat itu?" tanya Jana dengan cepat.
"Dia sudah melarikan diri ke Indonesia, Tuan. Bahkan dia membawa uang nya, itu yang saya dapatkan Informasi nya" jawab kepala devisi menunduk.
Brak.
Jana langsung menggebrak meja dengan kencang, ia bahkan sudah terlihat sangat memerah menahan amarah nya.
"Aku akan hubungi Winda" batin Jana dengan berlalu dari ruangan itu.
.
.
.
__ADS_1